{"id":2663,"date":"2025-09-24T11:00:50","date_gmt":"2025-09-24T04:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=2663"},"modified":"2025-09-24T11:49:34","modified_gmt":"2025-09-24T04:49:34","slug":"lembaga-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial","title":{"rendered":"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png\" alt=\"lembaga sosial\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa arti dari Lembaga Sosial? Mari simak pengertian, fungsi, ciri-ciri, tipe-tipe, jenis serta contoh lembaga sosial di artikel\u00a0 ini.\u00a0<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>\u2014<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau menurut kamu nih, keluarga dan sekolah termasuk lembaga sosial bukan? Ternyata iya lho, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Terus selain keluarga dan sekolah, masih banyak nih lembaga lainnya yang tergolong lembaga sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, lembaga sosial itu apa sih?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langsung aja yuk, simak pengertiannya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Pengertian Lembaga Sosial\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lembaga sosial berasal dari bahasa inggris, yaitu <em>social institution<\/em><\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang merujuk pada sistem nilai dan norma sosial, serta bentuk atau susunan masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lembaga sosial<\/strong>bisa juga didefinisikan sebagai seperangkat atau <strong>sekumpulan norma sosial<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang\u00a0 berhubungan dengan <\/span><strong>pemenuhan kebutuhan <\/strong>dan <strong>aktivitas<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pengertian lembaga sosial barusan, ada beberapa ahli yang mendefinisikan pengertian lembaga sosial. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kita simak apa saja pengertian lembaga sosial menurut para ahli tersebut!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Paul Horton dan Chester L Hunt<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga sosial adalah<\/span> <strong>sistem norma<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(aturan) yang dibentuk untuk <\/span><strong>mencapai <\/strong>suatu <strong>tujuan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan itu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dianggap penting<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">oleh <\/span><strong>masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Soerjono Soekanto<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga sosial adalah <\/span><strong>kumpulan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>himpunan norma<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dari segala tingkatan yang memiliki tujuan untuk <\/span><strong>memenuhi kebutuhan pokok manusia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Koentjaraningrat<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga sosial adalah <\/span><strong>sistem perilaku dan hubungan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang bertujuan untuk\u00a0 <\/span><strong>memenuhi kebutuhan khusus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> manusia yang kompleks.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Peter L. Berger\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan <\/span><strong>perbuatan manusia ditekan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh pola tertentu dan <\/span><strong>dipaksa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> bergerak melalui<\/span> <strong>jalan yang dianggap sesuai<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan keinginan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Fungsi Lembaga Sosial<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, lembaga sosial berfungsi untuk apa sih? Melansir artikel Gramedia, terdapat tiga fungsi utama lembaga sosial, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Lembaga sosial berfungsi untuk <strong>memberikan pedoman<\/strong> kepada masyarakat luas tentang bagaimana setiap <strong>individu <\/strong>harus <strong>bersikap<\/strong> dalam menghadapi masalah yang muncul dan berkembang di lingkungan masyarakat.<\/li>\n<li>Lembaga sosial berfungsi untuk <strong>menjaga keutuhan masyarakat<\/strong> yang saling berhubungan\u00a0 atau bersangkutan.<\/li>\n<li>Lembaga sosial berfungsi untuk <strong>memberikan arahan<\/strong> kepada <strong>masyarakat<\/strong> untuk dapat mengadakan sistem <strong>pengendalian sosial<\/strong>, misalnya seperti sistem pengawasan masyarakat kepada anggotanya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, kita bisa simpulkan kalau lembaga sosial ini berfungsi untuk <\/span><strong>mengatur<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kehidupan masyarakat agar selalu sejalan dengan norma yang ada ya, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kamu mengetahui fungsi lembaga sosial, kamu juga perlu tahu nih tentang ciri-ciri lembaga sosial. Ada apa aja ya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\">Kelompok Sosial: Ciri, Jenis, Contoh, Syarat, &amp; Proses Terbentuknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Ciri-Ciri Lembaga Sosial\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, ciri-ciri lembaga sosial tuh sama aja kayak karakteristik lembaga sosial. Langsung aja yuk kita simak, apa aja sih ciri-ciri atau karakteristik lembaga sosial?