{"id":1198,"date":"2025-07-25T11:00:11","date_gmt":"2025-07-25T04:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1198"},"modified":"2025-07-28T09:24:16","modified_gmt":"2025-07-28T02:24:16","slug":"mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik","title":{"rendered":"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg\" alt=\"Brainies Bertanya- Percaya nggak, Narsis Berlebihan Tergolong Gangguan Kepribadian-01\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: center;\"><em>Kata &#8220;narsis&#8221; seringkali kita ucapkan pada seseorang yang hobi berswafoto (selfie). Nah, ternyata ada lho penyakit bernama gangguan kepribadian narsistik. Hmm, ciri-cirinya kayak gimana ya? Yuk, kita bahas mengenai pengertian hingga penyebabnya.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Eh, lihat deh, aku cantik banget ya di foto ini? Mancung, tirus, mirip Han So-Hee. Upload ke IG ah,&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Dih, narsis banget jadi orang,&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah punya teman seperti ini? Suka <em>selfie<\/em>, diunggah ke Instagram kemudian di-<em>share<\/em> lagi ke Instagram Story pakai sticker &#8220;<em>New Post<\/em>&#8221; biar banyak yang <em>notice<\/em> dan kasih <em>likes<\/em>. Hahaha, apa jangan-jangan itu kamu? Nggak jarang kita menganggap orang yang hobi\u00a0<em>selfie<\/em> itu narsis. Apalagi, di zaman sekarang, banyak di antara kita yang sudah <em>aware <\/em> dengan isu kesehatan mental. Ada juga yang terlanjur memberikan label &#8220;narsistik&#8221; terhadap mereka yang gemar berswafoto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Brainies, aku ingatkan kembali ya, <span style=\"font-weight: bold;\">kita tidak bisa melakukan\u00a0<em>self proclaimed<\/em> tanpa bantuan psikolog atau psikiater<\/span>. Kita juga nggak boleh menuduh orang lain terkena gangguan kepribadian. Nah, di artikel kali ini, aku mau mengajak kalian untuk mengenal gangguan kepribadian narsistik. Kira-kira apa pengertian, penyebab dan ciri-ciri narsis?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Itu Narsis?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut KBBI, <strong>narsistik atau narsis<\/strong> adalah k<strong>epedulian yang berlebihan kepada diri sendiri yang ditandai dengan adanya sikap arogan, percaya diri, dan egois.<\/strong> Secara umum, kepribadian narsis ini merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan kecenderungan untuk memuji diri sendiri secara berlebihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istilah narsis juga merujuk pada gangguan kesehatan mental, lho, yang disebut dengan <strong><em>narcissistic personality disorder<\/em> (NPD)<\/strong>. Namun, perilaku narsis ini tidak selamanya dipandang buruk. Ada beberapa perilaku narsis yang justru berdampak baik bagi pelakunya. Perilaku ini akan menjadi masalah atau gangguan saat sudah menjadi kebiasaan yang berlebihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Asal Usul Kata Narsis, Narsisme, dan Narsistik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narsis bukan berarti suka difoto. Banyak kok orang yang narsis tapi nggak doyan selfie.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Hah, gimana maksudnya?&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gini-gini. Sebenarnya, kata narsis diadaptasi dari cerita mitologi Yunani. Dulu, ada cowok yang GBL (Ganteng Banget Loh) bernama Narcissus. Karena terlalu tampan, ia pun bercermin di permukaan air. Pas lagi asyik ngaca, dia malah jatuh dan meninggal terseret arus sungai. Kasihan \ud83d\ude41<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-02.jpg\" alt=\"sejarah dan asal-usul kata narsis\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, tokoh <strong><a href=\"\/blog\/8-semester-kuliah-jurusan-psikologi-ngapain-aja-sih\" rel=\"noopener\">psikologi<\/a> <\/strong>terkenal Sigmund Freud menguraikan makna &#8220;narsis&#8221; yang lebih kompleks. Ia mengenalkan konsep narsisme yang artinya &#8220;mencintai diri sendiri,&#8221;. Sedangkan dalam bahasa ilmiah, <span style=\"font-weight: bold;\">narsisme yang berlebihan diartikan sebagai gangguan kepribadian narsistik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">Jadi, narsisme dan narsistik itu berbeda ya. Supaya lebih jelas, kamu bisa melihat perbedaannya di gambar berikut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-03.jpg\" alt=\"perbedaan narsisme dan narsistik\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba deh, perhatikan orang-orang di sekitar kamu, ada nggak yang <strong>suka banget menyanjung diri sendiri secara berlebihan, <\/strong><strong>menganggap kalau dia sangat spesial, superior, unik, dan lebih hebat dari orang lain. Ditambah sifatnya yang egois dan gemar membandingkan diri sendiri dengan orang lain.