{"id":229,"date":"2025-07-16T09:00:04","date_gmt":"2025-07-16T02:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=229"},"modified":"2025-07-16T10:09:38","modified_gmt":"2025-07-16T03:09:38","slug":"karya-ilmiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah","title":{"rendered":"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, &#038; Cara Membuat"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg\" alt=\"membuat-karya-ilmiah\" \/><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Bagaimana cara membuat karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah kebahasaan? Yuk, pahami jenis, contoh, dan strukturnya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah kamu menulis artikel atau makalah mengenai fenomena tertentu?Artikel atau makalah dikenal dengan sebutan karya tulis ilmiah. Nah, dalam membuatnya, kamu memerlukan tata cara penulisan serta logika berpikir yang tepat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada artikel ini kita akan membahas mengenai karya ilmiah dari segi pengertian, tujuan, ciri, jenis hingga struktur dan kaidah kebahasaannya. Simak sampai akhir, ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\">Pengertian Karya Ilmiah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah berdasarkan data dan fakta yang didapat dari observasi, eksperimen, dan kajian pustaka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, karya ilmiah berisi tentang data, fakta dan solusi untuk menyelesaikan masalah dalam tulisan tersebut. Masalah yang terdapat pada karya ilmiah bersifat objektif dan faktual. Jadi dapat kita simpulkan bahwa karya ilmiah adalah <strong>tulisan yang berisi tentang fenomena atau peristiwa yang ditulis berdasarkan kenyataan<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\">Tujuan Karya Ilmiah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah kamu mengetahui pengertian karya tulis ilmiah. Kira-kira apa ya tujuan dari karya ilmiah? Beberapa tujuan dari penulisan karya ilmiah yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya ilmiah bisa menjadi wahana untuk melatih ide.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melatih berpikir karena untuk membuktikan pengetahuan dan potensi ilmiah yang dimiliki oleh siswa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sarana pembuktian dalam menghadapi dan memecahkan masalah.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Karya Ilmiah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya ilmiah merupakan hasil pemikiran atau hasil penelitian seseorang. Penelitian akan bermanfaat apabila dituangkan ke dalam suatu karya ilmiah. Adapun ciri dari karya ilmiah yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>1. Sistematis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Artinya <\/span>tersusun dengan pola yang baku.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>2. Logis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Artinya i<\/span>si dari suatu karya ilmiah dapat dipahami dan dibenarkan oleh logika atau akal sehat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>3. Objektif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Artinya berlandaskan teori bukan berlandaskan pandangan pribadi penulisnya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>4. Faktual<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Artinya karya ilmiah ditulis berdasarkan fakta, bukan imajinasi penulis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/apa-itu-skripsi\" rel=\"noopener\">Pengertian Skripsi, Tujuan, Isi, dan Tahapan Pembuatannya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Karya Ilmiah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya ilmiah terbagi menjadi 3 jenis, yaitu populer, semiformal, dan formal. Berikut penjelasan lengkapnya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>1. Jenis Karya Ilmiah Populer<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jenis karya ilmiah ini diungkapkan dalam bentuk ringkas dan menggunakan ragam bahasa yang populer atau lebih santai dan menarik. Seperti menggunakan kalimat yang mudah dipahami, umumnya disukai banyak orang serta dapat dimuat di media massa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>2. Jenis Karya Ilmiah Semiformal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya ilmiah jenis ini mengikuti kaidah bentuk formal, namun penyajiannya lebih sederhana. Bentuknya bisa berupa laporan atau makalah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>3. Jenis Karya Ilmiah Formal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bentuk karya ilmiah formal harus memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara rinci dan lengkap. Misalnya skripsi, tesis maupun disertasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-karya-ilmiah.jpg\" alt=\"jenis-karya-ilmiah\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Struktur Karya Ilmiah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Setiap bentuk itu berbeda dalam hal kelengkapan strukturnya. Nah, secara umum bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga sesuai dengan jenisnya, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal. Apa saja perbedaannya ya?<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Struktur Karya Ilmiah Populer<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. <strong>Bentuknya manasuka dan bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas<\/strong>. