{"id":1573,"date":"2021-02-08T04:00:00","date_gmt":"2021-02-08T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1573"},"modified":"2021-02-08T04:00:00","modified_gmt":"2021-02-08T04:00:00","slug":"speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya","title":{"rendered":"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\" alt=\"08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1\" width=\"820\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><em>Artikel ini membahas tentang speech delay yang dapat dialami oleh anak<\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Setiap anak tentunya memiliki perkembangan bicara yang berbeda-beda. Saat masih kecil, anak hanya bisa <em>babbling<\/em> hal-hal tidak jelas \u2013 hingga kemudian, mereka tumbuh besar dan tentunya mengalami kemajuan dalam cara berbicara. Umumnya, anak akan mengenal bahasa di usia 3 bulan, dan mereka akan mulai bicara antara usia 11 hingga 14 bulan.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/apakah-mengajarkan-dua-bahasa-sedari-dini-itu-baik\" style=\"color: #0000ff;\"><strong><span>Apakah Mengajarkan Dua Bahasa Sedari Dini itu Baik?<\/span><\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tapi, apakah <em>parents <\/em>tahu, bahwa ada beberapa anak yang mengalami keterlambatan dalam kemampuan bicaranya?<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/brothers_talking.jpg\" alt=\"speech delay pada anak\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><span style=\"background-color: transparent; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; font-size: 1rem;\"><\/span><span style=\"background-color: transparent; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; font-size: 1rem;\"><em>Speech delay<\/em> dapat dialami oleh anak saat usia pertumbuhan (sumber: study.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kondisi ini disebut sebagai <em>speech delay<\/em> atau keterlambatan berbicara. Ini merupakan <strong>keadaan dimana seorang anak yang telah menginjak 2 tahun masih belum bisa berbicara layaknya anak di usia tersebut<\/strong>. <em>Speech delay <\/em>bukan hal yang dapat dianggap remeh <em>lho<\/em>, <em>parents<\/em>! Sebab jika tidak segera ditangani, hal ini dapat mengakibatkan masalah ketika anak menginjak usia dewasa nantinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Lalu, bagaimana caranya agar <em>parents <\/em>mengetahui bahwa kemampuan bicara si kecil tidak sesuai dengan anak-anak seusianya? Kemudian, apa yang harus dilakukan jika si kecil terlanjur mengalami <em>speech delay<\/em>? Agar <em>parents <\/em>bisa mendapatkan jawabannya, yuk simak penjelasannya di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Cara Deteksi S<\/strong><strong><em>peech Delay <\/em>Pad<\/strong><strong>a Anak<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Langkah pertama yang dapat <em>parents <\/em>lakukan untuk mendeteksi <em>speech delay <\/em>adalah dengan membandingkan kemampuan si kecil dengan anak seusianya. Cara ini bisa menjadi petunjuk sederhana untuk mengetahui apakah kemampuan bicara si kecil tertinggal atau tidak.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Language-Development-and-Speech-Delay.jpg\" alt=\"waspadai speech delay sejak usia dini\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\">Waspadai <em>speech delay <\/em>secepat mungkin (sumber: parentsneed.com)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Tetapi, <em>parents <\/em>tidak boleh langsung menyimpulkan <em>ya<\/em>! Sebab, <strong><em>speech delay <\/em>biasanya baru akan terlihat ketika anak memasuki usia 12 bulan<\/strong>. Sebab para ahli menyebutkan bahwa di usia tersebut, anak setidaknya telah mengetahui 1 hingga 20 kosa kata. Lalu ketika menginjak usia 18 bulan, setidaknya anak telah memiliki 20 hingga 100 kata.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Adapun <em>timeline <\/em>perkembangan bicara pada anak yang dapat <em>parents <\/em>gunakan sebagai acuan untuk mengetahui apakah kemampuan berbicara si kecil sudah sesuai dengan anak-anak sebayanya;<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>1. Usia 3 bulan<\/strong><\/span> \u2192 anak mulai mengeluarkan <em>babbling<\/em>. Selain itu, anak juga sudah bisa mengenali suara dan memperhatikan wajah orang tuanya saat diajak berkomunikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>2. Usia 6 bulan<\/strong><\/span> \u2192 suku kata yang diucapkan sudah mulai terdengar jelas. Seperti \u201cpa-pa\u201d atau \u201cba-ba\u201d. Pada usia ini juga anak mulai bersuara untuk mengekspresikan emosinya, menoleh ke sumber suara, dan merespon pada musik.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>3. Usia 9 bulan<\/strong><\/span> \u2192 kata dasar seperti \u201cya\u201d dan \u201ctidak\u201d sudah bisa dipahami oleh si kecil.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>4. Usia 12 bulan<\/strong><\/span> \u2192 di usia ini, si kecil sudah bisa mengucap kata seperti \u201cmama\u201d atau \u201cpapa\u201d dengan baik, memahami perintah, serta menirukan ucapan dari orang-orang sekitar.