{"id":3134,"date":"2026-01-09T11:00:02","date_gmt":"2026-01-09T04:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=3134"},"modified":"2026-01-09T13:49:40","modified_gmt":"2026-01-09T06:49:40","slug":"teks-artikel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel","title":{"rendered":"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &#038; Kebahasaannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png\" alt=\"Teks Artikel\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja yang terdapat pada artikel? Yuk belajar pengertian teks artikel, tujuan, jenis, ciri, struktur, serta kaidah kebahasaan yang digunakan di dalamnya.<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Halo, halo!<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang suka membaca teks artikel-artikel dari blog Brain Academy atau Ruangguru? Biasanya, topik apa yang paling kamu minati? Materi pelajaran, <em>review<\/em> jurusan, atau pembahasan soal ujian?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel termasuk karya tulis non fiksi yang sering kita temui di media cetak maupun online. Artikel memuat berbagai informasi seperti pendidikan, kesehatan, gaya hidup, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa yang dimaksud dengan artikel?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Artikel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel adalah<\/span> <strong>tulisan yang berisi opini dan fakta untuk mengedukasi, menghibur, sampai meyakinkan pembaca<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Topik artikel bisa bermacam-macam, biasanya seputar hal-hal yang dianggap penting oleh penulis sehingga dapat memberikan wawasan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">baru untuk pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, artikel di blog Brain Academy berhubungan dengan materi pelajaran, informasi seleksi perguruan tinggi, dan tips-tips mengerjakan soal ujian yang pastinya bermanfaat untuk pelajar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tujuan Artikel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan artikel dapat kita kategorikan menjadi 2, yaitu tujuan bagi pembaca dan tujuan bagi penulis.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Bagi Pembaca<\/b><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Memperoleh wawasan baru<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel adalah salah satu wadah untuk mendapatkan informasi aktual dan faktual. Contohnya, saat kamu membaca artikel di Blog Brain Academy, kamu jadi tahu daftar<\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kampus-negeri-di-jakarta\"> kampus terbaik di Jakarta<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai kisi-kisi yang muncul di UTBK.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Menjawab permasalahan yang dialami<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel juga dipakai pembaca untuk mencari solusi tentang masalah yang mereka hadapi. Misalnya, seseorang yang mengalami gejala penyakit tertentu akan mencari informasi dari artikel-artikel kesehatan.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>c. Hiburan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain edukasi &amp; solusi, artikel pun bisa menjadi sumber hiburan, lho. Ada beberapa artikel yang membahas topik-topik ringan seperti selebriti atau budaya populer.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Bagi Penulis<\/b><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Menyampaikan gagasan secara sistematis<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel merupakan wadah bagi penulis untuk menguraikan opini yang didukung dengan data secara terstruktur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Meningkatkan kredibilitas<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin sering dan spesifik topik yang dibahas dalam artikel, maka semakin tinggi juga kredibilitas penulisnya. Hal ini menunjukkan bahwa penulis benar-benar menguasai topik tersebut.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>c. Publikasi ilmiah<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel juga digunakan penulis untuk mempublikasikan hasil pemikiran mereka dalam bentuk yang lebih singkat dibandingkan dengan jurnal, skripsi, atau yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Artikel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis- jenis dan topik artikel itu berbeda ya, teman-teman! Jika topik mengacu pada tema atau pembahasan, jenis artikel adalah pengelompokan artikel berdasarkan cara penyampaiannya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Artikel Ringan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Artikel ringan adalah jenis artikel yang informatif tetapi tidak mendalam<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Penulis tetap menyajikan fakta, namun pengemasannya tidak terlalu baku. Bahkan, artikel jenis ini juga bisa disisipi humor, lho!