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Selain itu karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: 18px;\"><strong>2. Struktur Karya Ilmiah Formal<\/strong><\/span><strong><br \/>\n<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Judul<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tim Pembimbing<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Abstrak<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Daftar isi<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bab Pendahuluan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bab Kerangka Teoritis<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bab Metode Penelitian<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bab Pembahasan dan Hasil Penelitian<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bab Simpulan dan Rekomendasi<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Daftar Pustaka<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lampiran<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Riwayat Hidup Penulis atau Peneliti<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Struktur Karya Ilmiah Semiformal<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Judul<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pendahuluan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kerangka Teoritis<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Metodologi penelitian<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pembahasan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Simpulan dan Saran<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Daftar pustaka<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-weight: bold; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <\/span><a href=\"\/blog\/menyusun-daftar-pustaka\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold; background-color: #eeeeee;\">Contoh &amp; Cara Penulisan Daftar Pustaka APA Style Terlengkap<\/span><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Membuat Karya Ilmiah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa saja sih tahapan yang harus dilakukan dalam proses pembuatan karya ilmiah? Yuk, simak berikut ini.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Persiapan atau Perencanaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap pertama adalah perencanaan. Pada tahap ini, penulis perlu merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji agar dapat tersampaikan dengan baik. Buat rencana secara detail, mulai dari topik masalah, rumusan tujuan, topik, identifikasi pembaca, hingga ruang lingkup karya ilmiah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pengumpulan Informasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, kamu bisa mulai masuk ke tahap pengumpulan informasi. Bahan pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah bisa kamu dapatkan dari hal berikut ini:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Perpustakaan<\/li>\n<li>Internet<\/li>\n<li>Bahan-bahan pustaka<\/li>\n<li>Ringkasan atau paraphrase<\/li>\n<li>Kutipan<\/li>\n<li>Wawancara, observasi dan pertanyaan<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Penulisan Draf<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah informasi yang dikumpulkan sudah cukup terkumpul, kamu bisa mulai menulis draf. Ekspresikan ide-ide ke dalam bentuk tulisan kasar. Kembangkan ide kreatif yang sudah ada menjadi sebuah tulisan. Namun, pada tahap ini tulisan masih sangat mungkin untuk berubah atau direvisi ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Revisi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, setelah draf selesai dibuat, kamu bisa masuk ke tahap revisi. Perbaiki draf tulisan dengan menambahkan, mengurangi, menghilangkan, atau menata isinya sesuai dengan kebutuhan pembaca. Baca ulang seluruh isi draf atau referensi yang kamu miliki, sehingga bisa lebih mudah untuk membuat tulisan yang lebih sempurna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Penyuntingan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbaiki dan evaluasi aspek mekanik karya ilmiah, seperti huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, atau format karangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Publikasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila karya ilmiah sudah kamu dirasa sempurna dan tidak ada kesalahan, kamu bisa mempublikasikannya di berbagai platform. Tulisan yang dibuat pastinya akan lebih berarti dan bermanfaat jika dibaca oleh orang lain. Penting untuk menyesuaikan tulisan dengan media publikasi yang dituju.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Karya Ilmiah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelum membuat karya ilmiah, kamu harus tau aturan atau kaidah kebahasaan yang digunakan di dalamnya. Yuk, disimak!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>1. Ketentuan Penulisan Judul<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Judul ditulis dalam bentuk frasa dan tidak disertai dengan tanda baca akhir. Kemudian penulisan judul ditulis dengan huruf kapital, kecuali pada bagian anak judul. Pada bagian anak judul, huruf kapitalnya pada awal setiap kata, kecuali kata penghubung dan kata depan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">PENGARUH MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA DI SMA RUANG RAYA BANDUNG<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">(Penelitian Korelasional tentang Motivasi dan Prestasi Bahasa Indonesia di SMA Ruang Raya Bandung)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>2. Kata Impersonal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kata impersonal adalah kata yang tidak bersifat pribadi atau tidak berkaitan dengan seseorang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: <\/strong><em>Peneliti <\/em>dan <em>penulis<\/em>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>3. Kata Denotasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Denotasi adalah kata\u00a0 atau kelompok kata yang menunjukkan makna sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: <\/strong>Indonesia sangat kaya dengan bahasa daerah dan sastra daerah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>4. Kata Baku<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"font-weight: bold; color: #000000;\" href=\"\/blog\/contoh-kata-baku-dan-tidak-baku\" rel=\"noopener\">Kata baku <\/a>adalah kata yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kata baku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">antre (tidak baku: antri)<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">apotek (tidak baku: apotik)<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">atlet (tidak baku: atlit)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>5. Pendefinisian Istilah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam karya ilmiah, istilah harus didefinisikan terlebih dahulu sebelum dibahas dalam karya ilmiah. <strong>Istilah adalah kata-kata yang berkaitan dengan bidang tertentu.