{"id":3347,"date":"2026-01-20T11:00:20","date_gmt":"2026-01-20T04:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=3347"},"modified":"2026-01-21T11:28:49","modified_gmt":"2026-01-21T04:28:49","slug":"contoh-cerita-fabel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel","title":{"rendered":"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia &#038; Inggris Singkat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png\" alt=\"contoh cerita fabel\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Fabel adalah cerita fiksi dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia. Simak contoh cerita fabel singkat di artikel ini.<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ingatkah kamu dengan dongeng Si Kancil dan Buaya? Dongeng ini mengisahkan kancil yang cerdik dan buaya yang mudah ditipu. Dalam bahasa Indonesia, dongeng tadi adalah satu jenis cerita fiksi, yaitu <\/span><strong>fabel<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Fabel?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Fabel adalah<\/strong> kisah yang <strong>menceritakan tentang kehidupan hewan<\/strong> yang <strong>memiliki watak layaknya manusia<\/strong>. Di dalam ceritanya terdapat nilai-nilai moral yang bisa dijadikan pembelajaran hidup. Seiring perkembangan zaman, fabel tidak hanya disajikan lewat teks, tetapi juga serial sampai film kartun. Contohnya, The Lion King, Madagascar, Ice Age dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri Ciri Fabel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita fabel hewan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh dalam cerita berupa binatang yang berperilaku dan berwatak seperti manusia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita fabel menunjukkan kejadian sebab-akibat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alur cerita fabel umumnya lebih sederhana namun sarat akan pesan moral.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik dalam cerita umumnya diambil dari kehidupan manusia sehari-hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan latar tempat di alam, seperti di hutan, sungai, kebun, kolam, sawah, dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya berbentuk teks narasi dengan adanya dialog antar tokoh berupa kalimat langsung. Dialog antar tokoh menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa sehari-hari.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Cerita Fabel Hewan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini adalah beberapa cerita fabel pendek dengan berbagai pesan moral yang bisa dipetik. Konflik yang disajikan umumnya berhubungan dengan watak baik dan buruk manusia, seperti keramahan, keberanian, kesombongan sampai keserakahan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Bura, Si Beruang yang Sering Lupa<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura berdiri di depan pintu rumahnya. Ia membuka dan menutup tasnya berulang kali. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengeluarkan isi tasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Prak prak prak\u2026 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Satu per satu benda di dalam tas Bura dikeluarkan. Namun, Bura masih kebingungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai Bura, cari apa?\u201d kata Cendan yang hinggap di pohon dekat rumah Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKunci pintu rumahku, Cen. Ah, aku lupa menaruhnya di mana,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, hilang lagi? Bukannya dua hari yang lalu juga hilang?\u201d kata Cendan sambil terbang mendekati tas Bura yang tergeletak di atas tanah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHaaah, aku memang pelupa Cen,\u201d kata Bura sedih. Ia duduk menyender dan tampak kelelahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cendan membantu Bura mencari kunci sekali lagi dalam tas. Kasihan Bura yang tidak bisa masuk ke rumah. Dua hari yang lalu, ia mencari kunci ke sana ke mari, ternyata ia taruh di kantong. Ah! Cendan ingat sesuatu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCoba lihat di kantong, siapa tahu ada,\u201d kata Cendan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura merogoh kantongnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh, ini dia!\u201d kata Bura berseru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTuh, kan, sama seperti kemarin. Bura selalu saja lupa,\u201d kata Cendan sambil terbang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura masuk ke rumah. Walaupun lelah, tetapi ia juga lapar. Jadi, ia memutuskan untuk membuat makan siang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura memang beruang yang sangat pintar memasak. Ia sering mengundang teman-teman untuk makan di rumahnya. Ia juga selalu membawa makanan lezat saat piknik bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSya lalalalala\u2026. aku akan buat makan siang lezat untuk Cendan,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLalu, aku akan antarkan ke rumahnya untuk jadi kejutan. Pasti ia senang,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aroma masakan Bura begitu sedap. Apalagi saat ia membuka jendela dapurnya, aroma lezat menyebar ke area hutan. Ia membuat begitu banyak makanan karena ada banyak bahan yang tersimpan di dapur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura tinggal bersih-bersih sedikit lagi. Tiba-tiba ada suara pintu diketuk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa yang datang, ya?\u201d tanya Bura pada dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Bura membuka pintu, sudah ada Cendan, Seta, Hari, Tuan Lanlan, Bu Liba, dan banyak sekali penduduk hutan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSelamat ulang tahun Buraaaa\u2026\u201d teriak seluruh tamu saat Bura membuka pintu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura kaget sekali. \u201cMemangnya aku ulang tahun hari ini?\u201d tanya Bura polos.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua tamu menggeleng-gelengkan kepala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBura lupa lagi, yaa. Kan, kamu mengundang kami datang ke rumah siang ini karena kamu ulang tahun,\u201d kata Tuan Lanlan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cO, iya! Aku lupa,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh, Bura\u2026..\u201d kata seluruh tamu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi tenang saja, aku sudah buat banyak makanan. Kita bisa makan siang sama-sama sesuai rencana,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYaaaayy,\u201d sorak semua tamu berbahagia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNah, sebelum mulai makan, kami punya hadiah untuk Bura,\u201d kata Seta, si semut hitam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTaraaaaa,\u201d Hari mengeluarkan bungkusan kado yang cukup besar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura membuka isinya. Sebuah papan tulis, lengkap dengan spidol warna-warni.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu namanya papan pengingat. Supaya Bura bisa mencatat, hihihi,\u201d kata Bu Liba, ibu lebah yang anggun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura sangat bahagia. Ia berterima kasih pada seluruh teman-temannya yang datang dan begitu sayang padanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/bobo.grid.id\/read\/083684521\/dongeng-anak-bura-si-beruang-yang-sering-lupa-mendongenguntukcerdas?page=all)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Petualangan Mogi Si Tikus Tanah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mogi adalah tikus tanah sangat penggugup. \u201cEndus endus\u2026 \u201c katanya pada dirinya sendiri sambil menggerak-gerakkan hidungnya. \u201cAku bisa mencium aroma musim semi\u2026 Aku ingin lihat!\u201d serunya girang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mogi memakai kacamatanya yang tebal. Penglihatannya memang kurang bagus pada siang hari. Pandangannya juga sering tertutup oleh moncongnya sendiri yang panjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu sangat cerah dan cantik. Musim semi telah datang. Sinar matahari memancar ke kacamata Mogi. \u201cHei, matahari!\u201d protes Mogi. \u201cKamu jangan bikin aku silau!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mogi akhirnya memberanikan diri keluar dari lubangnya. Satu, dua, tiga langkah&#8230; Ah, kepala Mogi terasa pusing dan berputar. Namun, ia mencoba melihat ke langit biru dan burung-burung yang terbang di dekatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi\u2026 crash! Mogi jatuh ke rumput lembut di rumpun bunga kuning yang semua basah sejak malam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHalo Mogi,\u201d sapa bunga-bunga kuning.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Mogi sudah berdiri lagi, ia menemukan dirinya ada di dekat aliran air tempat bebek-bebek berenang gembira.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHalo bebek-bebek,\u201d kata Mogi. \u201cIni sudah musim semi, lo,\u201d kata Mogi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami tahu,\u201d jawab para bebek berkwek kwek. \u201cTelur kami sudah siap dierami.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKuk kooo\u2026kuk kooo\u2026\u201d Burung-burung cuckoo terbang kesana-kemari, bermain petak umpet.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mogi berhenti menyapa karena ada banyak yang harus ia lakukan. Kini ia naik ke sebutir buah kelapa yang mengambang dan menjadikannya perahu. Mogi lalu mengikuti aliran air kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mogi tidak berlayar jauh ketika kelapa itu tersangkut di ilalang air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTolooong\u2026 tolooong\u2026\u201d teriak Mogi ketakutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seekor angsa liar kebetulan sedang berenang di dekat situ. Ia mendekat sehingga Mogi bisa melompat ke punggungnya. Angsa itu lalu berenang membawa Mogi ke tepi sungai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiba di tepi sungai, Mogi melompat turun. Angsa itu memberi nasihat,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLebih baik kau berjalan kaki untuk ke sampai ke tujuan. Itu lebih aman daripada lewat lewat sungai sendirian\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaiklah, aku janji. Terima kasih sudah menolongku,\u201d kata Mogi gemetar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mogi kini merasa sangat lapar. Ia mulai mencari makanan. Ia tidak perlu mencari terlalu jauh, karena ada banyak makanan yang bisa ia pilih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sedang mencari makan, Mogi melihat burung-burung yang terbang di sekitarnya. Ia melihat dengan sedih,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAndai saja aku bisa terbang bagai burung-burung. Aku ingin sekali merasakan terbang tinggi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mogi lalu naik ke sebuah gundukan bukit kecil. Setiba di puncaknya, ia berteriak keras,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSatu dua, tiga\u2026 Tubuhku\u2026 ayo, terbaaaang\u2026\u201d Mogi lalu melompat untuk terbang ke angkasa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi\u2026 BRUK! Tubuh Mogi mendarat di tanah, lalu berguling-guling dan\u2026 BYURRR\u2026 tercebur ke kolam bebek.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi Mogi berteriak minta tolong. Ia tak suka berada di dalam air. Tubuhnya terasa dingin, basah dan aneh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak lama kemudian, muncul seekor hedgehog. Ia mendorong sebatang dahan tumbuhan air ke arah Mogi. Tikus tanah itu langsung berpegangan di tumbuhan itu. Hedgehog itu lalu menarik tumbuhan itu ke darat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tiba di tanah yang kering, Mogi mulai menangis dan berterima kasih pada Hedgehog.