{"id":331,"date":"2025-07-10T13:00:35","date_gmt":"2025-07-10T06:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=331"},"modified":"2025-07-10T13:41:53","modified_gmt":"2025-07-10T06:41:53","slug":"memahami-teks-berita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita","title":{"rendered":"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg\" alt=\"teks-berita\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Kamu pasti pernah membaca atau mendengar berita. Sebelum menyusun teks berita, kamu harus memahami unsur dan struktur yang ada di dalamnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap hari, kita dihadapkan dengan berbagai peristiwa yang terjadi di tanah air maupun mancanegara. Baru-baru ini, ada kejadian gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sebelumnya, terdapat konferensi tingkat tinggi atau KTT G-20 yang mempertemukan para pemimpin dunia. Acara ini berlangsung dengan meriah di kawasan Nusa Dua, provinsi Bali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi mengenai peristiwa di atas dapat kita peroleh melalui teks berita. Berita bisa disampaikan lewat televisi, radio, koran, majalah, media online, sampai media sosial. Tetapi, bagaimana ya proses penulisan teks berita itu? Apa saja yang harus dicantumkan? Kita belajar bareng di artikel ini yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Teks berita adalah teks yang menyampaikan kabar atau informasi mengenai peristiwa faktual dan aktual kepada masyarakat<\/span>. Faktual artinya sesuai fakta dan tidak mengada-ngada, sedangkan aktual artinya hangat atau baru saja terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Sifat faktual pada berita dibuktikan dengan adanya keterangan dari orang-orang yang terlibat<\/span> pada peristiwa tersebut. Kalau di televisi nih, kamu pasti pernah melihat reporter yang mewawancarai narasumber. Misalnya, pada kejadian gempa bumi di Cianjur, fakta-fakta berita bersumber dari keterangan warga setempat <span style=\"font-weight: bold;\">serta bukti pendukung seperti foto atau video di lokasi kejadian<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain berdasarkan fakta, <span style=\"font-weight: bold;\">berita harus bersifat aktual<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Berita harus disampaikan secepat mungkin supaya informasinya nggak basi<\/span>, <em>guys<\/em>. Apalagi, kalau berita tersebut berhubungan dengan banyak orang atau melibatkan tokoh terkenal. Contohnya, berita mengenai Elon Musk yang menggunakan kain batik Bomba dari Sulawesi Tengah pada perhelatan B-20.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan atau fungsi teks berita yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">memberikan informasi terkini dan terpercaya untuk masyarakat<\/span>. Berita juga <span style=\"font-weight: bold;\">membantu kita untuk lebih berhati-hati<\/span>. Hmm, maksudnya gimana sih?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pengertian-dan-tujuan-teks-berita.jpg\" alt=\"pengertian-dan-tujuan-teks-berita\" width=\"600\" height=\"900\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh, memasuki penghujung tahun, beberapa daerah diguyur hujan dan angin kencang. Berita mengenai kecelakaan lalu lintas, banjir, pohon tumbang, hingga longsor ramai menghiasi koran maupun media online. Berita tersebut berguna supaya kita selalu waspada sebelum berpergian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, berita juga berfungsi <span style=\"font-weight: bold;\">sebagai dasar pengambilan keputusan.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">Misalnya berita mengenai kenaikan harga BBM membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi umum atau mengurangi mobilitas mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal; background-color: #eeeeee;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Baca juga:<\/span> <a style=\"font-weight: bold; background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/memahami-teks-editorial\" rel=\"noopener\">Teks Editorial itu Siapa yang Buat Sih? Yuk, Belajar Ciri dan Strukturnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Unsur-Unsur Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unsur teks berita ada 6 macam atau yang kita kenal sebagai 5W +1H, yaitu Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana. Biar lebih gampang, kamu bisa menyingkatnya menjadi ADIKSIMBA.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Apa (<em>What<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata apa digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Di mana (<em>Where<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata di mana digunakan untuk memberi tahu lokasi peristiwa tersebut terjadi.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kapan (<em>When<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata kapan digunakan untuk menjelaskan waktu terjadinya peristiwa.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Siapa (<em>Who<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata siapa digunakan untuk menjelaskan orang-orang yang terlibat pada peristiwa tersebut. Bisa pelaku, korban, atau saksi mata.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">5. Mengapa (<em>Why<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Kata mengapa adalah jawaban dari penyebab, alasan, atau latar belakang peristiwa.