{"id":1405,"date":"2025-12-30T11:00:21","date_gmt":"2025-12-30T04:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1405"},"modified":"2025-12-30T16:11:02","modified_gmt":"2025-12-30T09:11:02","slug":"mengenal-plasma-konvalesen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen","title":{"rendered":"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg\" alt=\"Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan alurnya di artikel ini.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Eh, liat deh, akhir-akhir ini instagram story ku isinya orang yang lagi butuh plasma konvalesen,\u201d <\/em>kata Hani sambil menunjukkan layar ponselnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-03.jpg\" alt=\"Brainies_Bertanya_-_Ilustrasi Plasma Konvalesen\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Wah, sama banget. Kemarin aku juga cari plasma konvalesen buat kakak sepupuku yang lagi kena COVID-19,<\/em>\u201d jawab Azka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jemari Hani berhenti menggeser layar, lalu berpikir, \u201c<em>Emang plasma konvalesen itu apa sih?<\/em>\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Jadi gini\u2026.\u201d<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Itu Plasma Konvalesen?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Plasma konvalesen adalah cairan antibodi berwarna kuning pekat yang berasal dari dalam tubuh. <span style=\"font-weight: bold;\">Plasma konvalesen hanya dimiliki oleh penyintas atau seseorang yang telah sembuh dari virus COVID-19<\/span>. Plasma ini dapat didonorkan sebagai antibodi untuk pasien yang sedang terserang virus COVID-19.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-06.jpg\" alt=\"Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-06\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, penggunaan plasma sebagai terapi dari penderita yang sembuh sudah\u00a0 diterapkan saat wabah penyakit flu babi tahun 2009, Ebola, SARS, dan MERS. Setelah digunakan bertahun-tahun, donor plasma terbukti aman dan membantu membersihkan virus lebih cepat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Syarat Pendonor dan Penerima Donor Plasma Konvalesen<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Plasma konvalesen bisa didonorkan kepada pasien yang membutuhkan. Tapi, nggak semua penyintas covid-19 bisa jadi pendonor. Pendonor dan penerima donor plasma konvalesen harus melalui beberapa kriteria khusus, beberapa di antaranya sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syarat penerima donor:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Pasien dengan gejala berat dan kritis<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Jumlah antibodi sangat sedikit<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syarat pendonor plasma konvalesen:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Diutamakan laki-laki<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Mengecek titer (jumlah antibodi)<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Golongan darah harus sama dengan penerima donor<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Dinyatakan sembuh dari COVID-19, minimal 14 hari yang dibuktikan dari tes PCR.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pendonor wanita,<span style=\"font-weight: bold;\"> tidak diperbolehkan dalam keadaan hamil atau pernah hamil.<\/span> Sebab, <span style=\"font-weight: bold;\">saat hamil terdapat pembentukan antibodi HLA<\/span> atau <em>Human Leukocyte Antigen<\/em> yang akan terus bertambah. <span style=\"font-weight: normal;\">Antibodi HLA <span style=\"font-weight: bold;\">memicu<\/span><\/span><span style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\"> terjadinya <em>transfusion related acute lung injury<\/em> (TRALI)<\/span> pada transfusi darah.<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">TRALI adalah kondisi pembengkakan paru<\/span> yang dialami setelah menerima donor darah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun efektivitas terapi plasma konvalesen masih terus diteliti, namun terapi tersebut dapat meningkatkan antibodi sehingga mengurangi tingkat keparahan dan reaksi virus. Proses pemulihan pun bisa berlangsung lebih cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Sejauh ini, hampir tidak ada efek yang ditimbulkan setelah menerima donor plasma konvalesen.<\/span> Kalaupun ada, efeknya tergolong ringan, seperti demam. Tapi, kasus ini jarang banget terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: normal; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Perbedaan Terapi Plasma Konvalesen dengan Vaksin<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ngomong-ngomong, vaksin dan terapi plasma itu beda ya, Brainies. Vaksin bersumber dari antigen virus yang sudah lemah atau mati. Sedangkan plasma bersumber dari cairan antibodi penyintas COVID.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan plasma diperuntukkan untuk pasien COVID-19 yang memiliki kondisi kritis. Sementara vaksin diberikan kepada orang sehat atau penyintas COVID dengan syarat minimal 3 bulan setelah sembuh. Dosis yang dianjurkan yakni sebanyak 2 kali suntikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-kerja-vaksin-dalam-tubuh\" rel=\"noopener\">Bagaimana Cara Vaksin Bekerja dalam Tubuh?<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bagaimana Mekanisme Terapi Plasma Konvalesen?