{"id":262,"date":"2025-08-07T09:00:00","date_gmt":"2025-08-07T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=262"},"modified":"2025-08-07T11:05:52","modified_gmt":"2025-08-07T04:05:52","slug":"teks-eksplanasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi","title":{"rendered":"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg\" alt=\"Teks Eksplanasi\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Untuk memahami apa yang dimaksud dengan teks eksplanasi, kita bisa pelajari setiap detailnya, mulai dari ciri-ciri, struktur, contoh, dan cara membuatnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Selamat siang pemirsa. Sekarang saya berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Seperti yang terlihat di belakang saya, perkebunan penduduk mengalami imbas dari kebakaran hutan. Terlihat asap yang mengepul di udara dan menganggu aktivitas warga,&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernahkah kamu menonton atau membaca berita tentang bencana alam? Biasanya, terdapat penjelasan mengenai proses terjadinya peristiwa tersebut. Nah, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada sebuah teks yang dibuat untuk menjelaskan sebab akibat sebuah peristiwa. Teks ini dinamakan <strong>teks eksplanasi<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.<\/span> Fenomena alam yang dimaksud bisa berupa tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan, proses terbentuknya pelangi, dan sebagainya. Sedangkan fenomena sosial yang dapat dijelaskan oleh teks eksplanasi antara lain; aksi demonstrasi, tawuran, <strong><a href=\"\/blog\/perang-tersingkat-dalam-sejarah-peradaban-manusia\" rel=\"noopener\">peperangan<\/a><\/strong>, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Teks eksplanasi bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">secara jelas kepada pembaca<\/span>. Itulah mengapa, di dalam teks eksplanasi harus <span style=\"font-weight: bold;\">memuat proses, sebab, dan akibat suatu kejadian<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada empat ciri-ciri teks eksplanasi, yaitu Faktual, Keilmuan, Informatif, dan Pembahasan yang Bersifat Umum. Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Faktual<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, teks eksplanasi memuat informasi yang nyata dan benar adanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Bersifat Keilmuan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks eksplanasi membahas fenomena yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Misalnya, gempa bumi dikaitkan dengan ilmu <strong><a href=\"\/blog\/latihan-soal-utbk-soshum-geografi\" rel=\"noopener\">Geografi<\/a><\/strong>. Atau aksi demonstrasi yang dibahas dari sudut pandang ilmu <strong><a href=\"\/blog\/latihan-soal-soshum-utbk-2022-sosiologi\" rel=\"noopener\">Sosiologi<\/a><\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Informatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan informasi\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">tanpa mempengaruhi pembaca<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. Ingat ya, teks eksplanasi hanya menjelaskan proses terjadinya suatu kejadian, bukan untuk membujuk siapapun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Membahas hal-hal yang bersifat umum<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks eksplanasi menjelaskan peristiwa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga:<a href=\"\/blog\/soal-tes-skolastik-literasi-bahasa-indonesia\" rel=\"noopener\"> Contoh Soal &amp; Pembahasan Tes Skolastik SNBT Literasi Bahasa Indonesia<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Psst, udah tau belum kalau di\u00a0<strong>Aplikasi belajar Ruangguru<\/strong>, ada<strong>\u00a0fitur Drill Soal<\/strong>? Aplikasi ini berisi\u00a0<strong>kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya<\/strong>, loh. Pas banget buat kamu mempersiapkan ujian. Langsung aja\u00a0<strong>cobain dengan klik banner<\/strong>\u00a0di bawah ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/drillsoalgeneralBA\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/63046608-1a3b-4381-a4df-4521a254ff09.png\" alt=\"Drill Soal\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pola Pengembangan Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada 2 pola pengembangan dalam\u00a0membuat teks eksplanasi. Pertama, <span style=\"font-weight: bold;\">pola pengembangan proses<\/span>. Kedua, <span style=\"font-weight: bold;\">pola pengembangan sebab akibat<\/span>. Apa perbedaannya? Simak penjelasan dan contohnya di bawah ini:<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Proses<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks eksplanasi dengan pola pengembangan proses disusun berdasarkan <span style=\"font-weight: bold;\">kronologi atau sesuai urutan waktu<\/span> saat peristiwa terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;<span style=\"font-weight: bold;\">Pada Juli 1826<\/span>, Belanda mengulangi serangannya ke Daksa lagi. Oleh Pangeran Diponegoro, Daksa telah dikosongkan terlebih dahulu. <span style=\"font-weight: bold;\">Sewaktu tentara Belanda kembali dari Daksa untuk menuju ke Yogyakarta<\/span>, dengan tiba-tiba, dihadang dan dibinasakan oleh pasukan pangeran Diponegoro dari tempat persembunyiannya. Setelah mendapat kemenangan itu, pasukan Pangeran Diponegoro dengan secepat kilat menghilang dari Daksa. <span style=\"font-weight: bold;\">Beberapa bulan setelahnya<\/span>, atas anjuran Kyai Mojo, Pangeran Diponegoro mengadakan penyerangan besar ke Surakarta. <span style=\"font-weight: bold;\">Di bulan Oktober 1926<\/span>, pasukan Diponegoro menyerang Belanda di Gawok dan memperoleh kemenangan yang gemilang.