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bajing yang baik hati datang mendekat. Ia memberi Mogi sebuah mahkota dari rangkaian bunga daisy. Katak yang ada di situ lalu bertepuk tangan ikut menghibur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika Mogi tersenyum lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tak akan mencoba jadi pelaut, burung, atau apa pun juga,\u201d katanya pada teman-temannya. \u201cSejak sekarang, aku akan senang menjadi tikus tanah walau mataku agak rabun untuk melihat\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bobo.grid.id\/read\/083560990\/dongeng-anak-petualangan-mogi-si-tikus-tanah-mendongenguntukcerdas?page=all<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Serigala yang Bodoh<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah ini terjadi ketika Billy, si kambing, menjadi seorang polisi, ayam jantan menjadi kepala penjara, dan Sang Elang tua menjadi raja dan memerintah dengan bijaksana.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seekor serigala datang ke elang tua itu, membungkuk dengan hormat, lalu ia mengeluh, \u201cRajaku yang Mulia, aku sangat kelaparan sampai-sampai aku ingin menangis! Berikan aku sedikit makanan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa aku harus menuruti perkataanmu? Lagipula, sebagai serigala, engkau bisa memburu makanan untuk dirimu sendiri.\u201d Kata Elang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTolonglah aku, Raja. Setidaknya, berikanlah aku saran, apa yang harus aku makan.\u201d Mohon si serigala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu lihat seekor anak kuda itu? Pergi, dan makanlah dia.\u201d Perintah elang tua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Si serigala berterimakasih kepada Sang Elang, lalu pergi untuk memakan anak kuda itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cAku akan menelanmu bulat-bulat, anak kuda yang malang!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMengapa, e-engkau berkata seperti itu?\u201d tanya anak kuda itu ketakutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRaja memerintahkanku untuk melakukannya!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagaimana dia bisa memerintahkanmu seperti itu? Aku mempunyai cap yang Raja berikan langsung kepadaku, sehingga kamu tidak bisa memakanku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi mana cap itu?\u201d tanya serigala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi kaki belakangku.\u201d Kata si anak kuda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala itu mulai memeriksa kaki belakang anak kuda. Ketika serigala itu mencarinya, anak kuda itu langsung menendang wajah serigala malang itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika serigala itu telah sadar, anak kuda itu telah melarikan diri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala itu kembali kepada Sang Elang, \u201cRajaku yang Agung, aku sangat kelaparan, aku benar-benar ingin menangis! Berikanlah sesuatu untukku\u201c.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi aku sudah mengizinkanmu untuk melahap anak kuda itu.\u201d Kata si elang tua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnak kuda itu sangat menyebalkan, ia menendang aku lalu melarikan diri.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaiklah kalau begitu. Lahaplah kambing gunung itu, dia ada di sebelah sana.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala berterimakasih kepada si elang tua, lalu pergi menemui si kambing gunung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHei, kambing gunung, aku akan menelanmu hidup-hidup!\u201d teriak serigala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMengapa engkau sangat ingin menelanku?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRaja memerintahkanku untuk melakukan demikian.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaiklah, bagian mana yang ingin engkau telan terlebih dahulu, mulai dari kepala, atau dari ekor?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tidak peduli, bagaimana menurutmu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLebih baik kamu memulai dari kepalaku. Baiklah aku akan memberitahumu, berdirilah tepat di depanku, dan aku akan masuk ke dalam mulutmu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala itu lalu berdiri tepat di depannya, lalu membuka mulutnya. Kambing gunung itu lalu mengambil ancang-ancang, lalu berlari dengan sangat kencang ke arah serigala, dan menyeruduknya dengan tanduknya. Serigala itu terpental, dan jatuh ke dalam jurang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika serigala tersadar, ia lalu memanjat tebing jurang itu dengan cakarnya. Setelah ia sampai di atas, kambing gunung itu sudah melarikan diri. Serigala itu kembali kepada Sang Elang, lalu mengadu kepadanya, \u201cRajaku yang Mulia, aku masih sangat lapar! Tolong, berikanlah aku sedikit makanan!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, aku sudah mengizinkanmu untuk memakan kambing gunung itu.\u201d Ujar Sang Elang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, kambing gunung itu terlalu licik! Ia mendorongku ke dalam jurang dengan tanduknya!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaiklah, telanlah seorang penjahit yang berada di sana. Tapi, janganlah kembali lagi kepadaku, atau aku akan memerintahkan Billy si polisi untuk memenjarakanmu!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala itu sekali lagi berterimakasih kepada Sang Elang, dan berjalan menemui si penjahit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai penjahit, aku akan menelanmu bulat-bulat!\u201d teriak serigala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMengapa engkau melakukan itu kepadaku!\u201d kata si penjahit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRaja yang memerintahkanku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaiklah, itu tidak berarti untukku. Kemari dan cobalah telan aku, anjing kecil!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHey, aku bukan anjing, aku serigala!\u201d teriak serigala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBenarkah? Aku tidak tau kamu itu serigala. Untuk seukuranmu, engkau sangat kecil untuk seekor serigala. Coba datanglah kemari, sehingga aku bisa memastikan apakah engkau anjing atau serigala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala itu datang kepada si penjahit. Penjahit itu lalu mengelilingi si serigala, dari depan ke belakang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni tidak terlihat benar, ekormu tidak seharusnya berada di sini. Biarkan aku memotongnya!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum serigala sempat bergerak, dengan cepat penjahit memotong ekornya dengan gunting, lalu berlari ke dalam hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala itu sangat marah, dan mulai melolong. Tapi, ke mana ia harus melangkah, sedangkan Sang Elang tidak ingin bertemu lagi dengan dirinya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, serigala itu menemui saudaranya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi mana kamu meletakkan ekormu, saudaraku?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeorang penjahit menipuku dan memotong ekorku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saudaranya begitu marah, mereka berdua lalu mengejar si penjahit itu di dalam hutan. Ketika penjahit itu melihat kedua serigala itu, ia berlari, lalu memanjat ke atas pohon. Kedua serigala itu berlari menyusul penjahit, dan berdiri di bawah pohon tempat penjahit itu bersembunyi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTurunlah kamu, penjahit! Kami akan menelanmu hidup-hidup, karena kamu telah memotong ekor saudaraku!\u201d kata saudara serigala itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak, aku tidak akan turun! Kalianlah yang harus naik ke atas, apabila ingin menangkapku!\u201d teriak si penjahit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua serigala itu melompat setinggi-tingginya dan mencoba memanjat pohon itu, namun usaha mereka sia-sia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku mempunyai ide, saudaraku. Kamu berdirilah di bawah pohon, dan kita akan saling menaikki punggung satu sama lain, sehingga kita bisa mencapai atas pohon, dan menangkap penjahit itu!\u201d kata saudaranya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka lalu menjalankan rencana mereka. Saudara serigala itu mulai menaiki punggung si serigala tanpa ekor, dan serigala tanpa ekor lalu menaiki punggung saudaranya. Ketika mereka sudah mencapai atas dan mulai mendekati si penjahit, teriaklah si penjahit, \u201cDatanglah, serigala yang lucu, aku akan memastikan letak kembali letak tubuhmu. Kali ini, kita lihat bagaimana posisi telingamu!\u201d goda penjahit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar hal itu, merindinglah serigala tanpa ekor itu, mengingat penjahit itu menghilangkan ekornya. Serigala tanpa ekor itu melompat dari pohon ketakutan, padahal ia sedang berada di bawah untuk menopang saudaranya, hingga terjatuhlah saudaranya ke bawah. Karena marah, dikejarlah serigala tanpa ekor itu oleh saudaranya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjahit itu tertawa terbahak-bahak. Tanpa sadar, ia kehilangan keseimbangannya, lalu terjatuh dari atas pohon. Ia bangun, lalu pulang sambil tertawa puas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah nasib dari serigala tanpa ekor. Ia berjalan, dan berjalan tanpa ekor hari ini. Ia tidak berani melapor pada Sang Elang, karena ia tidak tau apa yang harus dikatakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bobo.grid.id\/read\/081244355\/dongeng-anak-serigala-yang-bodoh?page=2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cerita-fabel-dan-legenda\">Perbedaan Fabel dan Legenda dari Ciri-cirinya, Jangan Tertukar!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kucing Siam yang Sombong<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh: Arsip Majalah Bobo<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sinna adalah seekor kucing siam. Ketika ia masih kecil, ibunya pernah berkata, \u201cKau harus tahu, anakku\u2026 Kita ini keturunan kucing dari istana Raja Siam. Nenek moyang kita lahir dan tinggal di istana Raja Siam.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu, Sinna bertanya pada ibunya, \u201cBagaimana kalau ada yang tidak percaya, Bu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau ada yang tidak percaya, suruh saja mereka melihat ke matamu yang biru, titik cokelat tua di ekor dan kakimu, juga bulu kecoklatan yang halus. Itu adalah ciri-ciri kucing siam asli. Keturunan dari kucing bangsawan yang tinggal istana Raja Siam.\u201d Begitu dulu penjelasan ibu Sinna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kini Sinna sudah dewasa. Ia tetap percaya kalau ia adalah kucing bangsawan. Dan itu membuat ia menjadi kucing yang sombong. Ia merasa dirinya lebih hebat dibanding kucing gemuk yang tinggal di sebelah rumahnya. Atau kucing oranye yang tinggal di seberang jalan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali berjalan keluar gerbang rumahnya, Sinna tidak pernah menegur kucing-kucing tetangganya. Ia merasa kucing-kucing itu hanyalah kucing kampung. Tidak sehebat dirinya yang keturunan kucing dari istana Raja Siam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kucing-kucing lain tetangga Sinna, mulai kesal pada sikap Sinna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau dia memang kucing bangsawan, harusnya dia tahu cara bersikap baik dan ramah. Harusnya dia tahu cara bersikap peduli pada kucing lain,\u201d kata Abu si kucing abu-abu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tidak percaya dia kucing bangsawan,\u201d tawa Oren si kucing oranye. \u201cKalau dia dikejar anjing peking di jalan, dia pasti akan lari juga seperti kucing kampung lainnya. Aku yakin itu!