{"id":2381,"date":"2025-07-03T13:00:04","date_gmt":"2025-07-03T06:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=2381"},"modified":"2025-07-03T13:53:32","modified_gmt":"2025-07-03T06:53:32","slug":"perubahan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial","title":{"rendered":"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, &#038; Karakteristik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png\" alt=\"perubahan sosial\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 300;\">Apa itu teori perubahan sosial? Yuk, belajar pengertian, karakteristik, dampak, hingga faktor pendorong maupun penghambat terjadinya perubahan sosial!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 300;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Pernah nggak kamu menyadari bahwa kehidupan yang kita alami mulai dari kecil hingga saat ini, telah mengalami banyak sekali perubahan. Misalnya, dulu waktu kecil kamu masih sering berpergian naik becak atau delman. Tapi sekarang, becak dan delman sudah mulai tergantikan dengan adanya motor dan mobil listrik. Selain itu, dulu di zaman ayah dan ibu kita, jika ingin berkomunikasi dengan orang yang jauh, mereka hanya bisa menggunakan surat. Tapi sekarang, kita sudah bisa berkomunikasi menggunakan telepon seluler dan media sosial.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/be32ac26-44e7-43dc-9874-92eb978af2f8.gif\" alt=\"sosial media\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Nah, dalam ilmu Sosiologi, perubahan semacam itu disebut juga sebagai <strong>perubahan sosial<\/strong>. Apa sih, yang dimaksud dengan perubahan sosial?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Perubahan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Apa itu perubahan sosial?<strong> Perubahan sosial adalah<\/strong> bentuk <strong>peralihan yang mengubah tata kehidupan masyarakat secara terus-menerus<\/strong> akibat <strong>sifat sosial yang dinamis dan terus mengalami perubahan<\/strong>. Perubahan ini bisa terjadi pada individu, kelompok masyarakat, maupun lembaga-lembaga yang dapat mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, adat, budaya, hingga sikap dan perilaku dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Karakteristik Perubahan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Menurut John J. Macionis, seorang sosiolog asal Amerika, terdapat beberapa karakteristik atau ciri dari perubahan sosial, antara lain yakni sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Dapat Terjadi pada Setiap Kelompok Masyarakat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Perubahan sosial dapat terjadi pada setiap kelompok masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun masyarakat pedesaan. Namun, hal yang membedakan adalah laju serta tantangan dari perubahan sosial yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi\">Sosiologi Menurut Para Ahli Beserta Ciri, Hakikat, dan Objek Kajian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Beberapa Perubahan Sosial Dianggap Lebih Penting<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Beberapa perubahan sosial dapat dianggap lebih penting dibandingkan perubahan sosial lainnya. Penting atau tidaknya suatu perubahan sosial dapat dilihat dari pengaruh atau dampak yang ditimbulkan. Contohnya, yaitu terjadinya pandemi Covid 19 yang dianggap lebih penting dibandingkan perubahan sosial lainnya, seperti <\/span><em><span style=\"font-weight: 300;\">Citayam Fashion Week<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 300;\"> atau tren sosial lainnya yang sempat viral.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Dapat Direncanakan dan Tidak Direncanakan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Perubahan sosial dapat dibedakan menjadi perubahan yang direncanakan dan tidak direncanakan. Untuk membedakan antara keduanya, dapat dilihat dari adanya andil masyarakat dalam menciptakan suatu perubahan. Perubahan sosial yang tidak direncanakan merujuk kepada perubahan yang terjadi di luar kuasa manusia, seperti adanya bencana alam atau pandemi. Sedangkan perubahan sosial yang direncanakan merujuk pada perubahan yang terjadi dengan adanya campur tangan manusia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Sering Menciptakan Kontroversi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Perubahan sosial dianggap sering menciptakan kontroversi karena umumnya akan ada pihak yang pro pada perubahan namun ada juga pihak yang kontra. Kemudian, antara pihak pro dan pihak kontra seringkali terlibat dalam perdebatan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Teori Perubahan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Terdapat beberapa teori perubahan sosial yang perlu kamu pelajari, yaitu Teori Linier, Teori Siklus, Teori Fungsional, Teori Konflik, dan Teori Gerakan Sosial. Yuk, simak pembahasan masing-masing teori berikut ini!\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Teori Linier<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Teori Linier disebut juga sebagai Teori Perkembangan atau Teori Evolusi. Dalam Teori Linier, perubahan sosial dikatakan sebagai sebuah <strong>proses yang terjadi dalam waktu cukup panjang, relatif lambat, serta mengarah pada tujuan tertentu<\/strong>. Artinya, <strong>tidak ada perubahan sosial yang datang dengan sendirinya<\/strong>. Teori Linier menggambarkan bahwa perubahan sosial berbentuk pola yang memanjang dan menuju ke tahap yang paling terkini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Contoh Teori Linier yaitu pada zaman primitif, masyarakat hidup tanpa mengenal adanya adat istiadat. Kemudian seiring berjalannya waktu, mereka mulai membentuk dan mengenal adat istiadat. Namun, saat ini, terdapat adat istiadat yang sudah mulai ditinggalkan dan diganti dengan kebudayaan baru yang lebih modern.