{"id":1513,"date":"2021-03-10T04:00:00","date_gmt":"2021-03-10T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1513"},"modified":"2025-05-04T17:15:29","modified_gmt":"2025-05-04T10:15:29","slug":"homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi","title":{"rendered":"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg\" alt=\"homeschooling\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: center;\">Artikel ini membahas tentang mengapa homeschooling bisa menjadi alternatif pendidikan anak di masa pandemi<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak awal 2020, pandemi COVID-19 menjadi hal yang sering diberitakan oleh berbagai media di Indonesia. Jumlah kasus yang kian meningkat setiap harinya, membuat pemerintah akhirnya memutuskan untuk menerapkan aturan tentang pembelajaran jarak jauh atau sekolah <em>online<\/em> bagi sejumlah sekolah, khususnya di wilayah besar seperti DKI Jakarta dan Kota Bandung, Jawa Barat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, beberapa sekolah pun tutup dan mulai melakukan proses pembelajaran secara virtual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun dalam setiap kebijakan, pasti ada saja pro dan kontranya. Meskipun pembelajaran <em>online <\/em>ini dapat membantu proses pendidikan untuk terus berjalan sebagaimana mestinya,\u00a0 banyak siswa yang mengeluh lelah akibat terlalu lama memandangi layar <em>gadget<\/em> mereka. Selain itu, beberapa siswa juga mengaku bahwa mereka sering kali merasa tidak paham akan materi yang disampaikan melalui proses belajar-mengajar virtual.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/homeschool.jpg\" alt=\"homeschooling sebagai alternatif pendidikan\" width=\"600\" \/><\/em><em>Homeschooling <\/em>sebagai alternatif pendidikan dimasa pandemi (sumber: blog.amartha.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demi mengatasi hal tersebut, sebuah jurnal penelitian berjudul <em>Homeschooling: Sebuah Alternatif Pembelajaran Adaptasi Normal Baru<\/em> karya Eka Damayanti beserta rekannya mengusulkan <em>homeschooling <\/em>sebagai solusi dalam meningkatkan kualitas edukasi anak selama masa pandemi. Sari\u00a0 (dalam Damayanti, 2020) mengungkapkan bahwa keluarga \u2013 khususnya orang tua \u2013 memiliki peran penting dalam memberikan edukasi yang memadai untuk anak. Maka dari itu, Sari menyarankan <em>homeschooling<\/em> sebagai solusi serta alternatif bagi pendidikan di masa pandemi. Safar (dalam Damayanti, 2020) juga mengemukakan bahwa kehadiran <em>homeschooling<\/em> kini semakin meluas berkat kehadiran <em>gadget <\/em>dan media digital yang memudahkan manusia dalam mengakses berbagai informasi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Definisi <\/strong><strong><em>Homeschooling<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istilah <em>homeschooling<\/em> sendiri berasal dari bahasa Inggris, yang berarti sekolah rumah. <span style=\"font-weight: bold; color: #000000;\"><em>Homeschooling<\/em> adalah model pendidikan fleksibel berbasis rumah, dimana orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab penting sebagai pengawas serta pemberi materi-materi untuk anak, yang tentunya sesuai dengan kebutuhan, minat, serta bakat mereka<\/span>. <em>Homeschooling<\/em> menawarkan kebebasan kepada anak dan orang tua untuk menciptakan kondisi belajar yang benar-benar nyaman dan menyenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GettyImages-1215474889.jpg\" alt=\"homeschooling adalah pendidikan non-formal legal\" width=\"600\" \/><\/em><em>Homeschooling <\/em>merupakan pendidikan <em>non-formal <\/em>yang legal di Indonesia (sumber: fuze.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Homeschooling<\/em> telah resmi menjadi pendidikan non-formal yang legal sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003. Di Indonesia sendiri, <em>homeschooling<\/em> sudah marak terjadi sejak tahun 2005 Ada beberapa faktor yang biasanya menjadi pertimbangan bagi orang tua memilih <em>homeschooling<\/em> untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Mulai dari sulitnya mencari sekolah yang memenuhi kriteria ideal orang tua, rasa kecewa terhadap lingkungan sekolah yang membuat anak merasa tidak nyaman, kurangnya perhatian guru dalam mendidik siswa, khawatir akan pergaulan yang tidak sehat, hingga adanya indikasi <em>bullying <\/em>kepada siswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 17px;\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/ingin-memilih-homeschooling-untuk-anak-pertimbangkan-hal-ini-terlebih-dahulu\"><strong>Ingin Memilih\u00a0<em>Homeschooling <\/em>untuk Anak? Pertimbangkan Hal ini Terlebih Dahulu<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Homeschooling<\/em> dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin memantau langsung perkembangan akademis anak secara kontinu. Berbeda dengan sekolah umum, <em>homeschooling<\/em> dapat memberikan waktu belajar yang lebih fleksibel dan kondusif untuk anak. Selain itu, <em>homeschooling<\/em> tidak hanya membantu dalam meningkatkan kualitas akademis anak, tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan anak dalam aspek kognisi dan psikomotorik mereka.