{"id":2639,"date":"2025-07-04T11:00:03","date_gmt":"2025-07-04T04:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=2639"},"modified":"2025-07-07T08:30:38","modified_gmt":"2025-07-07T01:30:38","slug":"contoh-teks-laporan-percobaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan","title":{"rendered":"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png\" alt=\"contoh teks laporan percobaan\" width=\"820\" height=\"410\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini membahas contoh-contoh teks laporan percobaan beserta strukturnya. Yuk, kita lihat!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hayo, hayo, udah paham belum apa yang dimaksud dengan teks laporan percobaan? Jangan sampai tertukar dengan teks laporan observasi atau teks prosedur ya, karena keduanya memiliki perbedaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di artikel sebelumnya, kita sudah belajar bareng Kak Laras mengenai definisi, struktur, ciri, sampai kaidah kebahasaan teks laporan percobaan. Kalau kamu belum baca artikelnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">k<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">l<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">i<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di bawah ini<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-laporan-percobaan-pengertian-struktur-tujuan-contoh\">Teks Laporan Percobaan: Pengertian, Struktur, Tujuan, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kalau kamu lagi buru-buru, aku jelasin lagi deh pengertian, ciri, dan struktur teks laporan percobaan sebelum kita lanjut ke contohnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Teks Laporan Percobaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, <strong>teks laporan percobaan adalah<\/strong> teks yang <strong>berisi hasil eksperimen atau praktikum yang dilakukan oleh peneliti<\/strong>. Di dalamnya dijabarkan pula alat dan bahan yang digunakan, tahapan pelaksanaan, hasil, serta kesimpulan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Teks Laporan Percobaan<\/b><\/span><\/h2>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disusun berdasarkan hasil percobaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembahasan dikemukakan secara objektif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyampaikan fakta, bukan opini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disusun secara sistematis dan lengkap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan bahasa baku dan ilmiah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersifat tidak memihak (netral).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Teks Laporan Percobaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak seperti teks-teks yang pernah kita bahas sebelumnya, teks laporan percobaan <\/span><strong>cuma punya 2 struktur, <\/strong>yaitu<span style=\"font-weight: 400;\"> pernyataan umum dan uraian.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pernyataan Umum<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, struktur pernyataan umum yang <strong>berisi tujuan atau latar belakang<\/strong> mengapa eksperimen tersebut dilakukan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Uraian<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, uraian adalah struktur yang berisi <strong>tata cara sampai hasil percobaan<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Teks Laporan Percobaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuh.. nggak sesusah itu kan memahami teks laporan percobaan? Tenang-tenang, kalau masih bingung juga, ada contohnya nih buat kamu. Cekidot!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Laporan Teks Laporan Percobaan Menciptakan Efek Pelangi dalam Gelas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Efek pelangi dalam gelas adalah fenomena optik yang terjadi ketika cahaya melewati air atau cairan dengan bahan kimia tertentu.Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menjelaskan proses pembentukan efek pelangi dalam gelas menggunakan alat dan bahan yang sederhana.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu gelas bening<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minyak sayur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pewarna makanan (berbagai warna)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sendok teh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kertas tisu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tuangkan air ke dalam gelas hingga sekitar setengah tinggi gelas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tuangkan minyak sayur ke dalam gelas sampai permukaan minyak membentuk lapisan tipis di atas air.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan satu atau dua tetes pewarna makanan berbeda ke permukaan minyak. d. Diamkan beberapa saat sampai pewarna makanan menyebar di permukaan minyak.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil kertas tisu dan letakkan perlahan di permukaan minyak. Tunggu beberapa detik sampai efek pelangi terlihat pada permukaan tisu.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa efek pelangi terbentuk pada kertas tisu yang ditempatkan di atas permukaan minyak. Hal ini terjadi karena pembiasan cahaya yang melalui lapisan-lapisan tipis minyak dan pewarna makanan. Pewarna makanan di permukaan minyak membentuk lapisan tipis dengan ketebalan yang bervariasi, sehingga menyebabkan interferensi cahaya dan menciptakan efek warna pelangi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa efek pelangi dalam gelas dapat dibentuk dengan menggunakan lapisan minyak sayur dan pewarna makanan di atas air. Fenomena ini terjadi karena pembiasan dan interferensi cahaya yang melewati lapisan tipis bahan-bahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Magnet Sederhana dengan Menggosok Benda Besi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Magnet adalah benda yang memiliki kemampuan untuk menarik benda logam seperti besi atau nikel. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menciptakan magnet sederhana dengan menggosok benda besi menggunakan metode tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah paku besi atau sekrup kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah magnet alami atau magnet batang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Benda kecil berbahan besi, seperti penjepit kertas atau paku kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sehelai benang tipis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gantungan kertas<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan benda besi (paku atau sekrup) di atas permukaan datar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil magnet alami atau magnet batang, lalu gosokkan salah satu ujungnya ke arah ujung benda besi. Gosokkan dengan gerakan yang berulang-ulang satu arah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Gosok sampai benda besi terlihat tertarik oleh magnet.