<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Memiliki <strong>simbol<\/strong> sebagai ciri khas suatu lembaga<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya simbol timbangan pada Lembaga Hukum dan Tut Wuri Handayani pada Lembaga Pendidikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Memiliki <strong>tata tertib dan tradisi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tata tertib dan tradisi dibuat sebagai panutan secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotanya. Contohnya, lembaga keluarga ada aturan (tidak tertulis) untuk menghormati anggota keluarga yang lebih tua.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. <strong>Usianya lebih lama dari usia anggota\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lamanya usia lembaga sosial membuat adanya pewarisan dari generasi ke generasi. Contohnya, dalam lembaga keluarga, terdapat sistem tradisi pewarisan yang dari dulu sampai sekarang masih kita anut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. <strong>Adanya ideologi\/sistem gagasan\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ideologi atau sistem gagasan yang dimiliki dianggap ideal oleh anggotanya. Contohnya lembaga politik atau lembaga hukum yang mempunyai ideologi Pancasila.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. <strong>Punya alat kelengkapan\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat kelengkapan digunakan untuk mewujudkan visi dan misi lembaga. Contohnya buku adalah alat kelengkapan utama dalam lembaga pendidikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Punya <strong>tingkat kekebalan\/daya tahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini berarti lembaga sosial yang ada, tidak akan lenyap begitu saja. Lembaga sosial terbentuk dalam waktu lama dan biasanya akan bertahan dalam waktu yang lama pula.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memiliki ciri-ciri atau karakteristik, lembaga sosial juga memiliki tipe-tipe yang dikelompokkan ke dalam beberapa bagian nih. Yuk, langsung aja disimak tipe-tipe dari lembaga sosial!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Tipe-Tipe Lembaga Sosial<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin, terdapat lima tipe lembaga sosial, yaitu berdasarkan <\/span><strong>perkembangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, berdasarkan <\/span><strong>sistem nilai<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, berdasarkan <\/span><strong>penerimaan masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, berdasarkan <\/span><strong>penyebaran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan berdasarkan <\/span><strong>fungsi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kelima tipe ini terbagi lagi menjadi beberapa subtipe. Mari kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Lembaga sosial berdasarkan perkembangan<\/strong><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. <em>Crescive institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Crescive institution<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah lembaga sosial yang <\/span><strong>tumbuh secara tidak sengaja<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di masyarakat, yang biasanya hadir tanpa ada rencana dari anggota masyarakatnya. Salah satu contohnya yaitu <\/span><strong>perkawinan<\/strong><b>. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh dari <\/span><em>crescive institution<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah lembaga pernikahan dan lembaga agama.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. <em>Enacted institution\u00a0<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebalikannya dengan tipe <\/span><em>crescive institution, enacted institution<\/em> <strong>sengaja dibentuk<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh masyarakat. Kenapa ya sengaja dibentuk? Alasannya adalah, masyarakat punya <\/span><strong>kebutuhan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang harus dipenuhi dan<\/span> <strong>tujuan yang ingin dicapai<\/strong><b>. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya <\/span><strong>aktivitas ekonomi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diejawantahkan dalam lembaga ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Lembaga sosial berdasarkan sistem nilai<\/strong><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. <em>Basic institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Basic institution<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan tipe lembaga yang <\/span><strong>dianggap penting\u00a0 karena lembaga ini punya nilai-nilai yang mendasar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Saking pentingnya peran lembaga ini bagi masyarakat sampai <\/span><strong>tidak bisa digantikan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan lembaga yang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh <\/span><em>basic institution<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah lembaga keluarga, l<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">embaga pendidikan, lembaga hukum, lembaga ekonomi, lembaga agama, serta lembaga kesehatan.