{"id":250,"date":"2026-01-13T13:00:14","date_gmt":"2026-01-13T06:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=250"},"modified":"2026-01-14T10:48:20","modified_gmt":"2026-01-14T03:48:20","slug":"teks-negosiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi","title":{"rendered":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg\" alt=\"Pojok Sekolah - Teks Negosiasi\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Artikel ini akan membahas pengertian, tujuan, unsur, ciri, serta kaidah kebahasaan teks negosiasi.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kamu sadari,\u00a0 kita tidak lepas dari kegiatan bernegosiasi. Misalnya ketika kamu mengantarkan Ibumu ke pasar. Tentunya, Ibumu pasti akan mengajukan penawaran sebelum membeli suatu barang. Hal itu dilakukan agar mendapatkan harga yang lebih murah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, negosiasi ini bisa dilakukan di mana pun sesuai kepentingan. Misalnya di pasar, sekolah, toko, instansi pemerintahan dan lainnya. Hmm, Jadi, apa sih yang dimaksud negosiasi?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terdapat dua pengertian negosiasi, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Negosiasi adalah proses tawar menawar untuk mencapai kesepakatan bersama, antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dengan pihak yang lain.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Negosiasi adalah penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak yang bersengketa.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah dari dua pengertian tersebut bisa disimpulkan nih bahwa, <strong>teks negosiasi adalah sebuah teks yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan teks negosiasi adalah <strong>memperoleh kesepakatan untuk mencapai hasil terbaik dan keuntungan bersam<\/strong>a. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui kesamaan persepsi, mempersatukan perbedaan pendapat antara pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda, dan mendapatkan kondisi penyelesaian atau solusi dari masalah yang dihadapi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Unsur Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam teks negosiasi terdapat unsur-unsur pembangun yang dapat kamu gunakan untuk memastikan teks tersebut merupakan sebuah teks negosiasi. Kira-kira apa saja ya?<\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Partisipan (pihak yang terlibat dalam negosiasi)<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Perbedaan kepentingan antara dua belah pihak<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Terjadi pengajuan dan penawaran<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Menghasilkan persetujuan dan kesepakatan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/teks-eksplanasi\" rel=\"noopener\">Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Negosiasi dikatakan berhasil jika sampai pada tahap kesepakatan. Adapun faktor-faktor penentu keberhasilan negosiasi antara lain:<\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Kesediaan semua pihak untuk berkompromi dengan pihak lain<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Tidak ada pihak yang dirugikan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Memiliki alasan yang dapat memengaruhi pihak lain<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #434856;\">Kesepakatan yang dicapai bersifat praktis atau dapat dilakukan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk membuat sebuah teks negosiasi kamu perlu mengetahui strukturnya terlebih dahulu. Secara umum, <span style=\"font-weight: bold;\">struktur negosiasi terdiri dari orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan<\/span>. Tahapan dari struktur ini harus ditulis secara berurutan agar dapat dipahami dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/struktur-teks-negosiasi.jpg\" alt=\"struktur-teks-negosiasi\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Orientasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian orientasi berisi pembukaan atau awalan sebuah negosiasi. Biasanya berupa kata salam, sapa, dan sebagainya.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pengajuan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bagian ini berisi permintaan dari salah satu pihak mengenai permasalahan yang dihadapi dan ingin diselesaikan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Penawaran<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap penawaran berisi proses tawar menawar antara pihak satu dengan pihak yang lain untuk mencapai sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Persetujuan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tawar menawar sudah dilakukan, maka tahap selanjutnya kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak. Bagian persetujuan merupakan titik temu dari penawaran dan pengajuan yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga:\u00a0<a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-teks-deskripsi-beserta-ciri-dan-struktur\" rel=\"noopener\">Pahami Pengertian Teks Deskripsi Beserta Ciri-ciri dan Strukturnya, Yuk!<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong><b>Jenis-Jenis Teks Negosiasi<\/b><\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Teks negosiasi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu teks negosiasi lisan, gabungan, dan tulisan. Ini penjelasannya.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>1. Teks Negosiasi Lisan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Jenis teks negosiasi lisan adalah teks yang dikemas dalam bentuk dialog. Contoh teksnya seperti dialog penawaran atau kesepakatan antara dua belah pihak atau percakapan sehari-hari.