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah mengangkat benda besi dengan menggunakan magnet yang telah digosokkan tadi. Amati apakah benda besi dapat menarik benda logam kecil lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa setelah benda besi (paku atau sekrup) digosokkan dengan magnet, benda besi tersebut memiliki kemampuan untuk menarik benda logam kecil lainnya. Meskipun magnet yang dihasilkan mungkin tidak sekuat magnet yang dihasilkan oleh pembuatan komersial, efek magnetisasi masih dapat diamati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa benda besi dapat diubah menjadi magnet sederhana dengan cara menggosokkan salah satu ujungnya menggunakan magnet alami atau magnet batang. Proses ini menghasilkan magnetisasi yang cukup untuk memberikan daya tarik pada benda logam kecil lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Baterai Sederhana dari Koin<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baterai adalah alat yang menghasilkan listrik melalui reaksi kimia antara bahan-bahan di dalamnya. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat baterai sederhana menggunakan koin dan bahan kimia sederhana untuk menghasilkan listrik<\/span><b>.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">2 koin tembaga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 koin seng<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kertas tisu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Larutan cuka (asam asetat)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Multimeter (untuk mengukur tegangan listrik)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan koin tembaga dan koin seng di atas permukaan datar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan selembar kertas tisu ke dalam larutan cuka (asam asetat) dan peras hingga kertas tisu lembab, bukan basah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan kertas tisu yang sudah lembab di atas koin tembaga dan koin seng sehingga keduanya tertutup oleh kertas tisu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan selama beberapa saat. Amati apakah ada perubahan atau indikasi adanya tegangan listrik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memungkinkan, gunakan multimeter untuk mengukur tegangan listrik yang dihasilkan oleh baterai sederhana ini.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan meletakkan koin tembaga dan koin seng yang terpisah oleh kertas tisu yang lembab dengan larutan cuka, baterai sederhana dapat dibuat. Reaksi kimia antara tembaga dan cuka serta antara seng dan cuka menghasilkan perbedaan potensial yang menghasilkan tegangan listrik kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa baterai sederhana dapat dibuat dengan menggunakan koin tembaga dan koin seng yang terpisah oleh larutan cuka. Reaksi kimia yang terjadi antara logam dan larutan cuka menghasilkan perbedaan potensial yang menghasilkan tegangan listrik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Laporan Teks Percobaan Membuat Sabun dari Minyak Sayur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sabun adalah produk kimia yang digunakan untuk membersihkan dan menghilangkan kotoran dari permukaan benda. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat sabun cair sederhana menggunakan bahan-bahan yang umum dan mudah ditemukan, serta untuk memahami reaksi kimia yang terlibat dalam proses pembuatan sabun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Minyak sayur<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Larutan alkali (natrium hidrosikda, NaOH)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pewarna makanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minyak esensial<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapkan sarung tangan dan kacamata pelindung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Campurkan larutan alkali (NaOH) ke dalam air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panaskan minyak sayur dalam wadah tahan panas hingga mencapai suhu 40-50\u00b0C.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuangkan larutan alkali yang telah dicampur air ke dalam minyak sayur. Aduk sampai berbentuk adonan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus aduk campuran tersebut hingga campuran mengental dan membentuk tekstur seperti pudding.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan pewarna makanan dan minyak esensial untuk memberikan warna dan aroma pada sabun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah campuran mengental, tuangkan sabun cair ke dalam wadah atau botol penyimpanan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan sabun cair mengeras dan dingin sebelum digunakan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Percobaan ini menghasilkan sabun yang terbentuk melalui reaksi kimia antara minyak sayur dan larutan alkali (NaOH). Reaksi antar dua bahan tadi menghasilkan senyawa yang disebut sebagai natrium oleat atau natrium sabun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eksperimen di atas menunjukkan bahwa sabun cair dapat dibuat melalui reaksi kimia antara minyak sayur dan larutan alkali. Pembuatan sabun melibatkan tahapan pengadukan dan pencampuran yang diperlukan untuk mendapatkan campuran sabun cair yang stabil.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Hujan Buatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan buatan adalah proses di mana air diubah menjadi butiran-butiran kecil yang menyerupai hujan alami. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati pembuatan hujan buatan dengan menggunakan botol plastik sebagai alat simulasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Botol plastik dengan tutup<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunting atau paku (untuk menghasilkan lubang di tutup botol)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cat air biru (opsional, untuk menambahkan efek visual)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Siapkan botol plastik yang sudah dibersihkan dan dikeringkan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lubangi tutup botol dengan gunting atau paku untuk mencegah air keluar dengan cepat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Isi botol plastik dengan air hingga sekitar 2\/3 bagian penuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tutup botol plastik dengan erat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan beberapa tetes cat air biru ke dalam botol untuk menambahkan efek visual pada &#8220;hujan&#8221;.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa jika botol plastik dengan lubang-lubang kecil pada tutupnya diisi dengan air dan ditutup rapat, air akan menetes keluar melalui lubang-lubang tersebut. Ini menghasilkan efek yang menyerupai hujan buatan, di mana tetesan air jatuh dari lubang-lubang tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat disimpulkan bahwa hujan buatan dapat diciptakan dengan menggunakan botol plastik yang diisi dengan air dan memiliki lubang-lubang kecil pada tutupnya. Air akan menetes keluar melalui lubang-lubang ini, menciptakan efek hujan buatan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-prosedur\">Apa Itu Teks Prosedur? Ini Pengertian, Struktur, Ciri, dan Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Gelombang Suara Menggunakan Gelas dan Air<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gelombang suara adalah getaran yang merambat melalui udara atau air. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati pembentukan gelombang suara dengan menggunakan gelas dan air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gelas bening<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sendok logam atau kayu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aplikasi metronom (opsional)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penuhi setengah atau 2\/3 gelas dengan air.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil sendok logam atau kayu, lalu ketukkan pada gelas dengan ritme yang seragam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan secara berulang dan amati perubahan gelombang air di dalam gelas ketika kamu memukul sendok.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa ketukan perlahan pada sendok yang tergantung di atas gelas menyebabkan gelombang air di dalam gelas. Gelombang ini terbentuk karena getaran yang dihasilkan oleh ketukan sendok merambat melalui air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa gelombang suara dapat terbentuk dalam air melalui getaran. Sendok yang dikenai ketukan menghasilkan getaran yang merambat melalui air dan menciptakan gelombang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Toge dari Kacang Hijau<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toge adalah tunas muda dari biji-bijian yang tumbuh dengan cepat setelah biji tersebut direndam dalam air. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati dan menjelaskan proses pertumbuhan toge dari biji kacang hijau yang direndam dalam air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biji kacang hijau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Piring datar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kertas tisu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan beberapa biji kacang hijau di atas piring datar.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Basahi kertas tisu atau kain dengan air, lalu letakkan di atas biji kacang hijau.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan kertas tisu atau kain selalu lembab dengan menyemprotkan air secukupnya jika diperlukan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amati pertumbuhan biji kacang hijau selama beberapa hari.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa biji kacang hijau yang direndam dalam air dengan kertas tisu yang lembab akan menghasilkan pertumbuhan tunas yang disebut toge. Tunas ini akan muncul dari biji kacang hijau dalam beberapa hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan eksperimen ini, dapat disimpulkan bahwa biji kacang hijau akan tumbuh menjadi tunas yang disebut toge setelah direndam dalam air dan diberi kelembaban melalui kertas tisu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-prosedur\">Contoh Teks Prosedur Sederhana, Protokol dan Kompleks<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Sirkuit Sederhana dengan Listrik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sirkuit listrik adalah jalur tertutup yang memungkinkan aliran arus listrik dari satu titik ke titik lainnya. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat sirkuit listrik sederhana menggunakan komponen dasar dan mengamati aliran arus listrik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baterai AA atau AAA<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kawat listrik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lampu pijar kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penghapus pensil<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapkan baterai sebagai sumber listrik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Potong dua potongan kawat listrik dengan panjang yang cukup untuk menghubungkan baterai dan lampu pijar.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satukan salah satu ujung kawat dengan kutub positif baterai, dan ujung lainnya dengan lampu pijar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satukan ujung kawat yang tersisa dengan kutub negatif baterai dan ujung lampu pijar yang tersisa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan kawat-kawat terhubung erat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sirkuit terhubung dengan benar, lampu pijar akan menyala.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan menghubungkan baterai, kawat, dan lampu pijar dalam susunan tertentu, sirkuit listrik sederhana dapat dibuat. Lampu pijar akan menyala ketika sirkuit terhubung dengan benar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa aliran listrik dapat diciptakan dengan bahan-bahan sederhana seperti baterai dan kawat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Tape dari Singkong<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tape adalah makanan tradisional hasil fermentasi singkong yang memiliki rasa dan aroma unik. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati dan menjelaskan proses pembuatan tape melalui fermentasi singkong.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Singkong segar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gula pasir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ragi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daun pisang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wadah tahan panas<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kupas singkong dan cuci hingga bersih.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Parut atau potong singkong menjadi bagian-bagian kecil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Campurkan singkong dengan gula pasir sesuai selera.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan ragi ke campuran singkong dan gula. Ragi tape mengandung mikroorganisme yang membantu proses fermentasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aduk adonan hingga tercampur rata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan campuran dalam wadah tahan panas, lalu bungkus dengan daun pisang atau plastik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan campuran tersebut fermentasi selama beberapa hari hingga menghasilkan tape yang sudah berfermentasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil percobaan\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa mikroorganisme pada ragi dapat menghasilkan tekstur dan rasa yang khas pada tape.