{"id":244,"date":"2026-02-13T11:00:59","date_gmt":"2026-02-13T04:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=244"},"modified":"2026-02-13T12:43:30","modified_gmt":"2026-02-13T05:43:30","slug":"hormon-cinta-pada-otak-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia","title":{"rendered":"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg\" alt=\"Blog Brainies Bertanya_Header Hormon Cinta\" \/><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Memasuki bulan penuh cinta alias Valentine, yuk kita bahas hubungan antara rasa cinta dengan hormon pada otak manusia.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Happy Valentine&#8217;s Day!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenapa ya kalau lagi jatuh cinta <em>mood<\/em> kita ikut berubah? Jadi nggak bisa tidur, senyum-senyum terus, dan setiap hari pengennya ketemu doi. Hihihi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa karena wajahnya <em>cute<\/em> kayak Han So Hee? Atau karena dia keren seperti Angga Yunanda? Hmm, mungkin nggak sih kalau ternyata kamu dipelet? Hiii, <em>amit-amit<\/em>, serem banget!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jatuh cinta itu kompleks. Nggak semua orang bisa alasan di balik rasa sukanya. Ada yang punya kriteria tertentu, tetapi ada pula yang berlindung lewat kalimat &#8220;<em>Yaa, pokoknya nyaman aja kalau deket dia<\/em>,&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">CIEEE. KIW.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jatuh cinta bikin kita merasa bahagia, nyaman, dan berjuta perasaan lain yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terkadang, jatuh cinta membuat manusia melakukan tindakan di luar kebiasaan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/meme%20cringe.jpg\" alt=\"meme cringe\" \/><\/p>\n<p style=\"font-size: 14px; text-align: center;\"><em>(Sumber: redbubble.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata, tindakan dan perasaan yang hadir saat jatuh cinta <span style=\"font-weight: bold;\">dipengaruhi oleh zat kimia yang terdapat di dalam otak manusia<\/span>. Kok bisa? Baca artikel ini sampai habis ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Baca juga:<\/span> <a style=\"font-weight: bold; background-color: #eeeeee;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kemampuan-perempuan-dan-laki-membaca-peta\" rel=\"noopener\">Alasan Perempuan Sulit Baca Google Maps Dibanding Laki-Laki<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Alasan Kita Jatuh Cinta?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut <span style=\"font-weight: bold;\">Profesor Psikologi New York, Arthur Aron<\/span>, dalam bukunya yang berjudul <em>Love and the Expansion of Self: Understanding Attraction and<\/em> <em>Satisfaction<\/em>, ketertarikan dapat dipicu oleh 4 hal, yaitu: <span style=\"font-weight: bold;\">persamaan<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">keakraban<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">penampilan fisik<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">timbal balik<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya lebih paham, kita bahas satu-persatu yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Persamaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengarkan musik atau menonton\u00a0<em>genre<\/em> film yang sama bisa membuat kamu tertarik dengan seseorang. Lebih nyambung ketika mengobrol, punya pola pikir yang serupa, dan akhirnya timbul rasa suka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Keakraban<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berawal dari teman, kemudian muncul perasaan nyaman. Keakraban menjadi salah satu faktor kamu menyukai seseorang. Sering berinteraksi, menghabiskan waktu bersama, tinggal berdekatan, dan sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Penampilan Fisik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau ini kamu pasti sudah paham, <a href=\"\/blog\/penyebab-dan-cara-mengatasi-rasa-insecure\" rel=\"noopener\">penampilan fisik<\/a> juga berperan penting terhadap ketertarikan. Tetapi, penampilan itu sifatnya relatif, tergantung penilaian masing-masing individu. Ada yang menganggap A menarik, ada juga yang berpendapat B lebih cantik dibanding A.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Timbal Balik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awalnya sih biasa aja, tetapi lambat laun usaha yang dia lakukan untuk mendekati kamu membuat hatimu tersentuh. Dari\u00a0<em>ngirimin\u00a0<\/em>makanan sampai\u00a0<em>dengerin<\/em> keluh kesah.\u00a0<em>Yup<\/em>, faktor timbal balik mempengaruhi kita dalam menyukai seseorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Artikel%20Hormon%20Cinta.jpg\" alt=\"Blog Brainies Bertanya_Artikel Hormon Cinta\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Bagaimana Cinta Mempengaruhi Emosi dan Perilaku?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata orang, cinta itu nggak pakai logika. Padahal, <span style=\"font-weight: bold;\">jatuh cinta dapat dijelaskan secara sains<\/span>. Lebih tepatnya melalui ilmu biologi. Ada banyak sel di otak yang memicu rasa deg-degan sekaligus salah tingkah, lho.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Otak manusia punya bagian yang bernama <span style=\"font-weight: bold;\">hipotalamus<\/span>, yaitu tempat untuk mengontrol sistem hormon. <span style=\"font-weight: bold;\">Saat<\/span><span style=\"font-weight: bold;\">\u00a0mulai tertarik dengan seseorang, hormon oksitosin dan vasopresi mulai beraksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oksitosin merupakan hormon penurun stres, sedangkan vasopresi merupakan hormon yang meningkatkan tekanan darah. <span style=\"font-weight: bold;\">Ketika kedua hormon ini bersatu, munculah senyawa kimia yang bernama dopamine<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah dopamine yang tinggi membuat kita bersemangat dalam menjalani aktivitas. <span style=\"font-weight: bold;\">Dopamine menimbulkan rasa senang sampai susah tidur<\/span>. Kalau kamu nggak percaya, coba deh minum kopi sebelum tidur. Kafein dalam kopi memicu peningkatan dopamine dalam tubuh yang bikin kita <em>deg-degan<\/em> serta insomnia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, senyawa<span style=\"font-weight: bold;\">\u00a0norepinefrin <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">yang meningkatkan detak jantung dan energi.