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. <em>Subsidiary institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Subsidiary institution<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kebalikan dari <\/span><em>basic institution<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><em>Subsidiary institution<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah lembaga yang bersifat sekunder sehingga <\/span><strong>dianggap kurang penting <\/strong>oleh <strong>sebagian<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> orang. Alasannya karena lembaga ini hanya memberikan nilai-nilai tambahan saja. Contohnya seperti lembaga pariwisata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Lembaga sosial berdasarkan penerimaan masyarakat<\/strong><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. <em>Approved sanctioned institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Inggris, <\/span><em>approved<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> artinya <\/span><strong>disetujui <\/strong>atau <strong>diterima<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0 Berarti, <\/span><em>approved institution<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><strong>lembaga sosial yang diterima oleh masyarakat<\/strong><b>.\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini disebabkan karena <\/span><em>approved sanctioned institution<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">dirasa berguna dalam memenuhi kebutuhan masyarakat berdasarkan nilai norma yang berlaku. Contohnya seperti lembaga pendidikan, lembaga agama, dan lembaga hukum.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. <em>Unsanctioned institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, <\/span><em>unsanctioned<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">ini artinya tidak berizin. Maka <\/span><em><strong>unsanctioned institution<\/strong><\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah <\/span><strong>lembaga sosial yang tidak diterima atau ditolak oleh masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Lembaga ini ditolak karena biasanya kehadirannya meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya seperti beberapa <\/span><strong>kelompok geng motor yang meresahkan masyarakat<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(misalnya seperti fenomena klitih yang terjadi di Yogyakarta)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">atau<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">seperti<\/span> <strong>organisasi kejahatan jaringan terorisme<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Lembaga sosial berdasarkan penyebaran<\/strong><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. <em>General institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>General institution<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah lembaga sosial yang <\/span><strong>dikenal secara luas dan punya pengaruh yang besar bagi masyarakat<\/strong><b>.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Contohnya seperti lembaga hukum.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. <em>Restricted institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Restricted institution<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah lembaga sosial yang<\/span> <strong>penyebarannya hanya di lingkungan kelompok tertentu saja<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sehingga pengaruhnya tidak terlalu luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, setiap agama di Indonesia yang punya lembaganya masing-masing, misalkan agama Islam ada Majelis Ulama Indonesia atau MUI, agama Hindu ada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Parisada Hindu Dharma Indonesia atau PHDI, dan lain-lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Lembaga sosial berdasarkan fungsi<\/strong><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. <em>Operative institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Operative institution<\/strong><\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah lembaga sosial yang berfungsi <\/span><strong>menghimpun berbagai cara dalam mencapai berbagai tujuan masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Termasuk tujuan pemenuhan kebutuhan hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya seperti perkembangan lembaga ekonomi di era digital sekarang. Yaitu, muncul dan merebaknya aplikasi jual beli <\/span><em>online<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">atau e-commerce, yang punya fungsi untuk menghimpun berbagai cara agar masyarakat semakin mudah dalam memenuhi kebutuhannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. <em>Regulative institution<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Regulative institution<\/strong><\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah lembaga sosial yang berfungsi <\/span><strong>mengawasi nilai atau norma yang berlaku di masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan sebagai bagian dari lembaga hukum yang hadir untuk menjaga dan mengawasi masyarakat, agar tetap bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Jenis-Jenis Lembaga Sosial\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sipp, barusan kan kamu udah tau nih tentang pembagian tipe-tipe lembaga sosial. Nah, supaya kamu lebih mudah dalam memahami pembagian lembaga sosial, langsung aja yuk disimak jenis-jenis lembaga sosial. Ada apa aja ya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, ada enam jenis lembaga sosial, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulai dari lembaga keluarga, lembaga