{"id":154,"date":"2026-03-12T09:00:30","date_gmt":"2026-03-12T02:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=154"},"modified":"2026-03-12T11:53:12","modified_gmt":"2026-03-12T04:53:12","slug":"jenis-dan-contoh-konjungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi","title":{"rendered":"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png\" alt=\"konjungsi-header\" \/><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 jenis konjungsi, yaitu koordinatif, korelatif, subordinatif, antar kalimat, dan antar paragraf.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eh<\/em>, kalian tahu nggak <em>sih<\/em>, selama ini bukan hanya manusia yang dihubungkan dengan sebuah asmara agar menjadi serasi. Tetapi, kata atau kalimat pun juga perlu penghubung agar terkesan lebih koheren atau berkesinambungan. Nah<em>, <\/em>penghubung tersebut dikenal sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">konjungsi<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian dan Ciri Konjungsi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi atau kata sambung adalah penghubung <strong>kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya yang tidak memiliki tujuan atau maksud lain.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Konjungsi mempunyai beberapa ciri<\/span> nih, yaitu tidak dapat dihubungkan dengan objek, tidak menerangkan kata, hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat, dan tidak bisa ditaruh di akhir kalimat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis Konjungsi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi terbagi dua, yakni konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Perbedaannya terletak pada bentuk kalimat; <span style=\"font-weight: bold;\">konjungsi koordinatif menyambungkan kalimat setara, yang bisa berdiri sendiri apabila kata sambung dihilangkan<\/span>, sedangkan <span style=\"font-weight: bold;\">subordinatif menyambungkan kalimat tidak setara, yang tidak bisa berdiri sendiri<\/span>.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/UWGdagalrgoKpHH_apBM_hAtxbgykQiYOryKYO780Pr5J19UojUAZ9ywXkPMvJw8fb3VjrM81DxLK568IYa_4qmSBDWiSkxIxmWYpLsex-m1fPg6VasZJpR1EEkJ7gP-F5MbQZaoguP_Cbei7LVkz6Q\" width=\"4\" height=\"5\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, jika dilihat berdasarkan sintaksis dalam kalimat, konjungsi dibagi ke dalam empat macam yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi antarkalimat.<\/p>\n<p>Yuk, simak penjelasan dan contoh penggunaannya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Konjungsi Koordinatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama penting atau memiliki status sintaksis yang sama.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh Konjungsi Koordinatif dan Maknanya<\/strong><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>dan<\/strong>: sebagai penanda hubungan penambahan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>atau<\/strong>: sebagai penanda hubungan pemilihan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>melainkan<\/strong>: sebagai penanda hubungan perlawanan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>padahal<\/strong>: sebagai penanda hubungan pertentangan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>sedangkan<\/strong>: sebagai penanda hubungan pertentangan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>serta<\/strong>: sebagai penanda hubungan pendampingan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>tetapi<\/strong>: sebagai penanda hubungan perlawanan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>dan\/atau<\/strong>: sebagai penanda hubungan jumlah atau pilihan<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><strong>Contoh Penggunaan Konjungsi Koordinatif dalam Kalimat<\/strong><\/h4>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #434856;\">Heri <strong>dan <\/strong>Hedi adalah saudara kembar identik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kamu mau ikut ke pasar <strong>atau <\/strong>tunggu di rumah saja?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Itu bukan pesawat terbang, <strong>melainkan <\/strong>helikopter.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Adit hanya diam saja, <strong>padahal <\/strong>selama ini tahu banyak informasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kakak sedang memasak, <strong>sedangkan <\/strong>adik mencuci.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Saya pergi ke pasar membeli ikan <strong>serta <\/strong>sayur.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Adikku sebenarnya pandai, <strong>tetapi <\/strong>malas belajar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Ayah menulis pesan <strong>dan <\/strong>Ibu memotong sayur di dapur.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Dewi <strong>dan <\/strong>Novi sedang mengerjakan tugas sekolah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Apakah kamu mau membeli buku, penggaris, <strong>dan\/atau<\/strong> tempat pensil?