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa tape dibuat melalui proses fermentasi singkong dengan bantuan mikroorganisme. Proses fermentasi mengubah komponen-komponen dalam singkong dan gula menjadi tape dengan rasa dan aroma khas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Contoh Teks Laporan Percobaan Mengetahui Kandungan Gula pada Makanan dan Minuman<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan gula dalam makanan dan minuman dapat memiliki dampak negatif terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Maka dari itu, percobaan ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan kandungan gula pada beberapa jenis makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman soda ukuran 350 ml<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">100 gram nasi putih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">150 gram buah semangka<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Alat pengukur gula (glukometer)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Alat pengukur kuantitas (timbangan dan gelas ukur)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kertas untuk mencatat hasil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman boba ukuran besar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapkan porsi makanan atau minuman sesuai dengan ukuran standar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan alat pengukur gula (glukometer) untuk mengukur gula pada makanan dan minuman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Catat hasil pengukuran pada kertas dalam satuan persen.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari percobaan di atas, tercatat kandungan gula sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman soda= 39 gram gula<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi putih= 0,08 gram gula<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buah semangka= 9,42 gram gula<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman boba= 47,21 gram gula<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi memiliki kadar gula yang berbeda. Perlu edukasi serta takaran yang sesuai agar terhindar dari penyakit diabetes.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/menyusun-daftar-pustaka\">Jangan Bingung, Ini Cara Bikin Daftar Pustaka yang Benar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Contoh Teks Laporan Percobaan Telur Terapung dalam Larutan Garam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam percobaan ini, kita akan mengamati apakah telur dapat terapung atau tenggelam dalam air garam. Tujuannya adalah memahami hubungan antara berat larutan dengan kondisi benda di dalam air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telur mentah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wadah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Isi mangkuk atau wadah dengan air hingga setengah penuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan telur perlahan ke dalam air dan amati apakah tenggelam atau mengapung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarkan telur dan tambahkan garam ke dalam air. Aduk hingga garam larut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan telur kembali ke dalam air yang mengandung garam dan amati apakah posisinya berubah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan menunjukkan bahwa telur yang awalnya tenggelam dalam air dapat mengapung dalam larutan garam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berat jenis larutan (air) yang dipengaruhi oleh konsentrasi garam, dapat mempengaruhi apakah sebuah benda akan terapung atau tenggelam. Telur yang mengapung dalam larutan garam memiliki berat jenis yang lebih rendah daripada larutan tersebut. Hal ini juga dibahas pada Hukum Archimedes.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Simulasi Gunung Meletus<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung berapi adalah fenomena alam yang beberapa kali terjadi di Indonesia. Tujuan dari percobaan ini untuk memberikan gambaran sederhana tentang kronologis letusan gunung berapi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Botol plastik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lumpur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cuka<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deterjen cair<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pewarna makanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Isi botol plastik dengan air hingga setengah penuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Campurkan lumpur dengan air hingga mengental, kemudian tuangkan ke dalam botol hingga hampir penuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan pewarna makanan ke dalam lumpur untuk memberikan efek warna letusan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan sedikit cuka dan deterjen cair ke dalam botol.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jauhkan diri dari botol dan amati reaksi yang terjadi saat cuka dan deterjen bercampur dengan lumpur.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan akan menunjukkan reaksi antara cuka, deterjen serta lumpur. Reaksi ini menghasilkan gelembung dan efek seperti simulasi letusan gunung berapi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui eksperimen di atas kita bisa mendapatkan gambaran sederhana tentang bagaimana letusan gunung berapi terjadi. Interaksi antara cuka, deterjen, dan lumpur menghasilkan reaksi kimia yang menghasilkan gas dan gelembung yang menyerupai aktivitas gunung berapi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-laporan-hasil-obsrvasi\">Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13.<\/b> <b>Contoh Teks Laporan Percobaan<\/b> <b>Simulasi Siklus Air Sederhana<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus air adalah proses alamiah di mana air berpindah antara atmosfer, daratan, dan lautan. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mensimulasikan fase dan siklus air dengan menggunakan model sederhana.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panci atau wadah besar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Plastic wrap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mangkuk atau wadah kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber panas (lampu atau kompor)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Isi panci atau wadah besar dengan air.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tutup permukaan panci dengan plastik wrap seakan-akan seperti lautan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan mangkuk atau wadah kecil di tengah panci sebagai simbol daratan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panaskan panci hingga air mendidih.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uap air akan naik dan mengenai permukaan plastik wrap, kemudian kondensasi terjadi dan air jatuh ke dalam wadah kecil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan akan menunjukkan bagaimana air menguap dari permukaan lautan (panci), kondensasi di atas, dan jatuh kembali ke daratan (wadah kecil).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa simulasi siklus air dengan menggunakan model sederhana menggambarkan bagaimana air menguap, mengkondensasi, dan jatuh kembali ke daratan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14.