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: <\/strong>Analisis kontrastif didefinisikan oleh Buren (dalam Allen dan Corde, ed. 1975:280) sebagai suatu pendekatan pengajaran bahasa yang menggunakan metode perbandingan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/menyusun-kata-pengantar\" rel=\"noopener\">Bingung Membuat Kata Pengantar? Pelajari Strukturnya, Yuk!<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Contoh Karya Ilmiah\u00a0<\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>KECERDASAN JAMAK PADA MANUSIA<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>(Kajian Teoritis tentang Kecerdasan Jamak yang Dimiliki Manusia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Ayu N.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>\u00a0<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>KATA PENGANTAR<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya makalah in dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangsih baik dalam bentuk materi maupun pikiran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca agar di lain kesempatan dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #000000;\">Jakarta, November 2023<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #000000;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>KATA PENGANTAR<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>DAFTAR ISI<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>BAB I PENDAHULUAN<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1.1 Latar Belakang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1.2 Rumusan Masalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1.3 Tujuan Penulisan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1.4 Manfaat Penulisan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>BAB II PEMBAHASAN<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2.1 Pengertian Kecerdasan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2.2 jenis-jenis Kecerdasan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2.3 Penerapan Teori Kecerdasan Jamak dalam Pendidikan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2.4 Kecerdasan Ganda dan Perubahan Paradigmatik Pembelajaran<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2.5 Keunggulan dan Kelemahan Kecerdasan Jamak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>BAB I PENUTUP<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">3.1 Simpulan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">3.2 Saran<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>BAB I<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1.1 Latar Belakang<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Manusia diciptakan unik. Inilah yang sejak lama dalam ilmu pendidikan dikenal dengan konsep perbedaan individual. Oleh karena itu, sistem klasikal sebenarnya tidak sesuai dengan konsep perbedaan individual karena sistem klasikal menganggap semua siswa yang ada dalam suatu kelas dipandang homogen.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kondisi in lebih diperparah lag dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar. Adanya metode ceramah, materi yang diajarkan sama, prasyarat kemampuan yang dimiliki siswa dianggap sama, tugas-tugas yang diberikan Kepada siswa juga sama, dan media dan alat peraga yang digunakan juga sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Akhirnya, hasil akhir pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau yang disebut sebagai tujuan instruksional yang diharapkan juga sama, Bahkan tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur kompetensi siswa juga sama. Itulah karakteristik sistem klasikal dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan sistem itulah yang kemudian memperoleh kritik dari banyak pakar yang berpihak kepada sistem pendidikan individual, Salah satunya adalah Howard Gardner, seorang profesor ilmu saraf (neurology), dari Universitas Harvard pada tahun 1984 (Suparlan, 2004:1 98).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kontribusi Gardner yang sangat besar dalam ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya adalah teori tentang kecerdasan ganda, sebagaimana tertuang dalam bukunya bertajuk<em> Frame of Mind: The Theory of Multiple Intelligence <\/em>yang menyebutkan tujuh tipe kecerdasan manusia, yakni sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Linguistic intelligence<\/em> atau kecerdasan linguistik (bahasa).<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Musical intelligence <\/em>atau kecerdasan musikal<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Logical-mathematical intelligence<\/em> tau kecerdasan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Visual\/spatial intelligence<\/em> atau kecerdasan visual\/spasial<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Body\/kinesthetic <\/em>intelligence atau kecerdasan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ragawi\/kinestetik<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Intrapersonal intelligence<\/em> atau kecerdasan intrapersonal<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Metode pembelajaran <em>Multiple intelligences <\/em>merupakan salah satu metode alternatif untuk mencairkan kebuntuan proses pembelajaran baik di sektor formal maupun informal. <em>Multiple Intelligences<\/em> pada awalnya merupakan Kerangka berpikir sebagai pengembangan dari konsep kecerdasan IQ <em>(Intelligence Quotient<\/em>).