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>5. Usia 18 bulan<\/strong><\/span> \u2192 anak sudah mampu meniru kata-kata yang diucapkan oleh orang tuanya dan dapat menunjuk ke sebuah benda atau bagian tubuh yang disebutkan oleh orang tuanya. Anak juga sudah bisa mengucapkan setidaknya 10 kata dasar. Tapi, jangan khawatir jika si kecil belum bisa mengucapkannya dengan jelas \u2013 seperti \u201cmakan\u201d yang diucap dengan \u201cmam\u201d.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Kemudian pada usia 3-5 tahun, kosakata yang dimiliki oleh anak akan berkembang dengan pesat. Bahkan di usia 3 tahun ada beberapa anak yang bisa menyerap kosakata baru dengan cepat. Di usia tersebut juga, anak sudah bisa memahami perintah yang lebih panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Dampak dari S<\/strong><strong><em>peech Delay <\/em>T<\/strong><strong>erhadap Anak<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Jika tidak ditangani sejak dini, <em>speech delay <\/em>tentunya dapat memberikan dampak berkepanjangan bagi si kecil \u2013 khususnya ketika anak telah memasuki usia dewasa \u2013 di antaranya yaitu; sulit bersosialisasi, memusatkan perhatian, prestasi akademik memburuk, sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan sampai mengalami masalah kejiwaan.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/7_Key_Social_Skills_to_Help_Children_with_Autism_Cope_with_Bullying_2048x.progressive.jpg\" alt=\"dampak buruk speech delay\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><em>Speech delay <\/em>yang tidak ditangani akan berdampak buruk bagi anak (sumber: upbility.com)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Telanjur S<\/strong><strong><em>peech Delay<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Penting bagi <em>parents <\/em>untuk melakukan pemeriksaan terhadap tumbuh kembang si kecil secara menyeluruh dan berkala. Sebab, masalah <em>speech delay <\/em>dapat ditimbulkan oleh berbagai macam faktor. Misalnya seperti anak memiliki kelainan pendengaran, autisme, disabilitas intelektual, hingga penyakit langka seperti sindrom Angelman.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/speech-therapy-occupational-therapy-FCP-breakout.jpg\" alt=\"atasi speech delay dengan terapi\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\">Terapi wicara dapat membantu anak yang mengalami <em>speech delay <\/em>(sumber: grkids.com)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Terapi wicara terbukti efektif untuk membantu anak yang mengalami kesulitan dalam bicara ekspresif (berbicara untuk mengungkapkan keinginannya). Tetapi, terapi ini tidak cukup efektif untuk mengatasi anak yang mengalami hambatan dalam bicara reseptif (kemampuan untuk merespon ketika diajak berkomunikasi). Berikut jenis-jenis terapi wicara yang dapat membantu anak:<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>1. Terapi wicara<\/strong><\/span> \u2192 terapi dilakukan untuk merangsang anak untuk berbicara. Terapi yang akan dilakukan berupa mengajak anak bermain, memperkenalkan kartu bergambar, sampai belajar bahasa isyarat.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>2. Terapi apraxia<\/strong><\/span> \u2192 terapi yang dapat membantu anak yang mengalami kesulitan untuk menyebutkan suatu kata dengan baik \u2013 padahal si kecil tahu betul apa yang ia inginkan. Terapi dilakukan biasanya dengan merekam suara anak saat berbicara atau melatih mereka untuk berbicara di depan cermin.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong style=\"background-color: transparent; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; font-size: 1rem;\">3. Terapi untuk gagap atau <\/strong><strong style=\"background-color: transparent; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; font-size: 1rem;\"><em>stuttering<\/em><\/strong><\/span><span style=\"background-color: transparent; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; font-size: 1rem;\"> \u2192 terapi untuk mengatasi anak yang mengalami gagap bicara. Terapi dilakukan dengan melatih anak untuk berbicara secara pelan-pelan dan jelas. Sebab, berbicara terlalu cepat bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami gagap.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"color: #2a2a2a;\">Tidak hanya kemampuan berbicara. Selama masa pertumbuhannya, anak juga butuh mengasah berbagai macam kemampuan \u2013 seperti <\/span><em><span style=\"color: #2a2a2a;\">teamwork<\/span><\/em><span style=\"color: #2a2a2a;\">, <\/span><em><span style=\"color: #2a2a2a;\">leadership<\/span><\/em><span style=\"color: #2a2a2a;\">, <\/span><em><span style=\"color: #2a2a2a;\">critical thinking<\/span><\/em><span style=\"color: #2a2a2a;\">, <\/span><em><span style=\"color: #2a2a2a;\">problem solving<\/span><\/em><span style=\"color: #2a2a2a;\">, dan <\/span><em><span style=\"color: #2a2a2a;\">soft skill<\/span><\/em><span style=\"color: #2a2a2a;\"> lainnya yang dibutuhkan oleh anak di masa depan. Agar semua kemampuan tersebut dapat diasah dengan baik, jangan lupa daftarkan anak untuk bimbel di Brain Academy <\/span><em><span style=\"color: #2a2a2a;\">Online<\/span><\/em><span style=\"color: #2a2a2a;\"> saat telah menduduki bangku sekolah nanti ya, <\/span><em><span style=\"color: #2a2a2a;\">parents<\/span><\/em><span style=\"color: #2a2a2a;\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/online\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/1d360f7d-2de1-478b-8f5c-c8513705cd85.jpeg\" width=\"648\" height=\"227\" alt=\"BA online - Brain Academy \" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Ariska Puspita Anggraini. <em>Speech Delay<\/em> Pada Anak: Definisi, Gejala, dan Cara Penanganannya. 