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-kata-baku-dan-tidak-baku\">Contoh Kata Baku dan Tidak Baku, Jangan Tertukar Ya!<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Konjungsi Korelatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi korelatif berfungsi untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang umumnya terpisah satu dengan yang lain.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh Konjungsi Korelatif dan Kalimatnya<\/strong><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">baik &#8211; maupun: <strong>Baik <\/strong>kakak <strong>maupun <\/strong>adiknya tidak suka makan nasi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">tidak hanya &#8211; tetapi juga: Seluruh karyawan<strong> tidak hanya<\/strong> harus setuju, <strong>tetapi juga<\/strong> harus patuh terhadap setiap aturan perusahaan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">bukan hanya &#8211; melainkan juga: Pengangguran<strong> bukan hanya<\/strong> menyangkut masalah ekonomi, <strong>melainkan <\/strong>juga masalah sosial.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">demikian &#8211; sehingga: Mobil di tol berpacu <strong>demikian <\/strong>cepat <strong>sehingga <\/strong>sulit untuk ditangkap mata kamera.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">sedemikian rupa &#8211; sehingga: Pesan yang baik harus disampaikan <strong>sedemikian <\/strong>rupa, <strong>sehingga <\/strong>dapat menarik perhatian pendengar.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">apa(kah) &#8211; atau: <strong>Apakah <\/strong>Anda setuju <strong>atau <\/strong>tidak, kami tetap kukuh pada pendirian.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">entah &#8211; entah: <strong>Entah <\/strong>menang <strong>entah <\/strong>kalah, saya tetap akan berusaha sampai pertandingan selesai.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">jangankan &#8211; pun : <strong>Jangankan <\/strong>berdiri, duduk <strong>pun <\/strong>ia tak sanggup.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/cara-memahami-kalimat-efektif\" rel=\"noopener\">Pengertian Kalimat Efektif, Ciri, dan Contohnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\">3. Konjungsi Subordinatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan klausa subordinatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah<em>, <\/em>dilihat dari perilaku sintaksis dan semantiknya, konjungsi subordinatif dapat dibagi menjadi 13 kelompok. Berikut pembagian jenis konjungsi subordinatif dan contohnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 12pt;\"><strong>a. Konjungsi Subordinatif Waktu atau Temporal<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi temporal, yaitu konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua unsur bahasa yang memiliki keterkaitan waktu, seperti sebelum, sesudah itu, selanjutnya.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>menunjukkan awal peristiwa<\/strong>: sejak, sedari, semenjak<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>menunjukkan awal suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa lain:<\/strong> begitu, demi, ketika, sambil, selagi, selama, sementara, seraya, tatkala, sewaktu<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>menunjukkan awal suatu peristiwa yang didahului dengan peristiwa lain:<\/strong> setelah, sebelum, sehabis, selesai, sesudah, seusai<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>menunjukkan lamanya suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa tertentu:<\/strong> hingga, sampai<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>b. Konjungsi Subordinatif Syarat<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi syarat, yaitu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan unsur bahasa yang memiliki makna persyaratan, seperti apabila, asalkan, jika, asalkan, jikalau, kalau, manakala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>c. Konjungsi Subordinatif Pengandaian<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi subordinatif pengandaian merupakan kata hubung yang menunjukkan adanya pengandaian pada kalimat. Contoh<strong>: andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya, andai kata.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>d. Konjungsi Subordinatif Tujuan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif tujuan merupakan kata hubung yang cirinya mengandung kata: <strong>untuk, supaya, agar, biar<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>e. Konjungsi Subordinatif Konsesif<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">konjungsi konsesif adalah kata hubung untuk menyatakan keadaan berlawanan dari apa yang dijelaskan sebelumnya. Contohnya <strong>biarpun, kendatipun, meskipun, walaupun, sekalipun, sungguhpun.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>f. Konjungsi Subordinatif Pembandingan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">kata hubung yang digunakan untuk menjelaskan adanya kesamaan di antara dua kata atau dua kalimat. Contoh konjungsi pembandingan yaitu <strong>alih-alih, daripada, ibarat, laksana, seakan-akan, sebagai, sebagaimana, seolah-olah, seperti.