{"id":247,"date":"2026-01-14T09:00:40","date_gmt":"2026-01-14T02:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=247"},"modified":"2026-01-14T12:54:46","modified_gmt":"2026-01-14T05:54:46","slug":"contoh-dan-jenis-teks-negosiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi","title":{"rendered":"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg\" alt=\"Pojok Sekolah - Contoh Teks Negosiasi\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Contoh teks negosiasi\u00a0 dapat terjadi di mana pun sesuai dengan kepentingan, seperti di pasar, toko, sekolah, instansi pemerintah, dan lain-lain. Yuk, baca beberapa contohnya dalam berbagai situasi sehari-hari berikut ini.\u00a0<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya di pasar atau di toko saat membeli sesuatu, contoh teks negosiasi dapat terjadi di mana pun. Misalnya, saat kamu bernegosiasi dengan orang tua saat ingin pergi ke luar atau dengan guru ketika harus mengumpulkan tugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai definisi, ciri-ciri, unsur serta struktur dan kaidah kebahasaan teks negosiasi. <span style=\"font-weight: bold;\">Teks negosiasi memiliki urutan struktur yang khas, yaitu orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, agar lebih memudahkan kamu memahami teks negosiasi, artikel ini akan lebih fokus pada\u00a0 contoh teks negosiasi dan jenisnya. Yuk disimak!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/teks-negosiasi\" rel=\"noopener\">Pengertian Teks Negosiasi, Unsur, Ciri, Struktur, dan Kebahasaannya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks negosiasi <span style=\"font-weight: normal;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> teks yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang bersengketa atau mempunyai perbedaan kepentingan<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Tujuan adanya negosiasi yaitu untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak dalam melakukan transaksi.<\/span> Dengan belajar teks negosiasi, maka kamu akan lebih toleran dan menghargai orang lain dengan tidak memaksa pihak lain dalam mengatasi perselisihan atau perbedaan pendapat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Sebelum membuat contoh teks negosiasi, terdapat 3 jenis negosiasi yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bentuk lisan, campuran, dan tulisan (surat penawaran).<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\">1. Negosiasi Bentuk Lisan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks negosiasi lisan dikemas dalam pola penyajian lisan atau mengandung dialog. Contohnya: percakapan dalam kehidupan sehari-hari, misal jual beli di pasar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856; font-weight: bold;\">2. Negosiasi Bentuk Campuran<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks negosiasi bentuk campuran dikemas dalam pola penyajian yang mengandung narasi dan dialog. Contohnya: negosiasi dalam cerpen.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\">3. Negosiasi Bentuk Tulisan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks negosiasi bentuk tulisan dikemas dalam pola penyajian berupa tulisan. Contohnya: surat penawaran yang termasuk dalam jenis surat niaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-weight: bold;\">a. Surat Penawaran\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Surat penawaran termasuk kategori surat resmi yang berupa surat niaga (surat resmi yang dibuat seseorang atau suatu badan usaha untuk mencari keuntungan dari kegiatan berbisnis).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #434856;\">b. Unsur-unsur Surat Penawaran<\/span><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kop surat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Nomor surat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Lampiran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Hal\/perihal<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Tanggal surat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Alamat penerima surat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Salam pembuka surat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Tubuh surat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Salam penutup surat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/contoh-teks-prosedur\" rel=\"noopener\">Terlengkap! Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks, dan Protokol<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Contoh Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Setelah kamu memahami pengertian, jenis, dan struktur teks negosiasi, sekarang kita langsung lihat contoh teks negosiasi singkat di berbagai situasi berikut ini, yuk!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">1. Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Sekolah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Negosiasi antara Bu Dewi sebagai wali kelas dengan ketua kelas bernama Rahma berkaitan dengan rencana <em>study tour <\/em>ke Yogyakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bu Dewi: &#8220;Rahma, bagaimana rencana <em>study tour <\/em>\u00a0ke Yogyakarta, apakah semua anggota kelas setuju?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Rahma: &#8220;Saya sudah berbicara dengan mereka Bu, hanya ada usulan untuk destinasinya diganti ke Bali saja Bu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bu Dewi: &#8220;Wah, kenapa pada minta seperti itu?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Rahma: &#8220;Karena sekolah kita sudah sering ke Yogyakarta, Bu. Kalau ke Bali kan belum pernah sama sekali.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bu Dewi: &#8220;Tapi ibu sudah bicarakan rencana ini ke bapak kepala sekolah dan beliau sudah setuju.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Rahma: &#8220;Iya Bu, tetapi jika ke rencana semula sepertinya banyak teman-teman yang tidak ikut.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bu Dewi: &#8220;Aduh bagaimana ya, padahal Ibu sudah mempersiapkan semuanya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Rahma: &#8220;Begini saja Bu, biar saya dan teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan membicarakan tentang rencana <em>study tour <\/em>diganti ke Bali.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bu Dewi: &#8220;Baiklah kalau begitu, secepatnya kamu bicarakan dengan beliau, lalu nanti kabari Ibu hasilnya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Rahma: &#8220;Baik Bu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">2. Contoh Teks Negosiasi di Bank<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cSelamat pagi, pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cPagi, mba\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cAda yang bisa saya bantu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cSaya ingin mengajukan pinjaman uang untuk kebutuhan usaha. Apakah bisa?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cBisa, pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cDi bank kami ada dua jenis peminjaman uang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cDua-duanya sama-sama bagus, mba?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cIya, pak, sama-sama bagus. Kalau yang A uang yang dapat dipinjam sebesar 5 juta. Sedangkan yang B, uang yang dapat dipinjam 10 juta.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cKalau yang A, syarat-syarat yang dibutuhkan apa saja?