8 Februari 2020. kompas.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/health.kompas.com\/read\/2020\/02\/08\/103300868\/speech-delay-pada-anak&#8211;definisi-gejala-dan-cara-penanganannya?page=all (Diakses: 11 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Dr. Verury Verona Handayani. 3 Cara Mengatasi <em>Speech Delay <\/em>Pada Anak. 14 Februari 2020. halodoc.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/3-cara-mengatasi-speech-delay-pada-anak (Diakses: 11 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Dr. Argaruci Gemilang. Kenali Tanda-tanda Keterlambatan Bicara Pada Balita. nutriclub.co.id. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.nutriclub.co.id\/article-balita\/stimulasi\/tumbuh-kembang-anak\/tanda-keterlambatan-bicara-pada-balita (Diakses: 11 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Speech delay dapat dialami oleh anak saat usia pertumbuhan. study.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/study.com\/blog\/how-do-i-know-if-my-child-has-a-language-delay.html (Diakses: 11 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Waspadai <em>speech delay <\/em>secepat mungkin. parentsneed.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/parentsneed.com\/language-development-speech-delay\/ (Diakses: 11 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><em>Speech delay <\/em>yang tidak ditangani akan berdampak buruk bagi anak. upbility.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/upbility.net\/blogs\/news\/17371485-7-key-social-skills-to-help-children-with-autism-cope-with-bullying (Diakses: 11 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Terapi wicara dapat membantu anak yang mengalami <em>speech delay. <\/em>grkids.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/grkids.com\/occupational-therapy-and-speech-therapy-grand-rapids\/ (Diakses: 11 Januari 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas tentang speech delay yang dapat dialami oleh anak &#8212; Setiap anak tentunya memiliki perkembangan bicara yang berbeda-beda. Saat masih kecil, anak hanya bisa babbling hal-hal tidak jelas \u2013 hingga kemudian, mereka tumbuh besar dan tentunya mengalami kemajuan dalam cara berbicara. Umumnya, anak akan mengenal bahasa di usia 3 bulan, dan mereka akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":1573,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg"]},"categories":[1],"tags":[52],"class_list":["post-1573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-counselling-parenting"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas tentang speech delay yang dapat dialami oleh anak &#8212; Setiap anak tentunya memiliki perkembangan bicara yang berbeda-beda. Saat masih kecil, anak hanya bisa babbling hal-hal tidak jelas \u2013 hingga kemudian, mereka tumbuh besar dan tentunya mengalami kemajuan dalam cara berbicara. Umumnya, anak akan mengenal bahasa di usia 3 bulan, dan mereka akan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-08T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya\",\"name\":\"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-08T04:00:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\",\"name\":\"Tiara Syabanira Dewantari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tiara Syabanira Dewantari\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Artikel ini membahas tentang speech delay yang dapat dialami oleh anak &#8212; Setiap anak tentunya memiliki perkembangan bicara yang berbeda-beda. Saat masih kecil, anak hanya bisa babbling hal-hal tidak jelas \u2013 hingga kemudian, mereka tumbuh besar dan tentunya mengalami kemajuan dalam cara berbicara. Umumnya, anak akan mengenal bahasa di usia 3 bulan, dan mereka akan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2021-02-08T04:00:00+00:00","author":"Tiara Syabanira Dewantari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tiara Syabanira Dewantari","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya","name":"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg","datePublished":"2021-02-08T04:00:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/speech-delay-pada-anak-kenali-tanda-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc","name":"Tiara Syabanira Dewantari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tiara Syabanira Dewantari"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1573"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1573\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}