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Bagaimana (<em>How<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kata bagaimana digunakan untuk menjelaskan proses terjadinya peristiwa dan kondisi terkini sesuai urutan waktu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Psst, udah tau belum kalau di\u00a0<strong>Aplikasi belajar Ruangguru<\/strong>, ada<strong>\u00a0fitur Drill Soal<\/strong>? Aplikasi ini berisi\u00a0<strong>kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya<\/strong>, loh. Pas banget buat kamu mempersiapkan ujian. Langsung aja\u00a0<strong>cobain dengan klik banner<\/strong>\u00a0di bawah ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/drillsoalgeneralBA\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/63046608-1a3b-4381-a4df-4521a254ff09.png\" alt=\"Drill Soal\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Di dalam teks berita, terdapat 3 struktur yang tak boleh dilewatkan, yaitu\u00a0kepala berita, tubuh berita, dan ekor berita.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kepala Berita<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Kepala berita adalah <span style=\"font-weight: bold;\">bagian awal yang memuat banyak informasi penting, yaitu apa, dimana, kapan, dan siapa<\/span>. Kepala berita disebut juga sebagai lite, teras berita, atau orientasi. Jadi, nggak usah bingung ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tubuh Berita<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Tubuh berita berisi penjelasan mengenai informasi yang disampaikan pada bagian kepala berita. <span style=\"font-weight: bold;\">Pada bagian tubuh berita, terdapat jawaban atas pertanyaan mengapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi<\/span>. Struktur ini memuat latar belakang, penyebab, hingga upaya yang dilakukan pihak terkait untuk menyelesaikan peristiwa itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">3. Ekor Berita<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Bagian ini <span style=\"font-weight: bold;\">mencantumkan informasi yang bersifat tambahan<\/span>. Jika ekor berita dihilangkan, maka tidak terpengaruh terhadap pokok berita. Mengapa demikian? Sebab keenam unsur berita sudah dijelaskan dengan lengkap di bagian kepala dan tubuh berita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/struktur-teks-berita.jpg\" alt=\"struktur-teks-berita\" width=\"600\" height=\"900\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Bisa kamu lihat,<span style=\"font-weight: bold;\"> struktur teks berita digambarkan menyerupai piramida terbalik<\/span>. Semakin ke bawah, semakin sedikit informasi yang disampaikan. Maka dari itu, penyampaian informasi secara lengkap hendaknya diletakkan di bagian awal dan tengah (tubuh berita).<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya, ada tips untuk kamu yang ingin menulis berita nih. <span style=\"font-weight: bold;\">Pilihlah judul yang menarik supaya orang-orang terdorong untuk membaca beritamu sampai habis<\/span>. Tetapi ingat, jangan sampai <em>hoax <\/em>atau mengandung SARA, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks berita termasuk ke dalam karya jurnalistik. Oleh sebab itu, ada panduan yang harus kamu ikuti untuk membuat teks berita, salah satunya mengenai kaidah kebahasaan. Yuk, kita bahas!<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Bahasa Baku<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Teks berita harus ditulis dengan bahasa baku, yaitu bahasa yang bersumber pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga:<a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/contoh-kata-baku-dan-tidak-baku\" rel=\"noopener\"> Contoh Kata Baku dan Tidak Baku, Kamu Sudah Tahu?<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kata Kerja Mental<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Kata kerja atau verba mental adalah kata yang menerangkan tanggapan, perasaan, pemikiran, serta perbuatan yang tidak bisa diamati secara fisik.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Contoh: <em>Warga <span style=\"text-decoration: underline; font-weight: bold;\">mengkhawatirkan<\/span> kondisi rumah mereka sehingga tidak ingin berpindah ke pengungsian.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Konjungsi Temporal<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menandai keterangan waktu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Contoh:\u00a0<em>kemudian, setelah, akhirnya, sejak, awalnya<span style=\"font-weight: bold;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">4. Konjungsi\u00a0 Penerang<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Konjungsi penerang adalah kata yang menerangkan pernyataan sebelumnya. Biasanya, konjungsi ini digunakan dari kalimat langsung ke kalimat tidak langsung.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Contoh:\u00a0<em>Kepala BNPB mengatakan<span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"font-weight: bold;\"> bahwa<\/span><\/span> pengungsi sudah dapat kembali ke rumah karena banjir telah surut.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kalimat Langsung<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Ketika wartawan meliput berita, keterangan dari narasumber diperoleh secara langsung. Jadi, dalam penyajian beritanya, wartawan akan menyusun teksnya dalam berbagai ragam kalimat, salah satunya kalimat langsung.