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d74137b2-30a4-44ae-9a8a-376965d8d5a2.png\" alt=\"contoh artikel ringan\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mungkin-kamu-terkena-sindrom-earworm\">Sindrom Earworm, Saat Lagu Tak Berhenti Terngiang di Kepala<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Artikel Praktis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, jenis artikel ini mirip dengan teks prosedur. <\/span><strong>Artikel praktis adalah artikel yang memberikan panduan atau tips untuk menyelesaikan sesuatu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Dari struktur dan jumlah katanya pun berbeda. Artikel praktis memiliki susunan paragraf yang lebih panjang. Gaya bahasanya juga disesuaikan dengan karakteristik pembaca, tidak terlalu formal dibandingkan teks prosedur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fcbe9110-61bd-4eb5-8afd-80b15f77f82f.png\" alt=\"contoh artikel praktis\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cara-membuat-dan-contoh-cover-makalah\">Contoh Cover Makalah &amp; Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Artikel Opini<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah menemukan tulisan seperti ini di koran-koran?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/03b42593-b9b5-45cc-b2b1-b4792f3634bf.png\" alt=\"contoh artikel opini\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber:<\/span><a href=\"https:\/\/artikel.co.id\/3-contoh-artikel-fakta-dan-opini-singkat-tema-pendidikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\"> artikel.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan di atas merupakan contoh dari artikel opini.<\/span> <strong>Media publikasi artikel opini tidak sebanyak artikel lainnya, umumnya terdapat di kolom khusus seperti \u2018Tajuk Rencana\u2019, \u2018Editorial\u2019, atau \u2018Pojok Opini\u2019 yang berada di surat kabar dan majalah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Artikel opini juga ditulis oleh sosok yang ahli di bidangnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Artikel Ilmiah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eits, jangan keliru. Artikel ilmiah sering dianggap sama dengan jurnal ilmiah. Sebenarnya, <\/span><strong>artikel ilmiah adalah bagian dari jurnal ilmiah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Jenis artikel ini memberikan laporan hasil penelitian. Ada abstrak, pendahuluan, metode penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Sedangkan jurnal ilmiah memuat hal yang lebih lengkap, seperti tabel hasil penelitian, tinjauan singkat, hingga daftar pustaka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Artikel Ilmiah Populer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini membahas suatu fenomena dari sudut pandang ilmiah, tetapi dengan bahasa yang lebih santai sehingga mudah dipahami pembaca. Struktur atau sistematika penulisannya pun tidak kaku seperti artikel ilmiah konvensional.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Artikel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara membedakan artikel dengan karya tulis lainnya? Gampang kok, artikel punya ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Mengandung Fakta &amp; Opini<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel bukan <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-pendek\">cerita pendek<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sifatnya imajinatif. Artikel berisi fakta yang didukung oleh opini dari penulis. Meskipun ada artikel yang bersifat menghibur, keseluruhan isinya harus didukung oleh data-data yang valid ya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Menggunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam membuat artikel, penulis menggunakan bahasa populer atau yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, pada artikel ilmiah, penulis juga bisa menggunakan bahasa yang lebih formal. Yang terpenting, penggunaan kosakata dan istilah harus sesuai dengan target pembaca ya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Sistematis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ditulis secara sistematis. Kamu akan menemukan judul, pembahasan, sub pembahasan, penutup, dan referensi. Ini memudahkan kamu untuk mengerti keseluruhan informasi yang disampaikan oleh penulis.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Topik yang Aktual &amp; Bermanfaat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Topik artikel bermacam-macam, mulai dari pendidikan sampai hiburan. Sebelum menulis artikel, <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">pastikan bahwa topik yang kamu ambil sedang hangat di kalangan pembaca. Kamu juga bisa <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">menulis artikel <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">evergreen<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu artikel yang tidak lekang oleh waktu tetapi selalu punya manfaat <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bagi pembaca.