<\/span> Norepinefrin bertugas untuk <span style=\"font-weight: bold;\">memusatkan perhatian terhadap objek tertentu, menyimpan memori, dan berperan dalam mengelola emosi.<\/span> <span style=\"font-weight: normal;\">Ini alasan kita bisa jingkrak-jingkrak pas lihat foto seseorang yang kita sukai hingga terbawa <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/kenapa-kita-suka-mimpi-jatuh-saat-tidur\" rel=\"noopener\">mimpi<\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, ada <span style=\"font-weight: bold;\">serotonin yang mengontrol nafsu makan<\/span>. Menariknya, senyawa ini juga dapat membuat <span style=\"font-weight: bold;\">perasaan kita lebih tenang dan stabil<\/span>. Nggak heran, kita bisa <em>chatting<\/em> berjam-jam sama doi tanpa memikirkan perut yang belum dikasih nasi dari pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/pedas-bukan-rasa-tapi-sensasi-panas\" rel=\"noopener\">Makan Makanan Pedas Bikin Pusing Hilang, Kok Bisa?<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hormon%20serotonin%20%20pengontrol%20nafsu%20makan.png\" alt=\"hormon serotonin pengontrol nafsu makan\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus, yang bikin penasaran, kenapa sih jatuh cinta bisa membuat kita melakukan sesuatu yang <em>cringe <\/em>atau memalukan? Ternyata, hal ini masih erat kaitannya dengan bagian otak manusia, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">korteks prefrontal<\/span>. <span style=\"font-weight: normal;\">Korteks prefrontal <span style=\"font-weight: bold;\">membantu kita dalam mengambil keputusan supaya bertindak rasional dan hati-hati.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Ketika jatuh cinta, <span style=\"font-weight: bold;\">perasaan kita lebih dominan sehingga melemahkan fungsi korteks prefrontal.<\/span> Makanya, kita bisa melakukan hal-hal di luar kebiasaan untuk menunjukkan betapa besarnya rasa suka terhadap orang tersebut. Mau dibilang <em>cringe<\/em>, alay, lebay, nggak peduli deh :p<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: normal;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Mudah-mudahan artikel dapat menambah wawasan baru untuk kita semua. Jatuh cinta adalah hal yang wajar, tetapi banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu. Hehe. Masih ada PTS, PAS, SNBP, dan UTBK SNBT yang menunggu kamu. Yuk, persiapkan diri sebaik-baiknya dengan bantuan bimbel terlengkap <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a>!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><em>Next<\/em>, mau bahas apalagi nih? Komen aja ya, pasti aku baca kok. Dadah~<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=+6281574410000&amp;text=Mau%20informasi%20promo%20dan%20paket%20belajar%20Brain%20Academy%20Online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Penyebab Seseorang Jatuh Cinta [Daring]. Tautan: https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/the-mysteries-love\/201701\/the-11-reasons-we-fall-in-love\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Senyawa Kimia Ketika Jatuh Cinta [Daring]. Tautan: https:\/\/sitn.hms.harvard.edu\/flash\/2017\/love-actually-science-behind-lust-attraction-companionship\/<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Norepinefrin [Daring]. Tautan: https:\/\/hellosehat.com\/mental\/stres\/seputar-hormon-stres\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(diakses 10 Februari 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Sumber Gambar:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Meme Cringe [Daring]. Tautan: https:\/\/www.redbubble.com\/people\/kmarie98\/works\/36005957-cringe-meme\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\"><span style=\"font-weight: normal;\">(diakses 10 Februari 2022)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":244,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg"],"_edit_lock":["1770961304:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-02-07","2024-02-13","2025-02-14"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["hormon cinta"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita."],"_yoast_wpseo_linkdex":["77"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["5"]},"categories":[1],"tags":[28,31,19],"class_list":["post-244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita? - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita? - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-13T04:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-13T05:43:30+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia\",\"name\":\"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita? - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-13T04:00:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-13T05:43:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita? - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita? - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-02-13T04:00:59+00:00","article_modified_time":"2026-02-13T05:43:30+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia","name":"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita? - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg","datePublished":"2026-02-13T04:00:59+00:00","dateModified":"2026-02-13T05:43:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Saat jatuh cinta, bagian otak yang disebut hipotalamus dan korteks prefrontal menghasilkan sejumlah hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan perasaan kita.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Blog%20Brainies%20Bertanya_Header%20Hormon%20Cinta.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/hormon-cinta-pada-otak-manusia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Jatuh Cinta Dipengaruhi Zat Kimia di Otak Kita?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=244"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4780,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244\/revisions\/4780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}