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip pernyataan seseorang sama persis tanpa menambah atau mengurangi ujaran yang disampaikan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Contoh: &#8220;<em>Karena beberapa hari ini cuaca agak ekstrem, masyarakat diminta siap sedia<\/em>,&#8221; kata wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong><b>Jenis-Jenis Teks Berita<\/b><\/strong><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>1. Berita Langsung (<\/b><\/strong><strong><em><b><i>Straight News<\/i><\/b><\/em><\/strong><strong><b>)<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Straight news<\/em> atau berita langsung adalah jenis berita yang biasanya ditulis secara <em>to the point<\/em>, lugas, dan ringkas. Berita langsung berisi informasi terkini atau faktual (terbaru), terhangat, dan menarik. Jenis berita langsung biasanya dapat kamu temui di halaman depan koran atau surat kabar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Straight news<\/em> dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Hard news<\/em>: berita yang penting, paling terkini, terbaru, dan harus segera disampaikan kepada masyarakat.<\/li>\n<li><em>Soft news<\/em>: berita ringan yang biasanya memberikan informasi tentang kisah kemanusiaan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>2. Berita Opini (<em>Opinion News<\/em>)<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Opinion news<\/em> atau berita pendapat\/opini adalah berita yang berisi laporan pandangan seseorang mengenai suatu hal, ide kreatif, pemikiran ataupun komentar terhadap sesuatu yang penting. Berita opini biasanya bersumber dari para ahli, cendekiawan, profesor, atau pejabat mengenai suatu masalah atau peristiwa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>3. Berita Interpretatif (<em>Interpretative News<\/em>)<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berita interpretatif adalah berita yang dikembangkan melalui pendapat atau penilaian wartawan berdasarkan fakta yang ada. Penambahan ini biasa berupa informasi latar belakang, wawancara dari berbagai sumber, serta menambah data-data terkait. Hal ini bertujuan agar berita menjadi lebih utuh, detail, dan lengkap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>4. Berita Mendalam (<em>Depth News<\/em>)<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Depth news<\/em> atau berita mendalam adalah berita yang dikembangkan berdasarkan pendalaman dari suatu peristiwa. Unsur berita yang ditekankan pada jenis ini adalah \u201cMengapa atau <em>Why<\/em>\u201d, \u201cBagaimana atau <em>How<\/em>\u201d, dan \u201c<em>So What<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>5. Berita Investigasi (<em>Investigation News<\/em>)<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berita investigasi atau <em>investigation news<\/em> adalah berita yang dikembangkan berdasarkan penyelidikan atau penelitian dari berbagai sumber yang ada. Dalam proses menyusun berita ini, penulis atau wartawan menjadi <em>watchdog<\/em> dan melakukan \u201cpenyelidikan\u201d untuk mencari kebenaran atau fakta yang tersembunyi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Fungsi Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut penjelasan fungsi dari teks berita secara lengkap:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Memberikan Informasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi utama teks berita adalah memberikan informasi kepada pembaca atau pendengar tentang peristiwa yang benar-benar terjadi. Informasi ini bersifat faktual dan aktual, sehingga orang lain mengetahui perkembangan terbaru di sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menambah Wawasan dan Pengetahuan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan membaca berita, seseorang akan memperoleh wawasan baru tentang berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan lain-lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Edukasi atau Pendidikan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berita juga berfungsi sebagai media pendidikan, karena dapat memberi pelajaran atau nilai tertentu. Contohnya, berita tentang bencana alam dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Pengawasan Sosial (Kontrol Sosial)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berita berfungsi sebagai alat kontrol sosial, karena dapat mengkritisi kebijakan pemerintah atau perilaku masyarakat yang menyimpang, sehingga mendorong terciptanya tatanan sosial yang lebih baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Hiburan (<em>Entertainment<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa teks berita bersifat ringan dan menghibur, misalnya berita tentang selebriti, olahraga, atau gaya hidup, sehingga dapat memberi hiburan bagi pembaca di sela aktivitas mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Membuat Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana cara membuat teks berita secara baik dan benar? Berikut tahapannya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Menentukan Peristiwa atau Topik yang Akan Dibuat Berita<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama dalam membuat teks berita adalah menentukan peristiwa atau topik yang layak diberitakan. Pilih peristiwa yang bersifat faktual, aktual, dan menarik minat pembaca. Misalnya, peristiwa kecelakaan, kegiatan sekolah, lomba, atau peristiwa alam. Pastikan topik tersebut memiliki nilai berita (<em>news value<\/em>), seperti keunikan, dampak besar, atau kedekatan dengan pembaca.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mengumpulkan Informasi dan Data Secara Lengkap<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menentukan topik, lakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, atau studi pustaka. Catat semua fakta penting, seperti waktu, tempat, tokoh yang terlibat, kronologi peristiwa, dan akibatnya. Informasi yang dikumpulkan harus benar-benar akurat agar berita tidak menyesatkan pembaca.