agama, lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga hukum, dan lembaga politik. Yuk, kita bahas satu per satu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Lembaga Keluarga<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, ternyata, keluarga termasuk keluarga sosial, ya! Iyap, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Bisa dibilang keluarga merupakan lembaga sosial terkecil dan terdekat dari hidup kita sebagai manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga bisa disebut lembaga karena dalam keluarga <\/span><strong>terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">oleh seluruh anggota, misalnya aturan larangan pulang malam bagi semua anak-anak. secara pengertian keluarga adalah kesatuan (masyarakat) yang terkecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini adalah beberapa <\/span><strong>fungsi dari lembaga keluarga<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Fungsi pemberian status sosial<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga secara otomatis memberikan status sosial kepada individu yang hadir di masyarakat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, ketika dua orang memutuskan untuk menikah, maka status sosial keduanya berubah menjadi suami dan istri. Status ini kemudian bertambah jadi orang tua ketika keduanya sudah punya anak.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Fungsi reproduksi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari fungsi reproduksi adalah<\/span> <strong>melanjutkan garis keturunan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, bisa memiliki anak yang akan melanjutkan garis suku atau kekerabatan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>c. Fungsi sosialisasi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga berfungsi untuk <\/span><strong>menanamkan berbagai nilai dan norma sosial<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">pada seseorang, sejak <\/span><strong>anak-anak hingga dewasa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Tujuannya adalah membentuk kepribadian dan supaya mampu berperilaku sesuai dengan norma sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>d. Fungsi afeksi (kasih sayang)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi <\/span><strong>afeksi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang artinya \u201ckasih sayang\u201d. Maksudnya adalah, Keluarga berfungsi sebagai tempat untuk mengekspresikan kasih sayang sesama anggotanya, baik memberi maupun menerima.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, ayah yang menemani anaknya ketika ingin bermain, atau kakak yang menyuapi adiknya yang sedang sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>e. Fungsi ekonomi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga\u00a0 berfungsi untuk <\/span><strong>memenuhi kebutuhan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sehari-hari seperti makanan, minuman, tempat tinggal, pakaian, serta pendidikan untuk anak-anaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>f. Fungsi pengawasan sosial<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi pengawasan sosial dalam keluarga adalah, keluarga punya kewajiban untuk <\/span><strong>saling mengawasi perilaku<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">setiap anggotanya agar sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Tujuannya demi menjaga nama baik keluarga. Seperti menegur anak karena pulang terlalu larut malam dan belum izin sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>g. Fungsi proteksi (perlindungan)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi proteksi atau perlindungan dalam keluarga berlaku secara <\/span><strong>fisik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun <\/span><strong>psikis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Setiap anggota keluarga <\/span><strong>wajib untuk saling melindungi satu sama lain<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> jika ada bahaya yang mengancam. Seperti ayah dan ibu yang selalu mencoba membiasakan anak berdiskusi supaya terbentuk rasa nyaman dan percaya dalam keluarga atau kakak yang bergegas membantu adik ketika dia jatuh saat sedang bermain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Lembaga Agama<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga agama merupakan <\/span><strong>seperangkat aturan yang mengatur tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya, dan manusia dengan lingkungannya.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, secara khusus,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">agama dipahami sebagai <\/span><strong>sistem keyakinan atau kepercayaan kelompok masyarakat dalam menerjemahkan dan merespons berbagai hal menjadi bersifat gaib dan suci.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah<strong> beberapa fungsi dari lembaga agama<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">menurut Durkheim:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Kohesi Sosial<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu fungsi lembaga agama, yaitu dapat menimbulkan kohesi sosial, artinya <\/span><strong>agama bisa menyatukan orang-orang melalui simbol, nilai, dan norma yang meliputi moralitas, amal, dan keadilan bersama.<\/strong><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Kontrol Sosial<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga agama sebagai<\/span><strong> kontrol sosial<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">maksudnya adalah <\/span><strong>Agama bisa mengawasi setiap perilaku seseorang agar bertindak sesuai dengan norma agama<\/strong><b>. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ada anggota kelompok agama melanggar norma agamanya, maka orang yang disekitarnya akan menegur.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>c.Tujuan kehidupan manusia\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga agama dapat menyediakan <\/span><strong>tujuan kehidupan bagi manusia<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">artinya, agama memberikan pedoman bagi manusia untuk bisa sukses ataupun selamat di dunia dan akhirat dengan membedakan mana yang baik dan buruk.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Lembaga Pendidikan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lembaga pendidikan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah <\/span><strong>tempat berlangsungnya proses belajar mengajar<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan tujuan mengubah tingkah laku manusia ke arah yang lebih baik melalui lingkungan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><strong>Paul B. Horton dan Chester L. Hunt<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, lembaga pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Fungsi Manifes<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi <\/span><strong>manifes<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah fungsi atau manfaat yang <\/span><strong>disadari secara langsung<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, persiapan mencari nafkah, pengembangan bakat, pelestarian kebudayaan, dan penanaman keterampilan berdemokrasi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Fungsi Laten<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, fungsi <\/span><strong>laten<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">fungsi atau manfaat yang <\/span><strong>tidak disadari langsung<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, mengurangi pengendalian orang tua, memperpanjang masa remaja, mempertahankan sistem kelas sosial, dan menyediakan sarana untuk berpikir kritis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Lembaga Ekonomi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lembaga ekonomi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah lembaga yang mengatur hubungan antarmanusia dalam<\/span> <strong>pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari untuk mencapai kesejahteraan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi secara tidak langsung, <\/span><strong>tujuan <\/strong>dari <strong>lembaga ekonomi <\/strong>adalah <strong>terpenuhinya kebutuhan pokok demi kelangsungan hidup masyarakat.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, <\/span><strong>fungsi lembaga ekonomi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><strong>memberikan pedoman bagi berlangsungnya upaya pemenuhan kebutuhan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang didukung tiga kegiatan utama, yaitu <\/span><strong>produksi, distribusi, <\/strong>dan <strong>konsumsi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Lembaga Hukum<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lembaga hukum <\/strong>merupakan <strong>lembaga yang berperan mengatur dan menegakan tata tertib serta memberi pelayanan atau bantuan hukum untuk masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga hukum memiliki beberapa <\/span><strong>fungsi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Melindungi hak asasi manusia<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, lembaga hukum berfungsi <\/span><strong>melindungi hak asasi setiap orang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Seperti hak untuk\u00a0 hidup, kebebasan dan kemerdekaan, serta hak untuk memiliki sesuatu. Perlindungan ini dilakukan dengan cara diberlakukannya norma-norma hukum seperti undang-undang.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Memberi pedoman bertingkah laku\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, lembaga hukum <\/span><strong>memberikan panduan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">bagi masyarakat untuk <\/span><strong>mengikuti aturan yang berlaku<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menghindari perilaku yang dilarang. Contohnya seperti tidak merusak fasilitas umum.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>c. Menegakkan peraturan\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga hukum berfungsi untuk <\/span><strong>menegakkan aturan dengan cara mengawasi setiap anggota masyarakat.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Contohnya seperti pengawasan dalam berlalu lintas yang dilakukan oleh kepolisian bagi setiap pengendara.