{"id":1597,"date":"2023-09-29T09:00:00","date_gmt":"2023-09-29T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1597"},"modified":"2023-09-29T16:24:17","modified_gmt":"2023-09-29T09:24:17","slug":"kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya","title":{"rendered":"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\" alt=\"tantrum pada anak\" width=\"820\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em>Artikel ini membahas tentang jenis tantrum pada anak dan bagaimana cara menanganinya<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Tantrum adalah<\/strong> kondisi <strong>ledakan emosi<\/strong> yang sangat umum <strong>terjadi pada anak usia 1,5 sampai 4 tahun<\/strong>. Kemunculan tantrum biasanya ditandai dengan marah-marah, menangis dengan kencang, sikap keras kepala, dan sulit untuk menenangkan diri. Wajar saja jika anak usia tersebut mengalami tantrum. Sebab di usia tersebut, mereka belum cukup mahir untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan dan rasakan dengan kata-kata.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tenor-Jan-15-2021-10-23-19-45-AM.gif\" alt=\"tantrum pada anak\" width=\"600\" \/>Tantrum adalah hal yang wajar untuk dilakukan oleh anak-anak (sumber: tenor.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Mengatasi anak yang sedang tantrum memang bukan perkara yang mudah. Butuh trik yang tepat agar kita dapat menenangkan si kecil. Maka dari itu, ada baiknya <em>parents <\/em>memahami jenis-jenis tantrum dan bagaimana cara mengatasinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px; line-height: 1.5;\"><strong>Jenis Tantrum pada Anak<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tantrum sendiri memiliki dua jenis\u00a0 \u2013 yaitu tantrum manipulatif dan tantrum frustasi. Berikut perbedaannya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">1. Tantrum Manipulatif<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tantrum manipulatif biasanya muncul ketika si kecil menerima penolakan atau ketika keinginannya tidak dapat dipenuhi. Biasanya, anak akan melakukan tantrum manipulatif untuk membuat orang lain memenuhi keinginannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/abd7d8_d1a3c26fa91b4d388046fa3119949e82-mv2.jpg\" alt=\"mengenal jenis tantrum\" width=\"600\" \/>Kenali jenis tantrum sebelum menanganinya (sumber: slumberandbloom.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>2. Tantrum Frustasi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selain itu, aja juga jenis tantrum frustasi. Tantrum ini umumnya disebabkan karena anak belum bisa mengekspresikan keinginan serta perasaannya dengan baik. Kondisi ini rentan dialami oleh anak usia 18 bulan. Sebab, ia belum sepenuhnya dapat bertutur kata dengan baik. Selain kesulitan dalam mengutarakan perasaan, anak juga bisa mengalami tantrum frustasi ketika ia merasa kelelahan, kelaparan, atau merasa gagal dalam melakukan sesuatu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px; line-height: 1.5;\"><strong>Cara Mengatasi Tantrum yang Benar<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Setelah mengetahui definisi serta jenis-jenis tantrum, kini <em>parents <\/em>harus paham juga \u2013 bagaimana <em>sih <\/em>cara yang tepat untuk menangani anak yang sedang tantrum? Agar tidak salah dalam mengambil tindakan, <em>yuk <\/em>simak cara-cara di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GettyImages-1210029236.jpg\" alt=\"atasi tantrum dengan tepat\" width=\"600\" \/>Atasi tantrum pada anak dengan cara yang tepat (sumber: ccesuffolk.org)<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><strong style=\"background-color: transparent; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; font-size: 1rem;\">1. Tangani dengan tenang<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tips pertama dalam menangani anak yang sedang tantrum adalah menjaga diri sendiri agar tetap tenang. Jangan sampai kita membalas dengan membentak atau memaksa anak untuk diam. Sikap tenang saat mengatasi si kecil dapat membuat tantrumnya mudah untuk ditangani.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><strong>2. Ajak ke tempat yang lebih tenang<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Khususnya ketika si kecil mengalami tantrum di tempat umum yang ramai, ada baiknya <em>parents <\/em>membawa anak terlebih dahulu ke tempat yang lebih nyaman dan <em>private<\/em>. Hal ini dapat mempermudah <em>parents <\/em>untuk melakukan langkah selanjutnya untuk menenangkan si kecil.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><strong>3. Cari tahu penyebabnya<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab si kecil mengalami tantrum. Seperti keinginan yang tak terpenuhi, rasa ngantuk, lapar, atau hal lainnya yang mungkin tidak bisa ia ungkapkan dengan baik. Salah satu cara agar <em>parents <\/em>dapat membantu anak untuk mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan yaitu dengan memberi pertanyaan, seperti \u201ckamu ngantuk?\u201d, \u201ckamu capek?\u201d, atau \u201ckamu lapar?\u201d. Meskipun si kecil belum bisa berbicara dengan baik, mereka tetap akan merespon pertanyaan tersebut dengan anggukan dan gelengan kepala. Jika sudah diketahui, <em>parents <\/em>tentu akan lebih mudah dalam mengatasi tantrumnya.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><strong>4. Alihkan perhatian<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Jika sudah mengetahui apa yang menjadi penyebab si kecil tantrum, kini tugas <em>parents <\/em>adalah untuk mengalihkan perhatian mereka agar tidak rewel lagi. Pengalihan bisa saja dilakukan dengan menggendong, memperlihatkan hal-hal seru yang ada di sekitar, memberi permen atau makanan kesukaan mereka, atau bahkan membelikan mereka mainan yang diinginkan. Dengan begini, si kecil akan teralihkan dan melupakan tantrumnya.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><strong>5. Jangan Atasi dengan kekerasan!