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Menyusun Kerangka Berita Berdasarkan Unsur 5W + 1H<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah selanjutnya adalah menyusun kerangka berita dengan memasukkan unsur 5W + 1H, yaitu <em>What<\/em> (apa yang terjadi), <em>Who<\/em> (siapa yang terlibat), <em>When<\/em> (kapan terjadi), <em>Where<\/em> (di mana terjadi), <em>Why<\/em> (mengapa terjadi), dan <em>How<\/em> (bagaimana kejadiannya). Penyusunan kerangka ini akan memudahkan dalam menulis berita secara sistematis dan lengkap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">4. Menulis Judul yang Menarik dan Informatif<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Judul berita harus dibuat singkat, padat, dan mampu menarik perhatian pembaca, serta mencerminkan isi berita. Usahakan judul memuat unsur utama dari peristiwa tersebut, misalnya nama peristiwa atau dampaknya, tanpa menambahkan opini pribadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Menulis <em>Lead<\/em> atau Teras Berita<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lead<\/em> adalah paragraf pembuka berita yang memuat unsur paling penting (biasanya 5W + 1H secara ringkas). Lead yang baik akan membuat pembaca langsung memahami inti berita tanpa harus membaca keseluruhan teks.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Mengembangkan Isi Berita Secara Runtut dan Lengkap<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah <em>lead<\/em>, kembangkan isi berita dengan menjelaskan detail peristiwa secara lengkap dan runtut. Gunakan bahasa yang lugas, jelas, dan objektif. Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau opini penulis, karena berita harus bersifat faktual.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Melakukan Penyuntingan (<em>Editing<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah terakhir adalah menyunting teks berita sebelum dipublikasikan. Periksa kembali ejaan, struktur kalimat, kelengkapan unsur 5W + 1H, dan kebenaran fakta. Penyuntingan memastikan berita mudah dipahami pembaca dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Teks Berita<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: center;\"><strong>Gempa Darat Magnitudo 2,3 Kembali Guncang Cianjur<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,3 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (28\/11) siang. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini terjadi pukul 12.28 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Catatan BMKG, gempa berlokasi 6.82 Lintang Selatan dan 107.07 Bujur Timur.\u00a0 &#8220;Pusat gempa berada di darat 7 kilometer Barat Laut Kabupaten Cianjur,&#8221; demikian keterangan BMKG di akun Twitter resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gempa dirasakan di Cugenang, salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa Cianjur beberapa waktu lalu. Di wilayah itu skala guncangan gempa terukur III MMI.\u00a0 Berdasarkan keterangan BMKG, skala III MMI artinya getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, kawasan Cianjur\u00a0diguncang gempa magnitudo\u00a05,6 pada 21 November lalu. Akibat gempa ini sebanyak 323 orang dinyatakan tewas hingga Senin (28\/11).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu gempa Cianjur menyebabkan 703 orang terluka, 73.693 orang pengungsi, dan sembilan orang dalam pencarian. Proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun gempa masih dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi pembahasan lengkap dan contoh dari teks berita. Materi ini muncul di soal PTS serta PAS, lho. Biar makin jago, kamu bisa belajar di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a>. Ada kelas online dan offline sesuai dengan kebutuhanmu. Masih ragu? Tenang, bisa coba kelas gratis dulu kok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kosasih. E. 2017. Bahasa Indonesia SMP\/MTS Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Gempa kembali mengguncang Cianjur [Daring]. Tautan: https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20221128125357-20-879713\/gempa-darat-magnitudo-23-kembali-guncang-cianjur<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">(Diakses 28 November 2022)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":331,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg"],"_edit_lock":["1752129737:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-11-30","2023-08-03","2024-07-18"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Teks berita terdiri dari 3 struktur yang disebut sebagai piramida terbalik. Pahami definisi, ciri, dan kaidah kebahasaan yang digunakan di dalamnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-10T06:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T06:41:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita\",\"name\":\"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-10T06:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T06:41:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-10T06:00:35+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T06:41:53+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita","name":"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg","datePublished":"2025-07-10T06:00:35+00:00","dateModified":"2025-07-10T06:41:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-berita.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/memahami-teks-berita#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5585,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331\/revisions\/5585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}