{"id":121,"date":"2026-03-16T09:00:35","date_gmt":"2026-03-16T02:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=121"},"modified":"2026-03-19T12:15:55","modified_gmt":"2026-03-19T05:15:55","slug":"perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi","title":{"rendered":"Perbedaan Buku Fiksi &#038; Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png\" alt=\"header-buku-fiksi-dan-non-fiksi\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa saja perbedaan antara buku fiksi dan nonfiksi? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini ya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa di sini yang\u00a0<em>healing<\/em>-nya pergi ke toko buku atau perpustakaan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang kamu ketahui, ketika datang ke perpustakaan atau toko buku, kamu akan menemukan banyak buku yang dipajang. Nah, dari semua buku itu, digolongkan menjadi dua jenis, yaitu buku fiksi dan nonfiksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua jenis buku tentu berbeda ya, namun tetap layak untuk kamu baca karena bisa memberikan ilmu pengetahuan dengan caranya masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, untuk bisa membedakannya, mari kita pelajari dua golongan buku ini, yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Pengertian Buku Fiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita imajinatif, khayalan, atau tidak berdasarkan kenyataan<\/strong>. Dalam buku fiksi, ide ceritanya berasal dari khayalan atau imajinasi penulis. Buku fiksi menggunakan\u00a0 bahasa kiasan atau tidak bermakna sebenarnya (konotatif).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pengertian-buku-fiksi-dan-contohnya.png\" alt=\"pengertian-buku-fiksi-dan-contohnya\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Buku Fiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan dari dibuatnya buku fiksi yaitu\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">menghibur<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">menyasar emosi pembaca<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, dan <span style=\"font-weight: bold;\">mengajak mereka<\/span><\/span><\/span><strong>\u00a0seolah-olah masuk ke dalam cerita<\/strong>. Oleh sebab itu, penulis harus memiliki pengetahuan dan daya imajinasi seluas mungkin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isi dari buku fiksi tidak perlu dipertanggungjawabkan karena ide ceritanya berasal dari khayalan penulis. Meski begitu, penulis tetap harus melakukan riset untuk menghindari kesalahpahaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya nih, kamu ingin menulis buku fiksi tentang kehidupan siswa SMA di Bandung. Maka, kamu harus tahu dulu kehidupan remaja di kota tersebut. Mulai dari cara berpakaian, bahasa yang digunakan, dan sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Buku Fiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Sebuah buku dapat dikategorikan sebagai buku fiksi jika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">1. Berisi cerita rekaan atau bersifat khayalan<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Ciri utama buku fiksi yaitu tidak diangkat dari kisah nyata. Penulis menggunakan imajinasi mereka untuk bercerita dengan tema apapun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"color: #434856;\">2.\u00a0<\/span><span style=\"color: #434856;\">Ditulis dengan bahasa yang konotatif atau menggunakan majas<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Untuk menambah imajinasi pembaca, tak jarang penulis buku fiksi menyisipkan <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/penjelasan-dan-contoh-majas\" rel=\"noopener\">majas<\/a> atau bahasa kiasan.<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ciri-ciri-buku-fiksi.png\" alt=\"ciri-ciri-buku-fiksi\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Tanpa kaidah yang baku<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Pengarang buku fiksi menuangkan ceritanya dalam bentuk yang tidak baku. Pemilihan diksi dan gaya penulisannya bebas tak terikat pada aturan tertentu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">4. Kebenarannya bersifat relatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benar atau salah dalam cerita fiksi tergantung dari sudut pandang masing-masing pembaca.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Contoh Buku Fiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pada buku genre fiksi, contoh buku fiksi adalah <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/ciri-struktur-unsur-dan-kebahasaan-novel\" rel=\"noopener\">novel<\/a>, dongeng, atau <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/contoh-cerita-pendek\" rel=\"noopener\">kumpulan cerpen<\/a>.\u00a0<\/span>Selain itu, terdapat jenis buku fiksi sains, fiksi historis, fiksi biografis, <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/teks-hikayat\" rel=\"noopener\">hikayat<\/a>, hingga cerita\/kisah perumpamaan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\"><strong>1. Cerita Pendek (cerpen)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu jenis prosa yang isi ceritanya bukan berasal dari kejadian nyata (fiksi).