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSsst\u2026 lihat! Itu si King anjing peking baru keluar dari rumahnya\u2026\u201d bisik Abu pada Oren. Ia menunjuk ke arah jalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSsst\u2026 lihat! Itu si nona bangsawan juga baru keluar dari gerbang rumahnya,\u201d bisik Oren sambil meringis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau begitu, ayo kita panjat dinding. Kita lihat apa yang terjadi. Pasti ada kejadian seru! Hi hi hi\u2026\u201d tawa Abu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Abu dan Oren lalu berlari dan melompat lincah sampai ke atas dinding pagar. Di atas dinding, mereka menunggu Sinna dan King bertemu di jalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGuk guk guk\u2026\u201d terdengar gonggongan King si anjing peking.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Abu dan Oren rupanya tak perlu menunggu lama. Tontonan seru sudah ada di depan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGuk guk guk\u2026\u201d gonggongan King terdengar semakin keras. Rupanya, kini King sudah berhadapan dengan Sinna. \u201cSiapa kau?\u201d seru King.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNamaku Sinna. Aku kucing bangsawan. Nenek moyangku lahir di istana kerajaan Siam,\u201d kata Sinna bangga sambil mengangkat punggungnya tinggi-tinggi. Matanya sayu, menatap King dengan meremehkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGuk guk\u2026 lucu juga!\u201d gonggong King si anjing peking. \u201cNenek moyangku juga lahir di istana kerajaan Cina. Jadi, itu membuat kita berdua keturunan bangsawan!\u201d kata King.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOyaaa?\u201d tanya Sinna masih dengan gaya sombong.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa! Kita sama-sama bangsawan. Jadi, ayo, kita main bersama! Seperti yang dilakukan kucing dan anjing bangsawan lainnya!\u201d seru King.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak menunggu lama, kedua hewan itu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan kucing dan anjing lainnya. King mengejar Sinna sampai Sinna lari terbirit-birit. Hilang semua kesombongannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oren dan Abu hanya tersenyum melihat dari atas dinding.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSinna lari seperti kita saat dikejar anjing. Karena dia memang tidak lebih baik dibanding kucing kampung lainnya,\u201d ujar Oren pelan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/bobo.grid.id\/read\/08966281\/dongeng-anak-kucing-siam-yang-sombong?page=2)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Flik Tupai di Musim Kenari<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah pohon oak besar, di tepi sungai, tinggallah keluarga tupai. Pada musim gugur, ibu tupai berkata pada keempat anaknya, \u201cIni waktunya untuk mengumpulkan persediaan makanan musim dingin!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami akan pergi,\u201d teriak anak tupai terbesar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFlik, ayo ikut! Lebih baik kamu menolong kami, daripada cuma bermain akrobat di dahan pohon!\u201d seru anak tupai nomor dua pada adiknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi aku ini pemain akrobat hebat!\u201d teriak Flik, si tupai paling kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kelinci dan burung-burung di dekat situ memberi semangat, \u201cFlik hebat! Ayo, akrobat di pohon lagi!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik semakin bersemangat. Ia kembali bersalto dan melompat dari dahan ke dahan. Ketiga kakaknya hanya menggeleng kepala dan pergi mencari kenari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sorenya, ketiga kakaknya pulang membawa kantong kenari. Mereka bergotong royong menaikkan kantong kenari ke atas pohon. Disitu ada lubang tempat penyimpanan makanan keluarga mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFlik tidak pernah membawa persediaan makanan apapun,\u201d keluh ketiga kakaknya setiap pulang mencari kenari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik memang lebih suka berakrobat, atau mendengarkan dongeng dari burung hantu. Atau mendengarkan lagu para jangkrik menyanyi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalian mengumpulkan kenari. Aku mengumpulkan lagu dan dongeng,\u201d kata Flik santai. Ia memang belum pernah merasakan musim dingin. Ia tak percaya, kalau ada salju yang sangat dingin turun dari langit di musim salju.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, musim salju pun datang. Flik hampir tak percaya melihat salju putih dan sangat dingin turun dari langit. Ia bergelung di sarang sambil melahap buah-buah kenari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaljunya berkilau sangat indah. Sayang, dingin sekali. Aku jadi malas keluar rumah,\u201d kata Flik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu sebabnya, kau harus mengumpulkan persediaan makanan selama musim gugur. Supaya tidak perlu keluar rumah saat musim dingin tiba!\u201d marah ketiga kakaknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSudah, jangan bertengkar. Flik kan baru kali ini merasakan musim salju,\u201d kata ibu mereka menenangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaafkan, aku Kak! Aku memang tidak ikut mengumpulkan kenari. Tapi, ayo, duduklah! Aku akan ceritakan dongeng yang aku kumpulan dari burung hantu tua!\u201d kata Flik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malam itu, bulan tampak bulat. Cahayanya masuk ke dalam pohon tempat keluarga tupai itu tinggal. Semua tupai asyik mendengarkan dongeng Flik. Setelah selesai mendongeng, Flik berkata,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAkan ku panggilkan teman-temanku untuk menghibur kalian,\u201d kata Flik lagi. Tak lama kemudian, datanglah Pak Jangkrik membawa gitar, dan Pak Belalang membawa akordion.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik membaca puisi diiringi musik gitar dan akordion. Para kelinci menari mengikuti irama musik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOo, ini seperti pesta yang indah, Flik!\u201d puji ibunya. Ketiga kakaknya juga merasa sangat senang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik gembira bisa membawa kebahagiaan di pohon tempat tinggalnya. Flik membuat mereka semua bisa melalui musim dingin dengan hati yang hangat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga kakak Flik memaafkannya walau ia tidak ikut mengumpulkan kenari di musim itu. Namun di musim gugur berikutnya, tentu saja Flik berjanji akan ikut mencari kenari. Ia kini sudah tahu, seperti apa musim salju itu. Musim yang indah, tetapi sangat dingin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bobo.grid.id\/read\/08967578\/dongeng-anak-flik-tupai-di-musim-kenari?page=2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Kancil dan Buaya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alkisah, buaya dan kancil tinggal di wilayah yang sama. Sudah lama buaya mengincar kancil untuk dijadikan santapannya. Namun, kancil selalu bisa menghindari kejarannya. Ia adalah hewan yang banyak akal sehingga buaya selalu kesulitan untuk menangkapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski selalu lolos dari kejaran buaya, namun lama-lama kancil merasa khawatir juga. Karena itu, ia pindah rumah ke daerah lain untuk menjauhi buaya. Ia tinggal di bawah sebuah pohon besar di hilir sungai. Awalnya buaya merasa bingung karena tidak melihat kancil di tempat biasanya. Maka ia pun mencarinya ke sana-kemari, bertanya kepada para hewan yang ditemuinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, kancil pindah ke pohon di dekat hilir sungai,\u201d kata burung kecil yang ditanya oleh buaya. Tentu saja buaya senang mendengar informasi itu. Segera saja ia pergi ke tempat yang dimaksud oleh si burung. Ia sudah tidak sabar lagi untuk memburu si kancil. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia benar-benar merasa penasaran, ingin menikmati daging kancil yang sudah lama ia idam-idamkan. Setelah berhasil menemukan tempatnya, buaya pun pindah ke sana juga. Namun, kancil masih belum mengetahuinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama berhari-hari buaya mengawasi kancil. Ia mempelajari kebiasaan kancil seraya merancang strategi untuk menangkapnya. Dari pengamatannya itu, tahulah si buaya bahwa si kancil sering pergi ke sebuah pulau kecil yang ditumbuhi pohon-pohon apel di dekat tempat tinggal kancil. Untuk sampai ke sana, si kancil biasa menyeberang sungai dengan melompati beberapa batu besar yang ada di antara tempat tinggal kancil dengan pulau tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku punya ide!\u201d seru buaya. Ketika kancil pergi ke pulau kecil, buaya bersembunyi di balik batu di tengah sungai. Ia menunggu kancil melompat ke batu itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu kancil puas memakan buah-buahan yang ada di pulau kecil. Kemudian ia pun pulang dengan riang. Ia melompat dari sisi sungai ke batu-batu untuk sampai di rumahnya. Namun setibanya di\u00a0 tengah sungai, ia melihat bayangan dari batu yang hendak di lompatinya tampak Iebih tinggi dari biasanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akal cerdas si kancil Segera menangkap bahwa ada sesuatu yang tidak beres.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan-jangan ada buaya di balik batu itu?\u201d batin kancil, curiga. Setelah berpikir, ia berhasil mendapat akal. Ia berteriak ke arah batu, \u201cHai batu! Gimana kabarmu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hening. Tidak ada jawaban. Kancil kemudian bertanya lagi. \u201cAda apa batu sahabatku? Biasanya kau menjawab sapaanku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, jadi biasanya batu ini berbicara?\u201d batin Buaya yang sedang berdiam diri di batu itu. \u201cKalau begitu aku harus pura-pura menjawabnya supaya kancil tidak curiga.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHalo juga, kancil,\u201d jawab buaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kancil terkikik dalam hati melihat kebodohan buaya. Lantas ia berkata, \u201cJadi kau ada di situ ya, Buaya? Tak kusangka, kau mengejarku sampai ke sini.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buaya kaget. Rupanya penyamarannya sudah ketahuan. Sadarlah ia bahwa kancil telah mengakalinya. Ia benar-benar kesal dengan kebodohannya sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, aku mengejarmu ke sini karena ingin memakanmu!\u201d sahut buaya, jengkel.