{"id":2199,"date":"2025-08-22T11:00:14","date_gmt":"2025-08-22T04:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=2199"},"modified":"2025-08-25T16:07:02","modified_gmt":"2025-08-25T09:07:02","slug":"inner-child","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child","title":{"rendered":"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab &#038; Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png\" alt=\"inner child\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang punya sisi kekanakan atau inner child. Sayangnya inner child ini bisa terluka dan mempengaruhi kehidupan seseorang ketika dewasa. Apa sih inner child itu? Yuk, baca penjelasannya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Media sosial memang selalu bisa membuat kita belajar banyak ilmu dan istilah-istilah baru, ya. Setelah kemarin ramai dibahas soal manifesting, sekarang ada istilah baru lagi yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inner child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Katanya, di dalam diri kita itu masih ada sosok anak kecil yang nggak ikut tumbuh dewasa. Banyak juga yang membahas kalau <em>inner child<\/em> kita bisa terluka dan mempengaruhi sikap kita ketika dewasa. Hm, jadi penasaran ya apa sih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inner child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu? Yuk kita bahas pengertian, tanda <em>inner child<\/em> kamu terluka, penyebab, dan cara mengatasinya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Inner Child?\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong><em>Inner child<\/em> adalah<\/strong> istilah yang merujuk pada <strong>bagian dalam diri seseorang yang masih bersifat seperti kenakan atau seperti anak kecil.<\/strong> Jadi, meskipun kita sudah bertumbuh dewasa, <em>inner child<\/em> tidak ikut tumbuh dewasa. Bagian anak kecil dalam diri kita memegang ingatan, emosi dan pengalaman yang kita alami saat masih kecil, baik itu ingatan baik ataupun buruk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang punya <em>inner child<\/em> dalam dirinya, dengan kondisi yang berbeda-beda pastinya. Hal ini karena kita semua tumbuh dengan cara yang berbeda, di lingkungan yang beda, dan pengalaman yang kita lalui juga berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena <em>inner child<\/em> dalam diri setiap orang berbeda, ada orang-orang yang tumbuh dengan<em> inner child<\/em> yang terluka. <em>Inner child<\/em> yang terluka merupakan kondisi bagian anak kecil dalam diri kita menggenggam ingatan, emosi, dan pengalaman masa kecil yang terluka atau trauma. Luka-luka ini bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan kita misalnya, harga diri, cara kita berinteraksi, hubungan kita dengan orang lain, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa sih tahu soal <em>inner child<\/em> penting? Dengan mengenal dan mengetahui kondisi <em>inner child<\/em>, kita bisa memperbaiki hubungan dengan diri sendiri, mengatasi trauma atau luka masa kecil, meningkatkan rasa percaya diri, dan semakin memahami apa yang kita inginkan dan butuhkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-fomo\">Penyebab dan Tanda Kamu Orang yang FOMO, Hati-Hati!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Penyebab Inner Child Terluka?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Inner child<\/em> yang terluka dapat berasal dari pengalaman negatif semasa kecil. Berikut adalah beberapa penyebab <em>inner child<\/em> terluka:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan orang tua atau keluarga terdekat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekerasan fisik, emosional, seksual, verbal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diabaikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit serius<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bencana alam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bullying<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perceraian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekerasan dalam rumah tangga<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih banyak penyebab lainnya yang bisa membuat <em>inner child<\/em> terluka. Setiap orang bisa memiliki penyebab luka yang beda-beda, ya. Mengetahui penyebab dan sumber luka inner child dapat membantu dalam proses penyembuhan dan pemulihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-manifesting\">Benarkah Impian Kita Dapat Terwujud dengan Manifesting?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tanda Inner Child Kamu Terluka<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Inner child<\/em> yang terluka dapat memberi dampak pada diri kita saat dewasa. Berikut adalah ciri-ciri atau tanda <em>inner child<\/em>-mu terluka:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Rasa takut dan cemas berlebih yang berkelanjutan:<\/strong> takut menghadapi situasi baru, takut ditolak, takut diabaikan, takut menjalin hubungan, dan merasa tidak aman.