{"id":181,"date":"2025-11-10T11:00:00","date_gmt":"2025-11-10T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=181"},"modified":"2025-11-10T11:03:02","modified_gmt":"2025-11-10T04:03:02","slug":"kalimat-langsung-dan-tidak-langsung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung","title":{"rendered":"Contoh Kalimat Langsung &#038; Tidak Langsung serta Perbedaannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png\" alt=\"kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung\" \/><\/em><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Artikel ini berisi informasi tentang pengertian, ciri, struktur, serta contoh dari kalimat langsung dan tidak langsung. Simak baik-baik agar kamu tak tertukar saat menggunakannya!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah karya sastra terutama fiksi, penggunaan jenis kalimat langsung dan kalimat tidak langsung sangat umum digunakan untuk menyatakan dialog para karakter atau tokoh. Bagi kamu yang sering membaca <span style=\"color: #434856;\"><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/ciri-struktur-unsur-dan-kebahasaan-novel\" rel=\"noopener\">novel<\/a>, <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/contoh-cerita-pendek\" rel=\"noopener\">cerpen<\/a>, <\/span>maupun dongeng pasti <em>nggak<\/em> asing lagi sama kalimat ini. Jadi, apa sih yang dimaksud kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, kita bahas satu persatu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Kalimat Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat langsung adalah <span style=\"font-weight: bold;\">kalimat yang berasal dari ungkapan atau pernyataan dari seseorang tanpa adanya perantara dan tanpa merubah pesan yang diutarakan<\/span>. Jadi, kalimat yang disampaikan oleh orang tersebut sama persis dan tidak ada penambahan atau pengurangan kata sedikitpun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pada sebuah teks kalimat langsung <span style=\"font-weight: bold;\">ditandai dengan penggunaan tanda petik (&#8220;&#8230;&#8221;)<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh kalimat langsung:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; background-color: #fcfcfc;\"><span style=\"font-size: 12px;\">&#8220;<\/span><em>Kerjakan tugas ini sekarang!&#8221; perintah atasannya. &#8220;Besok akan dibahas dalam rapat.&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat langsung dapat berbentuk kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain dengan langsung menirukan, mengutip atau mengulang kembali ujaran dari sumber tersebut. Biasanya, nada atau intonasi yang digunakan sama dengan yang dilakukan oleh sumber informasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Kalimat Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, untuk dapat membedakan kalimat langsung dengan kalimat tidak langsung, kamu harus tahu dulu ciri-ciri kalimat langsung dan cara penulisannya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-weight: bold;\">1. Menggunakan tanda baca petik dua (\u201c&#8230;\u201d) di awal dan akhir kalimat.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya:<\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Nurul bertanya, \u201cKapan kita pergi?\u201d<\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Ibu itu menasihati anaknya, \u201cBerhati-hatilah, Nak!\u201d<\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">\u201cBesok pagi,\u201d katanya, \u201cmereka akan berangkat.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Menggunakan huruf kapital di awal kalimat<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya:<\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">\u201cNanda akan pulang nanti malam,\u201d Hani memberi kabar.<\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Laras berkata, \u201cAku mungkin tidak akan pulang hari ini. Besok aku beri kabar lagi.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Akan tetapi, jika dalam satu kalimat terdapat dua atau lebih kalimat petikan, maka huruf pertama yang ditulis kapital hanya pada kalimat petikan pertama saja<\/span>. Lalu, untuk kalimat petikan kedua, huruf pertamanya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali bila kata pertamanya merupakan nama seseorang atau sebuah sapaan. Contohnya:<\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">\u201cAyo cepat!\u201d teriak Tedy, \u201cnanti bisnya keburu lewat.\u201d<\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">\u201cKetemu!\u201d teriak Nindi dari bawah, \u201cRiri, kuncinya sudah ketemu!\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Akhiri petikan yang terletak di depan label dialog (dialog tag) dengan tanda koma, tanda tanya, atau tanda seru<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">\u201cIbu pulang,\u201d kata Farhan.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">\u201cIbu pulang?