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">berikutnya. \u201cBukalah mulutmu lebar-lebar agar aku bisa melompat ke dalamnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kancil benar-benar cerdik. Ia tahu bahwa mata buaya akan tertutup saat buaya membuka mulutnya lebar-lebar. Dan sesaat setelah buaya membuka mulutnya, kancil segera melompat ke atas kepala buaya, lalu melompati batu batu lainnya dengan lincah, dan setelah tiba di tepi sungai segera memanjat pohon besar tempat tinggalnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi selamatlah kancil dari kejaran buaya. Itu semua berkat kecerdasannya yang jauh melampaui buaya. Sementara buaya terpaksa gigit jari karena lagi-lagi gagal menangkap kancil yang sudah lama diincarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/dongengceritarakyat.com\/cerita-fabel-dongeng-si-kancil-dan-buaya\/<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-hikayat\">Apa sih Hikayat Itu? Yuk Kenali Karakteristik, Jenis &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Jati Diri Si Elang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di suatu desa, hidup seorang petani rajin yang sedang memanen buah kopi. Di tengah aktivitasnya memanen tersebut, tidak disangka ia menemukan sebuah sarang burung di atas pohon kopi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Petani tersebut kemudian memanjat pohon kopi tempat sarang itu berada. Di sana, ia menemukan beberapa butir telur burung elang yang masih hangat. Petani tersebut menyimpulkan bahwa kemungkinan telur burung elang tersebut sedang dierami oleh induknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya saja petani tidak menemukan dimana induk elang tersebut. Akhirnya, satu telur elang diambil dan dibawanya pulang. Di rumah petani, telur elang tersebut diletakkan di kandang ayam. Kebetulan, ayam \u2013 ayam petani juga sedang bertelur dan beberapa telur ayam ada yang sudah waktunya menetas. Beberapa hari kemudian, telur elang tersebut ternyata menetas bersamaan dengan menetasnya beberapa telur ayam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak elang pun lahir, begitu juga dengan beberapa anak ayam. Karena menetas di tempat yang sama dengan anak ayam, anak elang dianggap oleh induk ayam sebagai anaknya. Anak elang tersebut diperlakukan sama oleh induk ayam dengan anak \u2013 anak ayam yang lain, tidak ada yang dibedakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka diberi makan yang sama, diajari cara berjalan yang sama, diberi tempat berteduh yang sama, dilindungi dari hewan lain dengan adil dan rata. Semuanya diperlakukan sama oleh induk ayam yang adil tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sebenarnya, induk ayam juga sadar bahwa ada yang berbeda dengan salah satu anak yang dirawatnya tersebut jika dibandingkan dengan anak \u2013 anaknya yang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari pun berlalu, anak elang yang dirawat oleh induk ayam tumbuh besar. Ia menyadari tubuhnya berbeda dengan saudaranya yang lain karena ia tumbuh terlalu tinggi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga suatu hari, salah satu anak ayam yang dianggap saudara oleh anak elang tersebut bertanya, \u201cHai saudaraku, kenapa kamu begitu besar sementara aku masih saja sekecil ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak elang menjawab, \u201cAku juga tidak tahu mengapa aku berbeda\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah kamu bisa terbang? Sepertinya kamu punya sayap\u201d. Tanya anak ayam lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak elang menjawab, \u201cAku tidak bisa terbang. Kamu sendiri tahu bahwa ibu selalu mengajariku cara berjalan seperti kalian. Jika aku diajari cara berjalan, bagaimana caranya aku bisa terbang secara tiba \u2013 tiba tanpa ada yang memberi tahu aku cara terbang?\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak elang pun menggumam, \u201cSeandainya aku bisa terbang aku pasti bisa mengambil makanan yang berada di atas pohon sana, sayangnya aku bukan burung yang bisa terbang.\u201d Anak elang yang dirawat oleh induk ayam itu sedang meratapi nasib.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sadar bahwa salah satu anaknya sedih, induk ayam mendekat. \u201cHai anakku, mengapa kau bersedih?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak elang menjawab, \u201cIbu, aku berbeda dengan saudaraku. Tubuhku terlalu besar tapi kemampuanku masih begini \u2013 begini saja.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Induk ayam menjawab, \u201cMungkin kamu berbeda, tapi ibu menyayangimu sama seperti saudaramu yang lain. Lalu apa yang kau inginkan sekarang?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku ingin terbang ibu, sepertinya aku punya sayap. Tapi aku tidak bisa menggunakannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Induk ayam pun memberi nasihat, \u201cMungkin kamu bukan tidak bisa, tapi kamu belum pernah melakukannya\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sadar bahwa ucapan induk ayam ada benarnya, anak elang pun mulai berlatih untuk terbang. \u201cAku ingin jadi elang!\u201d tekadnya menyemangati diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bulan berlatih, anak elang itu pun bisa terbang. Ia sangat senang. Saudara \u2013 saudaranya juga turut senang dengan kemampuan anak elang yang meningkat drastis. Pun begitu dengan induk ayam yang menganggap anak elang itu sebagai anaknya sendiri, ia merasa sangat bangga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak elang pun bisa terbang bebas di udara dan menikmati hidupnya dengan sayap yang dimilikinya. Meski begitu, ia tidak sombong dan tetap merangkul semua saudara yang selama ini tinggal bersamanya. Anak elang juga masih patuh dan menghormati induk ayam yang sedari lahir ia anggap sebagai ibunya karena anak elang memang tidak tahu siapa ia sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(Sumber: https:\/\/dongengceritarakyat.com\/dongeng-elang-dan-ayam\/)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Gajah Si Pemarah\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah hutan, hidup seekor semut kecil dan seekor gajah yang bertubuh besar. Gajah bertubuh besar tersebut sangat kuat dan dikenal sebagai hewan yang pemarah. Karena merasa badannya besar, ia pun seringkali meremehkan hewan lain di hutan yang memiliki badan kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semut kecil pun tak luput menjadi incaran gajah untuk diremehkan. Setiap kali gajah bertemu dengan semut di jalan, Gajah selalu mengganggu semut dan keluarganya entah gangguannya itu dalam bentuk perkataan atau pun tindakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski suka menjadi bahan ejekan dan hinaan dari penghuni hutan lainnya, utamanya Gajah, semut tak pernah gentar. Ia selalu bersikap biasa dan bekerja keras setiap hari. Semut tidak pernah malas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu pagi yang cerah, ketika semut dan keluarganya hendak mencari makan, tiba \u2013 tiba saja Gajah menyemprotkan air dari belalainya ke arah keluarga semut. Kejadian ini tentu saja membuat semut dan keluarganya menangis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semut pun bertanya, \u201cHei Gajah! Ada apa dengan kamu? Mengapa kamu selalu menyusahkan aku dan keluargaku?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat semut menangis, Gajah semakin murka dan tidak terima. Ia berkata, \u201cHei semut, jangan cengeng kau! Berhentilah menangis atau aku yang akan menghancurkan kamu sampai mati!\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semut dan keluarganya pun diam dan berhenti menangis. Namun mereka memutuskan untuk memberi pelajaran kepada gajah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya, ketika semut akan bekerja, semut mengajak keluarganya untuk menaiki punggung gajah dari belakang. Sesampainya di atas, ia pun masuk ke dalam belalai gajah dan mulai menggigitinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, gajah geli dan merasa kesakitan terlebih rombongan semut yang menggigit belalainya itu sangat kompak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gajah pun berteriak, \u201cAhh, berhenti! Itu menyakitkan!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gajah bahkan mencoba segala cara yang ia bisa untuk menghentikan gigitan semut dan keluarganya, hanya saja apapun cara yang Gajah coba lakukan tetap tidak berhasil menghentikan gigitan semut dan keluarganya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya gajah pun meminta maaf atas apa yang pernah ia lakukan kepada semut dan keluarganya. Semut pun menjawab, \u201cBaiklah, aku akan berhenti. Bagaimana? Sekarang kamu sudah tahu bukan bagaimana rasanya disakiti?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itu, gajah berjanji untuk tidak akan mengganggu makhluk apapun di hutan. Akhirnya, hewan kecil di hutan yang dulunya sering dibully oleh Gajah sekarang bisa hidup di hutan dengan tenang dan damai termasuk semut dan keluarganya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/dongengceritarakyat.com\/dongeng-gajah-dan-semut\/)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Raja Hutan dan Penolongnya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam sebuah hutan rimba, hiduplah seekor singa bertubuh besar dan kuat. Ia sangat perkasa sehingga para penghuni hutan takut padanya. Para hewan menganggapnya sebagai Raja Hutan, namun tabiat singa ini sangat buruk. Tak ada satupun hewan di hutan yang menyukainya, tapi terlalu takut untuk melawan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada suatu hari, matahari siang bersinar cerah dan angin sepoi-sepoi, Si Raja Hutan tidur pulas di bawah pohon rindang. Semua penduduk hutan kala itu sedang istirahat, hutan tampak sepi, namun tidak demikian dengan Miki, seekor tikus berwarna abu-abu. Miki sedang asyik berkeliaran di tengah hutan, Ia mencari makan sambil bersenandung riang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena keasyikan, tanpa Ia sadari sudah berjalan terlalu jauh ke dalam hutan. Sadar dirinya sudah jauh dari rumah, Miki memutuskan balik arah. Tapi nasib sial, Ia justru tersesat dan berkeliling hutan tanpa tau arah. Karena berlarian kesana kemari, tikus malang ini menabrak tubuh singa yang sedang tidur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu membuat Sang Raja Hutan terbangun dan merasa kesal karena tidurnya terganggu. Si singa mengaum keras dan menangkap tikus dengan kuku-kukunya yang tajam. \u201cKena kau! Berani-beraninya kau tikus kecil mengganggu tidurku!\u201d amuk hewan galak itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMa\u2026Ma\u2026Maafkan aku Tuan, jangan maka aku,\u201d jawab Miki dengan terbata-bata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak mudah mendapatkan maafku tikus kecil. Aku ini Raja Hutan, dan kau telah mengganggu tidurku. Hmmm\u2026 Apa aku menjadikanmu makan malam saja? Hahaha,\u201d singa tertawa dengan jahatnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMohon ampun tuan, jangan makan aku. Aku kurus, dagingku tidak enak rasanya,\u201d elak si tikus. Miki terus mencari akal untuk melepaskan diri dari cengkraman Sang Raja Hutan. Di tengah ciut nyalinya tikus ini mengumpulkan keberanian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLepaskan aku Raja Hutan yang baik hati, kelak aku akan membalas kebaikanmu.