{"id":112,"date":"2026-03-10T09:00:29","date_gmt":"2026-03-10T02:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=112"},"modified":"2026-03-10T15:37:31","modified_gmt":"2026-03-10T08:37:31","slug":"teks-drama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama","title":{"rendered":"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, &#038; Kebahasaan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png\" alt=\"teks-drama\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Di artikel ini, kita akan membahas mengenai teks drama. Mulai dari pengertian, ciri, serta unsur-unsur, struktur drama hingga kaidah kebahasaan serta contohnya. Yuk kita belajar hari ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pernah menonton drama di teater atau di sekolahmu? Jika pernah, kamu pasti tahu, kalau pertunjukan drama memerlukan sebuah teks agar pementasannya dapat berjalan lancar. Kira-kira apa, ya, yang dimaksud dengan teks drama?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Pengertian Drama<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum membahas tentang pengertian teks drama, kamu bisa melihat dari asal usul katanya. Secara etimologis, drama berasal dari bahasa Yunani &#8220;<em><span style=\"font-weight: bold;\">draomai&#8221; <\/span><\/em>yang artinya berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Drama juga berarti perbuatan atau tindakan. Bisa disimpulkan, <span style=\"font-weight: bold;\">drama adalah sebuah cerita atau kisah yang<\/span> <strong>menggambarkan kehidupan dan watak<\/strong> melalui tingkah laku tokoh dan dialog yang dipentaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Drama merupakan genre <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/kritik-sastra-dan-esai\" rel=\"noopener\">karya sastra<\/a> yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah dan cerita dalam drama memuat konflik dan <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/jenis-jenis-emosi-dasar-manusia\" rel=\"noopener\">emosi<\/a> yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Pengertian Teks Drama<\/span><\/h2>\n<p>Drama adalah <strong>kisah kehidupan manusia <\/strong>yang dipentaskan <strong>berdasarkan naskah<\/strong> dengan menggunakan percakapan, gerak laku, unsur pendukung serta disaksikan oleh penonton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, <strong>teks atau naskah drama<\/strong> adalah<strong>\u00a0cerita yang dipentaskan di atas panggung<\/strong> yang mengisahkan kehidupan para tokohnya dengan alur sedemikian rupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/perbedaan-buku-fiksi-non-fiksi\" rel=\"noopener\">Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi dari Ciri, Struktur, dan Contohnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Drama<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #434856;\">Teks drama memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan teks lainnya, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\">Disampaikan dalam bentuk <strong>dialog<\/strong> dan <strong>monolog.<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\"><strong>Memiliki tokoh <\/strong>atau karakter yang diperankan dengan riasan, aksen, atau penampilan tertentu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\"><strong>Terdapat konflik<\/strong> atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Pementasan drama biasanya <strong>dilakukan di atas panggung <\/strong>yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan (properti) untuk menghidupkan suasana.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\">Pertunjukan drama selalu dilakukan <strong>dihadapan penonton<\/strong> karena drama tersebut merupakan sarana hiburan.<\/span><\/li>\n<li>Dalam pementasannya, teks drama <span style=\"font-weight: bold;\">didukung dengan musik dan pencahayaan<\/span>.<\/li>\n<li>Durasi pementasan teks drama <span style=\"font-weight: bold;\">berlangsung kurang lebih 3 jam<\/span>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Unsur-Unsur Drama<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks drama mengandung beberapa unsur di dalamnya. Apa saja sih? Yuk, simak rincian masing-masing unsur dari teks drama!<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434343;\">1. Tema<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal pertama dan yang terpenting dari sebuah drama, adalah tema. <strong>Tema merupakan gagasan utama yang menjalin struktur isi drama<\/strong>. Tema berkaitan dengan proses jalan cerita sebuah drama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa contoh tema drama antara lain, kemanusiaan, nasionalisme, kasih sayang, persahabatan, dan sebagainya. Jadi, sebuah drama disampaikan akan bergantung dari tema drama tersebut dipilih oleh penulisnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434343;\">2. Latar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah tema sudah ditentukan, kemudian unsur teks drama selanjutnya adalah latar drama tersebut. <span style=\"font-weight: bold;\">Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana di dalam cerita<\/span>. Jadi, latar berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di dalam drama, bukan berkaitan dengan penonton maupun persiapan drama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434343;\">3. Tokoh<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya mengenai tokoh. <strong>Tokoh <\/strong>adalah <span style=\"font-weight: bold;\">pelaku yang ada dalam cerita<\/span>. Tokoh menjadi pemegang peran yang bertindak untuk menjalankan cerita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434343;\">4. Penokohan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, penulis drama harus menetapkan penokohan dalam teks drama. <strong>Penokohan, yaitu sifat atau watak seseorang ketika memerankan suatu cerita.