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Merasa tidak berdaya:<\/strong> merasa sulit mengatasi tantangan dalam hidup, merasa tidak mampu mengendalikan emosi, dan rentan mendapat pengaruh negatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Merasa rendah diri:<\/strong> merasa tidak berharga, tidak pantas bahagia, tidak bisa mencapai kesuksesan, dan rasa malu yang susah diatasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong><em>Trust issue<\/em>:<\/strong> mudah curiga, sulit percaya, takut dikhianati, sulit membuka diri, dan membangun dinding emosional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit mengungkapkan emosi secara sehat, sulit mengenali dan mengelola emosi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Impulsif &amp; maladaptif:<\/strong> kecanduan, kebiasaan merusak diri sendiri, pola perilaku yang tidak sehat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin menyenangkan semua orang dan sulit membuat batasan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlalu sering mengkritik diri sendiri<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri di atas merupakan ciri-ciri umum <em>inner child<\/em> seseorang terluka. Perlu diingat, setiap orang memiliki tanda dan respons yang berbeda, jika kamu ingin lebih tahu tentang <em>inner child<\/em> kamu, konsultasikan dengan profesional, ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z\">Karakteristik Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja oleh Orangtua<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Bagaimana Cara Mengatasi Inner child yang Terluka?\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang disebutkan di atas, <em>inner child<\/em> yang terluka memberi dampak baik bagi seseorang ketika beranjak dewasa. Lalu, bagaimana cara mengatasi atau menyembuhkan <em>inner child<\/em> yang terluka?<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Menerima luka di masa lalu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inner child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kita terluka adalah banyaknya pengalaman negatif di masa lalu yang tidak bisa kita terima dan lupakan. Kita mungkin terus menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri, orang lain, dan bersikap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Masa lalu dan luka-luka yang kamu alami sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi. Hal yang bisa kamu lakukan adalah menerima dan mengakui bahwa kamu memiliki luka masa kecil. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuat kita lebih sulit menerima luka dan diri sendiri. Hal ini membuat luka batin tersebut jadi sulit disembuhkan atau pulih.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Journaling\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sederhananya, <em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/manfaat-journaling\">journaling<\/a><\/strong> <\/em>adalah kegiatan menulis untuk merekam pikiran, emosi, perasaan, dan pengalaman sehari-hari. <em>Journaling<\/em> memberimu ruang untuk melepaskan beban dan emosi secara tertulis yang membantu menenangkan<em> inner child<\/em> yang terluka. Nggak cuma hal-hal di atas, kamu juga bisa menulis cerita masa kecil yang membekas dalam ingatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coba tuliskan lalu ingat lagi apa yang kamu rasakan saat itu. Coba beri pemahaman dan sudut pandangmu (sebagai orang dewasa) kepada inner child-mu yang terluka. Saat kecil, mungkin kita belum bisa berpikir seperti sekarang, sehingga banyak hal yang melukai kita. Dengan memberi pemahaman kepada <em>inner child<\/em>, semoga bisa sedikit memulihkan luka yang ada. Sesederhana memvalidasi emosi yang kamu rasakan ketika kecil, atau memberi tahu inner child-mu bahwa ia tidak sendiri karena ia selalu punya kamu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Meditasi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meditasi punya banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan juga mental. Meditasi bisa mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan membantu kita mengelola emosi. Dengan pengelolaan emosi yang baik, kita bisa mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih sehat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Lakukan hal-hal menyenangkan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coba lakukan hal-hal yang membuatmu senang, misalnya melukis, menanam bunga, membaca komik, menonton film kartun, berenang, dan kegiatan lainnya. <em>Inner child<\/em> yang terluka berasal dari banyaknya pengalaman negatif, oleh karena itu, coba lakukan banyak pengalaman positif dan menyenangkan. Hal ini membantumu terkoneksi dengan <em>inner child<\/em> dalam kondisi yang lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Terapi dan dukungan profesional<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan ragu atau malu untuk melakukan terapi dan meminta bantuan dari profesional. Mereka bisa memberimu ruang aman, membantumu menjelajahi pengalaman masa kecil, memahami, dan mengatasi luka-luka yang ada dengan cara yang sehat untuk berinteraksi dengan <em>inner child<\/em> kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan terapi, kita akan lebih paham bagaimana pengalaman masa kecil memengaruhi pola pikir dan perilaku kita saat ini. Terapi ini tentu memakan waktu dan butuh proses, oleh karena itu dibutuhkan kesabaran dan komitmen untuk mengikuti setiap prosesnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang punya luka masa kecilnya masing-masing, kamu nggak sendiri. Jika kamu merasa sulit menghadapi semuanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya, ya. Semuanya nggak mudah dan butuh waktu, tapi kamu pasti bisa!