\u201d Mendengar ucapan tikus, si singa tertawa terbahak-bahak. Ia pikir tidak mungkin seekor hewan kecil bisa menolong Sang Raja Hutan. Sambil melepaskan cengkraman pada tikus, Miki mengambil kesempatan berlari secepat mungkin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kejadian itu, tikus dan singa belum pernah bertemu lagi. Namun suatu hari saat Miki asyik berjalan-jalan di hutan, Ia mendengar suara auman keras dari kejauhan. Tikus abu-abu ini penasaran dan mencari asal suara. Hingga Ia menemukan singa terperangkap dalam jaring pemburu binatang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan sigap, tikus kecil menggigit tali-tali jaring hingga terputus. Akhirnya, Sang Raja Hutan terbebas dari perangkap pemburu tersebut. Sejak saat itu sifat singa berubah, Ia ramah kepada semua penduduk hutan dan bersahabat baik dengan Miki, si tikus kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/dongengceritarakyat.com\/fabel-sang-raja-hutan-dan-tikus-penolong\/<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi\">Perbedaan Buku Fiksi &amp; Non Fiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Persahabatan Empat Kerbau<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alkisah di hutan belantara, di antara banyaknya binatang, ada empat ekor kerbau yang bersahabat. Persahabatan mereka telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama, bahkan di saat mereka masih kecil. Pada setiap harinya, mereka akan berjalan bersama-sama dengan ekor yang saling terikat untuk mencari makan ataupun sekadar bermain bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya ada binatang yang bersahabat, hutan dengan pohon-pohon yang besar itu juga dihuni oleh seorang serigala yang diam-diam sering menerkam binatang yang tampak lemah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada suatu hari, dari kejauhan, serigala mengamati empat ekor kerbau tersebut saat mereka tengah mengumpulkan rumput untuk disantap. Dari kejauhan itu, serigala sangat tergoda untuk memangsa mereka satu per satu. Namun, hal itu tampak sulit jika mereka selalu bersama. Bisa saja mereka malah memberontak dan membuat serigala kehabisan tenaga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat. Dia berencana menunggu keempat kerbau itu berpisah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penantian serigala tidak sia-sia karena pada suatu hari keempat kerbau bertengkar. Kerbau pertama ingin mencari makanan untuk hari ini di atas bukit yang tidak jauh dari hutan, sayangnya kerbau kedua menginginkan hal yang berbeda. Ia ingin mencari makanan di kebun yang ada di bagian timur hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dua kerbau lainnya berusaha untuk melerai pertengkaran kerbau pertama dan kerbau kedua. Namun, usaha itu sia-sia karena tidak ada satupun di antara mereka yang hendak mengalah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika kalian tidak ingin ikut denganku, biar aku sendirian saja yang pergi menuju bukit itu.\u201d Kerbau pertama memutuskan untuk meninggalkan ketiga temannya yang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika serigala datang bagaimana?\u201d ucap kerbau ketiga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tidak takut dengan serigala.\u201d Sambil menahan kesal karena temannya tidak ingin mengikuti keinginannya, kerbau pertama pergi sendirian ke arah bukit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang tidak jauh berbeda juga dilakukan dengan kerbau kedua. Karena kesal dengan kerbau ketiga dan keempat yang juga tidak mau mencari makanan di kebun, kerbau kedua memutuskan untuk pergi sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala tersenyum puas melihat pertengkaran tersebut. Dia terlebih dahulu menyusul kerbau pertama dan menerkam kerbau itu hidup-hidup.\u00a0 Ternyata, serigala belum merasa kenyang dan puas, ia beralih menerkam kerbau kedua yang tengah asik memakan rumput di kebun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang malam hari, kerbau ketiga dan keempat mengkhawatirkan kedua sahabat mereka. Keduanya pun sepakat untuk mencari kerbau pertama dan kerbau kedua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pencarian itu berakhir sia-sia ketika kelinci menemui keduanya dan memberitahukan nasib malang kerbau pertama dan kerbau kedua. \u201cKalian tidak perlu mencari mereka. Keduanya telah dimakan oleh serigala. Aku melihat hanya tanduk mereka yang tersisa.\u201d ujar kelinci.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerbau ketiga dan kerbau keempat sangat bersedih dan berjanji tidak akan meninggalkan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/kumparan.com\/mama-rempong\/cerita-fabel-pendek-persahabatan-empat-kerbau-1vulC70vXBD\/full<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Cerita Fabel Bahasa Inggris<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma di Indonesia, fabel juga bisa kamu temui dalam bahasa Inggris. Bahkan, ceritanya bisa lebih singkat lho. Berikut contoh cerita fabel singkat bahasa Inggris:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. The Rabbit and The Turtle\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">One day a rabbit was boasting about how fast he could run. He was laughing at the turtle for being so slow. Much to the rabbit\u2019s surprise, the turtle challenged him to a race. The rabbit thought this was a good joke and accepted the challenge. The fox was to be the umpire of the race. As the race began, the rabbit raced way ahead of the turtle, just like everyone thought.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The rabbit got to the halfway point and could not see the turtle anywhere. He was hot and tired and decided to stop and take a short nap. Even if the turtle passed him, he would be able to race to the finish line ahead of him. All this time the turtle kept walking step by step by step. He never quit no matter how hot or tired he got. He just kept going.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">However, the rabbit slept longer than he had thought and woke up. He could not see the turtle anywhere! He went at full speed to the finish line but found the turtle there waiting for him.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.moralstories.org\/the-rabbit-and-the-turtle\/)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. The Crow and The Fox<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Early one morning, a fox is walking through the woods. He is hungry, and he is looking for something to eat. He sees a crow sitting on the highest branch of a tree. The crow has a piece of cheese in her beak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMmm\u2026 I love cheese!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> thinks the fox. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I think I\u2019ve found my breakfast! But how can I get the cheese<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">?&#8221;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">He thinks and he thinks. Then he has a clever idea. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I will make her talk!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">He sits at the bottom of the tree and looks up at the crow.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Good morning, Miss Crow<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">!\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> he says. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">It\u2019s a lovely day, isn\u2019t it?<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">The crow looks down at the fox. She says nothing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;I said, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">good morning<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Did you hear me?\u201d says the fox. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Maybe you can\u2019t hear me up there<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">The crow is suspicious. She holds the cheese tightly in her beak and says nothing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Hmm. This is not so easy<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> thinks the fox. But he doesn\u2019t give up. He smiles at the crow.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">You know\u2026\u00a0 you really are the most beautiful bird<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> he says. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Your feathers are so shiny! Your eyes are so intelligent! Your beak is so\u2026umm\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pointy<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Everything about you is perfect!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Still, the crow says nothing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">So the fox says: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tell me, Miss Crow\u2026\u00a0 is your voice <\/span><strong>also<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> magnificent? I hear that you have the most wonderful voice. Please sing for me! Just one song! Then I can tell everyone you really are the most incredible bird \u2014 the queen of all birds, in fact!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">This makes the crow feel good. She wants everyone to know she has a wonderful voice. She wants everyone to know that she is the queen of all birds.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">She smiles a little smile. Then she smiles a <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">big<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> smile. Then she opens her mouth to sing her best song for the fox. And\u2026 <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">plop<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! The cheese drops out of her beak and falls straight into the mouth of the fox. He swallows it in one gulp.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mmmmm. Thank you for the delicious breakfast, Miss Crow!&#8221; laughs the fox as he walks away. &#8220;Have a lovely day!\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/the-fox-and-the-crow<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. The Little Red Hen\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">This is a story about a little red hen.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The little red hen lives on a farm. She works hard all day long: She pecks the ground. She looks for worms. She sits in a bush. And sometimes\u2026 She lays an egg.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The little red hen has three friends: a cat, a dog, and a horse. These animals don\u2019t work hard at all.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The cat likes to sleep in the sun. The dog likes to sleep in the shade. And the horse likes to watch TV all day long.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">One day the little red hen sees a raspberry bush.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Raspberries!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> she squeals. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Yum yum yum! We can make a raspberry cake<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">!\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The little red hen runs to tell her friends.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Guys! There are raspberries over there! We can make a raspberry cake!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The dog drools. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Yes!!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The cat licks her lips. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Absolutely!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The horse flicks his tail.\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">What a great idea!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">So\u2026 who wants to help me pick the raspberries?<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> asks the little red hen.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Not me<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> says the dog, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I\u2019m too busy<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Not me<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> says the cat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I\u2019m too tired<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Not me<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> says the horse, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I\u2019m watching TV<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Then I will do it myself<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> says the little red hen. So she picks the berries, one by one, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">all by herself<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOk, now we need flour, and sugar, and milk, and butter,\u201d says the little red hen. \u201cWho wants to help me get them?