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narsistik merupakan gambaran individu yang sering meminta pujian tentang keunikan, kelebihan, dan kesuksesan mereka. Seseorang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik menginginkan perhatian lebih dari orang lain sebagai bentuk penilaian atas dirinya. Pokoknya, <em>everything is always about me, me, and me<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a style=\"color: #4a86e8; background-color: #eeeeee;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gangguan-bipolar\"><strong>Mengenal Gangguan Bipolar dan Perbedaannya dengan Mood Swing<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh nih, ketika kamu sedang bercerita, dia kerap memotong pembicaraan dan malah menceritakan tentang dirinya sendiri, jadi dia menanggapi cerita kamu dengan membuat seolah-olah cerita kamu biasa aja dan cerita dia lebih seru. Lebih parahnya lagi, orang narsis bisa sampai memanipulasi orang lain untuk membuat dirinya lebih baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Ciri-Ciri Orang Narsistik<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut penelitian, seseorang dengan kepribadian narsistik memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Sensitif terhadap kritik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seseorang dengan kecenderungan narsistik sangat <strong>sensitif terhadap kritik<\/strong> atau kegagalan walaupun mereka tidak memperlihatkannya. Mereka sangat sensitif terhadap kritik dan kegagalan karena sebenarnya mereka memiliki harga diri yang rapuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Suka mencari perhatian<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebutuhan yang besar untuk dikagumi. Mereka secara konstan akan berusaha <strong>mencari perhatian<\/strong> dan rasa kagum dari orang lain serta lebih mementingkan tampilan dibandingkan substansi dari suatu hal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Kurang bisa berempati<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kurangnya kemampuan mereka untuk berempati<\/strong> atau mengenali dan mengerti perasaan orang lain. Hubungan mereka dengan orang lain yang sangat sedikit dan dangkal terjadi karena mereka tidak dapat menjalin hubungan timbal balik yang seimbang dengan orang lain. Mereka butuh kasih sayang atau simpati besar dari orang lain tetapi mereka sendiri cenderung tidak menunjukkan empati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Memusatkan perhatian di diri sendiri<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mempunyai konsep diri yang selalu positif tentang dirinya, artinya ia <strong>berpikir bahwa dirinya baik dalam hampir segala hal<\/strong> dengan memusatkan perhatian pada diri sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Egosentrisme<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Egosentrisme, artinya memikirkan dirinya sendiri tanpa mau mendengarkan pandangan orang lain. Ia <strong>menganggap dirinya<\/strong> adalah sosok yang <strong>penting<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Merasa dirinya paling hebat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merasa dirinya spesial atau unik, artinya <strong>merasa diri paling hebat<\/strong> namun sering kali tidak sesuai dengan potensi atau kompetensi yang dimiliki.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Hubungan interpersonalnya kurang baik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mempunyai <strong>hubungan interpersonal yang kurang baik<\/strong> karena kurangnya empati, perasaan iri dan arogansi, memanfaatkan orang lain serta perasaan bahwa mereka hendak mendapatkan sesuatu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/mengenal-fear-of-missing-out-fomo\" rel=\"noopener\">Fear of Missing Out aka FOMO, Rasa Gelisah Karena Keseringan Buka Medsos<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Faktor-Faktor Penyebab Narsistik\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sedikides (2004), terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengidap <em>Narcistic Personality Disorder<\/em> (NPD), yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>1. <em>Self- esteem<\/em> (harga diri)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harga dirinya tidak stabil dan terlalu tergantung pada interaksi sosialnya memiliki harga diri yang rapuh, sehingga sangat rentan terhadap kritik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>2. <em>Depression<\/em> (depresi)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suatu pemikiran negatif tentang dirinya, dunia, dan masa depan, adanya rasa bersalah dan kurang percaya dalam menjalani hidup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>3. <em>Loneliness<\/em> (kesepian)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan ketidak-sesuaian antara kebutuhan untuk akrab dengan orang lain atau keakraban personal. Hal ini membuat mereka tidak mampu untuk memahami orang lain dan memiliki sedikit empati karena perasaan iri dan arogansi, membuat tuntutan yang tidak realistik bagi orang lain untuk mengikuti keinginannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>4. <em>Subjective Well-being<\/em> (perasaan subjektif)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Individu merasa bahwa dirinya seakan-akan menjadi pribadi yang sempurna sehingga hal ini membuatnya hidup dalam fantasi keasyikan dengan khayalan akan keberhasilan, kekuatan, kecemerlangan, atau kecantikan yang tidak terbatas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent; text-align: left;\">5. Kurangnya Sosialisasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem; text-align: left;\">Ketika seseorang hidup dalam dunianya sendiri dan lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk kepentingan diri sendiri hal ini akan membuat seseorang tidak peduli dengan lingkungan sosialnya ia cenderung mementingkan kehidupannya sendiri, ketika mendapatkan kritikan dari lingkungan sosialnya ia tidak memperdulikannya karena baginya yang paling benar adalah dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem; text-align: left;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak semua orang yang hobi\u00a0<em>selfie<\/em> dan diunggah bisa disebut narsistik. Sebab, hingga saat ini belum ada penelitian dalam bidang medis maupun psikologi yang mengatakannya. <span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem; text-align: left;\">Terima kasih sudah membaca sampai habis dan belajar bareng <a style=\"color: #6d9eeb;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><strong>Brain Academy Online.<\/strong><\/a> Kalau punya topik yang pengen dibahas, tulis di kolom komentar ya. <em>See you soon and bye bye<\/em>, Brainies!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem; text-align: left;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem; text-align: left;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narsis, Narsisme, dan Gangguan Kepribadian Narsistik [Daring]. Tautan: https:\/\/fresh.suakaonline.com\/fokus-3-narsisme-belum-tentu-gangguan-mental\/.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narsistik (Pengertian, Aspek, Ciri, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi). [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kajianpustaka.com\/2021\/08\/narsistik.html.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maria H., Prihanto S., dan Elizabeth M. 2001. Hubungan Antara Ketidakpuasan Terhadap Sosok Tubuh (Body Dissatisfaction) dan Kepribadian Narsistik dengan Gangguan Makan (Kecenderungan Anorexia dan Bulimia Nervosa). Jurnal Anima, Vol 16, No. 3, hal 272-289. Universitas Surabaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu persen &#8211; Indonesia life school. Cara Berhadapan dengan Orang Narsistik. https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=GLP_lb1kdlw.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Diakses 08 Desember 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Image Narcissus. [Daring]. Tautan: https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Narcissus-Caravaggio_(1594-96)_edited.jpg (diakses 15 Desember 2021)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":37,"featured_media":1198,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg"],"_edit_lock":["1753669386:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2021-12-17","2023-07-05","2024-07-30"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Gangguan kepribadian narsistik bukan disebabkan oleh hobi selfie, melainkan faktor psikologis . Yuk, cari tahu ciri-ciri dan perbedaannya dengan narsis biasa."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,31],"class_list":["post-1198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-25T04:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-28T02:24:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kak Nazirah MT Saintek\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kak Nazirah MT Saintek\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik\",\"name\":\"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-25T04:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-28T02:24:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/36e7c8ddb689c1f2fd50c4005f547d27\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/36e7c8ddb689c1f2fd50c4005f547d27\",\"name\":\"Kak Nazirah MT Saintek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kak Nazirah MT Saintek\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kak-nazirah-mt-saintek\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-25T04:00:11+00:00","article_modified_time":"2025-07-28T02:24:16+00:00","author":"Kak Nazirah MT Saintek","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kak Nazirah MT Saintek","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik","name":"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg","datePublished":"2025-07-25T04:00:11+00:00","dateModified":"2025-07-28T02:24:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/36e7c8ddb689c1f2fd50c4005f547d27"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya-%20Percaya%20nggak%2c%20Narsis%20Berlebihan%20Tergolong%20Gangguan%20Kepribadian-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Narsis? Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Asal-usulnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/36e7c8ddb689c1f2fd50c4005f547d27","name":"Kak Nazirah MT Saintek","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kak Nazirah MT Saintek"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kak-nazirah-mt-saintek"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1198"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5225,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1198\/revisions\/5225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}