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cHanya BPKB kendaraan bermotor saja dan bunganya sebesar 2,5%.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cUntuk jaminannya, apakah bisa selain BPKB kendaraan bermotor?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank:\u201dBelum bisa, pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cBatas waktu cicilannya berapa bulan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cUntuk batas cicilannya selama 5 bulan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cTerima kasih atas informasinya, mba. Mungkin lain waktu saya baru bisa meminjam uang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cApa bapak sudah benar-benar yakin?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cSaya sudah yakin, mba.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pegawai bank: \u201cTerima kasih atas kehadirannya, pak. Sampai jumpa kembali.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nasabah: \u201cBaik, mba. Sekali lagi saya terima kasih.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">3. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Narasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Seperti biasanya, setiap pagi pasti ibu akan pergi ke pasar untuk belanja harian. Kendaraan motor yang ada di rumah selalu digunakan untuk mengantarkannya ke pasar. Ibu sudah mempunyai toko langganan yang menurutnya lebih murah daripada toko-toko lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Singkat cerita, toko langganan ibu sedang tutup, sehingga ibu berpindah ke toko sebelahnya. Ibu mulai mencari bahan-bahan yang akan dimasak hari ini dan besok. Ibu sempat merasa bingung karena catatan belanja lupa dibawa. Setelah diingat-ingat kembali, Ibu ingin membeli satu kilo ayam, bahan sayur sop, bahan sambal, dan bumbu-bumbu dapur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Ibu menyapa penjualnya dengan menanyakan beberapa harga sayuran supaya mengetahui apakah harganya sangat mahal atau tidak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Sebelum membeli bahan-bahan tersebut, ibu bertanya kepada pedagang harga dari bahan-bahan tersebut. Ibu baru tahu kalau harga ayam sedikit lebih mahal dibandingkan dengan toko langganannya. Tanpa berpikir panjang, ibu langsung mengajukan harga yang sesuai dengan toko langganannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Penjual merespon dengan jawaban santai, sehingga pengajuan ini dilanjutkan dengan tawar menawar khas ibu-ibu dan pedagang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Ibu sangat dikenal ketika melakukan tawar menawar tidak pernah kalah. Ibu mulai menawar kembali harga ayam yang semula 35 ribu menjadi 32 ribu. Pedagang pun menolak tawaran yang ibu itu dan meminta untuk menaikkan harga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Ibu pun menolak karena dianggap harga ayam tersebut terlalu mahal. Serasa tidak mau merugi, pedagang kembali meminta untuk menaikkan harga ayam itu. Kemudian, ibu menaikkan harga ayam itu menjadi\u00a0 33 ribu. Pedagang merasa masih rugi, sehingga menawarkan harga 34 ribu, tetapi harga segitu dianggap malah oleh ibu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Hingga pada akhirnya, ibu tidak jadi membeli ayam di toko sebelah langganannya dan berpindah ke toko lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Proses negosiasi tidak mendapatkan titik temu, sehingga kesepakatan tidak jadi tercapai. Pedagang kecewa karena harus kehilangan pelanggan. Sementara itu, ibu lelah karena harus berpindah toko lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kemudian ibu melakukan strategi jitu dengan cara pura-pura pergi supaya pedagang itu memanggilnya kembali. Tapi apalah daya, ternyata pedagang itu tidak memanggil ibu kembali.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">4. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Surat Penawaran Mesin Fotokopi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Semarang, 1 Februari 2023<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Yth. Direktur PT. Harapan Bangsa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">di tempat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Dengan hormat,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Berdasarkan iklan di harian Kompas pada tanggal 10 Januari 2023 lalu, kami mengetahui bahwa perusahaan Anda sedang memerlukan mesin fotokopi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Oleh karena itu, kami mengajukan penawaran mesin fotokopi dengan spesifikasi berikut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Merk dan warna: Canon, abu-abu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tipe: Canon IP17<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tahun pembuatan: 2019<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Harga: Rp14.800.000<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Metode Pembayaran: Cash On Delivery<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Metode Penyerahan: Franco pembeli<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Sifat Penawaran: Bebas<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Apabila Anda memerlukan informasi yang lebih jelas, bersama surat ini, kami menyertakan brosur produk yang dimaksud.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Demikian surat penawaran ini kami ajukan, agar kiranya informasi ini dapat berkenan di hati Anda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 400px;\"><span style=\"color: #434856;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Hormat Kami,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 440px;\"><span style=\"color: #434856;\">Adi Baskoro<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 440px;\"><span style=\"color: #434856;\">Direktur<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">5. Contoh Teks Negosiasi Surat Penawaran Buku Sekolah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kepada Yth.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bapak\/Ibu Kepala Sekolah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Dengan hormat,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan buku-buku sekolah. Bersama surat ini, kami mengajukan penawaran produk berupa buku-buku sekolah yang tersedia ke sekolah yang Bapak\/Ibu pimpin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kami juga telah melampirkan daftar buku yang tersedia lengkap dengan daftar harganya dalam halaman lampiran surat ini. Kami sangat berharap Bapak\/Ibu berkenan dalam mempertimbangkan penawaran dari kami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 440px;\"><span style=\"color: #434856;\">Hormat Kami,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 440px;\"><span style=\"color: #434856;\">Amelia Jordi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 440px;\"><span style=\"color: #434856;\">Penerbit Bintang<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/soal-tes-skolastik-literasi-bahasa-indonesia\" rel=\"noopener\">Contoh Soal\u00a0 dan Pembahasan Literasi Bahasa Indonesia SNBT<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">6. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Narasi Jual Beli Ubi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pagi ini Ibu Risma pergi ke pasar untuk membeli ubi ke pedagang di Pasar Panjang. Sampai di sana, Ibu Risma berhenti di Toko Tukiyem karena melihat ubi-ubi bagus dengan ukuran besar yang dicarinya. Sambil memegang sebuah ubi, Ibu Risma menanyakan harga terkini untuk satu kilo Ubi. Tukiyem menyebutkan harga Ubi adalah Rp 10.500 per kilo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tukiyem menjelaskan harga ubi per kilo bisa lebih murah jika Ibu Risma Membeli dalam jumlah banyak. Sutejo pun menunjukkan stok ubi yang harganya Rp 10.500 per kilo. Ibu Risma mencoba ubi dengan harga Rp 8..500 per kilo karena akan membeli 50 kg. Tukiyem minta dinaikkan lagi karena harga tersebut belum untung. Ibu Risma pun menawar Rp 9.000 per kilo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tukiyem menyetujui harga Rp 9.000 jika Ibu Risma membeli 50 kg ubi. Ibu Risma setuju dengan harga tersebut. Ibu Sumiyati akhirnya membeli ubi 50 kg dari Tukiyem. Tukiyem dan Ibu Risma saling berterima kasih sebelum akhirnya Ibu Risma pergi meninggalkan toko usai membeli ubi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">7. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Narasi tentang Penjual Pembeli di Pasar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pagi itu, penjual ikan keliling yang di pasar perumahan Bu Ridha tinggal, datang. Bu Ridha yang memang sudah berlangganan dengan penjual ikan kemudian menghampiri dan mulai mencari ikan yang hendak dibeli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Langsung saja Bu Ridha memilih jenis ikan yang dibawa oleh penjual. Ketika hendak menentukan jenis ikan yang akan dibeli, antara ikan bandeng dan ikan tongkol, Bu Ridha menanyakan kepada penjual mengenai kualitas kedua jenis ikan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Sang penjual mengatakan bahwa semua ikan yang dibawanya kesegarannya terjamin karena baru subuh tadi diambil dari tempat pelelangan ikan. Karena ikan baronang tampak lebih baik daripada ikan bandeng maka Bu Ridha memilih membeli ikan tongkol. Namun, ia tiba-tiba teringat dengan suaminya yang sangat ingin memakan ikan bandeng maka ia memutuskan untuk membeli ikan bandeng.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Setelah memutuskan membeli ikan bandeng, Bu Ridha kemudian menanyakan berapa harga yang ditawarkan oleh penjual ikan tersebut. Seekor ikan bandeng dihargai Rp13.000, tapi jika membeli sebanyak empat ekor harganya cuma Rp50.000 saja. Bu Ridha merasa harga yang ditawarkan penjual terlalu mahal mengingat ikan bandeng yang sering ia beli di pasar harganya hanya Rp10.000 per ekornya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Maka, Bu Ridha menawar ikan bandeng tersebut dengan harga Rp40.000 untuk empat ekor. Sang penjual menolak dengan alasan ia tidak mendapatkan keuntungan jika menjual ikannya dengan harga yang ditawarkan Bu Ridha. Kemudian, penjual ikan menurunkan sedikit dari harga semua yakni Rp47.000. Namun, Bu Ridha merasa jika harga tersebut masih tergolong mahal untuk ikan bandeng.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bu Ridha kemudian menaikkan sedikit tawarannya menjadi Rp43.000. Si penjual ikan menyetujui penawaran kedua Bu Ridha karena dia merasa harga ini sudah cocok dan bisa mendapatkan sedikit keuntungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Di sisi lain, Bu Wati juga merasa harga ini pantas untuk ikan bandeng. Kalaupun ada perbedaan harga dari ikan yang sering ia beli di pasar, hanya Rp3.000 saja. Setelah harga disepakati, Bu Wati membayar ikan bandeng yang dibelinya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">8. Contoh Teks Negosiasi Penjual dan Pembeli di Toko<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pada Minggu sore seorang anak remaja yang bernama Rais berkunjung ke toko hendak membeli tas sekolah karena tas yang ia pakai selama ini telah rusak. Ia mendatangi satu di antara toko penjual tas di kawasan pertokoan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Sesampainya di toko tersebut, Rais bertanya-tanya kepada si penjual tentang kisaran harga dan kualitas tas yang dijual di toko tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Pak, saya sedang mencari tas sekolah yang harganya terjangkau. Kira-kira yang mana yah pak?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Oh iya Dek, harga tas di sini bermacam-macam, mulai harga Rp100.000 sampai Rp300.000.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Oh begitu yah. Apa boleh melihat model dan warna tasnya Pak?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Boleh Dek, di sebelah sini. Ikut Bapak saja.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Rais pun mengikut si penjual berkeliling melihat-lihat tas. Di satu di antara rak, Rais melihat tas yang membuatnya tertarik, ia suka model dan warnanya. Ia menghampiri rak tersebut dan menanyakan harga tasnya ke penjual.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Kalau boleh tahu harga tas yang ini berapa ya Pak?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Kalau yang ini harganya Rp150.000, Dek.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Rais merasa harga tersebut mahal, tetapi ia terlanjur suka dengan tasnya. Ia pun mencoba menawar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Kok, mahal banget ya Pak, apa tidak bisa ditawar?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Iya Dek, karena tas ini keluaran terbaru, kualitasnya juga bagus. Memangnya mau ditawar berapa Dek?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Rp100.000 aja pak tasnya&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Aduh Dek, kalau harga segitu belum bisa.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Saya tambah deh Pak Rp20.000, jadi Rp120.000 bagaimana Pak?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Maaf dek belum boleh turunnya terlalu banyak. Begini saja, Bapak turunkan menjadi Rp135.000 bagaimana? Itu sudah harga yang paling murah.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Turunin dikit dong Pak, Rp130.000 aja.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8220;Iya deh kalau begitu, boleh diambil dengan harga segitu&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Setelah sepakat dengan harga tasnya, mereka berdua beranjak menuju tempat kasir untuk membayar harga tas. Akhirnya, Rais mendapatkan tas sekolah yang ia inginkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">9. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Dialog Menawar Tarif Angkutan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Calon penumpang: \u201cBang, ke Pasar Panjang berapa?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tukang becak: \u201c12 ribu, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Calon penumpang: \u201cYah, kok mahal banget Bang, 6 ribu aja.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tukang becak: \u201cAduh, kemurahan Mbak. Pasar Panjang kan jauh.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Calon penumpang: \u201cIya deh, saya tambah jadi 8 ribu, gimana?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tukang becak: \u201cNaikin dikit Mbak, jadi 10 ribu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Calon penumpang: \u201cBaiklah Bang, saya setuju. Antar ke Pasar Baru ya, Bang.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">10. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Dialog di Sekolah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Fathir: \u201cSelamat siang, Pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kepsek: \u201cSiang, masuk Thir! Ada apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Fathir: \u201cIni Pak, ada proposal acara LDK untuk bulan depan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kepsek: \u201cCoba Bapak lihat! Ini\u00a0 acara puncaknya di luar sekolah?