\u201d tanya Farhan.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">\u201cIbu pulang!\u201d seru Farhan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Oh iya, jika petikan kalimat langsung berada di belakang label dialog sisipkan koma sebelum petikan itu dan letakkan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru sebelum tanda petik penutup. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">Farhan berkata, \u201cIbu pulang.\u201d<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">Farhan bertanya, \u201cIbu pulang?\u201d<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">Farhan berseru, \u201cIbu pulang!\u201d<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4 Kalimat langsung yang menggunakan petikan dipisahkan dengan kalimat pengiringnya menggunakan tanda baca koma (,) di antara kalimat pengiring dan kalimat petikan<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">[Pengiring] (,) [kutipan]<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Contoh: Indra menyuruh, \u201cBukakan jendela itu supaya tidak panas!\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Gunakan tanda baca titik dua (:) pada kalimat langsung berbentuk dialog.<\/strong> Contohnya:<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Egi: \u201cSalsa, pulang sekolah kita ke bioskop yuk\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Salsa: \u201cYah, aku tidak bisa kalau hari ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Egi: \u201cLoh, kenapa?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Salsa: \u201cAku mau pergi bersama Riffa ke toko buku\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>6. Kutipan kalimat langsung dibaca menggunakan penekanan pada intonasinya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Struktur kalimat langsung terdiri dari kalimat pengiring dan kalimat kutipan. Nah, intonasi pada bagian kalimat kutipan lebih tinggi daripada kutipan pengiring. Misalnya pada kalimat:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Kakak berteriak, \u201cAdik, cepat pulang!\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Nah, frasa \u201cCepat pulang!\u201d dibaca menggunakan nada yang lebih tinggi. Hal ini berfungsi agar pendengar mengingat bahwa pokok utama yang ingin disampaikan pada kalimat langsung terdapat pada kalimat kutipan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ciri-kalimat-langsung.png\" alt=\"ciri-kalimat-langsung\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Kalimat Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Struktur penulisan sebuah kalimat langsung dapat terbagi 2, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">1. \u201c[pernyataan yang diucapkan oleh subjek]\u201d (,) [kata kerja diawali dengan huruf kecil] [subjek].\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Contoh: \u201cKemarin Delvin mengerjakan tugas kelompok bahasa Indonesia\u201d, kata Fikri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/struktur-kalimat-langsung.png\" alt=\"struktur-kalimat-langsung\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">2. [Subjek] [kata kerja] (,) \u201c[pernyataan yang diucapkan oleh subjek dengan diawali huruf kapital] [tanda baca]\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Contoh: Fikri berkata, \u201cKemarin Delvin mengerjakan tugas kelompok bahasa Indonesia.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Kalimat Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut beberapa contoh kalimat langsung:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8220;Aku suka sekali menonton Anime,&#8221; ujar Tia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8220;Mengapa ban sepedamu kempes?&#8221; tanya ayah kepada Hedi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8220;Ayo, bersiap-siap!&#8221; ujar Bibi, &#8220;kita akan segera berangkat ke Candi Prambanan.&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">Kakak bertanya, &#8220;Bu, apakah kita akan pergi ke rumah nenek akhir pekan ini?&#8221;\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">Bu Guru berkata, &#8220;Anak-anak, jangan lupa kumpulkan tugas Kimia besok pagi di ruang guru!&#8221;\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">Sasa mengatakan, &#8220;Aku menangis karena membaca cerita novel itu&#8221;\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8220;Apa yang kamu lakukan untuk mengisi waktu luang?&#8221; tanya Helmi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8220;Di mana kamu membeli baju ini?&#8221; tanya Sisil kepada Monik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8220;Dia tidak masuk kerja hari ini karena harus pulang kampung ke Bandung,&#8221; kata Denis.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8220;Tolong kecilkan volume televisi itu!&#8221; pinta Ibu.