<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Menangani anak yang sedang tantrum dengan mencubit dan memukul adalah langkah yang sangat salah. Sebab, hal ini malah membuat si kecil jadi suka memukul ketika ia merasa keinginannya tidak terpenuhi. Sebagai gantinya, <em>parents <\/em>bisa menenangkan si kecil dengan mencium atau memeluk. Selain menenangkan, hal tersebut juga bisa menjadi pengingat bahwa <em>parents <\/em>peduli dan menyayangi si kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya\"><strong>4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya<\/strong><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px; line-height: 1.5;\"><strong>Tidak Wajar Jika Anak Usia 4-6 Tahun Masih Tantrum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Meskipun tantrum merupakan hal yang wajar, bukan berarti <em>parents <\/em>bisa membiarkannya ketika sudah melewati batas. Jangan sampai si kecil memanfaatkan tantrum sebagai senjata agar bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Batas usia normal anak mengalami tantrum adalah usia 4 tahun. Jika melebihi usia tersebut, maka dapat dikatakan terdapat kesalahan pada pola asuh dari orang tuanya<\/p>\n<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/original%20(1).gif\" alt=\"anak mengalami tantrum hingga usia 4 tahun\" width=\"600\" \/>Batas usia anak mengalami tantrum adalah 4 tahun (source: weheartit.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Saat sudah menginjak usia 4-6 tahun, sewajarnya anak telah bisa mengontrol emosi mereka agar tidak meledak-ledak. <em>Nah<\/em>, jika pada usia tersebut si kecil masih mengalami tantrum, ini menjadi PR bagi <em>parents <\/em>untuk mengevaluasi pola didiknya <em>ya<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Parents<\/em>, saat anak telah menginjak usia sekolah nanti, <em>yuk <\/em>kenalkan mereka dengan Brain Academy <em>Online<\/em>! Selain dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan akademiknya, Brain Academy <em>Online <\/em>juga dapat membantu anak untuk mengembangkan <em>soft skills <\/em>mereka. Tidak hanya itu, Brain Academy <em>Online <\/em>juga menyediakan sesi konsultasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perkembangan belajar anak, <em>lho<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/1d360f7d-2de1-478b-8f5c-c8513705cd85.jpeg\" alt=\"BA online - Brain Academy \" width=\"648\" height=\"227\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>2019. Gabriella Florencia. Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak. halodoc.com. 26 Desember 2019. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/mengenal-2-jenis-tantrum-pada-anak (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n<p>2020. Merry Dame Christy Pane. Begini Cara Mengatasi Tantrum pada Anak. aladokter.com. 12 Agustus 2019. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.alodokter.com\/begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Anak Tantrum di Tempat Umum? Begini Cara Mengatasinya. parentstory.com. 23 Juni 2020. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.parentstory.com\/blog\/cara-mengatasi-tantrum-anak-di-tempat-umum (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Ajeng Anastasia Kinanti. Psikolog: Anak Usia 4-6 Tahun Masih Tantrum, Tanda Pola Asuh Tidak Tepat. health.detik.com. 29 September 2016. [Daring]. Tautan: https:\/\/health.detik.com\/ibu-dan-anak\/d-3309912\/psikolog-anak-usia-4-6-tahun-masih-tantrum-tanda-pola-asuh-tidak-tepat (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tantrum adalah tindakan yang wajar untuk dilakukan oleh anak-anak. tenor.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/tenor.com\/view\/no-aciel-park-nooooo-gun-gif-13118208 (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kenali jenis tantrum sebelum menanganinya. slumberandbloom.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/slumberandbloom.com\/toddler-sleep-how-sleep-impacts-temper-tantrums-d27\/ (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Atasi tantrum pada anak dengan cara yang tepat. ccesuffolk.org. [Daring]. Tautan: http:\/\/ccesuffolk.org\/events\/2020\/10\/06\/coping-with-temper-tantrums (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Batas usia anak mengalami tantrum adalah 4 tahun. weheartit.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/weheartit.com\/oyouoko\/collections\/105158436-deahan-minguk-manse (Diakses: 8 Januari 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas tentang jenis tantrum pada anak dan bagaimana cara menanganinya<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":1597,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg"],"_edit_lock":["1695979357:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2021-01-20"],"_aioseo_title":["#post_title"],"_aioseo_description":["Agar dapat diatasi dengan baik, yuk kenali jenis tantrum pada anak dan bagaimana cara yang tepat untuk meredakannya di artikel berikut ini, Parents!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[52],"class_list":["post-1597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-counselling-parenting"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas tentang jenis tantrum pada anak dan bagaimana cara menanganinya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-29T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-29T09:24:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya\",\"name\":\"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-29T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-29T09:24:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\",\"name\":\"Tiara Syabanira Dewantari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tiara Syabanira Dewantari\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Artikel ini membahas tentang jenis tantrum pada anak dan bagaimana cara menanganinya","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2023-09-29T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2023-09-29T09:24:17+00:00","author":"Tiara Syabanira Dewantari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tiara Syabanira Dewantari","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya","name":"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg","datePublished":"2023-09-29T02:00:00+00:00","dateModified":"2023-09-29T09:24:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/15012021_BAO_Kenali_Jenis_Tantrum_dan_Bagaimana_Cara_Menanganinya_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-jenis-tantrum-dan-bagaimana-cara-menanganinya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Jenis Tantrum dan Bagaimana Cara Menanganinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc","name":"Tiara Syabanira Dewantari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tiara Syabanira Dewantari"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1597"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2678,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1597\/revisions\/2678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}