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Fathir: \u201cIya, Pak. Rencananya di Kampung Gajah, Lembang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kepsek: \u201cKalau begitu mohon maaf, Bapak tidak bisa izinkan. Resikonya terlalu besar untuk dilaksanakan di luar sekolah, apalagi di luar kota. Bagaimana kalau di sekolah saja? Biayanya sedikit, tanggung jawabnya pun tidak terlalu berat.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Fathir: \u201cKami sudah memikirkan soal itu, Pak. Kampung Gajah tidak terlalu jauh. Kami juga akan mengikutsertakan alumni. Soal biaya 50% ditanggung alumni, tapi dengan syarat acara outbound diadakan di luar.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kepsek: \u201cBegitu ya? Baiklah, nanti akan Bapak pertimbangkan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Irwan: \u201cTerima kasih, Pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>11. Contoh Teks Negosiasi dengan Penjual Mangga<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli : \u201cBerapa harga sekilo mangga ini, Bang?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual : \u201cTiga puluh ribu, Bu. Murah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli : \u201cBoleh kurang kan, bang?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual : \u201cBelum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli : \u201cIya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual : \u201cBelum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli : \u201cBaiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual : \u201cAsal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli : \u201cIya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual : \u201cSaya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli : \u201cBaiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>12. Contoh Teks Negosiasi tentang HP Baru<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk Ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada Ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYah &#8230; Rani benar-benar perlu HP. Belikan ya Yah?\u201d kata Rani pada ayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAyah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula kan sudah ada telepon rumah,\u201d kata ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi, Yah &#8230; semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon orangtuanya saat terpaksa pulang telat.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLha kalau begitu kamu jangan pulang telat,\u201d kata ayah lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani hampir saja menangis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTak hanya itu, Yah &#8230; Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,\u201d kata\u00a0Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu Ayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIya, Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup facebook atau mengunggah tugas di blog. Kalau Rani punya HP kan enak. Bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHm &#8230; Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal &#8230;.\u201d ayah seakan sengaja menggoda Rani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAsal apa, Yah?\u201d tanya Rani tak sabar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAsal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRani janji, Yah. Makasih ya Ayah,\u201d janji Rani sambil memeluk Ayahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>13. Contoh Teks Negosiasi di Dalam Kelas<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamis pagi usai pelajaran olah raga, Bu Mia, guru Kimia masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDan &#8230; minta Bu Mia menunda ulangan dong. Capek nih,\u201d kata Ali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWaduuuh aku gak berani,\u201d jawab Dani. \u201cLia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, \u201d sambung Dani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBaiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,\u201d kata Lia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBeres. Kamu kan ketua kelas.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMaaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?\u201d tanya Lia sambil duduk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIya. Ada apa?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBegini, Bu, saya mewakili teman-teman, Lia minta maaf karena temanteman belum selesai ganti baju.\u201c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBiasanya kan tidak terlambat seperti ini?\u201d tanya Bu Mia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIya, Bu. Sekali lagi maakan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOh &#8230; kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?\u201d suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBelum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,\u201d jawab Lia tetap dengan sopan. \u201cKalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,\u201d jawab Bu Lia mengagetkan Mia dan teman-teman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMakasih, Bu,\u201d kata Lia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEit &#8230; tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain. Dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIya, Bu. Makasih.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>14. Contoh Teks Negosiasi tentang Pilihan Kuliah<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah : \u201cNak, ke sini. Ayah mau bicara.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak : \u201cAda apa, Yah?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah : \u201cApa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak : \u201cOh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah : \u201cKejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak : \u201cAku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah : \u201cIya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak : \u201cWaduh, Ayah gimana sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah : \u201cMasa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak : \u201cAyah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah : \u201cYa, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak : \u201cIya, yah.