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>d. Memberi sanksi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ada pelanggaran, lembaga hukum dapat memberikan sanksi agar <\/span><strong>pelanggarnya jera<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan bisa kembali tertib. Contohnya adalah memberikan sanksi jera kepada pencuri yang meresahkan masyarakat. Setelah diamankan oleh polisi, pencuri akan disidang melalui pengadilan untuk menerima sanksi yang telah ditetapkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jurusan-hukum\">Mau Kuliah Jurusan Hukum? Ini Mata Kuliah &amp; Prospek Karirnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>6. Lembaga Politik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lembaga politik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah lembaga yang<\/span> <strong>mengatur<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">tentang<\/span> <strong>kekuasaan pada<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> negara untuk mewujudkan kebaikan bersama masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa fungsi lembaga politik antara lain:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Memelihara ketertiban di dalam (<em>internal order<\/em>)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, lembaga politik berfungsi <\/span><strong>menjaga ketertiban masyarakat dengan wewenang yang ada<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, baik secara persuasif (ajakan) maupun represif (tekanan). Misalnya seperti mengeluarkan kebijakan untuk tetap di rumah ketika pademi yang dilakukan untuk menjaga masyarakat tetap sehat dan terlindungi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Menjaga keamanan dari luar (<em>external security<\/em>)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga politik berfungsi untuk <\/span>mempertahankan negara dari adanya ancaman, tantangan<span style=\"font-weight: 400;\">, ataupun<\/span> <strong>gangguan dari luar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui jalan diplomasi maupun dengan perang jika harus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya ketika ada kapal asing yang melewati perbatasan negara dan mengganggu pekerjaan para nelayan, maka para petugas wajib untuk menjaga keamanan ketika ada gangguan datang.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>c. Mengusahakan kesejahteraan umum (<em>general welfare<\/em>)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga politik berfungsi merencanakan dan <\/span><strong>melaksanakan pelayanan sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> serta mengusahakan kebutuhan pokok masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, memberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat kurang mampu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>d. Mengatur proses politik (<em>political process<\/em>)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga politik berfungsi <\/span><strong>mengatur proses pembentukan dan pembagian kekuasaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> agar tidak merusak keutuhan masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya seperti pemilihan umum yang mengatur pembagian kekuasaan presiden, gubernur, walikota atau bupati, hingga kepala desa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Contoh-Contoh Lembaga Sosial\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, tadi kan kamu udah baca tuh yaa jenis-jenis dari lembaga sosial. Sekarang kita akan coba bedah lebih dalam jenis-jenis tersebut ke dalam contoh-contohnya ya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Contoh Lembaga Keluarga<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga inti atau <\/span><em>nuclear family<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">(ayah, ibu, anak)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga besar atau <\/span><em>extended family<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">(kakek, nenek, paman, bibi, pakde, bude, keponakan, ipar)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Contoh Lembaga Agama<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Majelis Ulama Indonesia (MUI)\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (MATAKIN)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Contoh Lembaga Pendidikan<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga Pendidikan Formal (sekolah)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga Pendidikan Informal (pendidikan yang diajarkan di lingkungan maupun keluarga, seperti pendidikan etika, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan sopan santun, dan lain-lain)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga Pendidikan Nonformal (lembaga kursus keterampilan, seperti kursus memasak, kursus merias, kursus menyetir, dan lain-lain)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Contoh Lembaga Ekonomi<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bank<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Koperasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pegadaian<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Contoh Lembaga Hukum<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mahkamah Agung\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kejaksaan Republik Indonesia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mahkamah Konstitusi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Komisi Nasional Hak Asasi Manusia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Komisi Pemberantasan Korupsi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Komisi Pengawas Persaingan Usaha<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Badan Narkotika Nasional<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>6. Contoh Lembaga Politik<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga eksekutif (misal: Presiden dan Wakil Presiden)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga legislatif (misal: Majelis Permusyawaratan Rakyat [MPR], Dewan Perwakilan Rakyat [DPR], Dewan Perwakilan Daerah [DPD]<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Partai Politik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, itulah tadi pembahasan seputar lembaga sosial, mulai dari pengertian, fungsi, ciri, tipe, jenis, hingga contohnya. Gimana kamu sudah semakin mengerti kann materi tentang lembaga sosial?