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu masih inget nggak kalo darah kita itu terdiri dari beberapa komponen? Oke, aku <em>remind<\/em> deh. Ada sel darah merah, sel darah putih, keping darah (trombosit) dan plasma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-07.jpg\" alt=\"Brainies_Bertanya_-_Kandungan Plasma Darah\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namanya juga terapi plasma, yang dibutuhkan cuma plasma darahnya aja. Sedangkan komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor. Oleh sebab itu, <strong>terapi konvalesen menggunakan alat bernama aferesis<\/strong>. Mesin ini yang akan menyaring komponen darah yang diperlukan. Jumlah plasma konvalesen juga bisa diatur, umumnya berkisar antara 400 hingga 600 ml.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Pertama-tama,<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">pendonor akan di-<em>screening<\/em><\/span> terlebih dahulu. <em>Screening<\/em> dilakukan untuk memastikan bahwa antibodi pendonor dalam keadaan baik. Kemudian, pendonor <span style=\"font-weight: bold;\">mensterilkan tangan dan lengan yang akan diambil plasmanya.<\/span> Dokter akan mencari akses pembuluh darah yang paling tepat agar proses pengambilan bisa lancar. Waktu yang diperlukan saat pengambilan plasma sekitar 15-30 menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap selanjutnya, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">uji lab<\/span>. Fungsinya untuk memastikan kalau plasma bebas dari penyakit menular, seperti hepatitis B, C, HIV, dan sifilis. Kalau udah aman, langsung disimpan di ruang khusus agar bisa didonorkan ke pasien.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi penjelasan tentang definisi, syarat donor, efek samping dan cara kerja plasma konvalesen. Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan baru ya. Jaga kesehatan dan tetap akses materi belajar kamu di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Brain Academy Online.<\/a><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=+6281574410000&amp;text=Mau%20informasi%20promo%20dan%20paket%20belajar%20Brain%20Academy%20Online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Convalescent Plasma Therapy. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.mayoclinic.org\/tests-procedures\/convalescent-plasma-therapy\/about\/ (diakses pada: 15 Juli 2021)<\/p>\n<p>The Convalescent Sera Option for Containing COVID-19. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.jci.org\/articles\/view\/138003 (diakses pada: 15 Juli 2021)<\/p>\n<p>Panduan Donor Plasma Konvalesen. [Daring]. Tautan: https:\/\/kesehatan.kontan.co.id\/news\/panduan-donor-plasma-konvalesen-mulai-syarat-alur-hingga-biayanya?page=all (diakses 21 Juli 2021)<\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar<\/strong><\/p>\n<p>Smartphone. [Daring]. Tautan : http:\/\/clipart-library.com\/clipart\/47182.htm (diakses pada: 18 Juli 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":40,"featured_media":1405,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg"],"_edit_lock":["1767085773:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2021-07-24"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["plasma konvalesen"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya."],"_yoast_wpseo_linkdex":["74"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["4"]},"categories":[1],"tags":[28,31],"class_list":["post-1405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-30T04:00:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-30T09:11:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kak Efira MT Saintek\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kak Efira MT Saintek\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen\",\"name\":\"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-30T04:00:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-30T09:11:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/449b9447e8e6d61c9dd575459babb53a\"},\"description\":\"Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/449b9447e8e6d61c9dd575459babb53a\",\"name\":\"Kak Efira MT Saintek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kak Efira MT Saintek\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kak-efira-mt-saintek\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-12-30T04:00:21+00:00","article_modified_time":"2025-12-30T09:11:02+00:00","author":"Kak Efira MT Saintek","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kak Efira MT Saintek","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen","name":"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg","datePublished":"2025-12-30T04:00:21+00:00","dateModified":"2025-12-30T09:11:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/449b9447e8e6d61c9dd575459babb53a"},"description":"Plasma konvalesen adalah cairan antibodi yang didonorkan dari penyintas ke pasien COVID-19. Kenali efek samping, syarat donor dan mekanismenya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies_Bertanya_-_Plasma_Konsevalen-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-plasma-konvalesen#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Plasma Konvalesen? Ini Mekanisme dan Syarat Donornya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/449b9447e8e6d61c9dd575459babb53a","name":"Kak Efira MT Saintek","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kak Efira MT Saintek"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kak-efira-mt-saintek"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1405"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6279,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1405\/revisions\/6279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}