<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNot me,\u201d says the dog, \u201cI\u2019m too busy.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNot me,\u201d says the cat, \u201cI\u2019m too tired.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNot me,\u201d says the horse, \u201cI\u2019m watching TV.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cThen I will do it myself,\u201d says the little red hen. She goes all the way to the pantry and gets the flour and the sugar. She goes all the way to the fridge and gets the butter and the milk.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Then she puts everything together into a big bowl, all by herself.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWho wants to help me mix the cake batter?\u201d asks the little red hen. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNot me,\u201d says the dog, \u201cI\u2019m too busy.\u201d<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNot me,\u201d says the cat, \u201cI\u2019m too tired.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNot me,\u201d says the horse, \u201cI\u2019m watching TV.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cThen I will do it myself!\u201d says the little red hen. She mixes the batter until it is smooth and creamy. Then she gently stirs through the raspberries.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">She pours the batter into a cake tin. Then she puts it in the oven. All by herself.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Tick tock, tick tock)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Soon there is a delicious smell coming from the kitchen. The dog can smell it. The cat can smell it. The horse can smell it too. They all rush to the kitchen.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">The little red hen takes the cake from the oven. She puts it on a plate and sprinkles it with sugar.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSo\u2026 Who wants to help me eat this cake?\u201d asks the little red hen.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMe!\u201d says the dog. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMe!\u201d\u00a0 says the cat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMe!\u201d says the horse.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cI don\u2019t think so,\u201d says the little red hen. \u201cYou would not help me make this cake\u2026\u00a0 so you will not help me eat it.\u201d\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">She runs away with the cake and eats every last crumb. All by herself.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/the-little-red-hen)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-proposal-kegiatan\">Contoh Proposal Kegiatan, Siap Bikin Event Besar-Besaran!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. The Bird and The Whale\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Once there was a bird who fell in love with a whale. And a whale who fell in love with a bird.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The bird loved the whale&#8217;s beautiful smile. He loved the way she swam through the water so gracefully. The whale loved the bird&#8217;s handsome white feathers. She loved to watch him soar through the sky. And they both loved to eat lots of tiny fish.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">All summer, the bird and the whale met in the bay. They talked and talked. They talked about the moon, and the tides, and the ships in the ocean. The bird told jokes and made the whale laugh. The whale sang beautiful songs that made the bird cry (even though he didn&#8217;t know why).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;One day, you could meet my family in the ocean<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the whale.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;And you could meet my friends on the land,<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the bird.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Everything was perfect.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">But the world does not stop turning just because a bird and whale fall in love. Summer turned into autumn, and autumn turned into winter. The ocean turned cold, and all the other whales left for warmer waters.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Come with me to warmer waters<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the whale. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">It\u2019s a wonderful place. It&#8217;s always warm, and there are so many fish to eat.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;I love to eat fish,<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the bird. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">And I love you. I will follow you anywhere. But first, teach me to be a whale?&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Like this!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the whale, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;follow me!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> and she dived deep into the water.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;OK!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the bird, and he also dived deep into the water.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deeper and deeper he went. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I&#8217;m swimming<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">!&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> he laughed.\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I&#8217;m a whale!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> But soon he couldn&#8217;t breathe. He returned to the surface, gasping.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">He tried and tried and tried again, but he ran out of breath every time.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;I don&#8217;t think a bird can become a whale<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the bird. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Come with me instead. I live up on the cliffs. It is a wonderful place. It&#8217;s warm and cozy, and every morning you can watch the sun rise.<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">I love to watch the sun rise<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the whale. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">And I love you. I will follow you anywhere. But first, teach me to be a bird?&#8221;<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Like this!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the bird. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Follow me!&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, and he flapped his wings and soared into the sky.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">OK<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">!&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the whale. She squeezed her eyes shut and flapped her fins, just like the bird. She flapped and flapped, up and down. Water splashed everywhere. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;I&#8217;m flying!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> she laughed. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;I&#8217;m a bird!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">But when she opened her eyes, she wasn&#8217;t soaring in the sky. She was still in the water.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">She tried and tried and tried again, but she could not fly.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;I don&#8217;t think a whale can become a bird,<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the whale.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;But if you can&#8217;t fly, and I can&#8217;t swim, where can we live together?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> said the bird.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;We will stay here \u2014 in the waves!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> said the whale.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">But the bird shook his head sadly.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;You love to swim deep in the ocean<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221; <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">he said<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">That is your favorite thing to do. You would never be happy here.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The whale sighed.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;And you love to fly and soar into the sky,<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">she said.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">That is your favorite thing to do. You would never be happy here either.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">And so, because the bird and whale loved each other so much, they said goodbye.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">But they never forgot each other. Every time the whale saw a bird flying high in the sky, she thought of her bird. She hoped he was enjoying the skies \u2014 just like that.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">And every time the bird saw a whale diving deep in the ocean, he thought of his whale. He hoped she was enjoying the ocean \u2014 just like that.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/the-bird-and-the-whale<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. The Dog and His Bone\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">A dog is walking down the street, when he sees a bone in a trash can.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cA bone! Yippee! How lucky for me!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> he thinks. He grabs the bone, and happily runs home.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">He runs past the train station and the school. He runs through the park. He runs onto a bridge.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">On the bridge, the dog looks down into the deep, still water below. There, he sees another dog with a bone in its mouth.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWho is that dog?<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> he wonders. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;What is he doing down there?&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The dog stares at the other dog. The other dog stares back.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWhere did that dog get such a BIG bone?\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> the dog wonders.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">Why is his bone bigger than mine?&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The dog growls at the other dog. The other dog growls too.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">I want that big bone!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> he thinks.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The greedy dog decides to steal the other dog&#8217;s bone. He leaps off the bridge and into the water. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Splash<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">But as soon as he hits the water, the other dog disappears. There was never any other dog. It was just his own reflection!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The water is very deep and the dog is surprised.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWoof woof woof! Help!<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> he barks.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">And when he barks, his bone drops from his mouth \u2014 and sinks to the bottom of the water.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The dog swims to shore. He is wet and cold, and now he has no bones at all.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/the-dog-and-his-bone<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">16. The Frightened Lion<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">One night, Lion is getting ready for bed. He reads his favorite bedtime story and sings his favorite bedtime song. He turns on his night-light. Then \u2014 he hears a sound&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tap! \u2026 Tap!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;What\u2019s that sound?\u201d\u00a0<\/em>he whispers.<em><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tap! \u2026 Tap!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;That sound\u2026 it\u2019s coming from outside the window!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">He climbs out of bed. He grabs a baseball bat and tip-toes towards the window.<em><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>T<\/em><em>appity-tap! TAP!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cIt\u2019s a monster!\u201d\u00a0<\/em>he thinks. He grabs his bicycle helmet and puts it on his head for protection. He hears the sound again&#8230;<em><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>TAP! &#8230; TAP! \u2026 Tappity-TAP!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lion panics.\u00a0<em>\u201cThe monster is getting closer! It sounds like the BIGGEST, SCARIEST monster ever!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tap! Tap! Tappity-tap!<br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>TAPPITY-TAP!<br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>TAPPITY-TAPPITY-TAPPITY\u2026. TAP!\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;EEEK!&#8221;<\/em>\u00a0Lion squeals. He runs away from the window and hides under the bed. He pulls a blanket over his head. He holds his baseball bat tightly in his hands, and\u2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tappity tap!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">A little frog jumps up on the window sill. The frog is wearing a tutu and tap shoes. She dances a little dance.<em><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tap tap tappity-tap!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Hello Lion! Are you in there?\u201d<\/em>\u00a0says the frog.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">She looks through the window and sees Lion hiding under the bed. Lion is wrapped in a blanket\u2026 wearing a bicycle helmet \u2026 and holding a baseball bat. He looks\u00a0<em>ridiculous.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(And to be honest, he\u00a0<em>feels<\/em>\u00a0ridiculous too.)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<em>&#8220;Ummm\u2026 I have some new dance moves to show you,&#8221;<\/em>\u00a0says the frog.\u00a0\u00a0<em>&#8220;But you look busy. I will come back later. See ya!&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0The frog hops down to the ground and happily dances away.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200d<em>Tap-TAP! Tappity-tappity-TAP!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">(Sumber: https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/the-frightened-lion)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">17. The Three Billy Goats Gruff (Chapter 1)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Once upon a time there were three billy goats. They lived in the mountains in a little goat-village called Goatstown.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The three goats were brothers, but they were very different. The youngest brother was the smallest, the middle one was the fattest, and the oldest one was the strongest.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">As you probably know, goats eat grass all the time. Grass for breakfast. Grass for lunch. Grass for dinner.<\/p>\n<p>(Sometimes they eat chocolate cake for dessert, but usually they just eat more grass.)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">During the summer, there was lots of tall, green grass in Goatstown. But in the winter, the mountains were covered in deep snow, and there was no grass anywhere.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">So the three goats decided to go down from the mountain and find the tall, green grass in the meadow on the other side of town.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">They went across the road\u00a0<em>(clip clop, clip clop),<\/em><br \/>\n&#8230; through the village\u00a0<em>(clip clop, clip clop),<\/em><br \/>\n\u2026 and across the pond\u00a0<em>(splish, splash, splish, splash),<\/em><br \/>\n\u2026 until they arrived at a long bridge.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">On the other side of the bridge was the tallest, greenest grass that the goats had ever seen. They stomped their feet and wiggled their tails.\u00a0<em>Yum, yum! Grass!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">But the bridge was very long and very narrow. Only one goat could cross at a time.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Hey guys, let me go first!&#8221;<\/em>\u00a0said the youngest goat.\u00a0<em>&#8220;I am the smallest and the fastest. I will see if the bridge is safe!&#8221;<\/em><\/p>\n<div class=\"l1\" style=\"text-align: justify;\">\n<div class=\"short-l1 notranslate w-richtext\">\n<p><em>&#8220;If that\u2019s what you want,&#8221;<\/em>\u00a0said the other goats, and the youngest brother began to cross the bridge.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"stran\" style=\"text-align: justify;\" data-ix=\"translate-show-good\">&#8230;.<\/div>\n<p style=\"text-align: right;\">(Sumber: https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/the-three-billy-goats-gruff)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">18. The Bear and The Bee<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Everybody knows that bears love honey. One day Mr Bear looks in his cupboard and he can&#8217;t find any honey.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Oh no! No honey!&#8221;<\/em>\u00a0he says. So he goes into the forest to find some.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">He sees a beehive in a tree. He smells the honey.\u00a0<em>&#8220;Mmmmm! Honey!&#8221;<\/em><br \/>\nHe sticks his paw into the beehive and\u2026.ZZZZZZZZZ! A bee flies out.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cHey, bear! Go away!\u201d<\/em>\u00a0says the bee.\u00a0<em>&#8220;This is not your honey!&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mr Bear is annoyed.<br \/>\n<em>\u201cI am bigger than you,\u201d<\/em>\u00a0he says.\u00a0<em>\u201cAnd I am stronger than you too. I can do what I want! Now&#8230; buzz off!\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mr Bear sticks his paw into the beehive again and\u2026.ZZZZZZZZZ! \u00a0ZING!<br \/>\nOWIE! The bee stings him right on his nose!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cMy nose! My nose! Oooh&#8230; I&#8217;m so angry!&#8221;<\/em>\u00a0growls Mr Bear.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">He finds a big stick. He tries to hit the bee. He swings and he swings, but the bee is too fast! Mr Bear gets angrier and angrier.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;GARRRRRGHGHGH! I WILL SQUASH YOU! COME HERE!&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The bee flies back into the beehive.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;AH HAH! Now you&#8217;re trapped!&#8221;<\/em>\u00a0yells Mr Bear.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">He swings his stick at the beehive. Smash! Smash! Smash! He smashes it to pieces!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Then he hears a strange sound. It gets louder and louder\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ZZZZ! ZZZZ! ZZZ! Zzzz! ZZZZZZZZZZ! Zzzz! ZZZZ!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Thousands of bees fly out of the smashed beehive.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">They fly around Mr Bear&#8217;s head\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ZZZZZZZZZ\u2026 ZING! They sting him on his ear.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ZING ZING! They sting him on his elbow.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">They chase Mr Bear through the forest. They sting him on his arms, his legs, his hands and\u00a0<em>especially<\/em> on his nose.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ZING! ZING! ZING!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mr Bear runs all the way home and slams the door shut. BAM!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Then he hears a voice behind him.<br \/>\nIt\u2019s Mrs. Bear.<br \/>\n<em>\u201cYou did it again, didn\u2019t you?\u201d\u00a0<\/em>she says.\u00a0<em>\u201cYou lost your temper.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cYes,\u201d<\/em>\u00a0he says as he cries and counts his bee stings.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cHere\u2019s the bee-sting medicine,\u201d<\/em>\u00a0says Mrs. Bear.\u00a0<em>\u201cAlso, we have honey in the cupboard. It\u2019s behind the flour.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">(Sumber: https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/the-bear-and-the-bee)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">19. The City Mouse and The Country Mouse<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">This is a city mouse. He lives in a big city with tall buildings and lots of shops and restaurants. But today he is visiting his friend, a country mouse.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The country mouse lives in a cozy nest at the bottom of a tree. Her home is small, but it is warm and comfortable.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The country mouse cooks a dinner of food from her garden: corn, carrots, acorns, and a cold glass of water from the stream. Meanwhile, the city mouse talks and talks:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;The city is amazing! I go to the theater and the museum&#8230; My house has TWENTY rooms. You absolutely MUST visit! Have you ever tried Chinese food?&#8221;<\/em>\u200d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">That night, the country mouse dreams that she lives in the city. She dreams that she eats at fancy restaurants, says fancy things, and buys fancy hats from fancy stores. She dreams about eating Chinese food.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;How wonderful!&#8221;<\/em>\u00a0she thinks.\u00a0<em>&#8220;I want to live in the city too!&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The next morning the country mouse agrees to visit the city mouse. She packs her bag and follows the city mouse back to his big house in the city.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The house is\u00a0<em>enormous<\/em>! There are TWENTY rooms full of beautiful furniture.