&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata yang dicetak tebal pada teks eksplanasi di atas menandakan urutan peristiwa tersebut terjadi. Gimana, teman-teman? Apakah kalian sudah paham?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks eksplanasi dengan pola pengembangan sebab akibat memposisikan <span style=\"font-weight: bold;\">sebab\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">sebagai<\/span>\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">gagasan utama<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, dan\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">akibat<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\"> sebagai<\/span>\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">rincian pengembangan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, atau sebaliknya. <\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh:<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">&#8220;Hujan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. <span style=\"font-weight: bold;\">Hujan umumnya diawali oleh proses penguapan air laut karena panas matahari<\/span>. Panas matahari menyebabkan air menguap ke udara, baik itu air laut, air sungai, air danau, juga air dari kandungan makhluk hidup lainnya. Proses yang selanjutnya terjadi yaitu kondensasi atau pemadatan uap air dan menjadi sebuah embun.&#8221;<\/span><\/span><\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Dari paragraf di atas, kita dapat memahami bahwa panas matahari merupakan penyebab terjadinya hujan, atau bisa dikatakan hujan merupakan akibat dari proses penguapan air laut. Perhatikan kalimat yang dicetak tebal ya!<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan teks eksplanasi adalah<\/strong> untuk <strong>menjelaskan atau memaparkan proses terjadinya suatu peristiwa, fenomena, atau kejadian<\/strong>, baik yang terjadi di alam maupun dalam kehidupan sosial, secara logis dan sistematis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan Utama Teks Eksplanasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Memberi pemahaman<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks eksplanasi bertujuan untuk membantu pembaca atau pendengar memahami bagaimana dan mengapa suatu peristiwa atau fenomena bisa terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Menyampaikan informasi faktual<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi dalam teks eksplanasi berdasarkan fakta, bukan opini, agar pembaca mendapatkan pengetahuan yang valid dan ilmiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Menjawab pertanyaan &#8220;mengapa&#8221; dan &#8220;bagaimana&#8221;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks ini menjelaskan penyebab (mengapa) dan proses (bagaimana) suatu hal terjadi secara runtut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Kaidah kebahasaan adalah pedoman atau aturan kebahasaan untuk membuat suatu teks. Seperti teks lainnya, <span style=\"font-weight: bold;\">teks eksplanasi juga mengandung beberapa kaidah yang terdiri dari konjungsi, pronomina penunjuk, kata pasif, kata denotatif, dan yang terakhir kata teknis<\/span>.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Konjungsi (Kata Sambung)<\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Konjungsi Kausalitas<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi kausalitas adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa atau lebih untuk menjelaskan sebab akibat. Contoh konjungsi kausalitas, yaitu: <strong style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\"><em>karena<\/em>,\u00a0<em>akibat<\/em>,\u00a0<em>oleh sebab itu<\/em>, <\/strong><span style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\">dan <\/span><strong style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\"><em>oleh karena itu<\/em>.\u00a0<\/strong><span style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\">Misalnya, pada kalimat &#8220;<\/span><em style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\">Hujan terjadi karena proses penguapan air laut,&#8221;<\/em><span style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\">.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><strong>b. Konjungsi Kronologis<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi kronologis adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa atau lebih untuk menjelaskan urutan waktu kejadian. Contoh konjungsi kronologis, yaitu: <em><strong>kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya,\u00a0<\/strong><\/em>dan <em><strong>sebelumnya<\/strong>.\u00a0<\/em>Misalnya, pada kalimat &#8220;<em>Setelah mendapat kemenangan itu, pasukan Pangeran Diponegoro dengan secepat kilat menghilang dari Daksa.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pronomina Penunjuk<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pronomina penunjuk adalah kata yang digunakan untuk menggantikan penyebutan benda. Contoh pronomina penunjuk yang biasa digunakan dalam teks eksplanasi, antara lain: <em><span style=\"font-weight: bold;\">ini, itu,<\/span>\u00a0<\/em>dan\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\"><em>tersebut<\/em><\/span><span style=\"font-weight: normal;\"><em>.