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>15. Contoh Teks Negosiasi tentang Penawaran Ice Cream<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yth. Marhaban Wedding Organizer<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Kartini<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kota Batu Jawa Timur<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan hormat,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ladzidzan Ice Cream &amp; Bakery adalah sebuah perusahaan kuliner yang menyediakan ice cream dan roti untuk kepentingan pesta perkawinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kami sudah berpengalaman puluhan tahun melayani pelanggan terutama perusahaan penyelenggara pesta perkawinan, ulang tahun, dan berbagai event besar lainnya. Kami hanya menyediakan produk kuliner bercita rasa tinggi dengan penampilan elegan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rangka pembukaan cabang baru di Kota Batu, kami menawarkan harga khusus selama masa promosi bulan April \u2013 Mei 2015. Jenis poduk dan harga barang dapat dilihat pada brosur terlampir. (Harga dan ketentuan berlaku). Keterangan lebih lanjut hubungi customer service kami melalui nomor HP 0882334132. Percayakan kebutuhan perusahaan Anda pada kami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian surat penawaran ini kami sampaikan. Atas kepercayaan Anda kami menyampaikan terima kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hormat kami,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marketing Ladzidzan Ice Crem &amp; Bakery<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>16. Contoh Teks Negosiasi antara Warga dengan Investor<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudah tiga tahun lebih warga Dusun Sejahtera berjuang untuk menyelamatkan sumber mata air yang terletak di desanya. Perjuangan panjang tersebut bermula ketika sebuah perusahaan properti mulai membangun hotel di kawasan sumber mata air tersebut. Sumber air \u201cPanguripan\u201d menjadi tumpuan hidup tidak hanya bagi enam ribu warga Desa Sejahtera, tetapi juga bagi puluhan ribu warga desa sekitarnya. Sumber air panguripan menjadi penyedia air bersir untuk dikonsumsi sekaligus untuk memenuhi pengairan sawah bagi puluhan hektare sawah. Bila pembangunan hotel itu diteruskan, sumber air Panguripan akan mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun beberapa kali didemo warga, pihak pengembang tetap bersikukuh melanjutkan pembangunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, Pak Lurah membentuk tim yang akan mewakili warga untuk menuntut pengembang hotel PT Mulya Jaya, menghentikan pembangunan hotel tersebut. Tim Penyelamat Panguripan diterima Direktur PT Mulya Jaya, Edy, di ruangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edy : \u201cSilakan duduk Bapak dan Ibu. Selamat pagi. Boleh saya tahu bapak dan ibu ini berasal dari mana?\u201c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa : \u201cSaya Ariin, Pak. Kepala Desa Sejahtera. Ini Bu Suci, sekretaris desa, dan satu lagi Pak Rahmat, salah satu tokoh masyarakat yang ditunjuk oleh mewakili warga desa kami\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edy : \u201cTerima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan senang hati, sebagai direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edy : \u201cBegini Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan tetap melanjutkan pembangunan hotel dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian sumber air Panguripan. Jadi, ada masalah apa lagi?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga I : \u201cBagaimana mungkin kelestarian sumber airnya dapat dijaga, Pak? Pembangunan hotel tepat di atas mata air tersebut pasti akan mematikan mata airnya. Awalnya, karena pembangunan hotel tersebut akan menuntut ditebangnya pepohonan di sana, maka daerah resapan air akan berkurang. Hal ini mengancam kelestarian mata air kami.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga II : \u201cSekali lagi saya tegaskan, Pak. Kami tidak akan pernah menyetujui pembangunan hotel atau apa pun di atas sumber mata air, sumber penghidupan kami itu!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa : \u201cSabar dulu, Pak Rahmat. (Sambil memegang pundak Pak rahmat). Benar Pak kami belum pernah menyetujui dan tidak akan pernah menyetujui kesepakatan itu, Pak. Bagi kami, sumber mata air Panguripan adalah gantungan kehidupan kami. Tak hanya untuk makan dan minum, sawah kami juga membutuhkan air.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga II : \u201cKami selamanya akan terus menolak pembangunan hotel tersebut! Bahkan kami akan bertindak lebih keras bila tuntutan kami tidak segera dipenuhi!\u201c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edy : \u201cBapak dan Ibu jangan khawatir. Sebenarnya, Wali Kota sudah mengeluarkan surat perintah penghentian pembangunan hotel.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga I : \u201cKalau begitu tunggu apalagi?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edy : \u201cMasalahnya, saya masih mencari lahan pengganti. Bagaimana pun saya tidak mau kehilangan kesempatan bisnis di kota ini.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala desa : \u201cBila benar demikian, sebagai kepala desa, saya akan membantu Bapak menemukan lahan baru yang tidak terlalu jauh dari sumber Panguripan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edy : \u201cKalau memang Pak Lurah bisa mengusahakannya, saya akan sangat berterima kasih. Hari ini juga saya akan memerintahkan anak buah saya menghentikan pembangunan hotelnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala desa : \u201cTerima kasih atas kerja sama ini. \u201c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edy : \u201cSaya juga berterima kasih karena Pak Lurah berhasil menghentikan demo warga.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerima kasih, Pak.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>17. Contoh Teks Negosiasi tentang Meminjam Uang di Bank<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cSelamat pagi, bu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cPagi, mbak.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cAda yang bisa saya bantu?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cSaya ingin mengajukan peminjaman uang untuk kebutuhan usaha. Apakah bisa?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cBisa, bu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cDi bank kami ada dua jenis peminjaman uang.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cDua-duanya sama-sama bagus, mbak?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cIya, bu, sama-sama bagus. Kalau yang A uang yang dapat dipinjam sebesar 10 juta. Sedangkan yang B, uang yang dapat dipinjam 20 juta.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cKalau yang A, syarat-syarat yang dibutuhkan apa saja?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cHanya BPKB kendaraan bermotor saja, bu dan bunganya sebesar 2,5%.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cUntuk jaminannya, apakah bisa selain BPKB kendaraan bermotor?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank:\u201dBelum bisa, bu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cBatas waktu cicilannya berapa bulan?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cUntuk batas cicilannya selama 5 bulan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cTerima kasih atas informasinya, mbak. Mungkin lain waktu saya baru bisa meminjam uang.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cApa ibu sudah benar-benar yakin?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cSaya sudah yakin, mbak.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai bank: \u201cTerima kasih atas kehadirannya, bu. Sampai jumpa kembali.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasabah: \u201cBaik, mbak. Sekali lagi saya terima kasih.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>18. Contoh Teks Negosiasi tentang Penyewa Kost<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon penghuni kost: &#8220;Setelah saya lihat-lihat kamarnya, saya rasa cocok, Bu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu kost: &#8220;Baik, jadi harga per bulannya Rp800 ribu dan minimal sewanya tiga bulan.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon penghuni kost: &#8220;Kalau sewa satu bulan dulu apa tidak boleh, Bu?