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>2. Teks Negosiasi Gabungan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Teks negosiasi gabungan adalah teks yang disajikan dalam bentuk gabungan antara narasi dan dialog. Contoh teks ini bisa dengan mudah kamu temukan dalam cerpen atau cerita pendek yang di dalamnya terdapat negosiasi antartokoh.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>3. Teks Negosiasi Tulisan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em><i>Last but not least<\/i><\/em>, teks negosiasi tulisan adalah teks berbentuk tulisan yang bisa berupa surat penawaran barang, surat permintaan barang, atau surat penawaran kerjasama. Ketiga surat ini juga termasuk ke dalam surat niaga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Berdasarkan struktur yang sudah kamu pelajari, sekarang <em>yuk<\/em> perhatikan contoh teks negosiasi di bawah ini dan tentukan strukturnya di kolom komentar ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold; font-size: 16px;\">Negosiasi di Lingkungan Sekolah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Robi tidak langsung pulang ke rumahnya seperti anak-anak yang lain. Ia memesan ojek di pangkalan ojek untuk pergi menuju tempat lesnya dan belajar di sana sampai maghrib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Robi : Hai, Bang! Bisa anterin saya <em>nggak<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Abang Ojek : Hai, Robi! Mau ke tempat les?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Robi : Iya, Bang, tempatnya di Cadika. Ongkosnya berapa kalo dari sini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Abang Ojek : Rp20.000, Dek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Robi : Wah, kok lebih mahal, Bang? Biasanya Rp12.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Abang Ojek : Iya nih, harga bensin lagi naik, Dek. Ke tempat les kan lokasinya lumayan jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Robi : Aduh, tapi uang saya nggak banyak, Bang. Saya tambahin jadi Rp15.000 gimana?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Abang Ojek : Tambah Rp3.000 lagi, jadi Rp18.000 deh. Langsung gas, <em>nih<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Robi : Oke deh Bang, yuk!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Abang Ojek : Gas! Berangkaaat\u2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi\" rel=\"noopener\">Contoh Teks Negosiasi di Berbagai Situasi Sehari-hari<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap teks memiliki kaidah kebahasaan yang menjadi ciri khas dari teks itu sendiri. Pada teks negosiasi, terdapat kaidah kebahasaan yang digunakan, apa saja ya?<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">1. Kalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Terdapat 6 kategori kalimat yang bisa kamu temukan dalam teks negosiasi, yaitu kalimat deklaratif, kalimat interogatif, kalimat imperatif, kalimat harapan, kalimat bersyarat dan kalimat persuasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\">2. Kalimat Deklaratif\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kalimat deklaratif adalah sebuah kalimat yang berisi pernyataan. Kalimat deklaratif disebut juga sebagai kalimat berita. Contoh: <em>\u201cDi tempat lain, harganya bisa lebih mahal, Pak. Ini sudah paling murah. Jadi, Bapak tidak akan rugi beli di sini.\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">3. Kalimat Interogatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan yang diajukan kepada orang lain. Contoh: <em>\u201cBagaimana kalau per kilonya Rp25.000,00, Bu?\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">4. Kalimat Imperatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kalimat imperatif adalah kalimat yang di dalamnya mengandung perintah yang berfungsi meminta atau memerintahkan orang lain melakukan sesuatu. Contoh: <em>\u201cSilakan dicoba dulu bu buahnya.\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">5. Kalimat Harapan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kalimat harapan adalah kalimat yang menyatakan harapan atau mengungkapkan keinginan terjadinya sesuatu. Contoh: <em>\u201c<\/em><strong><em>Semoga<\/em><\/strong><em> dagangannya laku ya, Pak.\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/kalimat-kompleks\" rel=\"noopener\">Memahami Kalimat Kompleks, Benarkah Tak Sekompleks Namanya?<\/a><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">6. Kalimat Bersyarat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kalimat bersyarat adalah kalimat yang menandakan keberadaan sebuah kondisi atau peristiwa sebagai syarat untuk mencapai tujuan. Contoh: <em>\u201cYa sudah, saya ambil 3 bungkus, <\/em><strong><em>asalkan <\/em><\/strong><em>diberi diskon ya.\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">7. Kalimat Persuasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kalimat persuasi adalah kalimat yang bertujuan untuk mengajak atau meyakinkan orang lain agar bersedia mengikuti apa yang dikatakan padanya. Contoh: <em>\u201cSaya tidak jadi belanja kalau harga barang itu tidak bisa dikurangi.\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt; background-color: transparent;\">8. Konjungsi (Kata Penghubung)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi atau kata sambung atau kata hubung adalah <strong>kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya dan tidak untuk tujuan atau maksud lain<\/strong>. Konjungsi yang dapat kamu temukan pada teks negosiasi adalah konjungsi kausalitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">9. Konjungsi Kausalitas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi kausalitas adalah kata penghubung yang menyatakan sebab atau alasan dan akibat atau hasil dari suatu hal. Contoh: <em>\u201c<\/em><strong><em>Kalau <\/em><\/strong><em>kita adakan bakti sosial untuk warga di lingkungan sekitar sekolah kita, kurasa akan lebih berguna.