\u00a0<\/em>Misalnya, pada kalimat &#8220;<em>Tawuran pelajar menjadi fenomena yang sering muncul di ibukota. Penyimpangan sosial tersebut biasanya dilakukan selepas pulang sekolah<\/em>.&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">Kata\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">tersebut<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"> digunakan untuk menjelaskan nomina di depannya, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">tawuran pelajar<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kata Pasif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kata pasif diawali dengan imbuhan\u00a0<em>di-<\/em> atau\u00a0<em>ter-<\/em>. Contohnya pada kalimat &#8220;<em><span style=\"font-weight: bold;\">Para buruh yang tergabung dalam organisasi Ikatan Buruh Indonesia menyampaikan aspirasi mereka di depan Istana Presiden<\/span><\/em>.&#8221; Kata\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">tergabung<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"> merupakan bentuk kata kerja pasif.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-teks-deskripsi-beserta-ciri-dan-struktur\" rel=\"noopener\">Pahami Pengertian Teks Deskripsi Beserta Ciri-ciri dan Strukturnya, Yuk!<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Kata Denotatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kata denotatif adalah kata yang memiliki makna sebenarnya. Wah, maksudnya gimana, sih? Eits, jangan bingung. <span style=\"font-weight: bold;\">Kata denotatif adalah kata yang sesuai dengan observasi berdasarkan penglihatan, penciuman, pendengaran, atau pengalaman<\/span>.\u00a0<span style=\"font-weight: normal;\">Jadi, kata denotatif bersifat faktual dan objektif.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kata Teknis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kata teknis adalah kata atau gabungan kata yang mengungkapkan konsep, proses, keadaan, atau sifat dalam bidang tertentu. Singkatnya,\u00a0 kata teknis dapat disebut sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">istilah<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. Contohnya nih, kamu sedang membaca teks eksplanasi mengenai kebakaran hutan. Kamu menemukan <span style=\"font-weight: normal;\">istilah<em>\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">firespot<\/span><\/em><span style=\"font-weight: normal;\">, yang berarti titik awal penyebaran api.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Ciri%2c%20Struktur%2c%20Kaidah%20Kebahasaan%2c%20Pola%20Pengembangan%20Teks%20Eksplanasi.jpg\" alt=\"Cara Membuat Teks Eksplanasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mengetahui ciri-ciri, pola pengembangan, dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi, sekarang kita berlatih membuat teks eksplanasi sendiri, yuk. Sebelum membuat teks eksplanasi, kita harus mengetahui strukturnya terlebih dahulu. Ada <span style=\"font-weight: bold;\">Identifikasi Fenomena<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Penggambaran Rangkaian Kejadian<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, dan\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Ulasan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Identifikasi Fenomena<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adalah gambaran awal tentang fenomena yang disampaikan. Di tahap ini, kamu bisa memilih topik yang ingin kamu bahas. Misalnya, <span style=\"font-weight: bold;\">kebakaran hutan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. Pada tahap identifikasi fenomena, kamu akan menjelaskan definisi tentang apa itu kebakaran hutan dan dampaknya. Definisi ini kamu letakkan di paragraf pertama, ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Penggambaran Rangkaian Kejadian<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur yang kedua memuat proses terjadinya fenomena tersebut. Kamu bisa menjelaskan penyebab atau tahapan-tahapan bagaimana kebakaran hutan itu berlangsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Ulasan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur teks eksplanasi yang terakhir yaitu ulasan. Berisi komentar atau penilaian penulis mengenai dampak fenomena yang dibahas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/cara-memahami-kalimat-efektif\" rel=\"noopener\">Pengertian, Ciri, dan Cara Membuat Kalimat Efektif<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, supaya lebih memahami penyusunan teks eksplanasi, berikut <span style=\"font-weight: bold;\">contoh teks eksplanasi<\/span> beserta strukturnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: center;\">Kebakaran Hutan<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Identifikasi Fenomena<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\">Kebakaran Hutan adalah kondisi saat hutan dilanda api dalam intensitas yang besar, sehingga mengakibatkan kerusakan sebagian atau keseluruhan hasil hutan. Kebakaran hutan juga berdampak terhadap pencemaran udara di sekitar rumah penduduk.