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The country mouse is amazed.<br \/>\n<em>&#8220;Which room is mine?&#8221;<\/em>\u00a0she asks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Um&#8230; we actually live down here\u2026&#8221;<\/em>\u00a0says the city mouse. He leads her down some stairs to the basement. In the darkness, the country mouse sees many families of mice.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200d<em>&#8220;These are my housemates\u2026&#8221;<\/em>\u00a0explains the city mouse.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The city mouse leads the country mouse back upstairs for dinner. In the dining room there is a feast of delicious foods on the table: cheese, bread, cookies, cakes, and lemonade. There is also\u2026 Chinese food!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">But just as they start to eat&#8230; CRASH! A cat with sharp teeth and sharp claws jumps up on the table. It&#8217;s the city cat!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200d<em>REEEEEOWWWW<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The city cat chases the two mice off the table and across the floor. The mice hide in a hole in the wall. They are trapped!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">They wait silently until the cat leaves. Then, they quietly creep back to the dining room \u2026 but all the food is gone! The city\u00a0<em>humans<\/em>\u00a0ate everything!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The country mouse hurries back to the basement and packs her bag.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200d<em>&#8220;Where are you going?&#8221;<\/em>\u00a0asks the city mouse.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Home.\u201d\u00a0<\/em>she says. \u201c<em>I want to go back to the country. Your city life isn&#8217;t so wonderful after all. Now, please, help me call a taxi.&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">(Sumber: https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/city-mouse-and-country-mouse)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">20. Chicken Little<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Let me tell you a story about a chicken. His name is Chicken Little. He lives in a normal little chicken house in a normal little town.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Chicken Little is neither tall nor short. He is neither fat nor thin. He is neither smart nor stupid. He is a completely normal chicken.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">One completely normal morning, Chicken Little is eating his breakfast in the kitchen. (He likes toast with butter and coffee with cream.)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">He is reading the internet. He sees a terrifying story with a terrifying headline. It says: THE SKY IS FALLING!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">He is so scared that he drops his toast into his coffee. Plop!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cThe sky is falling? THE SKY IS FALLING!\u201d<\/em>\u00a0shouts Chicken Little.\u00a0<em>\u201cI have to warn everyone!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">First, he emails the story to one-thousand of his closest friends. Then runs down the road to warn everyone else.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The first person he meets on the road is Gwen the Hen. She is coming from the supermarket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cGood morning, Chicken Little!\u201d<\/em>\u00a0says Gwen the Hen.\u00a0<em>\u201cWhere are you going? Why are you so scared?\u201d<\/em><br \/>\n<em>\u201cThe sky is falling! The sky is falling!\u201d<\/em>\u00a0says Chicken Little.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200d<em>\u201cReally? How do you know?\u201d<\/em>\u00a0asks Gwen.<br \/>\n<em>\u201cI saw it on the internet!\u201d<\/em>\u00a0says Chicken Little.<br \/>\n<em>\u201cHoly moly! It\u00a0<\/em><strong><em>must<\/em><\/strong><em>\u00a0be true!\u201d<\/em>\u00a0says Gwen.\u00a0<em>\u201cLet&#8217;s go!&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">And so Chicken Little and Gwen the Hen run down the road towards the pond.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">When they reach the pond, they meet Chuck the Duck. He is having a bath.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cHello, you two!\u201d<\/em>\u00a0says Chuck the Duck.\u00a0<em>\u201cWhere are you going? Why are you so scared?\u201d<\/em><br \/>\n<em>\u201cThe sky is falling! The sky is falling!\u201d<\/em>\u00a0say Chicken Little and Gwen the Hen together.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200d<em>\u201cReally? How do you know?\u201d<\/em>\u00a0asks Chuck.<br \/>\n<em>\u201cI saw it on the internet!\u201d<\/em>\u00a0says Chicken Little.<br \/>\n<em>\u201cOh no! It\u00a0<\/em><strong><em>must<\/em><\/strong><em>\u00a0be true!\u201d<\/em>\u00a0says Chuck.\u00a0<em>\u201cLet\u2019s go!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">So Chicken Little, Gwen the Hen, and Chuck the Duck run down the road towards the farm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">When they reach the farm they meet Bruce the Goose. He is reading poetry to Percy the pigeon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cHello everyone!\u201d<\/em>\u00a0says Bruce the Goose.\u00a0<em>\u201cWhere are you going? Why are you so scared?\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cThe sky is falling. THE SKY IS FALLING!\u201d<\/em>\u00a0everyone yells.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200d<em>\u201cReally? How do you know?\u201d<\/em>\u00a0asks Percy the pigeon.<br \/>\n<em>\u201cWE SAW IT ON THE INTERNET!!\u201d<\/em>\u00a0they all say.<br \/>\n<em>\u201cGoodness gracious! It must be true!\u201d<\/em>\u00a0says Bruce.\u00a0<em>\u201cThere is no time to read poetry now. Let&#8217;s go!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">And Chicken Little, Gwen the Hen, Chuck the Duck, Bruce the Goose and Percy the Pigeon run down the road towards the town.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">On the main street, they meet Fred the Fox. He is sitting at a cafe, writing on his laptop.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cHello everyone!\u201d<\/em>\u00a0says Fred the Fox.\u00a0<em>\u201cWhere are you going? Why are you so scared?\u201d<\/em><br \/>\n<em>\u201cTHE SKY IS FALLING! THE SKYYYY IS FAAALLLLING!\u201d<\/em>\u00a0everyone yells.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cReally? How do you know?\u201d<\/em>\u00a0asks Fred.<br \/>\n<em>\u201cWE SAW IT ON THE INTERNET!!!!\u201d<\/em>\u00a0they all shout.<br \/>\n<em>\u201cWow! Well then it must be true!\u201d<\/em>\u00a0says the fox.\u00a0<em>\u201cBut don\u2019t worry, friends, I know the perfect place to hide. Follow me!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fred the fox leads everyone through the village, down the road, across the field, and up a hill. At the top of the hill is a big, dark cave.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cCome in! Come in!\u201d<\/em>\u00a0says Fred the fox.\u00a0<em>\u201cThere is enough room for everybody! The sky won&#8217;t fall on us here. We are safe.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">And so, one by one, Chicken Little and all of his friends follow the fox into the cave.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The next morning, Chicken Little and his friends have disappeared. The cave is empty.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Where did they go? We don\u2019t know for sure. But I will tell you one thing: Fred the Fox is very happy. He has a big, round belly.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cSilly animals,\u201d<\/em>\u00a0he says. And he sits under a tree, gets his laptop, and begins to write again.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">(Sumber: https:\/\/www.thefablecottage.com\/fables\/chicken-little)<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari cerita fabel hewan di atas, mana yang jadi favoritmu? Kamu juga bisa lho membuat cerita fabel pendek sendiri, karena tidak ada aturan baku terkait proses penulisannya. Yang terpenting, cerita yang kamu buat mengandung nilai-nilai positif yang dapat dijadikan pelajaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai sini, masih ada yang ingin kamu tanyakan nggak nih? Kalau iya, tanyain langsung ke Master Teacher Bahasa Indonesia di <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><b>Brain Academy<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ya! Ada online live class atau offline class dengan lebih dari 200 cabang di Indonesia. Coba gratis dulu yuk sebelum daftar~<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fabel adalah cerita fiksi dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia. Simak contoh cerita fabel singkat di artikel ini. &#8212; Masih ingatkah kamu dengan dongeng Si Kancil dan Buaya? Dongeng ini mengisahkan kancil yang cerdik dan buaya yang mudah ditipu. Dalam bahasa Indonesia, dongeng tadi adalah satu jenis cerita fiksi, yaitu fabel. &nbsp; Apa Itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3347,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1768969684:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png"],"_wp_old_date":["2024-03-04","2025-01-16"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["contoh cerita fabel"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia."],"_yoast_wpseo_linkdex":["75"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["42"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-3347","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia &amp; Inggris Singkat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia &amp; Inggris Singkat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-20T04:00:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-21T04:28:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"42 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\",\"name\":\"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia & Inggris Singkat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png\",\"datePublished\":\"2026-01-20T04:00:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-21T04:28:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia &#038; Inggris Singkat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia & Inggris Singkat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia & Inggris Singkat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-20T04:00:20+00:00","article_modified_time":"2026-01-21T04:28:49+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"42 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel","name":"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia & Inggris Singkat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png","datePublished":"2026-01-20T04:00:20+00:00","dateModified":"2026-01-21T04:28:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Yuk, simak contoh cerita fabel singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris berikut ini. Cocok untuk yang suka fiksi dengan tokoh hewan tapi berperilaku manusia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae0bd520-d253-424b-8cc2-a59a281a4fed.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia &#038; Inggris Singkat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3347"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6327,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3347\/revisions\/6327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}