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah, <\/em>terdapat tiga jenis penokohan dalam drama.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\">Tokoh protagonis atau tokoh utama.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Tokoh antagonis, yaitu tokoh penentang protagonis.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #434856;\">Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pendukung cerita.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 18px; color: #434343;\">5. Dialog<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dialog adalah percakapan antara dua tokoh atau lebih dalam sebuah drama.<\/strong> Bagian ini merupakan unsur yang penting untuk ada dalam sebuah teks drama, khususnya pada drama yang\u00a0 adegannya terdapat percakapan diantara para tokohnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434343;\">6. Babak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, adalah babak. <strong>Babak merupakan bagian dari lakon drama<\/strong>. Dalam satu lakon atau pementasan, terdiri dari satu atau beberapa babak. Babak disebut juga episode, yaitu kumpulan beberapa adegan.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/undefined-Mar-28-2023-05-15-46-9881-AM.png\" width=\"4\" height=\"5\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434343;\">7. Konflik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Konflik adalah ketegangan atau pertentangan dalam drama yang ditandai dengan adanya masalah.<\/strong> Pertentangannya terjadi pada satu tokoh atau antara satu tokoh dengan tokoh lain. Konflik ini relatif dibutuhkan, karena pada dasarnya sebuah cerita pasti memiliki tujuan atau pesan tertentu yang ingin disampaikan. Konflik atau masalah dapat mengantarkan sebuah pesan tersebut dalam alur cerita di dalam sebuah drama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434343;\">8. Amanat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Amanat adalah simpulan tentang ajaran atau pesan moral yang terdapat dalam drama<\/strong>. Amanat bersifat ajaran moral dan mendidik. Oh iya, sebuah drama dapat memiliki lebih dari satu amanat, lho!<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/teks-cerita-inspirasi\" rel=\"noopener\">Pengertian Teks Inspirasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Struktur Drama<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #434856;\">Tak seperti teks lain, naskah drama mempunyai 3 struktur penting, yakni prolog, dialog, dan epilog. Berikut penjelasan dan contohnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434856;\">1. Prolog<\/span><\/h3>\n<p>Prolog merupakan bagian yang berupa kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang yang biasanya disampaikan oleh dalang atau narator, bahkan bisa juga oleh tokoh tertentu. Contoh prolog tentang drama kisah kehidupan adalah sebagai berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Dikisahkan dalam sebuah rumah sederhana, terdapat keluarga yang sangat berbahagia. Rumah tersebut dihuni oleh Ayah, Ibu, dan dua orang anaknya.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">2. Dialog<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dialog merupakan percakapan yang melibatkan antartokoh yang dapat menggambarkan kehidupan, watak dan konflik yang dialami manusia beserta cara menyelesaikannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, dialog pada naskah drama berisi 4 bagian:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><strong>Orientasi<\/strong>: Bagian awal cerita yang berisi gambaran situasi yang sedang atau sudah terjadi.<\/li>\n<li><strong>Komplikasi<\/strong>: Bagian pengembangan cerita yang berisi masalah yang dihadapi tokoh-tokoh di dalam drama.<\/li>\n<li><strong>Resolusi<\/strong>: Bagian akhir dalam drama yang berisi penyelesaian masalah.<\/li>\n<li style=\"font-size: 16px;\"><strong>Koda<\/strong>: Akhir cerita atau <em>ending<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>3. Epilog<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Epilog merupakan kata-kata penutup yang berupa simpulan maupun amanat tentang keseluruhan isi dialog yang biasanya disampaikan oleh dalang atau narator.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Teks Drama<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kaidah kebahasaan adalah <span style=\"font-weight: normal;\">aturan-aturan yang digunakan dalam membentuk kata dan kalimat sebagai ciri ataupun pembeda dengan jenis teks lainnya. Dalam naskah drama, terdapat 8 kaidah kebahasaan yang perlu kalian ketahui:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Berupa dialog<\/li>\n<li>Menggunakan tanda petik pada dialog<\/li>\n<li>Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilog (<em>dia, beliau, ia, -nya<\/em>)<\/li>\n<li>Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua pada bagian dialog (<em>aku, saya, kami, kita, kamu<\/em>)<\/li>\n<li>Banyak menggunakan konjungsi temporal (<em>sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian<\/em>)<\/li>\n<li>Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa (<em>menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristiraha<\/em>t)<\/li>\n<li>Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (<em>merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami)<\/em><\/li>\n<li style=\"font-size: 16px;\">Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana (<em>ramai, bersih, baik, gagah, kuat<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Contoh Teks Drama<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 18px;\">Belajar Online dari Rumah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama wabah Covid-19 melanda negara kita, maka tidak ada siswa yang belajar di sekolah. Semua pembelajaran menjadi online dan tidak tatap muka. Ada dua anak yang bersahabat sejak kecil yang bernama Rani dan Mira. Sebelum Covid mereka selalu bersama, namun sekarang terpisah dan tidak bertemu tatap muka. Karena mereka berdua telah kelas 12, mereka pun membicarakan akan kuliah kemana mereka setelah lulus SMA nanti.