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px; color: #434856; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/cara-memahami-kalimat-efektif\" rel=\"noopener\">Bagaimana Cara Menulis Kalimat Efektif? Ini Syarat dan Contohnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana? Sampai paham ya pengertian, ciri, struktur dan contoh kalimat langsung. Sekarang yuk kita bahas mengenai kalimat tidak langsung. Bagaimana ya bentuk kalimat tidak langsung? yuk kita cari tahu sama-sama!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Kalimat Tidak Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat tidak langsung <span style=\"font-weight: bold;\">adalah kalimat yang digunakan untuk menyampaikan atau melaporkan kembali ucapan yang pernah disampaikan seseorang tanpa mengutip keseluruhan kalimatnya untuk disampaikan kepada orang lain<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bentuk<span style=\"font-weight: bold;\"> kutipan dalam kalimat tidak langsung berupa kalimat berita<\/span>. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalimat tidak langsung termasuk jenis kalimat berita yang berisi suatu kejadian atau peristiwa dari sumber lain, lalu diubah susunanya oleh penutur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/memahami-teks-berita\" rel=\"noopener\">Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yup, kalimat tidak langsung juga memiliki ciri-ciri yang membuat jenis kalimat ini berbeda dengan kalimat lain, terutama kalimat langsung. Seperti apa, ya? Berikut penjelasannya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Intonasinya mendatar dan menurun pada akhir kalimatnya.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kalimat tidak langsung termasuk ke dalam kalimat berita. Oleh karena itu, kalimat ini dibaca dengan intonasi membaca kalimat berita biasa. Hal ini karena semua bagian pada kalimat berita dianggap memiliki kesetaraan. Jadi, tidak ada frasa yang harus diucapkan lebih tegas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Tidak menggunakan tanda baca petik dua (&#8220;&#8230;&#8221;)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px;\">Herdita pernah melihat Nenden mengatakan bahwa ia tidak menyukai laki-laki berkacamata itu.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 11px;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Syifa tadi bertanya tentang letak kolam renang di sekolah ini.<\/span><\/span><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-size: 11px;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Adanya perubahan kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, karena kalimat tidak langsung merupakan penyampaian ulang dari perkataan seseorang, maka terdapat perubahan kata ganti orang pada kalimat yang dikutip, seperti:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent;\">a. Kata ganti orang pertama menjadi kata ganti orang ketiga<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"background-color: transparent;\">Saya diganti menjadi dia atau nama orang ketiga<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"background-color: transparent;\">Aku diganti menjadi dia tau nama orang ketiga<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kami diganti menjadi mereka atau nama orang ketiga<\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">b. Kata ganti orang kedua menjadi orang pertama<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Kamu diganti menjadi saya<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c. Kata ganti orang kedua jamak diubah menjadi \u2018kami\u2019 atau \u2018mereka\u2019, tergantung pada konteks kalimat yang dibuat<\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Kalian diganti menjadi kami.<\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Kita diganti menjadi kami.<span style=\"color: #434856;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Menggunakan kata penghubung atau konjungsi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata penghubung yang digunakan dalam kalimat tidak langsung, di antaranya bahwa, supaya, sebab, agar, untuk, tentang, dan kata hubung yang lainnya. Contoh kalimatnya:<\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Pak Kiki menyuruh kita supaya mengerjakan soal yang di papan tulis lalu dikumpulkan ke mejanya saat jam pulang.<\/li>\n<li style=\"color: #000000;\" aria-level=\"1\">Hadi mengatakan bahwa ia bosan setiap hari selalu melakukan kegiatan yang sama.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cirI-kalimat-tidak-langsung.png\" alt=\"cirI-kalimat-tidak-langsung\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Kalimat Tidak Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur pada penulisan kalimat tidak langsung sangat sederhana, yaitu [subjek] &#8211; [predikat] &#8211; [kata sambung] &#8211; [kata yang diucapkan oleh subjek].