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh buku fiksi berjenis cerpen antara lain: Juragan Haji karya Helvy Tiana Rosa, Orang-Orang Pinggiran karya Lea Pamungkas, Cinta Tak Ada Mati karya Eka Kurniawan, Kereta Tidur karya Avianti Armand, Kumpulan Cerpen Jempolan karya Sri Izzati, dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\"><strong>2. Novel<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novel juga merupakan karangan prosa yang berisi cerita kehidupan tokoh bergenre fiksi, namun memiliki alur yang lebih kompleks dibandingkan cerpen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh buku fiksi pada kategori novel yaitu: Amba karya Laksmi Pamuntjak, Orang-orang Bloomington karya Budi Darma, Secangkir Kopi dan Pencakar Langit karya Aqeesa Aninda, Pulang karya Leila S. Chudori, buku Aroma Karsa karya Dee Lestari, Norwegian Wood karya Haruki Murakami, dan lain-lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\"><strong>3. Komik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kamu suka baca komik? Komik adalah cerita bergambar dalam susunan panel-panel yang berdekatan secara berurut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh buku fiksi berbentuk komik, diantaranya: Hai Miiko karya Eriko Ono, Dragon Ball karya Akira Toriyama, Attack on Titan karya <span style=\"font-weight: normal;\" tabindex=\"0\" role=\"tooltip\"><span tabindex=\"0\" role=\"button\" data-enable-toggle-animation=\"true\" data-extra-container-classes=\"ZLo7Eb\" data-hover-hide-delay=\"1000\" data-hover-open-delay=\"500\" data-send-open-event=\"true\" data-theme=\"0\" data-width=\"250\" data-ved=\"2ahUKEwj09seZhfT9AhXeTmwGHQoVDsEQmpgGegQIFhAD\"><span data-bubble-link=\"\" data-segment-text=\"Hajime Isayama\">Hajime Isayama<\/span><\/span><span tabindex=\"0\" role=\"button\" data-enable-toggle-animation=\"true\" data-extra-container-classes=\"ZLo7Eb\" data-hover-hide-delay=\"1000\" data-hover-open-delay=\"500\" data-send-open-event=\"true\" data-theme=\"0\" data-width=\"250\" data-ved=\"2ahUKEwj09seZhfT9AhXeTmwGHQoVDsEQmpgGegQIFhAD\"><span data-bubble-link=\"\" data-segment-text=\"Hajime Isayama\">, Crayon Sinchan karya Yoshito Usui, dan sebagainya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>4. Cerita Bergambar (cergam)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti namanya, cerita bergambar adalah cerita yang dilengkapi dengan gambar-gambar. Jadi, kalau cergam, isinya masih berupa cerita (teks).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh buku fiksi berbentuk cergam, antara lain: Bona dan Rongrong, Nirmala, The Little Mermaid, Paman Kikuk, Thumbelina, Putri dan Kacang Polong, Dongeng Putri Salju, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/menyusun-kata-pengantar\" rel=\"noopener\">Bingung Cara Membuat Kata Pengantar? Intip Struktur dan Contohnya, Yuk!<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Struktur Buku Fiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita rekaan, yang didasari imajinasi pengarangnya (bukan kejadian nyata), dan hanya berdasarkan angan-angan fantasi pengarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/struktur-buku-fiksi.png\" alt=\"struktur-buku-fiksi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada 7 unsur yang termasuk dalam struktur buku fiksi. Yuk, simak penjelasannya:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>1. Sampul buku<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bagian yang berisi identitas buku meliputi judul, pengarang, penerbit, dan tahun terbit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"color: #434856;\">2. Pokok bab buku<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bagian yang memuat kata pengantar dan ungkapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dan berjasa dalam pembuatan buku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"color: #434856;\">3. Judul bab dan subbab<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bagian berupa daftar isi yang memuat judul-judul bab dan subbab isi buku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"color: #434856;\">4. Tokoh dan penokohan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bagian yang berisi penjabaran mengenai tokoh dan karakter yang berperan dalam cerita.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"color: #434856;\">5. Tema cerita<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bagian yang berisi penjabaran mengenai gagasan atau inti cerita yang ingin disampaikan penulis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"color: #434856;\">6. Bahasa yang digunakan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bahasa yang digunakan oleh penulis dalam menyusun buku. Bagian ini biasa terdapat di glosarium.