<\/p>\n<p>Rani : &#8220;Ngomong-ngomong, kamu mau kuliah dimana, Mira?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira \u00a0 : &#8220;Aku mau kuliah di UI.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani\u00a0 : &#8220;Memangnya kamu ambil jurusan apa ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira\u00a0 \u00a0 : &#8220;Hukum. Mau jadi pengacara&#8230;hehehe.. hmmm tapi&#8230;&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani\u00a0 : &#8220;Tapi kamu kenapa?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira \u00a0 : &#8220;Aku lemah di pembelajaran online seperti sekarang. Aku lebih paham jika dijelaskan secara tatap muka. Apalagi kalau pelajaran hitung-hitungan seperti Matematika&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani \u00a0 : &#8220;Duh jangan sedih dong udah enggak apa-apa. Kalau\u00a0 kamu belajar lebih giat lagi pasti kamu bisa. Teruslah berusaha, Jangan menyerah. Kejar cita-cita kamu. Eits tapi jangan lupa kalau sudah usaha, kita juga harus tetap berdoa.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira \u00a0 : &#8220;Iya, makasih ya atas masukannya pasti aku bakal belajar lebih giat lagi.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani \u00a0 : &#8220;Nah gitu dong.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira\u00a0 \u00a0 : &#8220;Kalau kamu? mau kuliah di mana?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani \u00a0 : &#8220;Aku belum tau. Kira-kira menurut kamu di mana ya? Terus jurusan apa?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira\u00a0 : &#8220;Kalau menurut aku sih lebih baik kamu ikuti kata hati kamu aja. Pastinya yang sesuai sama bakat dan minat kamu juga.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani\u00a0 : &#8220;Iya sih. Tapi masalahnya aku belum tau nih bakat aku di mana.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira \u00a0 : &#8220;Ya kalau menurut aku sih bakat kamu sebaiknya minta pendapat ke orang lain tentang bakat kamu. Misalnya ke teman, ke guru, ke orang tua juga pasti. Terus kalau kamu masih bingung juga, aku sarankan kamu untuk minta petunjuk pada Yang Maha Esa. Ya dengan berdoa lah.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rani\u00a0 : &#8220;Wah makasih juga ya, atas pendapat dan saran kamu. Aku akan coba ikuti saran kamu. Oh iya udah sore nih. Aku pulang ya. Makasih Mira.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mira\u00a0 : &#8220;Oh iya udah. Sama-sama. Makasih ya Rani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan setelah perbincangan tadi, mereka berdua menjadi lebih giat belajar lagi. Pembelajaran online saat ini menuntut para siswa untuk lebih mandiri dan tidak bergantung pada guru di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu dia, Brainies, serba serbi pengertian, ciri, unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan hingga contoh drama yang baru saja kamu baca. Semoga bisa menambah pengetahuan kamu, ya! Kalau ada pertanyaan, tulis di kolom komentar atau tanya langsung ke STAR Master Teacher di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/online\">Brain Academy<\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Suherli dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA\/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel ini, kita akan membahas mengenai teks drama. Mulai dari pengertian, ciri, serta unsur-unsur, struktur drama hingga kaidah kebahasaan serta contohnya. Yuk kita belajar hari ini! &#8212; Kamu pernah menonton drama di teater atau di sekolahmu? Jika pernah, kamu pasti tahu, kalau pertunjukan drama memerlukan sebuah teks agar pementasannya dapat berjalan lancar. Kira-kira apa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png"],"_edit_lock":["1773131720:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-03-28","2024-03-06","2025-03-06"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["teks drama"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya."],"_yoast_wpseo_linkdex":["82"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, &amp; Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, &amp; Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-10T02:00:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-10T08:37:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama\",\"name\":\"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, & Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png\",\"datePublished\":\"2026-03-10T02:00:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-10T08:37:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"description\":\"Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, &#038; Kebahasaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, & Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, & Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-03-10T02:00:29+00:00","article_modified_time":"2026-03-10T08:37:31+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama","name":"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, & Kebahasaan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png","datePublished":"2026-03-10T02:00:29+00:00","dateModified":"2026-03-10T08:37:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"description":"Apa saja isi dari naskah teks drama? Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, unsur-unsur, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teks-drama.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, &#038; Kebahasaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4895,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112\/revisions\/4895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}