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu nggak percaya diri dengan kemampuanmu untuk masuk ke perguruan tinggi negeri, coba deh ngobrol bareng kakak konselor dan belajar bersama Master Teacher di <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong>. Jangan takut, karena kita bisa bantu mewujudkan mimpimu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e6ea43ef-b6e3-426d-8d2a-bc2a322e8da1.jpeg\" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami Inner Child yang Menetap Hingga Dewasa [daring]. Tautan:\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/hellosehat.com\/mental\/inner-child\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">7 Tanda Inner Child Terluka [daring]. Tautan: https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/2025\/7-tanda-inner-child-terluka-tidak-kasat-mata-tapi-dampak-negatifnya-nyata\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">8 Ways to Start Healing Your Inner Child [daring]. Tautan: https:\/\/www.healthline.com\/health\/mental-health\/inner-child-healing#listen\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap orang punya sisi kekanakan atau inner child. Sayangnya inner child ini bisa terluka dan mempengaruhi kehidupan seseorang ketika dewasa. Apa sih inner child itu? Yuk, baca penjelasannya! \u2014 Media sosial memang selalu bisa membuat kita belajar banyak ilmu dan istilah-istilah baru, ya. Setelah kemarin ramai dibahas soal manifesting, sekarang ada istilah baru lagi yaitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2199,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1756112687:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Setiap orang punya sisi kekanakan atau inner child yang memengaruhi mereka saat tumbuh dewasa. Yuk, kenali ciri, penyebab, dan cara mengatasinya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png"],"_wp_old_date":["2023-08-24","2024-08-29"]},"categories":[1],"tags":[28,31],"class_list":["post-2199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab &amp; Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab &amp; Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setiap orang punya sisi kekanakan atau inner child. Sayangnya inner child ini bisa terluka dan mempengaruhi kehidupan seseorang ketika dewasa. Apa sih inner child itu? Yuk, baca penjelasannya! \u2014 Media sosial memang selalu bisa membuat kita belajar banyak ilmu dan istilah-istilah baru, ya. Setelah kemarin ramai dibahas soal manifesting, sekarang ada istilah baru lagi yaitu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-22T04:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-25T09:07:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child\",\"name\":\"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab & Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png\",\"datePublished\":\"2025-08-22T04:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-25T09:07:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab &#038; Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab & Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab & Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Setiap orang punya sisi kekanakan atau inner child. Sayangnya inner child ini bisa terluka dan mempengaruhi kehidupan seseorang ketika dewasa. Apa sih inner child itu? Yuk, baca penjelasannya! \u2014 Media sosial memang selalu bisa membuat kita belajar banyak ilmu dan istilah-istilah baru, ya. Setelah kemarin ramai dibahas soal manifesting, sekarang ada istilah baru lagi yaitu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-22T04:00:14+00:00","article_modified_time":"2025-08-25T09:07:02+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child","name":"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab & Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png","datePublished":"2025-08-22T04:00:14+00:00","dateModified":"2025-08-25T09:07:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d313efaa-40b3-4317-a559-02e56cd252df.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/inner-child#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inner Child: Pengertian, Ciri, Penyebab &#038; Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2199"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5779,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2199\/revisions\/5779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}