<\/b> <b>Contoh Teks Laporan Percobaan<\/b> <b>Simulasi Pasir Hisap<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati dan menjelaskan bagaimana arus air dapat menghisap pasir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wadah atau bak berisi air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batu atau benda keras sebagai landasan pasir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stopwatch untuk mengukur waktu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Isi bak atau wadah dengan air.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan batu atau benda keras di dalam air sebagai landasan pasir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlahan-lahan tambahkan pasir di atas landasan, menciptakan bukit pasir yang landai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pindahkan air dengan hati-hati ke bagian atas bukit pasir menggunakan alat yang sesuai (misalnya, sendok).\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amati bagaimana pasir merespons aliran air yang diberikan dan apakah terjadi pasir hisap.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Catat waktu yang dibutuhkan untuk pasir hisap terjadi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan akan menunjukkan bagaimana pasir merespons aliran air dalam kurun waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan eksperimen di atas, dapat disimpulkan bahwa saat air dan pasir berada dalam satu aliran kuat, maka aliran tersebut mampu menggeser sampai mengangkut pasir.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Oncom<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oncom adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi biji-bijian seperti kedelai, jagung, atau beras. Proses fermentasi mengubah komposisi biji-bijian menjadi produk yang memiliki rasa dan aroma khas. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati dan menjelaskan proses pembuatan oncom melalui fermentasi beras.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beras<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapas steril<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wadah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kertas koran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rendam beras dalam air selama beberapa jam sampai sedikit lembek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiriskan beras dan biarkan dalam kondisi lembab di tempat yang terhindar dari cahaya langsung selama beberapa hari untuk memulai proses fermentasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bungkus beras yang telah dilembabkan dengan kapas steril dan tempatkan di dalam wadah fermentasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tutup wadah dengan kertas koran atau kain bersih, tetapi biarkan ada sedikit sirkulasi udara.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan beras berfermentasi selama beberapa hari hingga muncul perubahan warna dan aroma karakteristik oncom.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil percobaan akan menghasilkan oncom yang memiliki rasa dan aroma khas hasil dari proses fermentasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan percobaan tadi, dapat disimpulkan bahwa oncom dibuat melalui proses fermentasi biji-bijian seperti beras. Proses ini melibatkan mikroorganisme yang mengubah komposisi beras menjadi sumber makanan yang bisa diolah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>16. Contoh Teks Laporan Percobaan Reaksi Kimia Asam dan Basa<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui reaksi yang terjadi antara asam dan basa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tabung reaksi<\/li>\n<li>Rak tabung reaksi<\/li>\n<li>Pipet tetes<\/li>\n<li>Kertas lakmus merah dan biru<\/li>\n<li>Asam klorida (HCl)<\/li>\n<li>Natrium hidroksida (NaOH)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.<\/li>\n<li>Masukkan 2 ml asam klorida (HCl) ke dalam tabung reaksi.<\/li>\n<li>Tambahkan beberapa tetes indikator lakmus merah.<\/li>\n<li>Amati perubahan warna kertas lakmus.<\/li>\n<li>Tambahkan 2 ml natrium hidroksida (NaOH) ke dalam tabung reaksi yang sama.<\/li>\n<li>Amati kembali perubahan warna kertas lakmus.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Setelah penambahan HCl, kertas lakmus merah tidak berubah warna dan lakmus biru berubah menjadi merah.<\/li>\n<li>Setelah penambahan NaOH, larutan menjadi netral, dan kertas lakmus merah kembali menjadi biru.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reaksi antara asam dan basa menghasilkan larutan yang netral, yang ditunjukkan dengan kembalinya warna asli kertas lakmus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>17. <\/b><\/strong><strong><b>Contoh Teks <\/b><\/strong><strong><b>Laporan Percobaan Perubahan Wujud Zat<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui perubahan wujud zat dari padat ke cair dan dari cair ke gas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Es batu<\/li>\n<li>Kompor<\/li>\n<li>Panci<\/li>\n<li>Termometer<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Masukkan es batu ke dalam panci.<\/li>\n<li>Panaskan panci di atas kompor.<\/li>\n<li>Amati perubahan wujud es batu saat dipanaskan.<\/li>\n<li>Ukur suhu setiap 30 detik menggunakan termometer.<\/li>\n<li>Catat suhu saat es mulai mencair dan saat air mulai mendidih.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Es batu mulai mencair pada suhu 0\u00b0C.<\/li>\n<li>Air mendidih dan berubah menjadi uap pada suhu 100\u00b0C.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan wujud zat dari padat ke cair terjadi pada titik lebur, dan perubahan dari cair ke gas terjadi pada titik didih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>18. <\/b><\/strong><strong><b>Contoh Teks <\/b><\/strong><strong><b>Laporan Percobaan Fotosintesis pada Tumbuhan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui proses fotosintesis pada tumbuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Daun hijau<\/li>\n<li>Gelas ukur<\/li>\n<li>Alkohol<\/li>\n<li>Air<\/li>\n<li>Larutan iodin<\/li>\n<li>Pembakar spiritus<\/li>\n<li>Penjepit<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pilih daun hijau yang segar.<\/li>\n<li>Rebus daun dalam air panas selama 5 menit.<\/li>\n<li>Rendam daun dalam alkohol dan panaskan dalam air mendidih hingga warna hijau hilang.<\/li>\n<li>Bilas daun dengan air dingin.<\/li>\n<li>Celupkan daun dalam larutan iodin dan amati perubahan warna.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daun yang dicelupkan dalam larutan iodin berubah warna menjadi biru kehitaman, menunjukkan adanya pati hasil fotosintesis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fotosintesis menghasilkan pati yang dapat dideteksi dengan perubahan warna pada larutan iodin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">19. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Es Krim<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Es krim adalah jenis makanan yang paling disukai oleh anak-anak. Kebanyakan, es krim dibuat dari bahan yang banyak mengandung gula dan pewarna. Oleh karena itu, tidak jarang anak mengalami demam dan batuk karena sering mengkonsumsinya. Di percobaan kali ini, kita akan membuat es krim lezat dari bahan-bahan menyehatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>1 liter susu segar,<\/li>\n<li>200 g gula pasir,<\/li>\n<li>4 butir kuning telur ayam yang sudah dikocok,<\/li>\n<li>1 sendok makan vanilli,<\/li>\n<li>larutan tepung maizena.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Masukkan susu segar, gula pasir, dan air ke dalam panci, lalu masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih.<\/li>\n<li>Masukkan larutan tepung maizena dan vanilli ke dalam rebusan susu hingga merata.<\/li>\n<li>Setelah larutan mendidih, saring susu ke dalam wadah lain yang telah disiapkan.<\/li>\n<li>Kocok kuning telur, lalu aduk agar merata dengan sempurna<\/li>\n<li>Setelah merata, diamkan selama kurang lebih 10 menit.<\/li>\n<li>Adonan es krim siap dimasukkan ke dalam freezeer atau kulkas.<\/li>\n<li>Aduk kembali es krimnya setelah 15 menit dan lakukan itu sebanyak 3 kali agar benar-benar lembut dan halus.<\/li>\n<li>Masukkan ke dalam freezer kembali selama kurang lebih 8 jam sampai beku dan sempurna teksturnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Es krim ini rasanya tetap lezat dan lebih sehat karena tidak memakai pewarna ataupun gula buatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai makanan yang banyak disukai anak-anak, es krim bisa kita buat sendiri menggunakan bahan-bahan dan alat sederhana yang jauh lebih sehat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>20. <\/b><\/strong><\/span><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>Contoh Teks <\/b><\/strong><\/span><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>Laporan Percobaan Elektrolisis Larutan Garam<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui proses elektrolisis pada larutan garam (NaCl).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Sumber listrik (baterai)<\/li>\n<li>Kabel penghantar<\/li>\n<li>Dua elektroda<\/li>\n<li>Larutan garam (NaCl)<\/li>\n<li>Gelas kimia<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Isi gelas kimia dengan larutan garam.<\/li>\n<li>Hubungkan elektroda dengan sumber listrik menggunakan kabel penghantar.<\/li>\n<li>Masukkan elektroda ke dalam larutan garam.<\/li>\n<li>Nyalakan sumber listrik dan amati reaksi yang terjadi pada elektroda.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terjadi gelembung gas pada kedua elektroda, menunjukkan adanya reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen dan klorin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elektrolisis larutan garam menghasilkan gas hidrogen di katoda dan gas klorin di anoda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>21. Contoh Teks Laporan Percobaan Daya Hantar Listrik pada Bahan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui daya hantar listrik pada berbagai bahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan:<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Sumber listrik (baterai)<\/li>\n<li>Kabel penghantar<\/li>\n<li>Lampu indikator<\/li>\n<li>Bahan uji (tembaga, plastik, karet, air)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Hubungkan lampu indikator dengan sumber listrik menggunakan kabel penghantar.<\/li>\n<li>Tempelkan ujung kabel pada bahan uji.<\/li>\n<li>Amati apakah lampu menyala atau tidak.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tembaga: Lampu menyala terang.<\/li>\n<li>Plastik: Lampu tidak menyala.<\/li>\n<li>Karet: Lampu tidak menyala.<\/li>\n<li>Air: Lampu menyala redup.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tembaga adalah konduktor yang baik, sedangkan plastik dan karet adalah isolator. Air dapat menghantarkan listrik tetapi kurang efisien.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">22. Contoh Laporan Percobaan Membuat Tinta Tidak Terlihat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membuat tinta yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan Bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Lemon<\/li>\n<li>Air<\/li>\n<li>Sendok<\/li>\n<li>Mangkuk<\/li>\n<li>Kapas pentol<\/li>\n<li>Kertas putih<\/li>\n<li>Lampu bohlam<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-Langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Peras jus lemon ke dalam mangkuk dan tambahkan beberapa tetes air!<\/li>\n<li>Aduk air dan jus lemon dengan sendok!<\/li>\n<li>Celupkan cottonbud ke dalam campuran dan tulislah pesan di atas kertas putih!<\/li>\n<li>Tunggu jus tersebut kering hingga tidak terlihat!<\/li>\n<li>Untuk membaca pesan rahasia yang kamu tuliskan atau ingin memperlihatkannya ke orang lain, kamu dapat melakukan dengan memanaskan kertas yang dipegang dekat bola lampu!<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melalui langkah-langkah tadi, kamu telah mengetahui cara membuat tinta tidak terlihat. Kamu dapat menggunakan cara ini untuk menulis sesuatu yang sifatnya rahasia. Tinta yang tidak terlihat ini merupakan reaksi kimia. Jus lemon adalah senyawa organik yang dapat teroksidasi dan berubah warna menjadi cokelat ketika dipanaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengenceran jus lemon dalam air membuat tulisan sulit untuk dilihat ketika kamu menuliskan pesan di kertas. Dengan demikian, tidak seorang pun menyadari keberadaan tulisan itu sampai dengan dipanaskan dan pesan rahasia terungkap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>23. Contoh Teks Laporan Percobaan Kapilaritas pada Kertas<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengamati fenomena kapilaritas pada kertas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Gelas berisi air<\/li>\n<li>Pewarna makanan<\/li>\n<li>Kertas tisu<\/li>\n<li>Penggaris<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Campurkan beberapa tetes pewarna makanan ke dalam gelas berisi air.<\/li>\n<li>Potong kertas tisu menjadi strip-strip dengan lebar sekitar 2 cm dan panjang 10 cm.<\/li>\n<li>Celupkan salah satu ujung kertas tisu ke dalam air berwarna.<\/li>\n<li>Amati pergerakan air melalui kertas tisu selama beberapa menit.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Air berwarna naik melalui kertas tisu karena kapilaritas, dan mencapai ujung atas kertas dalam waktu beberapa menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fenomena kapilaritas terjadi karena gaya adhesi antara molekul air dan serat kertas tisu yang lebih kuat daripada gaya kohesi antar molekul air.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>24. Contoh Teks Laporan Percobaan Pembentukan Kristal Garam<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui proses pembentukan kristal garam dari larutan jenuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Garam dapur (NaCl)<\/li>\n<li>Air panas<\/li>\n<li>Gelas kimia<\/li>\n<li>Benang<\/li>\n<li>Tusuk gigi<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Larutkan garam dapur dalam air panas hingga terbentuk larutan jenuh.