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, misalnya kamu ingin mempelajari materi lembaga sosial atau materi sosiologi lain dengan lebih mendalam, kamu bisa banget gabung di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/?referralCookiesId=c0595cd8-7b56-4a1b-890f-b93ce4d04da6&amp;_gl=1*kanqk0*_ga*MTQ3MDkyMjIzMy4xNjc4Nzc2Njkw*_ga_KGEN8KBRBW*MTY5MjE1NjE4My40LjEuMTY5MjE1Nzg4OS4wLjAuMA..\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk belajar bareng teman-teman yang asyik dan para Master Teacher yang keren!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhardi, Sri Sunarti. (2009) Sosiologi 1: Untuk SMA\/MA Kelas X Program IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian Lembaga Sosial: Fungsi, Ciri, Tipe, Jenis, dan Contoh\u00a0 [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/lembaga-sosial-4\/#A_Pengertian_Lembaga_Sosial (Diakses: 4 September 2023)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung Mahkamah Agung. [daring]. Tautan: https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Gedung_Mahkamah_Agung_RI.JPG (Diakses: 25 September 2023)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa arti dari Lembaga Sosial? Mari simak pengertian, fungsi, ciri-ciri, tipe-tipe, jenis serta contoh lembaga sosial di artikel\u00a0 ini.\u00a0 \u2014 Kalau menurut kamu nih, keluarga dan sekolah termasuk lembaga sosial bukan? Ternyata iya lho, guys. Terus selain keluarga dan sekolah, masih banyak nih lembaga lainnya yang tergolong lembaga sosial. Tapi, lembaga sosial itu apa sih?\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":72,"featured_media":2663,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1758689247:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Lembaga Sosial itu apa sih? Mari simak pengertian, fungsi, ciri-ciri, tipe-tipe, jenis-jenis, serta contohnya di artikel berikut ini. Lengkap banget!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png"],"_wp_old_date":["2023-09-26","2024-02-27","2024-10-01"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-2663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, &amp; Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, &amp; Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa arti dari Lembaga Sosial? Mari simak pengertian, fungsi, ciri-ciri, tipe-tipe, jenis serta contoh lembaga sosial di artikel\u00a0 ini.\u00a0 \u2014 Kalau menurut kamu nih, keluarga dan sekolah termasuk lembaga sosial bukan? Ternyata iya lho, guys. Terus selain keluarga dan sekolah, masih banyak nih lembaga lainnya yang tergolong lembaga sosial. Tapi, lembaga sosial itu apa sih?\u00a0 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-24T04:00:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-24T04:49:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial\",\"name\":\"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, & Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png\",\"datePublished\":\"2025-09-24T04:00:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-24T04:49:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/64ba5dd5d7a5cd74c2c758bf613fcde3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/64ba5dd5d7a5cd74c2c758bf613fcde3\",\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laras Sekar Seruni\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, & Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, & Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa arti dari Lembaga Sosial? Mari simak pengertian, fungsi, ciri-ciri, tipe-tipe, jenis serta contoh lembaga sosial di artikel\u00a0 ini.\u00a0 \u2014 Kalau menurut kamu nih, keluarga dan sekolah termasuk lembaga sosial bukan? Ternyata iya lho, guys. Terus selain keluarga dan sekolah, masih banyak nih lembaga lainnya yang tergolong lembaga sosial. Tapi, lembaga sosial itu apa sih?\u00a0 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-09-24T04:00:50+00:00","article_modified_time":"2025-09-24T04:49:34+00:00","author":"Laras Sekar Seruni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Laras Sekar Seruni","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial","name":"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, & Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png","datePublished":"2025-09-24T04:00:50+00:00","dateModified":"2025-09-24T04:49:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/64ba5dd5d7a5cd74c2c758bf613fcde3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6a342884-fedc-4bdd-90e0-18aba850ab8e.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lembaga-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, &#038; Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/64ba5dd5d7a5cd74c2c758bf613fcde3","name":"Laras Sekar Seruni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laras Sekar Seruni"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/laras-sekar-seruni"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/72"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2663"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5916,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2663\/revisions\/5916"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}