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"color: #434856;\">7. Penyajian alur cerita<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Bagian yang berisi rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Pengertian Buku Nonfiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan<\/strong>. Isi dari buku nonfiksi adalah informasi, pengetahuan, atau wawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pengertian-buku-nonfiksi-dan-contohnya.png\" alt=\"pengertian-buku-nonfiksi-dan-contohnya\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Buku Nonfiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan penulisan buku nonfiksi ialah menyajikan temuan baru atau penyempurnaan dari informasi yang sudah ada. <\/strong>Dari segi persiapan menulis buku nonfiksi, penulis juga harus mempersiapkan data atau melakukan kajian fakta dan riset ilmiah terlebih dahulu. Agar karangan nonfiksi dapat bersifat objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Buku nonfiksi ditulis menggunakan bahasa yang formal dan mengandung bahasa denotatif atau bahasa yang memiliki makna sebenarnya<\/strong>. Biasanya, di akhir buku nonfiksi terdapat indeks, yakni daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku. Contoh buku nonfiksi yang umumnya kita ketahui, yakni esai, jurnal, karangan ilmiah atau <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/perbedaan-biografi-dan-autobiografi\" rel=\"noopener\">biografi<\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Buku Nonfiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku nonfiksi adalah buku yang berisi kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Ciri-ciri buku nonfiksi diantaranya:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>1. Menggunakan bahasa formal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Buku nonfiksi disampaikan dengan bahasa formal sesuai dengan bahasa baku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>2. Sebagian besar menggunakan makna denotasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Denotasi adalah makna kata sebenarnya. Informasi yang disampaikan penulis disajikan secara lengkap dan lugas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>3. Ditulis berdasarkan fakta<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Informasi ditulis berdasarkan data\u00a0 dan faktual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>4. Tulisan berbentuk tulisan ilmiah populer<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Tulisan ilmiah populer adalah tulisan yang menggunakan bahasa yang sesuai dengan pasar dan berdasarkan kajian, daftar pustaka, dan sumber referensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>5. Temuan yang dituliskan adalah temuan baru atau pengembangan temuan yang sudah ada<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Salah satu ciri buku nonfiksi adalah memiliki tujuan untuk menyempurnakan ide dari naskah sebelumnya atau pengembangan ide baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ciri-ciri-buku-nonfiksi.png\" alt=\"ciri-ciri-buku-nonfiksi\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Contoh Buku Nonfiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada 2 jenis buku nonfiksi, yaitu buku nonfiksi murni dan buku nonfiksi kreatif. Perbedaannya terletak dari bagaimana penulis memperoleh dan mengembangkan isi kedua buku tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #434856;\"><strong>1. Buku Nonfiksi Murni<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku nonfiksi murni adalah berisi kumpulan data otentik atau pasti yang dikembangkan menjadi sebuah buku. Data-data tersebut berasal dari teori, wawancara penulis, observasi, angket, dan bukti lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh nonfiksi murni biasanya kita temukan pada skripsi, <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/karya-ilmiah\" rel=\"noopener\">karya ilmiah<\/a>, laporan, makalah, tesis, disertasi, dan artikel, <em>feature<\/em>, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\"><em style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\">Dasar-Dasar Ilmu Politik karya Miriam Budiardjo<\/em><\/span><\/li>\n<li><em><span style=\"color: #434856;\">Teori Komunikasi karya Sasa Djuarsa Sendjaja<\/span><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/apa-itu-skripsi\" rel=\"noopener\">Tahapan dan Struktur Membuat Skripsi untuk Mahasiswa Akhir<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Buku Nonfiksi Kreatif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, buku nonfiksi kreatif berisi data-data otentik\u00a0yang kemudian dikembangkan dengan bumbu-bumbu kreatif dari pengarang. Contoh buku nonfiksi kreatif yaitu biografi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #434856;\"><em>Kartini: Sebuah Biografi karya Sitisoemandari Soeroto<\/em><\/span><\/li>\n<li><em><span style=\"color: #434856;\">Kisah Epik Soekarno karya Abraham Panumbangan<\/span><\/em><\/li>\n<li><i>Tan Malaka: Biografi Singkat 1897 &#8211; 1949 karya Adi Susilo<\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">BTW, kamu tahu nggak? Artikel yang kamu baca saat ini juga termasuk karya nonfiksi kreatif, lho. Meskipun tidak berbentuk buku, namun datanya diperoleh dari sumber terpercaya dengan sedikit kreativitas penulis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Buku Nonfiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuk, sekarang kita bahas mengenai struktur dari buku nonfiksi, yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Sampul Buku<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sampul buku akan