<\/li>\n<li>Tuangkan larutan jenuh ke dalam gelas kimia.<\/li>\n<li>Gantungkan benang pada tusuk gigi dan letakkan di atas gelas sehingga benang terendam dalam larutan.<\/li>\n<li>Diamkan larutan selama beberapa hari dan amati pertumbuhan kristal pada benang.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kristal garam mulai terbentuk pada benang setelah beberapa hari, dan kristal-kristal tersebut semakin besar seiring waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kristal garam terbentuk melalui proses penguapan air, yang menyebabkan larutan menjadi supersaturasi dan garam mulai mengendap sebagai kristal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>25. Contoh Teks Laporan Percobaan Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kecambah<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Biji kacang hijau<\/li>\n<li>Kapas<\/li>\n<li>Air<\/li>\n<li>Dua wadah<\/li>\n<li>Tempat terang dan tempat gelap<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Basahi kapas dan letakkan di dalam dua wadah.<\/li>\n<li>Letakkan biji kacang hijau di atas kapas pada kedua wadah.<\/li>\n<li>Tempatkan satu wadah di tempat terang dan satu wadah di tempat gelap.<\/li>\n<li>Siram biji kacang hijau secara teratur dan amati pertumbuhan kecambah selama satu minggu.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecambah di tempat terang tumbuh lebih cepat dan lebih hijau dibandingkan kecambah di tempat gelap, yang tumbuh lebih panjang tetapi pucat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kecambah, dengan cahaya yang cukup mendukung fotosintesis dan pertumbuhan yang sehat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>26. Contoh Teks Laporan Percobaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membedakan reaksi eksoterm dan endoterm melalui perubahan suhu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Gelas kimia<\/li>\n<li>Termometer<\/li>\n<li>Amonium nitrat (NH4NO3)<\/li>\n<li>Kalsium klorida (CaCl2)<\/li>\n<li>Air<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Isi dua gelas kimia dengan air.<\/li>\n<li>Larutkan amonium nitrat dalam gelas pertama dan ukur suhu awal dan setelah pelarutan.<\/li>\n<li>Larutkan kalsium klorida dalam gelas kedua dan ukur suhu awal dan setelah pelarutan.<\/li>\n<li>Catat perubahan suhu yang terjadi pada kedua gelas.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Amonium nitrat menyebabkan penurunan suhu, menunjukkan reaksi endoterm.<\/li>\n<li>Kalsium klorida menyebabkan peningkatan suhu, menunjukkan reaksi eksoterm.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reaksi endoterm menyerap energi dari lingkungan, menyebabkan penurunan suhu, sedangkan reaksi eksoterm melepaskan energi, menyebabkan peningkatan suhu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>27. Contoh Teks Laporan Percobaan Pengaruh pH terhadap Enzim Amilase<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Larutan amilase<\/li>\n<li>Larutan pati<\/li>\n<li>Buffer pH 4, 7, dan 10<\/li>\n<li>Tabung reaksi<\/li>\n<li>Pipet<\/li>\n<li>Water bath<\/li>\n<li>Larutan iodin<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Siapkan tiga tabung reaksi dan tambahkan buffer pH 4, 7, dan 10 masing-masing ke dalam tabung.<\/li>\n<li>Tambahkan larutan pati ke setiap tabung.<\/li>\n<li>Tambahkan larutan amilase ke setiap tabung dan inkubasi dalam water bath pada suhu 37\u00b0C selama 10 menit.<\/li>\n<li>Tambahkan larutan iodin ke setiap tabung dan amati perubahan warna.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tabung dengan pH 7 menunjukkan perubahan warna paling sedikit, menunjukkan aktivitas enzim amilase optimal.<\/li>\n<li>Tabung dengan pH 4 dan pH 10 menunjukkan perubahan warna yang signifikan, menunjukkan aktivitas enzim yang berkurang.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aktivitas enzim amilase paling optimal pada pH netral (pH 7) dan berkurang pada pH asam (pH 4) dan basa (pH 10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>28. Contoh Teks Laporan Percobaan <\/b><\/strong><strong><b>Membuat Sabut dari Minyak Sayur<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sabun adalah produk kimia yang digunakan untuk membersihkan dan menghilangkan kotoran dari permukaan benda. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat sabun cair sederhana menggunakan bahan-bahan yang umum dan mudah ditemukan, serta untuk memahami reaksi kimia yang terlibat dalam proses pembuatan sabun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan Bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Minyak sayur<\/li>\n<li>Larutan alkali (natrium hidrosikda, NaOH)<\/li>\n<li>Air<\/li>\n<li>Pewarna makanan<\/li>\n<li>Minyak esensial<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Siapkan sarung tangan dan kacamata pelindung.<\/li>\n<li>Campurkan larutan alkali (NaOH) ke dalam air.<\/li>\n<li>Panaskan minyak sayur dalam wadah tahan panas hingga mencapai suhu 40-50\u00b0C.<\/li>\n<li>Tuangkan larutan alkali yang telah dicampur air ke dalam minyak sayur. Aduk sampai berbentuk adonan.<\/li>\n<li>Terus aduk campuran tersebut hingga campuran mengental dan membentuk tekstur seperti pudding.<\/li>\n<li>Tambahkan pewarna makanan dan minyak esensial untuk memberikan warna dan aroma pada sabun.<\/li>\n<li>Setelah campuran mengental, tuangkan sabun cair ke dalam wadah atau botol penyimpanan.<\/li>\n<li>Biarkan sabun cair mengeras dan dingin sebelum digunakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil Percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Percobaan ini menghasilkan sabun yang terbentuk melalui reaksi kimia antara minyak sayur dan larutan alkali (NaOH). Reaksi antar dua bahan tadi menghasilkan senyawa yang disebut sebagai natrium oleat atau natrium sabun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eksperimen di atas menunjukkan bahwa sabun cair dapat dibuat melalui reaksi kimia antara minyak sayur dan larutan alkali. Pembuatan sabun melibatkan tahapan pengadukan dan pencampuran yang diperlukan untuk mendapatkan campuran sabun cair yang stabil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>29. Contoh Teks Laporan Percobaan Menguji Kandungan Boraks<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Boraks merupakan kandungan garam natrium karbonat dekahidrat (Na2B4O7.10H2O) yang sering digunakan dalam bahan industri non pangan seperti industri kertas, gelas, pengawet kayu, antiseptik dan masih banyak lagi. Boraks termasuk bahan beracun dan sangat berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Alat dan bahan<\/b><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pipet tetes<\/li>\n<li>Air kunyit<\/li>\n<li>Mie<\/li>\n<li>Pisau<\/li>\n<li>Sampel bakso<\/li>\n<li>Kerupuk<\/li>\n<li>Boraks<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Langkah-langkah<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bakso dilumatkan lalu di angin-anginkan sebentar.