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><em>Homeschooling<\/em> sebagai bentuk adaptasi <em>New Normal<\/em><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam urusan pendidikan, orang tua sudah tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. \u2018Tak terkecuali di masa pandemi seperti saat ini. Dikutip dari penelitian milik Eka Damayanti dan rekannya, <span style=\"font-weight: bold;\">sebuah survey yang dilakukan oleh para peneliti departemen <em>Nutrition and Public Health <\/em>di Universitas Negeri Semarang menunjukan bahwa pembelajaran <em>online <\/em>terbilang kurang efektif<\/span>. Sebab, pembelajaran <em>online <\/em>menghabiskan lebih banyak biaya internet, memberikan terlalu banyak tugas, dan juga membuat anak menjadi cepat lelah karena harus terus-terusan memandang <em>gadget<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak semua anak merasa nyaman dengan sistem pembelajaran <em>online <\/em>dan virtual yang ada saat ini. Rasa nyaman ini yang kemudian dapat membuat kualitas belajar anak menjadi menurun. Huebner &amp; McCullough juga mengungkapkan, bahwa rasa tidak nyaman yang timbul akibat pengalaman tidak baik dari sekolah dapat menjadi salah satu faktor utama pemicu stres pada siswa. Pembelajaran <em>online <\/em>juga membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya secara menyeluruh karena mereka tidak dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Permasalahan inilah yang kemudian bisa dijadikan alasan bagi orang tua untuk memilih pendidikan alternatif untuk anak\u2013yang pastinya bebas dari masalah-masalah di atas. Sehingga, <span style=\"font-weight: bold;\"><em>homeschooling<\/em> menjadi salah satu solusi yang tepat bagi orang tua dan anak agar tetap mendapatkan kualitas pembelajaran yang baik dan bermutu di rumah<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/115715705-f62df8c3-0ee7-454b-9b7f-73d32352ad2f%20(1).jpg\" alt=\"homeschooling sebagai solusi pendidikan dimasa pandemi\" width=\"600\" \/>Bentuk adaptasi <em>new normal <\/em>(sumber: irishnews.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penelitian yang sama, Eka Damayanti dan rekan juga menyebutkan 4 hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan pembelajaran rumah yang nyaman dan efektif:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #bd278b; font-size: 17px;\">1. Menetapkan tujuan, visi, serta kebutuhan siswa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanna (dalam Damayanti, 2020) mengungkapkan orang tua harus pintar dalam menyusun materi dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Adapun Loy Kho (dalam Damayanti, 2020) menyatakan <span style=\"font-weight: bold;\">bahwa kurikulum yang cocok untuk siswa adalah, \u201ckurikulum yang berisi prioritas terpenting bagi siswa di usia mereka, yang mengacu pada kesesuaian antara bakat, minat, kemampuan dan gaya belajar.\u201d<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 17px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #bd278b;\">2. Memanfaatkan sumber yang ada<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumardiono (dalam Damayanti, 2020) menegaskan jika materi pembelajaran di <em>homeschooling<\/em> tidak hanya terpaku pada buku saja, tapi <span style=\"font-weight: bold;\">orang tua juga dapat memanfaatkan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari materi pembelajaran siswa \u2013 seperti rasa, sikap, atau keterampilan<\/span>.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 17px;\"><span style=\"color: #bd278b;\">3. Menyusun metode, rancangan, dan proses pembelajaran<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan tentang metode pembelajaran yang akan diterapkan di <em>homeschooling<\/em> berada di tangan orang tua. <span style=\"font-weight: bold;\">Dalam menyusun sebuah rencana pembelajaran, Clements (dalam Damayanti, 2020) menyarankan orang tua untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan karakteristik siswa<\/span>.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 17px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #bd278b;\">4. Menggunakan Permainan Virtual<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah studi yang dilakukan oleh Tuzun, Soylu, Karakus, Inal, dan Kizilkaya (dalam Damayanti, 2020) menemukan bahwa <span style=\"font-weight: bold; color: #000000;\">pemanfaatan <em>game <\/em>komputer dalam proses pembelajaran siswa SD dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar<\/span>. Argumen ini kemudian diperkuat oleh penemuan dari Vlassopoulos &amp; Makri (dalam Damayanti, 2020) yang juga mengungkapkan bahwa <span style=\"font-weight: bold; color: #000000;\">belajar dengan memanfaatkan <em>game <\/em>dan simulasi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk secara aktif merasakan, mencoba, berinteraksi, dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun bisa menjadi menjadi pilihan sebagai solusi pendidikan di masa pandemi, <em>homeschooling<\/em> tentunya akan menuntut orang tua untuk pintar dalam memilih materi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah formal agar anak tidak tertinggal oleh teman-teman sebayanya. <em>Nah<\/em>, demi menyiasati hal tersebut, orang tua dapat mendaftarkan anak untuk mendapatkan pelajaran tambahan melalui <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><strong>Brain Academy Online<\/strong><\/a>! Tidak hanya belajar, anak juga akan dapat kelas tambahan untuk meningkatkan <em>soft skill<\/em>, memiliki tutor yang dapat membantu mereka menyelesaikan tugas, dan juga konselor yang siap jadi teman curhat mereka dalam urusan pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/online\/utbk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/a5d5cc05-8907-465a-bcbd-5f6130742e8a.