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu kost: &#8220;Wah, belum bisa tuh, Dek. Aturan memang sudah seperti itu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon penghuni kost: &#8220;Saya berniat bersama dua teman saya mau pindah ke kost ini, Bu. Tapi kalau ternyata tidak bisa per bulan sewanya ya tidak jadi.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu kost: &#8220;Begini saja, sewa pertama langsung tiga bulan. Nanti setelah itu baru boleh per bulan bayar sewanya. Bagaimana?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon penghuni kost: &#8220;Agaknya berat kalau langsung tiga bulan, Bu. Kan saya juga bawa dua teman saya lainnya. Pasti akan lebih menguntungkan Ibu, hehe.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu kost: &#8220;Yasudah begini saja. Saya beri penawaran boleh bayar sewanya boleh dua bulan dulu. Kalau satu bulan belum boleh karena waktunya terlalu sebentar. Tapi jadi Rp. 700 ribu. Ini karena Mbaknya bawa dua teman. Bagaimana?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon penghuni kost: &#8220;Boleh deh, Bu. Dua bulan tidak apa-apa.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu kost: &#8220;Berarti deal,ya?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon penghuni kost: &#8220;Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu kost: &#8220;Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon penghuni kost: &#8220;Iya, Bu. Terima kasih.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>19. Contoh Teks Negosiasi tentang Nego Gaji<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan: \u201cPermisi Pak, saya ingin membicarakan kenaikan gaji saya. Saya sudah bekerja di perusahaan ini selama dua tahun dan merasa telah memberikan kontribusi yang baik.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atasan: \u201cYa, tentu saja. Saya tahu bahwa Anda sudah bekerja keras. Namun, perlu diingat bahwa saat ini kondisi perusahaan sedang sulit karena pandemi Covid-19.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan: \u201cSaya memahami hal tersebut. Namun, saya merasa bahwa saya layak mendapatkan kenaikan gaji karena telah memberikan hasil kerja yang memuaskan dan bahkan membantu perusahaan dalam mengatasi beberapa masalah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atasan: \u201cBaiklah, silakan sampaikan permintaan kenaikan gaji Anda.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan: \u201cSaya ingin meminta kenaikan gaji sebesar 15 persen dari gaji saat ini. Saya yakin bahwa kenaikan ini sebanding dengan kontribusi dan kinerja saya di perusahaan ini.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atasan: \u201c15 persen cukup tinggi. Bisakah Anda memberikan alasan yang lebih spesifik?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan: \u201cSaya telah menyelesaikan beberapa proyek penting dengan waktu yang cepat dan hasil yang memuaskan. Saya juga telah memberikan ide-ide yang inovatif dan membantu dalam meningkatkan kualitas produk kami. Selain itu, saya juga telah mendapatkan beberapa sertifikasi dan pelatihan yang relevan dengan pekerjaan saya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atasan: \u201cSaya menghargai kontribusi Anda dan akan mempertimbangkan permintaan kenaikan gaji Anda. Namun, bisakah kita mengupayakan untuk melakukan negosiasi?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan: \u201cTentu saja Pak, saya terbuka untuk melakukan negosiasi. Bagaimana menurut Pak?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atasan: \u201cBagaimana jika saya memberikan kenaikan gaji sebesar 10 persen terlebih dahulu, dan kemudian kita mengevaluasi kembali performa Anda dalam beberapa bulan ke depan untuk mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan: \u201cSaya rasa itu bisa menjadi solusi yang baik, Pak. Terima kasih sudah mempertimbangkan permintaan saya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atasan: \u201cBaiklah, kita bisa memulai kenaikan gaji sebesar 10 persen dari gaji saat ini, dan kita akan mengevaluasi kembali performa Anda dalam tiga bulan ke depan. Jika performa Anda tetap konsisten dan memuaskan, kita bisa mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan: \u201cSaya setuju dengan penawaran ini, Pak. Terima kasih sudah memberikan kesempatan ini.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>20. Contoh Teks Negosiasi tentang Ulangan Harian<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru: &#8220;Anak-anak, minggu depan akan dilaksanakan ulangan harian tentang Teks Negosiasi. Kalian harus mempersiapkan dengan baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siswa: &#8220;Jangan minggu depan Bu. Tugas sudah banyak dan belum selesai, ditambah tugas dari mapel lain.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru: &#8220;Jadi kalian keberatan jika ulangan hariannya dilaksanakan minggu depan?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siswa: &#8220;Iya, Bu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru: &#8220;Kalau begitu kapan kalian siap untuk ulangan harian?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siswa: &#8220;Minggu depannya lagi saja Bu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru: &#8220;Baiklah. Tapi, karena materi bab teks negosiasi sudah selesai, apa kalian punya usul apa yang akan kita lakukan minggu depan?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siswa: &#8220;Minggu depan kita praktek saja bu untuk bernegosiasi. Gimana, Bu?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru: &#8220;Wah. Ide bagus.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">21. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Selamat pagi! Ada yang bisa saya bantu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Pagi, Pak. Saya lagi cari kursi untuk di teras rumah. Kursi kayu ini harganya berapa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kursi kayu ini Rp750.000 per unit, Bu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Wah, kok mahal ya? Kalau saya ambil dua, ada diskon?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau ambil dua, saya kasih Rp700.000 per unit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Bisa kurang lagi, nggak? Bagaimana kalau Rp650.000 per unit?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau Rp675.000, saya setuju. Kursinya dari jati asli, kokoh dan tahan lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Oke, saya ambil dua. Tapi tolong kirimkan ke rumah saya, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Tentu, Bu. Terima kasih!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">22. Contoh Teks Negosiasi Singkat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aliza: Ma, aku mau beli sepatu baru. Harganya Rp800.000, boleh ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mama: Rp800.000? Mahal sekali! Sepatu kamu yang lama masih bagus, kok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aliza: Tapi, Ma, sepatu yang ini sudah sempit. Aku juga butuh sepatu yang kuat untuk olahraga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mama: Kalau begitu, cari sepatu yang harganya Rp500.000 saja. Kayaknya itu sudah cukup bagus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aliza: Tapi sepatu yang aku mau kualitasnya lebih bagus dan awet. Gimana kalau Rp700.000?