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>g. Konjungsi Subordinatif Sebab<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif sebab merupakan konjungsi yang menyatakan adanya hubungan sebab diantara dua klausa atau kalimat. Kata penghubung yang termasuk konjungsi ini adalah <strong>sebab, karena, oleh sebab, dan oleh karena.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>h. Konjungsi Subordinatif Hasil<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif hasil merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu unsur klausa atau kalimat adalah hasil dari klausa atau kalimat sebelumnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi\u00a0 ini antara lain <strong>sehingga, sampai(-sampai), dan maka(nya).<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>i. Konjungsi Subordinatif Alat<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif alat: merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu klausa atau kalimat merupakan alat dari kegiatan atau aktivitas yang dijelaskan dalam klausa atau kalimat sebelumnya. Kata-kata dari konjungsi ini adalah<strong> dengan<\/strong> (menggunakan) dan <strong>tanpa <\/strong>(menggunakan).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>j. Konjungsi Subordinatif Cara<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif cara merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa suatu klausa atau kalimat merupakan suatu cara dari sebuah kegiatan yang dijelaskan dalam klausa atau kalimat sebelumnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini sama dengan yang ada di dalam konjungsi subordinatif alat, yaitu <strong>dengan <\/strong>dan <strong>tanpa<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>k. Konjungsi Subordinatif Komplementasi<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif komplementasi: merupakan konjungsi yang menerangkan bahwa suatu klausa atau kalimat merupakan pelengkap dari klausa atau kalimat sebelumnya. Contoh bentuk dari konjungsi ini adalah <strong>bahwa<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>i. Konjungsi Subordinatif Atributif<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif atributif: merupakan konjungsi yang menghubungkan kata atau klausa utama dengan klausa penjelas. Contoh bentuk dari konjungsi ini adalah <strong>yang<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>m. Konjungsi Subordinatif Perbandingan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Konjungsi subordinatif perbandingan merupakan konjungsi yang menyatakan adanya hubungan adanya kesamaan atau perbedaan diantara dua klausa atau kalimat. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah<strong>\u00a0 &#8230; sama &#8230; dengan; &#8230; lebih &#8230; dari &#8230;.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>Contoh Konjungsi Subordinatif dan Kalimatnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, agar kamu lebih memahami bentuk konjungsi subordinatif, berikut contoh penggunaannya dalam kalimat:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\">Akulah yang <em><span style=\"font-weight: bold;\">mesti<\/span> <\/em>bertanggung jawab atas permasalahan tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Program kerja bakti itu dilakukan <em><span style=\"font-weight: bold;\">agar<\/span> <\/em>lingkungan desa lebih terjaga kebersihannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Aku akan berkunjung ke kotamu <em><span style=\"font-weight: bold;\">jika<\/span> <\/em>aku sudah punya ongkos.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Aku sudah menyukainya <span style=\"font-weight: bold;\"><em>sejak <\/em><\/span>kami berkuliah di fakultas yang sama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-weight: bold;\"><em>Sekiranya<\/em><\/span> aku tidak gegabah dalam mengambil keputusan, pasti aku tidak akan menyesal seperti ini.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Ami tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas <em><span style=\"font-weight: bold;\">meskipun<\/span> <\/em>kondisi fisiknya memprihatinkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Dia mengabaikan aku begitu saja<em> <span style=\"font-weight: bold;\">seakan-akan<\/span> <\/em>aku ini tidak ada di matanya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Andi tidak bisa bersekolah hari ini <em><span style=\"font-weight: bold;\">karena<\/span> <\/em>harus menjalani perawatan di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Gorenglah daging ayam itu <span style=\"font-weight: bold;\"><em>sampai <\/em><\/span>dagingnya berwarna kecoklatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Ibu mengupas kulit apel <em>dengan <span style=\"font-weight: bold;\">menggunakan<\/span> <\/em>pisau yang sudah diasahnya sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Andini membayar semua uang perkuliahannya <em>dengan <\/em>gaji yang didapat selama bekerja paruh