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Teori Siklus<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Menurut Teori Siklus, perubahan sosial adalah <strong>sebuah proses yang berulang<\/strong>. Artinya, perubahan yang terjadi di masa sekarang bisa memiliki kesamaan dengan apa yang pernah terjadi di masa lampau. Pada teori ini, perubahan sosial digambarkan dengan garis yang berputar namun tetap mengarah kepada tahap yang paling terkini. Contoh Teori Siklus misalnya gaya berpakaian atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 300;\">fashion <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 300;\">ala tahun 80-an dan 90-an yang kembali menjadi tren di masa sekarang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jurusan-sosiologi\">Bedah Jurusan Sosiologi, Mata Kuliah, Kampus dan Prospek Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Teori Fungsional<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Menurut Teori Fungsional, <strong>masyarakat dilihat sebagai sebuah sistem yang saling terhubung dan memiliki fungsi<\/strong>. Jika fungsi tersebut dijalankan dengan tepat, maka keseimbangan sosial akan tercipta. Menurut teori ini, perubahan sosial dapat terjadi akibat adanya perubahan sistem sosial. Kemudian, perubahan sosial tersebut bisa menciptakan keseimbangan sosial yang baru di masyarakat. Namun, perubahan sosial tersebut juga dapat menimbulkan konflik yang dapat mengganggu keharmonisan dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Teori Konflik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Menurut Teori Konflik, <strong>perubahan sosial terjadi akibat adanya konflik atau pertentangan antar kelas sosial.<\/strong> Menurut teori ini, perubahan sosial dianggap telah menciptakan perbedaan kelas sosial di tengah masyarakat. Contohnya, adanya industrialisasi yang membedakan kelas sosial antara pemilik modal dan buruh. Akibatnya, akan terjadi kesenjangan sosial antara kelas-kelas tersebut. Selain itu, konflik juga dianggap sebagai cara untuk menghasilkan perubahan sosial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Teori Gerakan Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Menurut Teori Gerakan Sosial, suatu <strong>perubahan sosial dapat memunculkan adanya gerakan sosial<\/strong>, begitu juga sebaliknya. Gerakan sosial sendiri merupakan tindakan bersama yang terorganisir dan didorong oleh adanya ketidakpuasan, tujuan, serta kepentingan yang sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Contohnya, krisis ekonomi di suatu negara yang dapat mengakibatkan banyaknya pengangguran dan kemiskinan. Kemudian, masyarakat yang tidak puas dengan kinerja pemerintah akan melakukan protes atau demo yang memicu terjadinya gerakan sosial. Gerakan sosial ini nantinya juga dapat mengakibatkan terjadinya perubahan sosial, seperti misalnya bergantinya rezim kekuasaan di suatu negara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Perubahan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Perubahan sosial dapat membawa beberapa dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Beberapa dampak yang dapat timbul akibat adanya perubahan sosial yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Dampak Positif<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Meningkatkan taraf hidup masyarakat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Kemajuan teknologi di berbagai bidang kehidupan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Berkembangnya berbagai industri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Berkembangnya peralatan untuk memenuhi kebutuhan hidup<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Terciptanya stabilitas politik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Dampak Negatif<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Lunturnya nilai dan norma di masyarakat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Masyarakat menjadi lebih konsumtif<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Terjadinya <\/span><em><span style=\"font-weight: 300;\">culture shock<\/span><\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Terjadinya <\/span><em><span style=\"font-weight: 300;\">cultural lag<\/span><\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Adanya disintegrasi sosial<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Faktor Pendorong Perubahan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Terjadinya perubahan sosial dapat didorong oleh adanya beberapa faktor. Faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dibagi menjadi dua macam, yakni faktor internal dan eksternal. Adapun faktor yang dimaksud antara lain sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Faktor Internal<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Bertambah dan berkurangnya penduduk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Adanya penemuan baru<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Adanya revolusi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Konflik dalam masyarakat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\">Kelompok Sosial, Ciri, Jenis, Contoh, Syarat &amp; Proses Terbentuknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Faktor Eksternal<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Pengaruh lingkungan fisik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Pengaruh dari kebudayaan lain, baik yang dilakukan secara asimilasi, akulturasi, maupun amalgamasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Terjadinya