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\">Penggambaran Rangkaian Kejadian<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\">Kebakaran Hutan dapat disebabkan oleh ulah manusia dan alam. Ulah manusia yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan antara lain; membuang puntung rokok sembarangan, membakar hutan secara sengaja, atau lupa mematikan api unggun. Selain itu, musim kemarau yang berkepanjangan turut menjadi faktor terjadinya bencana ini. Daun atau ranting pohon yang bergesekan dapat menimbulkan api yang menyebar dengan luas.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Ulasan<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\">Hutan merupakan sumber daya alam yang harus kita jaga. Sebagai makhluk hidup yang memiliki akal, alangkah baiknya kita berpartisipasi dalam melestarikan hutan. Dimulai dari membuang puntung rokok di tempat sampah dan mematikan api unggun sebelum meninggalkan hutan.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Membuat Teks Eksplanasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana sih cara membuat teks eksplanasi yang baik dan benar? Yuk, simak daftarnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Menentukan Topik atau Fenomena<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama adalah memilih topik atau fenomena yang ingin dijelaskan. Topik bisa berupa fenomena alam, sosial, budaya, atau ilmiah yang menarik dan bisa dianalisis secara logis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh topik:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Proses terjadinya hujan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Penyebab banjir<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Proses fotosintesis<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dampak pemanasan global<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mencari dan Mengumpulkan Informasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kumpulkan informasi yang akurat dan relevan dari berbagai sumber tepercaya seperti buku, artikel ilmiah, atau situs edukasi. Informasi ini harus berdasarkan fakta, bukan opini pribadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Menyusun Kerangka Teks<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buat kerangka teks berdasarkan struktur teks eksplanasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Menulis Teks Sesuai Struktur<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembangkan kerangka menjadi paragraf-paragraf yang jelas dan padu. Pastikan setiap bagian saling terhubung dan mendukung topik utama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Menggunakan Bahasa yang Jelas dan Ilmiah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan bahasa baku, jelas, dan informatif. Hindari bahasa figuratif atau opini pribadi. Fokus pada penjelasan logis dan ilmiah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Merevisi dan Menyunting<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah selesai menulis, baca kembali teksmu. Periksa apakah alur penjelasannya runtut, bahasanya sudah tepat, dan tidak ada kesalahan ejaan atau tata bahasa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Itu tadi pembahasan mengenai <span style=\"font-weight: bold;\">struktur<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">teks eksplanasi, contoh, dan beberapa hal yang perlu kamu pahami agar bisa membuatnya<\/span>. Kalau belum mengerti, kamu bisa belajar bareng STAR Master Teacher di Brain Academy. Bisa coba gratis dulu, lho. Asyik, &#8216;kan? Klik <em>banner\u00a0<\/em><span style=\"font-weight: normal;\">di bawah ini ya. Dadah~<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=+6281574410000&amp;text=Mau%20informasi%20promo%20dan%20paket%20belajar%20Brain%20Academy%20Online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Kebakaran Hutan [Daring]. Tautan: http:\/\/ppid.menlhk.go.id\/berita\/berita-foto\/787\/hujan-datang-pencegahan-kebakaran-hutan-dan-lahan-tetap-dilakukan<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Teks Eksplanasi Kebakaran Hutan [Daring]. Tautan: https:\/\/www.materibindo.com\/2019\/03\/contoh-teks-eksplanasi-kebakaran-hutan-dan-strukturnya.html<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">(diakses 31 Maret 2022)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":262,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg"],"_edit_lock":["1754539467:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan terjadinya suatu fenomena. Berikut contoh, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaan yang terkandung di dalamnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2023-01-25","2024-01-15","2024-08-20"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-07T04:05:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi\",\"name\":\"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-07T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-07T04:05:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-07T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-08-07T04:05:52+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi","name":"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg","datePublished":"2025-08-07T02:00:00+00:00","dateModified":"2025-08-07T04:05:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20-%20Teks%20Eksplanasi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-eksplanasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=262"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5722,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262\/revisions\/5722"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}