waktu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Aku kini mengetahui <em><span style=\"font-weight: bold;\">bahwa<\/span> <\/em>sejak kecil Budi sering kejang-kejang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Aku berharap semoga di semester kali ini <span style=\"font-weight: bold;\"><em>lebih baik<\/em><\/span> daripada semester sebelumnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-weight: bold;\"><em>Sedari dulu<\/em><\/span>, aku sudah sadar tidak akan bisa bersamanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-weight: bold;\"><em>Semenjak<\/em><\/span> bertemu dia, aku sudah jatuh cinta<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung\" rel=\"noopener\">Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Berdasarkan Ciri dan Strukturnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt; background-color: transparent;\">4. Konjungsi Antarkalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, konjungsi yang tadi kita bahas yaitu konjungsi koordinatif, korelatif dan subordinatif termasuk konjungsi intrakalimat. Sementara, untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain membutuhkan konjungsi antarkalimat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat yaitu pada konjungsi antarkalimat selalu digunakan di awal kalimat baru yang ditandai dengan huruf kapital dan diikuti tanda koma.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px; color: #434856;\"><strong>a. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan pertentangan dengan kalimat sebelumnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Biarpun demikian,<\/li>\n<li>Biarpun begitu,<\/li>\n<li>Sekalipun demikian,<\/li>\n<li>Sekalipun begitu,<\/li>\n<li>Walaupun demikian,<\/li>\n<li>Walaupun begitu,<\/li>\n<li>Meskipun demikian,<\/li>\n<li>Meskipun begitu,<\/li>\n<li>Sungguhpun demikian,<\/li>\n<li>Sungguhpun begitu,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>b. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kemudian,<\/li>\n<li>Sesudah itu,<\/li>\n<li>Setelah itu,<\/li>\n<li>Selanjutnya,<\/li>\n<li>Berikutnya,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>c. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar yang telah dinyatakan sebelumnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tambahan pula,<\/li>\n<li>Lagi pula,<\/li>\n<li>Selain itu,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>d. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>e. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan keadaan sebenarnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Sesungguhnya,<\/li>\n<li>Bahwasanya,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>f. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Malah,<\/li>\n<li>Bahkan,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">g. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Akan tetapi,<\/li>\n<li>Namun,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">h. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan keeksklusifan dan keinklusifan<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kecuali itu,<\/li>\n<li>Di samping itu,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>i. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan konsekuensi<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>h. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan akibat<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Oleh karena itu,<\/li>\n<li>Oleh sebab itu,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>i. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya.<\/strong><\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Sebelum itu,<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Contoh Konjungsi Antarkalimat<\/span><\/h4>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\">Sebenarnya saya kurang cocok dengan makanan yang disajikan saat rapat tadi, <strong>meskipun demikian<\/strong> saya tetap menghargai yang punya acara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Orang itu sangat cerewet dan juga ribet, <strong>biarpun begitu<\/strong> dia sangat baik hati dan suka menolong.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Tamu undangan ada yang tidak bisa duduk karena yang datang di acara sangat ramai, <strong>walaupun demikian<\/strong> mereka tetap antusias untuk hadir di acara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kami kurang setuju dengan keputusan yang sudah diambil di rapat tapi, <strong>meskipun demikian<\/strong> hasil musyawarah yang paling mendominasi tetap kami hargai.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Laki-laki itu tidak sombong dan sangat ramah dengan siapapun <strong>meskipun<\/strong> ia sudah sangat sukses.