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Teks Artikel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel yang sering ditemui umumnya memiliki 5 struktur, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Judul<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Judul adalah kalimat yang mewakilkan isi artikel. Judul bisa berbentuk pernyataan maupun pertanyaan. Semakin menarik judul, semakin tinggi minat seseorang untuk membaca keseluruhan artikel. Tetapi, judul artikel tidak boleh melenceng atau mengelabui pembaca ya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pendahuluan atau Pernyataan Pendapat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum masuk ke pembahasan, artikel diawali oleh fakta serta opini yang menjadi landasan mengapa artikel tersebut ditulis.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Argumentasi atau Isi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini adalah pembahasan topik atau masalah yang ditulis secara informatif yang didukung oleh fakta-fakta maupun opini penulis.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Pernyataan Ulang atau Penutup<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur terakhir pada sebuah artikel adalah pernyataan ulang. Bagian ini berfungsi sebagai kesimpulan dari topik yang dibahas. Di bagian ini, penulis juga bisa mencantumkan saran pada pembaca.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Sumber atau Referensi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yaitu keterangan tertulis yang digunakan sebagai dasar informasi dalam artikel. Referensi dapat bersumber dari buku, majalah, atau situs web. Referensi juga berfungsi sebagai pemberian kredit kepada penulis asli yang menghasilkan informasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kaidah Kebahasaan Artikel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaidah kebahasaan adalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">aturan penulisan yang melekat pada karya tulis. Artikel mempunyai 3 kaidah kebahasaan, yaitu kosakata, adverbia, dan konjungsi. Kalau lupa penjelasannya, kita bahas lagi yuk!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kosakata<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kosakata disebut juga sebagai perbendaharaan kata, kumpulan kata, atau kumpulan istilah.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kosakata digunakan penulis untuk menerangkan sebuah topik dengan tepat dan efektif. Semakin banyak kosakata yang dikuasai penulis, semakin mudah bagi mereka untuk menyampaikan informasi kepada pembaca. Kosakata juga bisa menghindari resiko kesalahpahaman, menambah variasi kalimat, dan memberikan karakteristik tersendiri bagi penulis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kata Kerja Mental<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata kerja mental adalah jenis verba yang berfungsi menerangkan respons atau reaksi terhadap suatu tindakan. Contoh: <\/span><strong>\u201cmencegah\u201d, \u201cmenyiasati\u201d , \u201cmenduga\u201d , \u201cmenyebabkan\u201d <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">dan sejenisnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kata Rujukan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata rujukan adalah kata yang mengacu pada konsep tertentu dalam teks artikel. Biasanya, penulis menggunakan kata ini untuk menerangkan referensi dari <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">sumber-sumber yang digunakan. Contoh: <\/span><strong>\u201cmenurut\u201d , \u201cberdasarkan\u201d , <\/strong>dan <strong>\u201cmenunjukkan\u201d.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Adverbia Frekuentatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adverbia adalah <\/span><strong>kata yang berfungsi menerangkan kata lain<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Jenis adverbia cukup beragam, <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">namun yang sering digunakan di dalam artikel adalah <\/span><strong>adverbia frekuentatif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Adverbia ini berfungsi untuk meyakinkan pembaca. Contoh:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, micellar water <\/span><strong>sering<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan untuk menghilangkan sisa make up, kotoran, atau sebagai langkah awal membersihkan wajah sebelum menggunakan facial wash.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata <\/span><em><strong>sering<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk <\/span><strong>adverbia frekuentatif yang menerangkan frekuensi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Selain adverbia <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kuantitatif, ada juga adverbia kualitatif, limitatif,kuantitatif, waktu, kecaraan, konstratif, dan <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 keniscayaan. Nanti, kita bahas di artikel yang terpisah ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Konjungsi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi adalah kata yang berfungsi sebagai penghubung. Konjungsi yang sering digunakan dalam artikel antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi koordinatif yang menghubungkan kata yang setara dalam kalimat. Contoh: <strong>\u201c<\/strong><\/span><strong>dan\u201d , \u201catau\u201d , \u201cmelainkan\u201d , \u201csehingga\u201d.