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1.2 Rumusan Masalah<\/strong><\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Apa pengertian kecerdasan jarak?<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Apa saja macam-macam kecerdasan jamak tersebut?<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan?<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Apa saja keunggulan dan kelemahan kecerdasan jamak?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1.3 Tujuan Penulisan<\/strong><\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Agar mengetahui pengertian kecerdasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengetahui Macam-macam kecerdasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengetahui penerapan multi kecerdasan dalam pembelajaran.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1.4 Manfaat Penulisan<\/strong><\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan jamak yang dimiliki manusia.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan musik manusia.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengetahui aplikasi kecerdasan jamak dalam bidang pendidikan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>BAB III<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3.1 Simpulan<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Teori Multiple Intelligences<\/em> tidak saja dapat diukur oleh kemampuan matematika, logika, dan bahasa sebagaimana konsep kecerdasan klasik, melainkan setidaknya ada delapan kecerdasan manusia yang dapat dikembangkan, Ke delapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Teori Multiple Intelligences pada perkembangannya tidak saja merubah paradigma berfikir tentang kecerdasan tetapi juga menjelma menjadi metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga proses pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak monoton.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3.2 Saran<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan jauh dan kesempurnaan. Penyusun akan memperbaiki makalah ini dengan berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran mengenai penyajian makalah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Armstrong, T. 2002. Sekolah Para juara: Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan, Bandung: Kaifa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Campbell, L, et al. 1996. Teaching and Learning through Multiple intelligences, Massachusetts: Allyn and Bacon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalton, J. 1990. Creative Thinking and Cooperative Talk in Small Group, Australia: Thomas Nelson.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dryden,G.S. 1999. Revolusi Cara Belajar: Keajaiban Pikiran. Bandung: Kaifa,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fadli. 2010. Teori Kecerdasan Ganda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam http:\/\/fadlibae.wordpress.com\/2010\/03\/24\/teori-kecerdasan-ganda, diakses pada 1 November 2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meier, Dave. 2000. The Accelerated Learning Handbook: A Creative Guide to Designing and Delivering Faster, More Effective Training Programs. Massachusetts: Allyn and Bacon.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, itu tadi penjelasan tentang pengertian, ciri, jenis-jenis, struktur hingga kaidah kebahasaan dalam karya ilmiah serta contohnya. Semoga artikel ini mudah untuk kamu pahami ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuk, belajar menulis karya ilmiah lewat bersama Kakak-kakak Master Teacher di <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><strong>Brain Academy<\/strong><\/a>. Ada sesi <em>live teaching, <\/em><span style=\"font-style: normal;\">konseling, dan<\/span> bebas tanya materi sulit sepuasnya lewat chat atau video call. Harga paketnya mulai 100 ribuan aja, lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/a71ee4aa-d111-43d4-90bf-7a382e77140f.png\" alt=\"IDN CTA Blog RGLC - BA Center\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":10,"featured_media":229,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg"],"_edit_lock":["1752635303:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Karya ilmiah adalah tulisan yang menjelaskan suatu fenomena berdasarkan fakta dan prinsip ilmiah. Ketahui pengertian, ciri, tujuan, jenis, dan cara membuatnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2023-02-14","2024-01-04","2024-07-30"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, &amp; Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, &amp; Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-16T02:00:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-16T03:09:38+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah\",\"name\":\"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-16T02:00:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-16T03:09:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, &#038; Cara Membuat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-16T02:00:04+00:00","article_modified_time":"2025-07-16T03:09:38+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah","name":"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg","datePublished":"2025-07-16T02:00:04+00:00","dateModified":"2025-07-16T03:09:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/membuat-karya-ilmiah.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, &#038; Cara Membuat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=229"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5620,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229\/revisions\/5620"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}