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Ibu berpesan agar anak-anaknya melanjutkan sekolahnya terlebih dahulu, <strong>setelah itu<\/strong> baru mereka diberi kebebasan menentukan masa depannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Aku hari ini ingin pergi ke pasar dulu, <strong>selanjutnya<\/strong> aku baru akan pergi ke swalayan membeli keperluan bulanan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Setelah adonan tersebut diuleni, <strong>selanjutnya<\/strong> adonan tersebut harus dibentuk sesuai yang diinginkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Sayur yang sudah mulai layu bisa ditambahkan dengan garam, <strong>sesudah itu<\/strong> baru dimasukkan air sedikit demi sedikit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\">Perjalanan hari ini dimulai dari Kota Surabaya, <strong>selanjutnya<\/strong> akan dilanjutkan langsung ke Pulau Dewata.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/kalimat-kompleks\" rel=\"noopener\">Apa itu Kalimat Kompleks? Ini Ciri, Struktur, dan Contohnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">5. Konjungsi Antarparagraf<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konjungsi antarparagraf bisa dibedakan berdasarkan fungsinya. Kata hubung antarparagraf yang termasuk kelompok ini antara lain:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung yang menyatakan tambahan pada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya (di samping itu, demikian juga, tambahan lagi).\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya (bagaimanapun juga, sebaliknya, namun).\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung yang menyatakan perbandingan (sebagaimana, sama halnya).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung yang menyatakan akibat atau hasil (oleh karena itu, jadi akibatnya).\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung yang menyatakan tujuan (untuk itulah, untuk maksud itu).\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung yang menyatakan intensifikasi (ringkasnya, pada intinya).\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung yang menyatakan waktu (kemudian, sementara itu).\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Kata penghubung yang menyatakan tempat (di sinilah, berdampingan dengan).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Contoh Konjungsi Antarparagraf<\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #434856;\">Riri adalah anak yang periang sejak kecil. Ia sangat senang bermain-main bersama ayah dan ibunya. Walaupun anak tunggal, Riri tidak pernah manja. Ia selalu membantu pekerjaan ibu tanpa diminta. Akan tetapi sekarang semua tinggal kenangan. Semua kebahagiaan itu sudah terenggut darinya. Kecelakaan penyebab semua itu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Terlebih lagi, bukan hanya ayahnya yang pergi tetapi juga ibunya. Hanya Riri yang bisa diselamatkan. Beruntung Riri dapat dikeluarkan dari mobil sebelum mobil itu meledak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Berdasarkan cerita warga, mobil tiba-tiba oleng dan jatuh ke jurang. Warga yang melihat segera menolong, akan tetapi posisi ayah dan ibu Riri yang terjepit susah untuk dievakuasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, itu dia pembahasan tentang konjungsi atau kata hubung. Sekarang kamu jadi tahu kan, macam-macam konjungsi. Kalau mau tahu lebih lengkap kamu bisa belajar intensif bareng Master Teacher terbaik dari Brain Academy secara online atau offline di cabang <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy <\/a>terdekat dari rumahmu! Selamat belajar~<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":10,"featured_media":154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png"],"_edit_lock":["1773291058:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-03-09","2024-03-19","2025-03-07"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contohnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["konjungsi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contoh."],"_yoast_wpseo_linkdex":["46"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-12T02:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-12T04:53:12+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\",\"name\":\"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png\",\"datePublished\":\"2026-03-12T02:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-12T04:53:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"description\":\"Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contoh.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-03-12T02:00:30+00:00","article_modified_time":"2026-03-12T04:53:12+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi","name":"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png","datePublished":"2026-03-12T02:00:30+00:00","dateModified":"2026-03-12T04:53:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"description":"Konjungsi adalah kata penghubung dalam kalimat. Ada 5 macam yang perlu kamu pelajari. Apa aja? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis-jenis, dan contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konjungsi-header.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4899,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154\/revisions\/4899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}