peperangan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Faktor Penghambat Perubahan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Selain faktor pendorong, terdapat juga faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial. Faktor penghambat perubahan sosial antara lain sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Faktor alam yang membuat suatu wilayah terisolasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Kurangnya pergaulan dengan kelompok masyarakat lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Adanya kepentingan yang tertanam kuat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Sikap masyarakat yang masih mengagungkan tradisi masa lampau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Prasangka terhadap hal-hal baru<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Rasa takut akan terjadinya kegoyahan integrasi kebudayaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 300;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 300;\">Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">Demikian penjelasan mengenai salah satu materi dalam mata pelajaran Sosiologi, yaitu tentang perubahan sosial. Jika kamu ingin belajar materi Sosiologi lebih banyak, kamu bisa banget lho, belajar bersama <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong>! Pembelajaran di Brain Academy tidak hanya lengkap, tapi juga seru dan menyenangkan. Yuk, bergabung sekarang!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Perubahan_sosial<\/span><span style=\"font-weight: 300;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-perubahan-sosial-teori-dan-karakteristik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 300;\">https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-perubahan-sosial\/<\/span><span style=\"font-weight: 300;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Diakses: 18 Juni 2023)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu teori perubahan sosial? Yuk, belajar pengertian, karakteristik, dampak, hingga faktor pendorong maupun penghambat terjadinya perubahan sosial! &#8212; Pernah nggak kamu menyadari bahwa kehidupan yang kita alami mulai dari kecil hingga saat ini, telah mengalami banyak sekali perubahan. Misalnya, dulu waktu kecil kamu masih sering berpergian naik becak atau delman. Tapi sekarang, becak dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":2381,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1751525486:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa itu perubahan sosial? Yuk, belajar pengertian, karakteristik, dampak, hingga faktor pendorong maupun penghambat terjadinya berikut ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png"],"_wp_old_date":["2023-07-25","2024-07-09"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-2381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, &amp; Karakteristik - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, &amp; Karakteristik - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu teori perubahan sosial? Yuk, belajar pengertian, karakteristik, dampak, hingga faktor pendorong maupun penghambat terjadinya perubahan sosial! &#8212; Pernah nggak kamu menyadari bahwa kehidupan yang kita alami mulai dari kecil hingga saat ini, telah mengalami banyak sekali perubahan. Misalnya, dulu waktu kecil kamu masih sering berpergian naik becak atau delman. Tapi sekarang, becak dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-03T06:00:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-03T06:53:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\",\"name\":\"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, & Karakteristik - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png\",\"datePublished\":\"2025-07-03T06:00:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-03T06:53:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b8b27793f734ba34e6682b6ddea7f7fa\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, &#038; Karakteristik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b8b27793f734ba34e6682b6ddea7f7fa\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, & Karakteristik - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, & Karakteristik - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa itu teori perubahan sosial? Yuk, belajar pengertian, karakteristik, dampak, hingga faktor pendorong maupun penghambat terjadinya perubahan sosial! &#8212; Pernah nggak kamu menyadari bahwa kehidupan yang kita alami mulai dari kecil hingga saat ini, telah mengalami banyak sekali perubahan. Misalnya, dulu waktu kecil kamu masih sering berpergian naik becak atau delman. Tapi sekarang, becak dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-03T06:00:04+00:00","article_modified_time":"2025-07-03T06:53:32+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial","name":"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, & Karakteristik - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png","datePublished":"2025-07-03T06:00:04+00:00","dateModified":"2025-07-03T06:53:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b8b27793f734ba34e6682b6ddea7f7fa"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5428a3c4-a481-40f8-af1e-36be6f645f85.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, &#038; Karakteristik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b8b27793f734ba34e6682b6ddea7f7fa","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2381"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5548,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2381\/revisions\/5548"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}