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog UTBK Brain Academy\" width=\"750\" height=\"183\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Damayanti, E., Dewi, E. M. P., Jalal, N. M., Rasyid, N., &amp; Haeba, N. (2020). <em>Homeschooling: An Alternative to New Normal Adaptation of Learning<\/em>. <em>23<\/em>(2), 271\u2013284. https:\/\/doi.org\/10.24252\/lp.2020v23n2i7. Tautan: http:\/\/103.55.216.56\/index.php\/lentera_pendidikan\/article\/view\/16537\/10360 (Diakses: 1 Februari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Fakiha, I., Ahmadi, A. K., &amp; Susilo, R. K. D. (2020). <em>Homeschooling<\/em> Sebagai Pendidikan Alternatif di Era Modern (Studi Kasus Makna Homeshooling Mayantara Kota Malang). <em>Jurnal Publicio<\/em>, <em>2<\/em>(2). Tautan: https:\/\/ejournal.upm.ac.id\/index.php\/public\/article\/view\/602 (Diakses: 1 Februari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Nurfaidah, S. S. (2020). <em>Memahami Homeschooling Sebagai Alternatif Pendidikan Bagi Anak (Kajian Teoritis dan Praktis)<\/em>. <em>1<\/em>(1), 59\u201365. Tautan: http:\/\/jurnal.primagraha.ac.id\/index.php\/jpc\/article\/view\/39 (Diakses: 1 Februari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Homeschooling <\/em>sebagai alternatif pendidikan dimasa pandemi. blog.amartha.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/blog.amartha.com\/plus-minus-homeschooling-untuk-anak\/ (Diakses: 22 Februari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Homeschooling <\/em>merupakan pendidikan <em>non-formal <\/em>yang legal di Indonesia. fuze.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.fuze.com\/blog\/remote-work\/best-practices-home-schooling-covid19 (Diakses: 22 Februari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Bentuk adaptasi <em>new normal. <\/em>irishnews.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.irishnews.com\/lifestyle\/2020\/04\/21\/news\/leona-o-neill-homeschooling-during-lockdown-is-hard&#8212;but-i-ll-keep-at-it-until-the-government-can-make-our-schools-safe-fo-1908826\/ (Diakses: 22 Februari 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas tentang mengapa homeschooling bisa menjadi alternatif pendidikan anak di masa pandemi &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":1513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg"],"_edit_lock":["1746353605:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Anak mengeluh capek sekolah online? Atau, anak kurang mendapatkan pendidikan yang berkualitas selama pandemi? Mungkin homeschooling bisa jadi solusi!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[52],"class_list":["post-1513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-counselling-parenting"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas tentang mengapa homeschooling bisa menjadi alternatif pendidikan anak di masa pandemi &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-10T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-04T10:15:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi\",\"name\":\"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg\",\"datePublished\":\"2021-03-10T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-04T10:15:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\",\"name\":\"Tiara Syabanira Dewantari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tiara Syabanira Dewantari\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Artikel ini membahas tentang mengapa homeschooling bisa menjadi alternatif pendidikan anak di masa pandemi &#8212;","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2021-03-10T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-05-04T10:15:29+00:00","author":"Tiara Syabanira Dewantari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tiara Syabanira Dewantari","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi","name":"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg","datePublished":"2021-03-10T04:00:00+00:00","dateModified":"2025-05-04T10:15:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/HEADER_HOMESCHOOL-14.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/homeschooling-sebagai-alternatif-pendidikan-untuk-anak-selama-pandemi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Homeschooling: Alternatif Pendidikan untuk Anak Selama Pandemi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc","name":"Tiara Syabanira Dewantari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tiara Syabanira Dewantari"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1513"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5094,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions\/5094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}