<\/li>\n<li>Tetesi bakso dengan air kunyit.<\/li>\n<li>Tunggu beberapa saat, kurang lebih 5 menit.<\/li>\n<li>Amatilah perubahan warnanya.<\/li>\n<li>Lakukan juga cara yang sama terhadap makanan yang diduga mengandung boraks.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Hasil percobaan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan makanan jika ditetesi dengan air kunyit akan mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan itu menandakan bahan makanan tersebut mengandung boraks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Kesimpulan<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan makanan jika ditetesi dengan air kunyit akan mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan itu menandakan bahan makanan tersebut mengandung boraks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanan akan berubah menjadi merah kecoklatan jika ditetesi air kunyit karena kunyit mengandung kurkumin, sedangkan boraks mempunyai sifat basa yang efeknya jika boraks kita campur dengan kurkumin maka akan menghasilkan senyawa baru yang biasa disebut dengan boro kurkumin yang mempunyai warna merah kecokelatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>30. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Taplak Meja<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Taplak meja biasa dipakai untuk menghias meja dan sangat banyak tersedia di toko-toko dengan harga yang bisa dibilang lumayan. Namun, pernahkah kalian terpikirkan untuk membuat taplak meja sendiri ? Kamu sebenarnya bisa membuat taplak meja sendiri dengan biaya yang relatif lebih murah. Tujuan dari pembuatan taplak meja ini agar kita dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang berada di sekitar kita, sehingga lebih bernilai dan bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alat dan bahan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kain perca 2 meter<\/li>\n<li>Jarum dan benang<\/li>\n<li>Pensil, gunting, dan kertas<\/li>\n<li>Jangka<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah-langkah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Buatlah sketsa gambar terlebih dahulu di kertas dengan menggunakan jangka dengan diameter 8 cm, kemudian gunting sesuai pola jangka tersebut.<\/li>\n<li>Tempelkan di kain perca, lalu jiplak polanya dan gunting kain percanya, ulangi sampai 60 bulatan.<\/li>\n<li>Jahit pinggirnya lalu tarik kemudian di tali, ulangi sampai 60 bulatan.<\/li>\n<li>Langkah selanjutnya, rangkaikan bulatan satu dengan bulatan yang lainnya dan kemudian bentuk pola seperti taplak meja.<\/li>\n<li>Setelah membentuk sebuah pola yang kamu inginkan, jahit bulatan satu dengan yang lainnya.<\/li>\n<li>Setelah selesai membentuk taplak meja, kamu bisa merapikan jahitannya agar terlihat lebih indah.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil percobaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadilah taplak meja dengan kreasi tangan kamu sendiri. Sekarang kamu dapat meletakkan taplak meja tersebut di meja ruang makan atau bisa juga meja ruang tamu. Kamu dapat mengembangnya menjadi sebuah peluang usaha yang menguntungkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membuat taplak meja tidaklah begitu sulit, tetapi kamu juga harus telaten dan ulet dalam proses pengerjaannya, sehingga keterampilan yang kamu miliki akan terus terasah dan berkembang, sekaligus kamu dapat menghemat biaya dan bisa menambah keuntungan jika kamu memanfaatkannya sebagai peluang usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana? Sudah nggak bingung lagi kan? Kalau masih ada pertanyaan seputar contoh teks laporan percobaan, kamu bisa ikut kelas gratis di <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><b>Brain Academy<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Sudah ada ratusan cabang Brain Academy di Indonesia atau kamu bisa belajar bareng Master Teacher secara online. Lagi banyak diskon nih, buruan daftar!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas contoh-contoh teks laporan percobaan beserta strukturnya. Yuk, kita lihat! &#8212; Hayo, hayo, udah paham belum apa yang dimaksud dengan teks laporan percobaan? Jangan sampai tertukar dengan teks laporan observasi atau teks prosedur ya, karena keduanya memiliki perbedaan. Di artikel sebelumnya, kita sudah belajar bareng Kak Laras mengenai definisi, struktur, ciri, sampai kaidah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2639,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1751851718:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Yuk, lihat beberapa contoh teks laporan percobaan singkat berbagai macam tema berikut ini. Simak juga penjelasan struktur, serta pengertiannya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png"],"_wp_old_date":["2023-09-18","2024-07-17"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-2639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas contoh-contoh teks laporan percobaan beserta strukturnya. Yuk, kita lihat! &#8212; Hayo, hayo, udah paham belum apa yang dimaksud dengan teks laporan percobaan? Jangan sampai tertukar dengan teks laporan observasi atau teks prosedur ya, karena keduanya memiliki perbedaan. Di artikel sebelumnya, kita sudah belajar bareng Kak Laras mengenai definisi, struktur, ciri, sampai kaidah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-04T04:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-07T01:30:38+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"26 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan\",\"name\":\"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png\",\"datePublished\":\"2025-07-04T04:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T01:30:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Artikel ini membahas contoh-contoh teks laporan percobaan beserta strukturnya. Yuk, kita lihat! &#8212; Hayo, hayo, udah paham belum apa yang dimaksud dengan teks laporan percobaan? Jangan sampai tertukar dengan teks laporan observasi atau teks prosedur ya, karena keduanya memiliki perbedaan. Di artikel sebelumnya, kita sudah belajar bareng Kak Laras mengenai definisi, struktur, ciri, sampai kaidah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-04T04:00:03+00:00","article_modified_time":"2025-07-07T01:30:38+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"26 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan","name":"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png","datePublished":"2025-07-04T04:00:03+00:00","dateModified":"2025-07-07T01:30:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2e1831ad-886f-4dcb-8513-a2c869a146b9.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-laporan-percobaan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"30 Contoh Teks Laporan Percobaan Singkat beserta Strukturnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2639"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3841,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2639\/revisions\/3841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}