terlihat identitas dari buku, seperti nama pengarang, penerbit, judul buku, hingga ulasan singkat di bagian belakang buku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kata Pengantar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian kata pengantar buku nonfiksi umumnya ditulis oleh pengarang buku atau orang lain yang memahami topik yang dibahas pada buku. Di bagian ini, ada ulasan singkat terkait isi buku, latar belakang pembuatan buku, tujuan, manfaat, atau pihak-pihak yang berjasa dalam proses penyusunan buku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Daftar Isi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daftar isi berisi daftar bab atau sub bab yang ada dalam buku nonfiksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Isi Buku<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isi dari buku nonfiksi berisi tentang teori, hasil riset atau penelitian, atau analisis ilmiah dari penulis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Daftar Pustaka<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku nonfiksi dibuat berdasarkan fakta atau riset yang didasarkan oleh data serta referensi yang valid. Nah, bagian daftar pustaka berisi sumber-sumber literatur yang digunakan oleh penulis untuk menyusun buku nonfiksi. Bagian ini bisa menjadi referensi bagi pembaca untuk mengetahui sumber buku yang kredibel.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuhuu, sudah jelas kan perbedaan antara buku fiksi dan buku nonfiksi? Meskipun cerita novel, cerpen, dan dongeng merupakan cerita fiksi, namun penulis seringkali mengadopsi peristiwa-peristiwa dan fakta-fakta tertentu. Hanya saja, tokoh dan alur ceritanya dibuat lebih menarik agar pembaca bisa terbawa pada alur ceritanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, mudah bukan memahami keduanya? Kamu ingin tahu lebih dalam tentang buku fiksi dan buku nonfiksi? Ayo segera gabung bersama coba <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a> deh. Penjelasan dari STAR Master Teachernya bikin kamu cepat paham dan siap hadapi ujian. Yuk, ikut kelas gratisnya di cabang terdekat dari kotamu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Darmawati, Uti dan Y. Budiarti. 2014. Bahasa Indonesia untuk SMK\/MAK Muatan Nasional. Jakarta: Intan Pariwara<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nonfiksi ,KBBI [Daring] Tautan: https:\/\/kbbi.web.id\/nonfiksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":10,"featured_media":121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png"],"_edit_lock":["1773897218:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-03-24","2023-11-22","2024-03-19","2025-03-11"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan non fiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya supaya kamu makin paham perbedaannya!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["buku fiksi dan nonfiksi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya yang perlu dipahami!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["75"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-121","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Buku Fiksi &amp; Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya yang perlu dipahami!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Buku Fiksi &amp; Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya yang perlu dipahami!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-16T02:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-19T05:15:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi\",\"name\":\"Perbedaan Buku Fiksi & Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png\",\"datePublished\":\"2026-03-16T02:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-19T05:15:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"description\":\"Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya yang perlu dipahami!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan Buku Fiksi &#038; Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Buku Fiksi & Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya yang perlu dipahami!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Buku Fiksi & Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya yang perlu dipahami!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-03-16T02:00:35+00:00","article_modified_time":"2026-03-19T05:15:55+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi","name":"Perbedaan Buku Fiksi & Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png","datePublished":"2026-03-16T02:00:35+00:00","dateModified":"2026-03-19T05:15:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"description":"Secara umum, buku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Berikut pengertian, ciri, struktur, dan contohnya yang perlu dipahami!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header-buku-fiksi-dan-non-fiksi.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Buku Fiksi &#038; Nonfiksi dari Ciri, Struktur, serta Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6518,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121\/revisions\/6518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}