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mama: Oke, Rp700.000. Tapi nanti uang jajan kamu bulan ini dikurangi sedikit, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aliza: <em>Ok<\/em>, Ma! Terima kasih!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">23. Contoh Teks Negosiasi 2 Orang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kak, sandal kulit ini harganya Rp350.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Bagus, sih. Tapi saya lihat di toko sebelah ada yang mirip seharga Rp300.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Wah, itu mungkin bahan imitasi. Sandal ini asli kulit sapi, kualitas premium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Kalau begitu, Rp320.000 saja, bagaimana?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Boleh! Kakak pasti puas dengan kualitasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">24. Contoh Teks Negosiasi 3 Orang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Mampir Bu, wortel segar ini harganya Rp15.000 per kilo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 1: Bisa kurang nggak kalau saya ambil 5 kilo?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau ambil 5 kilo, saya kasih Rp13.000 per kilo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 2: Saya juga mau beli 3 kilo. Bisa sama Rp13.000?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau Ibu Baju Kuning beli 3 kilo dan Ibu Berhijab beli 5 kilo, saya setujui semuanya Rp13.000.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">25. Contoh Teks Negosiasi 4 Orang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi: Sekelompok pembeli bernegosiasi untuk membeli beberapa tanaman hias di sebuah pameran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Selamat datang di stan kami! Ini tanaman hias monstera, harganya Rp150.000 per pot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 1: Wah, bagus sekali. Kalau saya ambil dua, harganya bisa lebih murah, kan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau dua pot, saya kasih Rp140.000 per pot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 2: Saya juga tertarik. Kalau saya beli tiga pot, ada harga spesial?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau tiga pot, Rp135.000 per pot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 3: Saya ikut beli dua pot. Kalau total pembelian tujuh pot, berapa diskonnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau tujuh pot, semuanya jadi Rp900.000. Bagaimana?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 4: Wah, masih agak mahal. Kalau Rp850.000 untuk semuanya, setuju?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Baiklah, Rp850.000 untuk tujuh pot. Tapi ini harga spesial hanya untuk hari ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 1-4: <em>Deal<\/em>!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">26. Contoh Teks Negosiasi 5 Orang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi: Sekelompok mahasiswa sedang membeli jaket seragam untuk komunitas mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Jaket ini berbahan <em>fleece<\/em> premium, harganya Rp250.000 per jaket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 1: Kalau kami pesan 10 jaket, diskonnya berapa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau pesan 10 jaket, harganya jadi Rp230.000 per jaket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 2: Kalau kami pesan 15 jaket?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Untuk 15 jaket, saya bisa kasih Rp220.000 per jaket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 3: Wah, masih terlalu mahal. Bagaimana kalau Rp200.000 per jaket untuk 20 pesanan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau 20 jaket, saya kasih Rp210.000 per jaket, tapi hanya untuk pembayaran di muka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 4: Kalau Rp205.000, kami bayar sekarang, setuju?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Baiklah, Rp205.000 untuk 20 jaket. Pembayaran tunai ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 5: Oke, kami bayar sekarang. Terima kasih!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">27. Contoh Teks Negosiasi Antar Teman<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayu: Eh, kamu mau jual buku ini, nggak? Aku suka banget isinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mita: Iya, aku mau jual Rp200.000. Baru kok, cuma sekali baca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayu: Waduh, mahal. Rp150.000 aja, ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mita: Hm&#8230; Rp170.000 deh, <em>fair<\/em> kan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayu: Oke, aku setuju. Nanti aku transfer, ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">28. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Baju<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kak, gamis ini bahannya premium, harganya Rp500.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Saya suka desainnya, tapi harganya terlalu mahal. Rp400.000 bisa nggak?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Aduh, nggak bisa, Kak. Tapi saya bisa kasih Rp450.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Kalau Rp430.000, gimana?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Baiklah, untuk Kakak saya kasih buat <em>penglaris<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">29. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli HP<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Selamat siang, Pak. Ini HP <em>flagship<\/em> terbaru, harganya Rp12.000.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Wah, saya suka desainnya. Tapi harganya lumayan tinggi. Kalau Rp11.000.000, bagaimana?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Maaf, Pak, harga itu terlalu rendah. Tapi saya bisa kasih Rp11.500.000, sudah termasuk bonus <em>case<\/em> dan <em>screen protector<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Kalau tanpa bonus, bisakah harganya Rp11.200.000?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Hm&#8230; Kalau tanpa bonus, saya bisa kasih Rp11.300.000, tapi harus dibayar tunai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Kalau saya beli dua HP, ada diskon tambahan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau dua HP, saya kasih harga Rp11.000.000 per unit, tapi tanpa bonus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Baik! Saya ambil dua HP.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">30. Contoh Teks Negosiasi di Pasar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Bu, daging sapi segar ini harganya Rp150.000 per kilogram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Wah, mahal sekali, Pak. Kalau saya ambil 3 kilogram, berapa totalnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau ambil 3 kilo, saya kasih Rp145.000 per kilogram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Hm, bagaimana kalau Rp140.000 saja per kilo? Saya juga mau beli ayam satu ekor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau begitu, saya kasih Rp140.000 per kilo untuk daging dan ayamnya Rp75.000 per ekor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 2: Saya juga mau daging 2 kilogram, bisa dapat harga yang sama?