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: Arum mengatakan bahwa kemarin Farida telah pergi ke sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Kalimat Tidak Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut beberapa contoh kalimat tidak langsung:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-size: 16px;\">Rasya bertanya tentang pelajaran Fisika kepada Pak Guru.<\/li>\n<li>Ibu meminta Raidha untuk segera membelikannya garam di warung sebelah.<\/li>\n<li>Adik mengatakan bahwa kakak dicari oleh Ibu, untuk membantunya memasak.<\/li>\n<li>Bu Dokter menyuruh Lisa untuk tidak makan makanan pedas seperti seblak lagi.<\/li>\n<li>Ayah mengatakan kepada Dodi untuk segera menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolahnya.<\/li>\n<li>Bibi menyuruhku untuk membeli buah mangga dan semangka di pasar.<\/li>\n<li>Hamzah mengatakan dengan lantang, bahwa ia akan memenangkan perlombaan puisi itu.<\/li>\n<li>Dita mengatakan bahwa kemarin dia baru saja sakit demam.<\/li>\n<li>Hani bertanya kepada Adit buah apa yang menjadi favoritnya.<\/li>\n<li style=\"font-size: 16px;\">Salsa mengatakan padaku tidak berangkat les matematika sore nanti, sebab dia sedang tidak enak badan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai! Jadi, apakah kamu sudah mengetahui perbedaan antara kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dilihat dari pengertian, ciri, struktur dan contohnya? Kalau kamu ingin belajar tentang jenis-jenis kalimat lainnya, yuk bimbel di <span style=\"color: #434856;\"><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a> <\/span>yang tersebar di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fasilitasnya lengkap, Master Teachernya asyik dan super sabar, bisa <span style=\"font-weight: bold;\">coba kelas gratis secara online atau datang langsung ke cabang terdekat<\/span> dari rumahmu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda Petik (&#8220;\u2026&#8221;) &#8211; PUEBI Daring (ivanlanin.github.io) (Diakses pada: 19 Februari 2023)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yudhistira, 2020. Petik Satu, Petik Dua. Narabahasa. [Daring] Tautan: https:\/\/narabahasa.id\/linguistik-umum\/ejaan\/petik-satu-petik-dua (Diakses pada: 19 Februari 2023)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini berisi informasi tentang pengertian, ciri, struktur, serta contoh dari kalimat langsung dan tidak langsung. Simak baik-baik agar kamu tak tertukar saat menggunakannya! &#8212; Dalam sebuah karya sastra terutama fiksi, penggunaan jenis kalimat langsung dan kalimat tidak langsung sangat umum digunakan untuk menyatakan dialog para karakter atau tokoh. Bagi kamu yang sering membaca novel, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":181,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png"],"_edit_lock":["1762747243:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-02-28","2024-02-22","2024-11-13"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["kalimat langsung dan tidak langsung"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["81"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Kalimat Langsung &amp; Tidak Langsung serta Perbedaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Kalimat Langsung &amp; Tidak Langsung serta Perbedaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-10T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-10T04:03:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung\",\"name\":\"Contoh Kalimat Langsung & Tidak Langsung serta Perbedaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png\",\"datePublished\":\"2025-11-10T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-10T04:03:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"description\":\"Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Kalimat Langsung &#038; Tidak Langsung serta Perbedaannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Kalimat Langsung & Tidak Langsung serta Perbedaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Contoh Kalimat Langsung & Tidak Langsung serta Perbedaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-11-10T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-11-10T04:03:02+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung","name":"Contoh Kalimat Langsung & Tidak Langsung serta Perbedaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png","datePublished":"2025-11-10T04:00:00+00:00","dateModified":"2025-11-10T04:03:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"description":"Apa sih perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contoh keduanya berikut ini secara lengkap!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kalimat-langsung-dan-kalimat-tidak-langsung.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Kalimat Langsung &#038; Tidak Langsung serta Perbedaannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6094,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181\/revisions\/6094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}