\u201d<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong><b>Cara Membuat Teks Negosiasi<\/b><\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Gimana sih cara membuat teks negosiasi? Yuk, cari tahu tahapannya berikut ini.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>1. Persiapan atau Perencanaan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Di tahap awal ini, tentukan tema dari kegiatan negosiasi. Contoh tema seperti kegiatan jual beli atau kegiatan negosiasi untuk menentukan kebijakan tertentu, dan sebagainya.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>2. Tentukan Pihak yang Berkaitan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Untuk tiap kegiatan negosiasi, perlu ditentukan siapa saja pihak-pihak yang berkaitan. Contohnya untuk tema jual beli, tentukan siapa saja pihak yang berperan untuk menjadi penjual dan pembeli.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>3. Tentukan Hal yang Dinegosiasikan<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Selanjutnya, tentukan juga apa yang ingin dinegosiasikan dalam teks tersebut. Untuk tema jual beli misalnya, tentukan apa yang diperjualbelikan. Apakah itu berupa barang atau jasa? Jangan lupa juga tentukan waktu dan tempat (latar) negosiasi.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>4. Siapkan Argumen<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Dalam tiap teks negosiasi, masing-masing pihak perlu mengutarakan apa saja yang diinginkan secara bijaksana melalui berbagai argumen.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>5. Rancang Kegiatan Tawar Menawar dan Penyelesaian Masalah<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Selain menyampaikan argumen, lakukan juga tawar-menawar antar pihak-pihak yang terlibat hingga tercapai sebuah kesepakatan. Contohnya pada tema jual beli, tawar menawar bisa berupa kesepakatan untuk harga barang atau jasa yang diperjualbelikan.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>6. Penutup<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Tentukan tahap terakhir yang akan menutup proses negosiasi. Penutup dalam teks negosiasi bisa berupa kedua pihak saling mengucapkan terima kasih dan salam. Apabila negosiasi bersifat formal, maka teks juga bisa ditutup dengan kesapakatan tertulis dan penandatanganan dokumen tertentu antara pihak yang terlibat.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>7. Sesuaikan Kerangka dengan Struktur Teks<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Setelah kamu selesai membuat kerangka teks dari tahapan di atas, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan kerangka tadi dengan struktur teks negosiasi.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>8. Kembangkan menjadi Sebuah Teks<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Saat kerangka dan struktur sudah rapi, kamu bisa mulai mengembangkannya menjadi sebuah teks yang utuh. Perlu diingat, saat proses pengembangan kerangka menjadi teks, kamu harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan agar teks negosiasi mudah dimengerti oleh pembaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah tadi pengertian, ciri-ciri, struktur, contoh, dan kaidah kebahasaan teks negosiasi. Sudah semakin paham, kan? Jika belum, yuk ikutan <em>live teaching <\/em><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>. Ada kakak-kakak <span style=\"font-size: 16px;\">STAR Master Teacher yang siap nemenin kamu belajar sampai paham. Yuk, coba gratis dengan klik gambar di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. (2016). <em>Bahasa Indonesia SMA\/MA\/SMK\/MAK Kelas X<\/em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":10,"featured_media":250,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg"],"_edit_lock":["1768362366:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2023-02-03","2024-01-03","2024-05-09","2025-01-06"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["teks negosiasi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan."],"_yoast_wpseo_linkdex":["74"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-13T06:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-14T03:48:20+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi\",\"name\":\"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-13T06:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-14T03:48:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"description\":\"Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-13T06:00:14+00:00","article_modified_time":"2026-01-14T03:48:20+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi","name":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg","datePublished":"2026-01-13T06:00:14+00:00","dateModified":"2026-01-14T03:48:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"description":"Teks negosiasi bertujuan agar kedua belah pihak atau lebih bisa memperoleh sebuah kesepakatan. Ini pengertian, contoh, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Teks%20Negosiasi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur dan Kebahasaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=250"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6311,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250\/revisions\/6311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}