<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi kausalitas yang menghubungkan sebab akibat. Contoh: <\/span><strong>\u201coleh karena itu\u201d , \u201csebab\u201d , \u201ckarena\u201d , \u201cpadahal\u201d .<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi temporal yang menghubungkan urutan waktu. Contoh: <\/span><strong>\u201cketika\u201d , \u201csebelum\u201d , \u201csesudah\u201d, \u201cselanjutnya\u201d, \u201cpertama\u201d , \u201ckedua\u201d , \u201csejak\u201d , \u201cterakhir\u201d.<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi penegas yang memberikan penekanan terhadap suatu pernyataan. Contoh: <\/span><strong>\u201cmemang\u201d , \u201csungguh\u201d\u00a0 , \u00a0\u201ctepat\u201d\u00a0 , \u00a0\u201cpasti\u201d\u00a0 , \u00a0\u201cjelas\u201d\u00a0 , \u201ctentu\u201d\u00a0 , \u00a0\u201cjustru\u201d.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\"> Macam-macam Konjungsi dan Penggunaannya dalam Kalimat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Sumber Artikel<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah sumber-sumber artikel yang umum digunakan:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Jurnal Ilmiah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber paling kredibel karena ditulis oleh peneliti dan melalui proses <em>peer-review<\/em>. Jurnal ilmiah sering digunakan untuk artikel kesehatan, sains, dan akademik karena datanya berbasis riset dan bukti ilmiah.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Buku Referensi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku teks, buku akademik, atau buku nonfiksi dari penulis tepercaya dapat menjadi sumber artikel yang kuat. Buku biasanya memberikan penjelasan mendalam dan sistematis tentang suatu topik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Website Resmi &amp; Institusi Tepercaya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya situs pemerintah, universitas, organisasi kesehatan (WHO, CDC), atau asosiasi profesional. Sumber ini akurat, terverifikasi, dan sering diperbarui.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Artikel Media Online Kredibel<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Media seperti portal berita nasional, internasional atau majalah digital profesional dapat menjadi sumber informasi terkini. Cocok untuk topik tren, fenomena sosial, atau perkembangan terbaru.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Publikasi Klinik atau Brand Profesional<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Digunakan dalam artikel kecantikan dan kesehatan, terutama jika berasal dari klinik, laboratorium, atau <em>brand<\/em> yang menyertakan dasar ilmiah dan edukasi, bukan sekadar promosi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Wawancara Narasumber Ahli<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi yang diperoleh langsung dari dokter, pakar, akademisi, atau praktisi berpengalaman dapat menjadi sumber primer yang sangat bernilai.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Laporan Penelitian &amp; Data Statistik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Termasuk hasil survei, <em>white paper<\/em>, laporan tahunan, atau data statistik resmi (misalnya BPS). Cocok untuk memperkuat argumen dengan angka dan fakta.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">8. E-book dan Publikasi Digital Akademik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak <em>e-book<\/em> atau publikasi digital dari universitas dan lembaga riset yang bisa dijadikan sumber artikel, terutama untuk topik edukatif dan teknis.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">9. Prosiding Seminar &amp; Konferensi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berisi ringkasan hasil penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam forum ilmiah. Sumber ini relevan untuk topik yang sedang berkembang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">10. Pengalaman Praktis (Studi Kasus)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Digunakan sebagai sumber pendukung, terutama untuk artikel <em>lifestyle<\/em>, bisnis, atau kecantikan. Biasanya dipadukan dengan sumber ilmiah agar tetap kredibel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Langkah Penulisan Artikel<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah langkah-langkah penulisan artikel yang sistematis dan mudah dipahami, mulai dari persiapan hingga penyuntingan akhir:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Menentukan Topik Artikel<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama adalah memilih topik yang jelas, relevan, dan sesuai dengan tujuan penulisan. Topik sebaiknya menarik, dibutuhkan pembaca, serta sesuai dengan bidang yang dikuasai penulis.