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau total pembelian daging jadi 5 kilogram, saya kasih Rp138.000 per kilo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli 3: Saya mau ikan nila 2 kilo juga. Kalau total semua pembelian lebih dari Rp1 juta, ada diskon tambahan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjual: Kalau total lebih dari Rp1 juta, saya kasih diskon tambahan 2%. Jadi bagaimana, Bu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli: Baik, kita ambil semuanya. Totalnya dihitung ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">31. Contoh Teks Negosiasi Tiket Konser (Remaja &amp; Kakak Penjual)<\/span><\/h3>\n<p>Alya: \u201cBang, tiket konser sore itu masih ada?\u201d<\/p>\n<p>Penjual: \u201cAda, tinggal 3 tiket harga Rp350.000.\u201d<\/p>\n<p>Alya: \u201cWah, kemahalan ya buat pelajar? Bisa diskon jadi Rp300.000 nggak?\u201d<\/p>\n<p>Penjual: \u201cHmm\u2026 karena bentar lagi mulai, maksimal Rp330.000 aja bosku.\u201d<\/p>\n<p>Alya: \u201cKalau aku ajak 2 teman beli juga bareng, cocok Rp315.000 per orang?\u201d<\/p>\n<p>Penjual: \u201cBaiklah, deal Rp315.000 buat tiga orang. Siap!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">32. Contoh Teks Negosiasi Proyek Kelas (Tim &amp; Guru)<\/span><\/h3>\n<p>Ketua Tim: \u201cBu, boleh kami presentasi tanpa slide? Soalnya laptop kami error.\u201d<\/p>\n<p>Guru: \u201cPresentasi wajib pakai slide, supaya jelas.\u201d<\/p>\n<p>Ketua Tim: \u201cKalau begitu kami pakai poster + PDF saja?\u201d<\/p>\n<p>Guru: \u201cPoster bisa, tapi PDF harus dibawa juga.\u201d<\/p>\n<p>Ketua Tim: \u201cBaik, kami setuju seperti itu, Bu.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">33. Contoh Teks Negosiasi Gaji Magang (Fresh Graduate &amp; HR)<\/span><\/h3>\n<p>Pelamar: \u201cPak, untuk posisi ini saya minta gaji Rp6 juta.\u201d<\/p>\n<p>HR: \u201cStandardnya Rp5 juta dulu, tapi kami review setelah 3 bulan.\u201d<\/p>\n<p>Pelamar: \u201cBagaimana kalau Rp5,5 juta dahulu dengan target KPI jelas?\u201d<\/p>\n<p>HR: \u201cOke, dengan target KPI ya, kita setujui Rp5,5 juta dulu.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">34. Contoh Teks Negosiasi Rental Kostum Halloween (Teman &amp; Penyewa)<\/span><\/h3>\n<p>Teman: \u201cBang, sewa kostum hantu ini 2 hari, berapa harganya?\u201d<\/p>\n<p>Penyewa: \u201cRp200.000 per hari.\u201d<\/p>\n<p>Teman: \u201cKalau total Rp300.000 aja, karena ngambil banyak kostum lainnya?\u201d<\/p>\n<p>Penyewa: \u201cKalau ambil 3 kostum memang bisa Rp300.000, asal dikembalikan bersih ya.\u201d<\/p>\n<p>Teman: \u201cSip! Kita setuju deal!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">35. Contoh Teks Negosiasi Sewa Tempat Ulang Tahun<\/span><\/h3>\n<p>Ibu Penyelenggara: \u201cPak, sewa aula 5 jam bisa Rp1,5 juta?\u201d<\/p>\n<p>Pemilik Aula: \u201cBiasanya Rp1,8 juta, karena weekend.\u201d<\/p>\n<p>Ibu: \u201cKalau kami bawa catering sendiri, bisa turun jadi Rp1,6 juta?\u201d<\/p>\n<p>Pemilik: \u201cOke, asal kebersihan dijaga\u2014setuju Rp1,6 juta.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">36. Contoh Teks Negosiasi Pertukaran Pekerjaan Rumah (Adik &amp; Kakak)<\/span><\/h3>\n<p>Adik: \u201cKak, aku ganti cuci piring supaya kakak bantu beliin snack?\u201d<\/p>\n<p>Kakak: \u201cKalau aku bantuin, kamu juga harus bantu setrika baju.\u201d<\/p>\n<p>Adik: \u201cDeal! Aku cuci piring, kamu bantu snack + setrika baju.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">37. Contoh Teks Negosiasi Beli Kue di Festival Sekolah<\/span><\/h3>\n<p>Pembeli: \u201cBu, kue brownies ini masih bisa kurang harganya jadi Rp12.000?\u201d<\/p>\n<p>Penjual: \u201cTadi sudah diskon khusus, paling bisa Rp13.000.\u201d<\/p>\n<p>Pembeli: \u201cKalau aku ambil 5 biji, Rp12.000 per biji?\u201d<\/p>\n<p>Penjual: \u201cBaiklah, 5 biji @Rp12.000. Deal!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">38. Contoh Teks Negosiasi Paket Liburan Keluarga<\/span><\/h3>\n<p>Agen Travel: \u201cPaket Bali 4 hari itu Rp5 juta per orang.\u201d<\/p>\n<p>Ibu: \u201cKalau anak kami 3 orang ikut, bisa diskon grup?\u201d<\/p>\n<p>Agen: \u201cKalau 5 orang baru diskon, minimal Rp4,7 juta per orang.\u201d<\/p>\n<p>Ibu: \u201cKalau kami tambah antar jemput bandara, harga jadi berapa?\u201d<\/p>\n<p>Agen: \u201cOke, jadi Rp4,6 juta per orang. Selesai!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">39. Contoh Teks Negosiasi Kerja Sama Konten (YouTuber &amp; Brand)<\/span><\/h3>\n<p>YouTuber: \u201cKalau saya buat 3 video promo, saya minta fee Rp6 juta.\u201d<\/p>\n<p>Brand: \u201cAnggaran kami Rp4 juta saja.\u201d<\/p>\n<p>YouTuber: \u201cBagaimana kalau Rp5 juta + link produk di bio selama 1 bulan?\u201d<\/p>\n<p>Brand: \u201cSetuju! Itu win-win.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">40. Contoh Teks Negosiasi Kontrak Band Sekolah (Organisasi &amp; Band)<\/span><\/h3>\n<p>Ketua OSIS: \u201cBang, kami bayar Rp500 ribu untuk tampil 30 menit.\u201d<\/p>\n<p>Band: \u201cKalau 30 menit kurang; paling kecil Rp700 ribu, Pak.\u201d<\/p>\n<p>Ketua OSIS: \u201cKalau kita promosi kalian di Instagram sekolah dan bayar Rp600 ribu?\u201d<\/p>\n<p>Band: \u201cSetuju! Kita tampil 30 menit + promo.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, itulah kumpulan contoh teks negosiasi beserta jenis dan contoh dalam berbagai macam situasi di kehidupan sehari-hari. Kalau mau contoh yang lebih banyak, <em>yuk<\/em> tanyakan saja langsung kepada STAR Master Teacher saat sesi <em>live teaching <\/em>di kelas <a href=\"\/\" rel=\"noopener\"><strong>Brain Academy<\/strong><\/a>! Jika masih ragu untuk ikut kelasnya, kamu bisa kok cobain <em>free trial<\/em>-nya dulu. Yuk klik <em>banner <\/em>di bawah untuk daftar kelas gratisnya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. (2016). <em>Bahasa Indonesia SMA\/MA\/SMK\/MAK Kelas X<\/em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":10,"featured_media":247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg"],"_edit_lock":["1768369985:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2023-02-03","2024-01-03","2025-01-07"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["contoh teks negosiasi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan."],"_yoast_wpseo_linkdex":["82"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["27"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-14T02:00:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-14T05:54:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"27 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi\",\"name\":\"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-14T02:00:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-14T05:54:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"description\":\"Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-14T02:00:40+00:00","article_modified_time":"2026-01-14T05:54:46+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"27 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi","name":"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg","datePublished":"2026-01-14T02:00:40+00:00","dateModified":"2026-01-14T05:54:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"description":"Yuk, simak dan baca beberapa contoh teks negosiasi singkat berbagai macam tema yang super seru berikut ini. Mulai dari tema jual beli hingga pendidikan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dan-jenis-teks-negosiasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"40 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya, Seru!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=247"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6315,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247\/revisions\/6315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}