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menentukan Tujuan dan Target Pembaca<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis perlu menentukan apakah artikel bertujuan untuk mengedukasi, menginformasikan, membujuk, atau menghibur. Mengetahui target pembaca (usia, latar belakang, kebutuhan) membantu menentukan gaya bahasa dan kedalaman pembahasan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Mengumpulkan Referensi dan Data<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kumpulkan sumber yang tepercaya seperti jurnal, buku, website resmi, atau wawancara ahli. Langkah ini penting agar isi artikel akurat, faktual, dan memiliki dasar yang kuat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Menyusun Kerangka Artikel (<em>Outline<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Outline<\/em> berisi struktur artikel seperti judul, pendahuluan, subjudul, isi pembahasan, dan penutup. Kerangka membantu penulisan agar lebih terarah dan tidak melebar dari topik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Menentukan Judul yang Menarik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Judul harus singkat, jelas, dan mampu menarik perhatian pembaca. Untuk artikel <em>online<\/em>, judul biasanya dibuat informatif dan mengandung kata kunci utama.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Menulis Paragraf Pembuka<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paragraf pembuka berfungsi menarik minat pembaca dan memberi gambaran umum isi artikel. Bisa diawali dengan fakta, pertanyaan, atau pernyataan yang relevan dengan topik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Mengembangkan Isi Artikel<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bagian ini, penulis menjelaskan topik secara rinci sesuai <em>outline<\/em>. Setiap paragraf sebaiknya membahas satu gagasan utama dan didukung data, contoh, atau penjelasan logis.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Menggunakan Bahasa yang Jelas dan Efektif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan bahasa yang mudah dipahami, kalimat efektif, dan alur yang runtut. Hindari penggunaan istilah teknis berlebihan tanpa penjelasan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">9. Menulis Paragraf Penutup<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penutup berisi rangkuman singkat, kesimpulan, atau ajakan (<em>call to action<\/em>) sesuai tujuan artikel. Penutup yang baik meninggalkan kesan dan pemahaman yang jelas bagi pembaca.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">10. Menyunting dan Merevisi Artikel<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap akhir adalah mengecek kembali isi artikel, tata bahasa, ejaan, kejelasan ide, serta kesesuaian dengan tujuan awal. Revisi memastikan artikel lebih rapi, akurat, dan enak dibaca.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Artikel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar makin paham dengan penjelasan di atas, simak contoh artikel singkat berikut ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Mengenal Law of Attraction, Prinsip, dan Manfaatnya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh: Kenya Swawikanti<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pernah dengar nggak tentang law of attraction atau yang sering disingkat dengan LOA? Istilah yang satu ini lagi ramai dibicarakan di media sosial, lho. Pada dasarnya, law of attraction atau hukum ketertarikan adalah pemikiran positif yang akan berdampak positif pula pada kehidupan kita. Sebaliknya, pemikiran negatif akan membuahkan hal negatif pula.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah benar pikiran kita memiliki kekuatan untuk membuat perubahan nyata dalam kehidupan? Nah, supaya nggak penasaran, kita bahas sama-sama yuk tentang filosofi law of attraction berikut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pengertian Law of Attraction<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Law of attraction<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah hukum yang menyatakan bahwa <\/span><b>energi positif maupun negatif yang ada di pikiran<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kita, <\/span><b>akan menarik energi dari luar diri untuk ikut masuk ke dalam pikiran<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, kalau pikiran kita positif, maka akan membawa hal positif juga. Sementara, pikiran negatif juga akan membawa hasil yang negatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Law of Attraction<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana sih cara law of attraction ini bekerja? Menurut para ahli, ada tiga prinsip utama yang membentuk hukum ketertarikan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Like Attracts Like (Hal yang Serupa akan Saling Tarik Menarik)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip yang pertama mengatakan bahwa hal yang serupa atau mirip akan saling tarik menarik. Maksudnya, orang akan cenderung suka dengan orang yang memiliki kemiripan sifat atau pemikiran yang sama dengannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Nature Abhors a Vacuum (Semesta Tidak Menyukai Kehampaan)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Law of attraction menunjukkan bahwa menghilangkan hal-hal negatif dari hidup kamu akan memberikan ruang bagi hal-hal yang lebih positif. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa pikiran dan hidup kita tidak akan pernah kosong.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. The Present is Always Perfect (Hari Ini adalah yang Paling Sempurna)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Law of attraction mengatakan bahwa selalu ada hal yang bisa kamu lakukan untuk menikmati hidup di hari ini. Meskipun hidup itu seringkali tidak sempurna, alih-alih merasa takut dan tidak bahagia, kamu bisa memfokuskan energi untuk menikmati dan menyempurnakan momen saat ini sebaik mungkin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat Law of Attraction<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun belum ada bukti ilmiahnya, banyak orang yang percaya bahwa menerapkan law of attraction bisa menghasilkan perubahan positif dalam kehidupan, lho. Apa saja sih manfaatnya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Efek Spiritual<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Very Well Mind, menerapkan prinsip-prinsip law of attraction dalam kehidupan sehari-hari bisa meningkatkan spiritualitas seseorang. Banyak orang yang percaya bahwa law of attraction berkaitan dengan Tuhan yang mengabulkan keinginan kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Kesejahteraan (Well-Being)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menerapkan law of attraction juga akan berdampak positif pada kesehatan mental. Ini dikarenakan kita bisa menjadi lebih optimis dan percaya bahwa akan ada hal-hal baik yang terjadi dalam hidup ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, guys, tertarik nggak untuk mulai menerapkan prinsip-prinsip law of attraction dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, dicoba dan mulai rasakan manfaat positifnya dari hal hal kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">What is the law of attraction? [daring]. Tautan: https:\/\/www.verywellmind.com\/understanding-and-using-the-law-of-attraction-3144808<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sekarang kamu sudah memahami apa itu teks artikel dan unsur-unsur yang ada di dalamnya. Mau belajar lebih banyak? Ikutan <\/span><strong><a href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\">kelas gratis Brain Academy Online<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yuk. Bisa belajar dimana saja dengan guru berpengalaman. Tersedia dari jenjang SD sampai persiapan UTBK SNBT. Cus, cobain sekarang!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja yang terdapat pada artikel? Yuk belajar pengertian teks artikel, tujuan, jenis, ciri, struktur, serta kaidah kebahasaan yang digunakan di dalamnya. &#8212; Halo, halo! Siapa yang suka membaca teks artikel-artikel dari blog Brain Academy atau Ruangguru? Biasanya, topik apa yang paling kamu minati? Materi pelajaran, review jurusan, atau pembahasan soal ujian? Artikel termasuk karya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1767941252:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png"],"_wp_old_date":["2024-01-23","2025-01-13"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["teks artikel"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya."],"_yoast_wpseo_linkdex":["76"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["11"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-3134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &amp; Kebahasaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &amp; Kebahasaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-09T04:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-09T06:49:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel\",\"name\":\"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Kebahasaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png\",\"datePublished\":\"2026-01-09T04:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-09T06:49:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &#038; Kebahasaannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Kebahasaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Kebahasaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-09T04:00:02+00:00","article_modified_time":"2026-01-09T06:49:40+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel","name":"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Kebahasaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png","datePublished":"2026-01-09T04:00:02+00:00","dateModified":"2026-01-09T06:49:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Apa itu teks artikel dan bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas selengkapnya tentang pengertian, ciri, struktur, jenis, tujuan, serta kaidah kebahasaannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a613d941-afe8-44d2-964d-be4d4d257b7b.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-artikel#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Artikel: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &#038; Kebahasaannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3134"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6302,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3134\/revisions\/6302"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}